Resolusi Dewan Keamanan PBB

65

Who’s having an announcement…

UN Security Council, aka Dewan Keamanan PBB.

Wait, what kind of announcement?
Jadi minggu lalu, DK PBB baru aja secara kompak mengumumkan resolusi yang baru disetujuinya bersama. Isinya, seruan global untuk menghentikan berbagai krisis kemanusiaan aka konflik selama 90 hari seiring dengan menyebarnya Covid-19.

Now? Just now?
Yep. Jadi emang setelah nego berbulan-bulan, DK PBB yang diisi sama 15 negara itu akhirnya mengumumkan resolusinya yang disetujui oleh semua negara. Jadi emang sejak Maret lalu, Sekjen PBB Antonio Guiterrez udah menyerukan supaya pandemi Covid-19 ini dinyatakan sebagai tantangan global bersama, yha tapi setelah nego-nego panjang, resolusinya baru keluar tiga bulan kemudian, which is minggu lalu.

Uhm…emang apa sih isi resolusinya?
Intinya menyerukan supaya semua konflik-konflik yang menyebabkan krisis kemanusiaan global di seluruh dunia dihentikan dulu selama 90 hari.

Biar…
Biar seluruh negara bisa fokus dulu menghadapi pandemi global Covid-19 yang lagi menyerang hampir semua negara di dunia. Resolusi ini juga menyerukan seluruh elemen PBB untuk mempercepat responsnya dalam membantu negara-negara konflik dalam menghadapi Covid-19.

Go on…
Meski begitu, penghentian ini nggak berlaku buat operasi militer terhadap kelompok teroris kayak Islamic State, Al-Qaida, Al-Nusra front, dan kelompok-kelompok teroris lainnya.

I see…
Nah, terkait hal ini, sekjen PBB Antonio Guterres menyambut baik tercapainya resolusi tersebut. Menurut beliau, resolusi ini penting banget supaya pihak-pihak yang lagi berkonflik mau mengubah sikapnya di lapangan.

Olrite. Anything else I should know?
Selain Guterres, Paus Fransiskus juga menyampaikan apresiasinya atas resolusi ini. Dalam misa mingguannya yang digelar di Vatikan kemarin, beliau menyebut bahwa bahwa resolusi ini bakal turut menciptakan perdamaian dan keamanan yang dibutuhkan supaya penyaluran bantuan kemanusiaan bisa dilakukan.