Hakim Agung Jadi Tersangka Korupsi, Kebakaran Hutan & Lahan Jadi Isu Global, Mahsa Amini Meninggal, Kondisi Iran Kacau, Roger Federer Akan Pensiun Jadi Atlet Tennis

70

Good morning

Moshi-moshi. Rise and shine because Monday is here again! Yep, to start your week right, let’s have a slow morning instead. Meditate, have a really good breakfast and let’s catch up! With things over the weekend…

Here’s your A to Z recap on: Hakim Agung jadi tersangka korupsi

Look no further. 
We got everything, as always.
 
Yep. Over the weekend kemarin, netizen +62 tuh dibikin speechless sampe nggak bisa ber-word word lagi sama berita seorang hakim agung atas nama Agung Sudrajad Dimyati yang end up pake rompi orange KPK gara-gara dugaan suap, guys. Nggak tanggung-tanggung, ada total 10 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dengan total kerugian senilai miliaran rupiah.

Nggak abis-abis jir….
Yoi. Miris banget kan sebenarnya kalau seorang hakim agung yang harusnya menegakkan keadilan, eh malah kena kasus dugaan suap. Well, kasus ini sendiri mulai muncul dari sebuah laporan pidana dan gugatan perdata terkait aktivitas Koperasi Simpan Pinjam Intidana yang berproses lewat persidangan di tingkat Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi di Semarang, Jawa Tengah. Sidangnya jalan tuh sampai akhir, ending-nya, keputusan pengadilan di dua lingkup itu ternyata menyatakan bahwa Koperasi Simpan Pinjam Intidana pailit. Dari sini, pihak yang mengajukan, which is Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto, debitur di koperasi itu nggak puas dong sama keputusan ini.

Terus terus?
Karena merasa nggak puas tadi, mereka mengajukan kasasi tuh ke Mahkamah Agung. Terus, dalam proses kasasi inilah kasus dugaan suap itu mulai kecium sama Komisi Pemberantasan Korupsi aka KPK. Yep, disampaikan langsung oleh Ketua KPK Firli Bahuri, tim kuasa hukumnya Heryanto dan Ivan yaitu Yosep Parera dan Eko Suparno melakukan pertemuan dengan sejumlah pegawai di kepaniteraan MA yang bisa jadi penghubung dan fasilitator gitu lah supaya nanti majelis hakim bisa mengkondisikan putusan mereka sesuai sama kemauan mereka, guys.

I am reading…
Adapun dalam pertemuan itu, akhirnya disepakati bahwa ada fee yang harus mereka bayar ke orang-orang MA, gengs. Jadi kayak, “Oke lo kita bantu, tapi duitnya aman kan?” gitu guys kira-kira. Lebih jauh, dalam pertemuan itu, pihak dari MA diwakili oleh Desy Yustria, PNS di Kepaniteraan MA, barengan sama rekannya satu lagi namanya Muhajir Habibie menerima uang sebesar SG$ 202.000 atau Rp2,2 miliar dari pihak Yosep dan Eko. Uang Rp2,2 miliar itu kemudian dibagi-bagiin lah buat orang-orang MA, guys. Buat Desy 250 juta, buat  Muhajir 850 juta, and of course buat majelis hakimnya yang jadi aktor kunci di sini juga dikasih melalui Elly Tri Pangestu, hakim pengganti di MA. Elly sendiri kecipratan 100 juta, guys.

Kayak bagi THR aje nih…
Iya kan.  termasuk majelis hakimnya juga yang dalam kasus ini diketuai Hakim Agung Kamar Perdata, Agung Sudrajad Dimyati. Dalam keterangannya, Pak Firli menyebut Agung Sudrajad ini udah menerima suap sebesar 800 juta, guys.Terus, nggak lama kemudian KPK pun langsung bergerak mencari orang-orang tadi dan mengamankan mereka. Nggak cuma itu, mereka juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai SG$ 205.000 dan Rp50 juta. Terus pas OTT ke rumahnya Pak Agung, ada sejumlah uang yang disimpan di dalam kamus bahasa Inggris. Jadi kamus itu dimodif gitu, guys. Dari luar keliatan kamus, padahal aslinya box yang bisa nyimpen barang gitu EHEHEHE.

Wkwk sekarang udah sampai mana?
Well, orang-orang itu kemudian diperiksa, dan sekarang udah ditetapkan sebagai tersangka. Totalnya ada 10 orang, termasuk Pak Agung. Terus, setelah ditetapkan sebagai tersangka, Pak Agung pun resmi ditahan di rutan KPK selama 20 hari, terhitung dari Jumat kemarin sampai nanti di tanggal 12 Oktober mendatang. Orang-orang MA semuanya udah pada ditahan guys, tinggal 2 orang pemberi suap tadi itu aja, si Heryanto sama Ivan aja yang belum. Terus, bersamaan dengan mereka ditahan, Pak Agung dan aparatur MR lainnya udah diberhentikan sementara dari institusi MA, sesuai sama aturan yang berlaku, biar mereka semua fokus sama proses hukum yang lagi on going.

Terus udah gitu, where are we going nih?
Nah kalau udah, bakalan ada pemeriksaan lanjutan lagi dari Komisi Yudisial, gengs. Yep, secara orang-orang yang bekerja di Mahkamah Agung itu ada di bawah pengawasan Komisi Yudisial yah. Makanya sebagai salah satu hakim agung-nya MA yang sekarang lagi kena masalah hukum, Pak Agung Sudrajad ini later on juga akan diperiksa sama KY. Disampaikan langsung oleh Ketua Komisi Yudisial, Mukti Fajar Nur Dewata juga akan memeriksa Pak Agung sesuai tugas dan kewenangan KY. Termasuk salah satunya dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim. Nah kalau buktinya udah cukup, KY bakal merekomendasikan Pak Agung dipecat secara tidak hormat karena yang begini itu termasuk dalam sanksi berat, guys.

Got it. Anything else?
Fyi Agung Sudrajad Dimyati dan dugaan suap tuh emang bukan dikenal sekali ini aja, guys. Hampir 10 tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2013, ia diduga melakukan suap yang dilakuin di toilet terhadap salah satu anggota Komisi III DPR RI, yang pada saat itu lagi melakukan uji kelayakan dan kepatutan pencalonan dirinya sebagai hakim agung. Makanya dulu sempat rame tuh isu ‘Lobi Toilet’ tapi yha ending-nya dia nggak kebukti juga sih. Nama baiknya pun dibersihkan saat itu. Nah sekarang, selain kasus yang ini, KPK juga curiganya ada kasus yang lain yang melibatkan Pak Agung ini, guys. Pak Agung dicurigai banyak menerima suap dari perkara lain yang ditangani MA gitu, tapi sampai sekarang hal ini masih didalami sih sama KPK.

What keeps being on repeat but not your favorite song?

Kebakaran Hutan dan Lahan.
Yep. Fenomena kebakaran hutan dan lahan aka Karhutla tuh emang miris banget ya guys. Terus, yang lebih miris adalah, kita tahu nih banyak banget dampak yang disebabkan sama si Karhutla ini. Eh, sampai sekarang, dari laporan yang dikeluarkan Forest Digest, kejadiannya masih adaaaa aja, terus berulang nggak berhenti-henti.

Dan terjadi lagi….
Well, kayak yang sering kita bahas, isu Karhutla ini tuh kan bukan cuman dirasain sama satu negara aja yakan. Yep, nggak cuman di Indonesia, tapi sejumlah negara Eropa dan Amerika Serikat juga struggling sama hal yang sama, guys. Nah karena perkembangannya yang makin meluas ini, dampak yang disebabkan juga nggak main-main dong. Makanya ini jadi isu global yang dibahas di forum-forum internasional deh. Kayak “Jadi gimana nih bro-sis urusan Karhutla?”

Beneran w bayangin lagi Jokowi ngomong begitu
Wkwkw sameWell, makanya sekarang kita kenal ada beberapa komitmen yang dilakukan para world leaders buat mengatasi masalah ini, guys. Secara kayak yang tadi dibahas, efek Karhutla tuh nggak main-main. Ditambah sekarang dampak climate crisis juga makin parah, keadaan dunia beneran makin memprihatinkan :(. Adapun komitmen-komitmen itu tertuang dalam berbagai kesepakatan. Kayak Perjanjian Paris, COP 26 di Glasgow, Scotland, dan next-nya bakalan dibahas lagi di COP 27 di Mesir November mendatang.

Okay…
But the thing is, meskipun udah ada perjanjian dan kesepakatan macem-macem, kebakaran hutan dan lahan masihhhh aja kejadian. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, dari 2015, udah ada 2,61 juta hektar yang terbakar, melebihi Jerman dan Jepang. Terus lanjut di 2016, 2017, 2018. Nah di 2019, Karhutlanya parah tuh, gengs. Ada sekitar 1,6 juta hektar lahan yang kebakar dan tersebar paling luas di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah. Nggak cukup di situ, di 2020 dan 2021, di saat orang-orang lagi fokus sama Covid-19, Karhutla teteup ada aja nambah-nambahin beban masyarakat. Parah banget kan.
 
Sekarang ada lagi?
Ada. Banyak. Dari data yang udah dihimpun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, udah ada sekitar 33 ribu hektar lahan yang terbakar dalam periode Januari-April tahun ini, guys.  Adapun Karhutla ini paling tinggi ada di daerah Sumatera Selatan dan terjadi di berbagai kabupaten/kota. Kayak di Ogan Ilir, Muratara, Mura, Muba, Lubuk Linggau, dll. Nah, masih dari data KLHK, di bulan-bulan ini kebakaran hutan dan lahan di Indonesia emang udah menurun, guys. Tapi yha nggak menutup kemungkinan bakalan ada lagi. Makanya harus waspada.
 
Remind me kenapa bisa begitu sih?
Well, ada banyak kepentingan sih, guys. Untuk kepentingan industri di mana mereka mau buka lahan atau mereka yang mau menghemat biaya buat buka lahan misalnya. Terus bisa juga karena itu tanah pH-nya harus dinaikin dan salah satu caranya adalah dengan bakarin lahannya, hama di hutan dan lahan itu yang harus dikendalikan. Atau yha beberapa pihak simply mau menguasai lahan dan kawasan itu aja gitu. Tapi kan, kalau dibakar, hutannya juga abis yha. Terbitlah deforestasi deh.
 
Terus gimana dong?
Banyak hal yang bisa dilakukan buat mencegah supaya Karhutla nggak kejadian dan keulang terus sih, guys. Kita-kita nih, masyarakat umum juga bisa banget berperan dalam hal ini, guys. kayak gabung komunitas peduli api, sampai ngadain sarana dan prasarana pencegahan plus pemadaman api. Yang gitu-gitu. Terus dari pov perusahaan mereka juga nggak boleh buka dan ekspansi lahan pakai api, terus adain monitoring titik api, sampai sanksi dan pidana yang harus diterapin buat pelaku kalau masih ada yang rebel bakarin hutan dan lahan.
 
Jadi selama ini nggak ada sanksi hukum apa gimana?
Ada, cuman ya gitu deh. Penegakan hukum terkait Karhutla ini nggak begitu kuat, gengs. Putusan hakim yang biasanya nge-highlight hal ini karena kelalaian, bukan kesengajaan. Jumlah hakim bersertifikat lingkungan juga minim. Terus dendanya juga kecil,  transparansi pun dinilai kurang banget. Not to mention para pelaku itu bisa menggugat balik pemerintah secara administratif. Jadi ya gitu deh. Hiks.

Alright. Anything else?
Btw speaking of Kebakaran Hutan dan Lahan, kita kan taunya ini emang problem setiap tahun yah di negara kita. Tapi kamu tahu nggak sih kalau sejak zaman sebelum kemerdekaan, waktu masih zaman Belanda, Kebakaran Hutan dan Lahan tuh emang udah diomongin, gengs. Lebih spesifik, mereka membahas kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan penggunaan api di hutan dan lahan. Isu ini kemudian terus-terusan ada, dari era pemerintahan Presiden pertama Soekarno sampailah ke Presiden saat ini Joko Widodo. Nggak capek apa, guys? makanya yuk saling bantu biar Karhutla nggak ada lagi.

It’s all started from hijab..

Okay. The biggest demonstration since 2019 is now happening in Iran. Sampe sekarang, jumlah korban tewasnya mencapai 50 orang. Dan penyebab utama dari this chaotic situation is the death of Mahsa Amini. 

Tell me everything.
Let’s start by getting to kno who Mahsa Amini is. Jadi, Mahsa Amini tuh sebenernya cuma warga biasa, perempuan usia 22 tahun yang berasal dari Saqqz, di provinsi Kurdistan, Iran. Pada tanggal 13 September lalu, dia dan keluarganya lagi jalan-jalan santai aja, di ibu kota Teheran. Eh, tiba-tiba aja, out of nowhere, setelah keluar dari sebuah stasiun metro di tengah kota, dia dipaksa masuk ke dalam mobil van milik Gasht e Ershad atau semacam patrol polisi moral.
 
Whaaat? Polisi moral?
Iya, jadi kalo di Iran tuh emang ada namanya patroli polisi moral. Mungkin kalo di kita patroli polisi ngecekin orang-orang pake helm atau nggak pas lagi naik motor, nah ini tuh ngecekin dan “katanya sih menegakkan” aturan berpakaian wanita yang jadi hukum di Iran sejak 1979. Nah, waktu itu mereka bilang kalo jilbabnya Mahsa Amini terlalu longgar, ya pokoknya nggak sesuai sama aturan hukumnya.

Then? 
Nah, polisi moral ketika itu ternyata nggak cuma kasih peringatan di tempat. Dia pun dibawa ke pusat penahanan Vozara, yang dikenal sebagai tempatnya para wanita yang melanggar aturan jilbab. Katanya sih, di sana mereka bakal diajari soal penampilan yang dinggap tidak senonoh dan yang pantes tuh kayak apa sih. Malangnya, itu adalah kali terakhir keluarga Mahsa Amini melihat sang gadis, karena entah apa yang terjadi, di dalam tahanan itu Mahsa Amini disebut mengalami koma dan akhirnya meninggal tiga hari kemudian.

Nooooo
Rite? Kalo kita balik lagi ke waktu penangkapan, polisi sih nggak ngasih alasan lain kenapa Mahsa Amini ditahan, selain karena aturan hijab. Sementara menurut ibunya, ya putrinya sih udah mematuhi aturan dan pakai jubah yang panjang dan longgar. Mereka juga ngaku sebagai wisatawan, tapi sama sekali nggak digubris sama polisi. However, pasukan keamanan Iran ngeluarin pernyataan yang klaim kalo Mahsa Amini tiba-tiba pingsan karena serangan jantung di tahanan, pas dia lagi menerima pelatihan pendidikan soal aturan hijab. Tapi, keluarganya membantah dan bilang kalo dia sehat sepenuhnya sebelum penangkapan. Sementara kakaknya, Kiarash Amini bilang pas dia lagi nungguin adiknya di pusat penahanan, dia denger ada teriakan dari dalam.

Go on. 
Ketika Mahsa diketahui meninggal, sebuah ambulans dateng dan seorang saksi bilang kalo pasukan keamanan telah membunuh seorang wanita muda di dalam. Dugaan pembunuhan diperparah dengan foto dan video yang beredar di medsos, menunjukkan seorang perempuan yang nggak sadarkan diri, ada selang di mulut dan hidungnya, dan darah mengalir dari telinga dan memar di sekitar matanya. Sejumlah dokter bilang, dari foto dan video itu, kemungkinan besar Mahsa Amani ngalamin gegar otak akibat cedera di kepala. Keluarga jelas nggak terima dong soal masalah ini, apalagi ayahnya bilang kalo putrinya itu nggak punya riwayat penyakit jantung. Ayahnya juga minta pertanggung jawaban dari polisi atas kematian putrinya.

Tell me more. 
Then, after the death of Mahsa Amini, sejumlah aktivis dan advokat menduga polisi moral memukuli Mahsa Amini dan hal itulah yang jadi penyebab kematiannya. Tapi, polisi ngebantah tuduhan itu. Akhirnya, ramailah di masyarakat soal kejadian ini. Semua orang, literally dari orang biasa, pejabat, ulama, selebriti sampe atlet ikut kasih respons soal kejadian ini dan mengecam kematian Mahsa Amini.
 
And the protests began.. 
Nah, dari situ dimulailah segala kekacauan di kota-kota di Iran. Aksi demonstrasi dimulai pada 17 September 2022 dan akhirnya menyebar ke lebih dari 80 kota di Iran. Dari informasi terakhir, sedikitnya 50 orang telah tewas akibat bentrokan antara masyarakat dan pasukan keamanan. Protes ini udah masuk ke hari kedelapan setelah Amini dilaporkan meninggal dunia. Menurut informasi dari Iran Human Rights (IHR), pihaknya menyorot soal kematian di wilayah Kurdistan, yang ternyata kampung halamannya Amini.

Anything else? 
Apart from the demonstration itself, pemerintah Iran udah ngeblokir Whatsapp dan Instagram semenjak aksi demo semakin meluas. Kayaknya sih, ini tuh upaya pemerintah buat mengekang aksi protes yang makin meluas, sekaligus membungkam para demonstran. (Bye Bye Democracy….). Menurut peneliti pengawasan siber di University of Twente, Belanda, Azadeh Akbari, dia bilang kalo social media emang punya impact gede banget buat memobilisasi pengunjuk rasa. Mereka biasanya bikin strategi sampe koordinasi pertemuan lewat aplikasi semacam itu.

Anything from the government? 
Reacting to the demonstrationPresiden Iran Ebrahim Raisi bilang kalo demonstrasi harus ditindak dengan tegas. But things are getting worse ketika protes dari pihak yang pro-pemerntah mulai koar-koar kalo pelanggar Al-Quran juga harus dieksekusi. Akhirnya, keadaan jadi makin chaos dan berantakan.
 
Ada yang dipaksa pake jilbab, ada yang dipaksa buka jilbab, but at the end of the day, it’s about women’s basic right to choose whatever they want to wear, right?

When Federer is leaving the court..

Yup. Baru aja, one of the best tennis players at the moment, Roger Federer, ngumumin kalo dia bakal pensiun jadi atlet mulai akhir bulan ini. Atlet yang sekarang usianya 41 tahun itu bilang kalo dia akan berhenti, setelah bermain selama 24 tahun. Federer akhirnya resmi said goodbye to his fans di turnamen tenis Laver Cup 2022 pada Sabtu (24/9) kemarin. Tapi, dia udah janji sama fansnya kalo dia nggak akan sepenuhnya berhenti dari lapangan tenis. Dia cuma pindah ke lapangan yang berbeda. Federer sendiri akhirnya memutuskan pensiun dari kariernya karena ngerasa udah nggak sanggup lagi bersaing secara kompetitif dengan kondisi tubuhnya sekarang. Terus, mau ngapain nih Federer abis pensiun? Well, doi bilang kalo sebenernya dia nggak punya rencana yang gimana-gimana banget, sih. Dia cuma pengen pergi dan main ke tempat-tempat yang belum pernah dia kunjungi sebelumnya, dan keluarganya bakal jadi proritasnya setelah pensiun.
 
Things are getting more emotional when his rival, Rafael Nadal ikut nangis di pertandingan terakhir mereka. Nadal bilang ketika Federer pensiun, a part of him juga ikut hilang 🙁 hiks…

”Alhamdulillah”

Gitu guys respons dari Ketua DPR RI Puan Maharani yang didoain jadi presiden sama warga pas beliau menghadiri acara pelatihan dan sosialisasi pengolahan Pupuk Organik Cair (POC) kepada petani saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Dalam kunjungan itu, Mbak Puan diteriakin supaya presiden guys, jadi kata beliau yhaa alhamdulillah ajha..
 
Mbak Puan is you when checking out if your gajian is already there today…

Announcement


Thanks to Rougis, & Suka Sama S.coups for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

If you’ve been thinking about making a career change, read this first.