Health Code Tracking

70

Who’s saying “Big data is watching you…”?

Gambar: cnn.com

Apakah George Orwell?
Bukan, of course, tapi sebuah kota di Tiongkok sebelah Timur, namanya Hangzhou. Jadi sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19, sejak Februari lalu, otoritas Tiongkok mewajibkan warganya untuk nge-download aplikasi “health code” yang berisi data kesehatan dari sang pemilik hape. Cara kerjanya, aplikasi tersebut punya QR Code yang bisa menjadi indikator tingkat kesehatan sang pemilik hape. Jadi kalo warganya ijo, berarti si pemilik cukup sehat dan boleh keluar rumah atau naik kendaraan umum. Selain itu, QR Code ini juga bisa dipake pemerintah buat nge-track pemiliknya kalo positif Covid-19, karena mereka diwajibkan untuk men-scan QR Code tersebut tiap masuk ke fasilitas umum.

Nah, minggu lalu, pemerintah Kota Hangzhou mengumumkan rencana untuk bikin “health code” ini permanen, aka nggak cuma dipake pas ada wabah Covid-19 ini aja. Nantinya, aplikasi ini bakalan sampe bisa menilai tingkat gaya hidup sehat warga di kota tersebut. Misalnya nih, abis minum alkohol, tidur kurang dari tujuh jam, atau merokok, maka ranking kesehatannya bakal turun. Begitu juga kalo abis olahraga atau jalan kaki sampe 15 ribu langkah, maka nilainya bakal naik.

Rencana ini tentunya langsung menuai pro dan kontra (even in China) karena, yep, as you have guessed: Privacy.