Iuran BPJS Naik

81

What’s just got an increase?

Gambar: cnnindonesia.com

Not my paycheck for sure…
Same.

Terus apa donk?
Iuran BPJS kesehatan

Huh?
Iya, jadi kenaikannya ini udah yang kedua kalinya setelah kenaikan yang pertama dibatalkan sama Mahkamah Agung.

Gimme some background
Got it. Jadi kalo kamu masih inget, pada akhir 2019 lalu, Pak Jokowi pernah ngumumin soal kenaikan iuran BPJS sebesar 100 persen. Alasannya, BPJS Kesehatan ini udah defisit sampe triliunan, so he’s like “yauda kita naikin aja iurannya…”

Terus…
Ya terus kata masyarakat: “Tidak semudah itu, Fergusso!”. Kebijakan ini kemudian digugat ke Mahkamah Agung oleh Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) yang menuntut biar kebijakannya dibatalkan karena alasan kenaikan ini nggak jelas dan nggak manusiawi. Nah, gugatan ini kemudian dikabulkan…

Which means…
Bayar iuran BPJS Kesehatan balik lagi ke harga awal aka gajadi naik.

OK, terus…
Yhaaa namanya juga usaha beb. Setelah pada Januari lalu kenaikan ini dibatalkan MA, pada Selasa minggu lalu, Pak Jokowi kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Meaning, jarak dari dibatalkan dan dinaikin lagi cuma tiga bulan ajha…

CUI tapikan gue lagi ga punya duit…
Same. Menurut Pak Jokowi, pertimbangan dari kenaikan ini adalah “Untuk menjaga kualitas dan kesinambungan program Jaminan Kesehatan, kebijakan pendanaan Jaminan Kesehatan, termasuk kebijakan iuran perlu disinergikan dengan kebijakan keuangan negara secara proporsional dan berkeadilan serta dengan memperhatikan pertimbangan dan amar Putusan Mahkamah Agung Nomor 7 P/HUM/2020.”

I almost fell back to sleep.
Sorry about that. Alasan lainnya kalo menurut Tenaga Ahli Utama KSP, Ali Mochtar Ngabalin adalah karena katanya Pak Jokowi juga pengen BPJS mendukung pembiayaan pasien Covid-19.

Yaudah terus naiknya jadi berapa? 
Well, before we get there, kamu harus tahu dulu bahwa iuran ini naiknya per tanggal 1 Juli 2020 mendatang. Meanwhile, untuk kenaikannya adalah:

  • Kelas I:  iurannya dari Rp 80 ribu jadi Rp 150 ribu.
  • Kelas II:  iurannya dari Rp 51 ribu jadi Rp 100 ribu.
  • Kelas III:  iurannya dari Rp 25,500 jadi Rp 35,000.  Tapi, khusus untuk kelas ini, kenaikannya mulai berlaku di tahun 2021 nanti.

Terus kalo digugat lagi gimana?
Yha jadi gugatan season II, aka yaa siap aja dan akan dijalani sesuai proses hukum.

Tapi kemungkinannya bakal digugat lagi?
Iya sih. Kata KPCDI (yang ngegugat pertama), mereka juga lagi nyiapin bahan buat ngegugat kebijakan ini lagi untuk yang kedua kalinya. Setelah siap, gugatan rencananya bakal segera diajukan ke Mahkamah Agung.