Pilot Susi Air Masih Disandera Oleh OPM-KKB

209

Now, here’s your updates on: Pilot Susi Air….

Yang Udah Sebulan Lebih Belum Dibebaskan.
Iya, miris deh, guys. Udah lebih dari sebulan sejak Organisasi Papua Merdeka-Kelompok Kriminal Bersenjata aka OPM-KKB membakar pesawat Susi Air dan menyandera pilotnya yang berkebangsaan New Zealand. Sampai sekarang sandera atas nama Philips Max Mehrtens itu masih belum dibebaskan juga.

Sampai sekarang belum juga???
Iya. Well, kamu masih inget kan kalau OPM KKB itu per 7 Februari kemaren bikin heboh karena membakar pesawat Susi Air dengan nomor penerbangan SI-9368 yang mendarat di Bandara Paro, Nduga, Papua Pegunungan. Nggak cuma dibakar, pilot pesawat tersebut, Philips Max Mehrtens yang berkebangsaan New Zealand pun disandera sama mereka dan nggak diketahui kabar dan lokasinya sampai sekarang. Makanya, TNI-Polri dibantu Satgas Damai Cartenz pun melakukan pencarian langsung di Papua sana dengan tujuan untuk menyelamatkan Kapten Philips, guys

Gimme the updates…
You got it. Jadi tim gabungan TNI-Polri ini kan udah nyampe ke Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan beberapa waktu lalu kan. Terus, upaya pencarian pun dilakukan dalam beberapa minggu terakhir ini. Nah terus, disampaikan oleh Komandan Satgas Cartenz Kombes Faizal Ramadhani, pimpinan OPM-KKB, Egianus Kogoya barengan sama anggota kelompoknya tuh diketahui udah cabut meninggalkan Nduga, gengs. Makanya radar pencarian pun diperluas jadi nggak cuman di Nduga tapi nyampe ke Kabupaten Lanny Jaya. Biar Kapten Philips bisa segera ditemukan as soon as possible deh.

Wait
. Mereka cabut??
Iya. Makanya Kombes Faizal bilang tindakan mereka tuh tindakan ‘Pengecut’ :))). Adapun menurut pihak Komando Daerah Militer Cendrawasih yang diwakili oleh Kolonel Kavaleri Herman Taryaman, Egianus dan anggotanya tuh emang sengaja cabut dari Nduga dan berpencar biar tim gabungan TNI-Polri tadi ikutan terkecoh. Biar anggota TNI-Polri pecah konsentrasinya dan end up nggak ketemu-ketemu sama Kapten Philips. Ini yang kemudian juga jadi alasan radar pencariannya diperluas jadi nggak stuck di Nduga aja gitu.

Terus Kapten Philips gimana kabarnya ya? 
Only God knows sih jujur. Tapi dari berbagai foto yang beredar, Kapten Philips kayaknya (Kayaknya ya ini) fine-fine aja, guys. Hal ini dikonfirmasi oleh Panglima TNI Laksamana Yudo Margono di mana beliau bilangnya dari hasil foto yang beredar tadi itu Kapten Philips keliatannya nggak terancam dan baik-baik aja. Fotonya bahkan sambil senyum gitu kan. Keadaan Kapten Philips yang masih hidup dan fine-fine
Advertisement
 aja ini kemudian juga diperkuat dengan video yang disebar OPM-KKB beberapa waktu lalu.

Apa isi videonya?

Dalam video itu, Kapten Philips menyebut dia kangen banget sama keluarganya. Dia juga bilangnya dia makan dan cukup di sana. Dalam keterangannya yang udah di-translate ke bahasa Indonesia, Kapten Philips bilang, “Jangan mengkhawatirkanku. Aku dijaga sebagaimana yang diperkirakan. Dalam situasi ini, aku dapat cukup makanan dan minuman. Mereka memberikanku pakaian dan obat-obatan untuk kondisi kesehatanku,” katanya gitu.


Maksudnya kayak, kok video itu disebarin tujuannya naon?
That’s how terror goes, guys. Kombes Faizal bilangnya video itu sengaja disebar buat ngecoh aparat yang sampai saat ini masih mencari keberadaan Kapten Philips. Lebih jauh, Kombes Faizal juga menyebut sekarang pihaknya masih mengidentifikasi video itu diambil di mana dan kapan. In his words, Kombes Faizal bilangnya gini: “Jangan pikir pilot itu ada sama mereka terus. Sebab posisinya tidak seperti itu. Ada kemungkinan ini untuk mengelabui.” Makanya sampai sekarang segala taktik dan strategi dilakukan dan dipikirkan secara matang dan hati-hati, dengan tetap memikirkan kepentingan masyarakat jangan sampai warga ikut jadi korban di sini, gengs.

I see. Anything else? 
Btw dengan adanya kejadian ini, founder Susi Air, Susi Pudjiastuti menyebut banyak banget awak kabin termasuk pilot yang mengalami trauma dan nggak pede untuk terbang ke wilayah-wilayah itu. Saking traumanya para pilot itu, 70% operasional penerbangan Susi Air ke Papua jadi stop dan dengan adanya kejadian ini, Maskapai Susi Air diketahui merugi sebesar Rp30,4 miliar. Nggak beroperasinya pesawat of course ada efek dominonya dong. Pasokan logistik ke daerah Papua juga jadi berkurang karena biasanya didistribusikan pake pesawat kan. Makanya sekarang lagi dicoba pakai helicopter deh.
Advertisement