Kominfo Blokir Platform Yang Tidak Terdaftar PSE

29

What got everyone angry over the weekend?

Kominfo.
Yep. Over the weekend kemarin, netizen +62 dibuat geram dan kzl gara-gara Kementerian Kominfo ngeblokir beberapa platforms yang rame digunakan sama masyarakat kita. And they were like, “Seriously Kominfo?”

Background pls. 
You got it. Jadi beberapa waktu lalu masyarakat Indonesia tuh dihebohkan sama berita Kementerian Komunikasi dan Informatika aka Kominfo yang mengharuskan berbagai Penyelenggara Sistem Elektronik aka PSE buat daftar di Kominfo. Platform PSE di internet yang kamu pake 24/7 kayak WhatsApp, TikTok, Netflix, bahkan Google ini harus daftar dengan ngisi beberapa form, terkait gambaran umum pengoperasian sistem elektronik dan keamanan buat penggunanya gimana. Biar bisa dianggap legal dan nggak diblokir sama Kominfo.

Tapi gertakan sambel doang kan itu?
Nggak, guys. Sabtu kemarin, Kominfo beneran ngeblokir 10 platform PSE yang rebel nggak daftar-daftar. They are: Steam, Epic Games, Amazon, PayPal, Yahoo!, Bing, Dota, CS GO, Battle Net, sama Origin. Well, pendaftaran ini kan awalnya dikasih deadline sama Kominfo sampai tanggal 20 Juli kemarin yah, nah terus sampai tanggal 29 Juli pukul 23.59 lalu, 10 aplikasi ini nggak ada masuk sama sekali pendaftarannya. Padahal kalau dari klaim-nya Kominfo, Kominfo udah koordinasi dulu sama Kementerian/lembaga yang mengawasi mereka. Jadi kayak, “Eh si Yahoo! beneran nggak daftar? Suruh daftar dong. Kalau nggak diblokir loh ini,” gitu guys kira-kira.

Sayang banget sihhh…
Indeed. Apalagi di antara 10 platforms tadi, beberapa di antaranya rame dipake sama masyarakat kita kan. Kayak PayPal misalnya. For context, PayPal itu e-wallet di mana orang-orang bisa melakukan pembayaran, transfer, dan nyimpen saldo dalam berbagai mata uang asing, gengs. Makanya PayPal berguna banget buat transaksi lintas negara. Nah, karena diblokir, pengguna mereka jadi worry dong, “Yah duit gue gimana pls.”

Whooooa terus?
Well, kata Dirjen Aplikasi dan Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan PayPal udah dibuka dan udah bisa diakses lagi selama lima hari kerja, terhitung dari kemarin sampai Jumat besok buat masyarakat mindahin saldonya dari PayPal ke platform lain. Pak Sammy menegaskan bahwa pembukaan ini adalah sementara, karena sampe berita ini ditulis, PayPal emang belum ada komunikasi-komunikasi sama Kominfo. Jadi plz banget warga pindahin duitnya karena udah banyak aplikasi banking lain yang bisa dipake, dan layanannya juga cukup tangguh.

Welp… go on…
Selain PayPal, masyarakat juga kzl gara-gara aplikasi streaming game online kayak Dota, CSGO, sama Steam juga diblokir, gengs. Padahal para streamer game itu bisa dapet cuan loh dari situ. So they were like, “Memutus rejeki orang deh Kominfo ah.”  Terus, dari sini, Pak Semmy bilangnya ketiga game itu udah ngontak Kominfo dan udah dalam proses kelengkapan data buat daftar, gengs. Jadi, dalam waktu dekat, kalau datanya udah lengkap dan mereka udah daftar, tiga aplikasi game ini juga dibuka lagi.

Ohh jadi blokirannya itu sementara doang ya?
Exactly. Intinya tuh gini guys, sebagaimana udah diatur di peraturan pemerintah dan dipertegas lagi di Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika, platform PSE yang beroperasi di Indonesia harus pada daftar. Nah, kalau udah daftar, mereka aman. Dari yang tadinya diblokir pun, Kominfo juga dengan senang hati ngebuka lagi akses platform itu buat dinikmati sama penggunanya. Pak Semmy juga bilang pendaftaran ini tuh soal aturan. Aturan ini diberlakukan biar pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia bisa dirasain sama semua masyarakat kita katanya.

Got it. Anyone saying anything?
Yep. Keputusan Kominfo blokirin 10 platform PSE ini emang bikin berbagai pihak jadi questioning, “Apaan banget sih ni Kominfo?” Selain masyarakat, ada juga satu lembaga yang juga ikut mempertanyakan, gengs. Yaitu Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia aka YLBHI. Dalam keterangan resminya, Muhammad Isnur, Ketua Umum YLBHI bilangnya Kominfo tuh selalu bikin kebijakan tanpa landasan hak konstitusional dan HAM. “Mau sampai kapan begini terus?” katanya gitu. Menurut Pak Isnur, dalam aturannya, terdapat beberapa poin yang  berpotensi melanggar hak privasi masyarakat dan bikin semacam represi kebebasan di ranah digital dan bikin masyarakat jadi rugi, guys.


Gila sih. Anything else I should know?
Well, yang bikin masyarakat tambah kzl dan geram adalah the fact that berbagai situs judi online yang justru lolos sama Kominfo dan nggak diblokir. Sementara platform yang jelas ngebantu dan bermanfaat buat orang banyak justru diblokir gitu kan. Nggak lama kemudian, diklarifikasi lagi sama Pak Semmy kalau aplikasi game yang disebut judi online itu bukan literally judi, guys. Tapi gaple doang, bukan judi, Mainnya pun nggak pake duit sama sekali. Meskipun begitu, Pak Semmy berterima kasih sama masyarakat yang kritis terhadap platform-platform PSE yang daftar di Kominfo. Masyarakat juga punya concern yang gede terhadap konten negatif, katanya. In his words, Pak Semmy bilang, “Yuk sama-sama kita benahi.”