Kominfo Blokir Platform Yang Tidak Terdaftar PSE, Eropa Tidak Akan Ketergantungan Gas Alam Rusia, Wabah Cacar Monyet Makin Tinggi, Hubungan Sosial Indikator Kesehatan

29

Good morning

“I can see us lost in the memory, August slipped away into a moment in time, cause it was never mine”… welcome to August, ladies and gentlemen. It is the month of fall, pretty orange skies, and a beautiful timely reminder to be proud of how far we’ve come together as a nation. Have a great one!

What got everyone angry over the weekend?

Kominfo.
Yep. Over the weekend kemarin, netizen +62 dibuat geram dan kzl gara-gara Kementerian Kominfo ngeblokir beberapa platforms yang rame digunakan sama masyarakat kita. And they were like, “Seriously Kominfo?”

Background pls. 
You got it. Jadi beberapa waktu lalu masyarakat Indonesia tuh dihebohkan sama berita Kementerian Komunikasi dan Informatika aka Kominfo yang mengharuskan berbagai Penyelenggara Sistem Elektronik aka PSE buat daftar di Kominfo. Platform PSE di internet yang kamu pake 24/7 kayak WhatsApp, TikTok, Netflix, bahkan Google ini harus daftar dengan ngisi beberapa form, terkait gambaran umum pengoperasian sistem elektronik dan keamanan buat penggunanya gimana. Biar bisa dianggap legal dan nggak diblokir sama Kominfo.

Tapi gertakan sambel doang kan itu?
Nggak, guys. Sabtu kemarin, Kominfo beneran ngeblokir 10 platform PSE yang rebel nggak daftar-daftar. They are: Steam, Epic Games, Amazon, PayPal, Yahoo!, Bing, Dota, CS GO, Battle Net, sama Origin. Well, pendaftaran ini kan awalnya dikasih deadline sama Kominfo sampai tanggal 20 Juli kemarin yah, nah terus sampai tanggal 29 Juli pukul 23.59 lalu, 10 aplikasi ini nggak ada masuk sama sekali pendaftarannya. Padahal kalau dari klaim-nya Kominfo, Kominfo udah koordinasi dulu sama Kementerian/lembaga yang mengawasi mereka. Jadi kayak, “Eh si Yahoo! beneran nggak daftar? Suruh daftar dong. Kalau nggak diblokir loh ini,” gitu guys kira-kira.

Sayang banget sihhh…
Indeed. Apalagi di antara 10 platforms tadi, beberapa di antaranya rame dipake sama masyarakat kita kan. Kayak PayPal misalnya. For context, PayPal itu e-wallet di mana orang-orang bisa melakukan pembayaran, transfer, dan nyimpen saldo dalam berbagai mata uang asing, gengs. Makanya PayPal berguna banget buat transaksi lintas negara. Nah, karena diblokir, pengguna mereka jadi worry dong, “Yah duit gue gimana pls.”

Whooooa terus?
Well, kata Dirjen Aplikasi dan Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan PayPal udah dibuka dan udah bisa diakses lagi selama lima hari kerja, terhitung dari kemarin sampai Jumat besok buat masyarakat mindahin saldonya dari PayPal ke platform lain. Pak Sammy menegaskan bahwa pembukaan ini adalah sementara, karena sampe berita ini ditulis, PayPal emang belum ada komunikasi-komunikasi sama Kominfo. Jadi plz banget warga pindahin duitnya karena udah banyak aplikasi banking lain yang bisa dipake, dan layanannya juga cukup tangguh.

Welp… go on…
Selain PayPal, masyarakat juga kzl gara-gara aplikasi streaming game online kayak Dota, CSGO, sama Steam juga diblokir, gengs. Padahal para streamer game itu bisa dapet cuan loh dari situ. So they were like, “Memutus rejeki orang deh Kominfo ah.”  Terus, dari sini, Pak Semmy bilangnya ketiga game itu udah ngontak Kominfo dan udah dalam proses kelengkapan data buat daftar, gengs. Jadi, dalam waktu dekat, kalau datanya udah lengkap dan mereka udah daftar, tiga aplikasi game ini juga dibuka lagi.

Ohh jadi blokirannya itu sementara doang ya?
Exactly. Intinya tuh gini guys, sebagaimana udah diatur di peraturan pemerintah dan dipertegas lagi di Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika, platform PSE yang beroperasi di Indonesia harus pada daftar. Nah, kalau udah daftar, mereka aman. Dari yang tadinya diblokir pun, Kominfo juga dengan senang hati ngebuka lagi akses platform itu buat dinikmati sama penggunanya. Pak Semmy juga bilang pendaftaran ini tuh soal aturan. Aturan ini diberlakukan biar pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia bisa dirasain sama semua masyarakat kita katanya.

Got it. Anyone saying anything?
Yep. Keputusan Kominfo blokirin 10 platform PSE ini emang bikin berbagai pihak jadi questioning, “Apaan banget sih ni Kominfo?” Selain masyarakat, ada juga satu lembaga yang juga ikut mempertanyakan, gengs. Yaitu Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia aka YLBHI. Dalam keterangan resminya, Muhammad Isnur, Ketua Umum YLBHI bilangnya Kominfo tuh selalu bikin kebijakan tanpa landasan hak konstitusional dan HAM. “Mau sampai kapan begini terus?” katanya gitu. Menurut Pak Isnur, dalam aturannya, terdapat beberapa poin yang  berpotensi melanggar hak privasi masyarakat dan bikin semacam represi kebebasan di ranah digital dan bikin masyarakat jadi rugi, guys.

Gila sih. Anything else I should know?
Well, yang bikin masyarakat tambah kzl dan geram adalah the fact that berbagai situs judi online yang justru lolos sama Kominfo dan nggak diblokir. Sementara platform yang jelas ngebantu dan bermanfaat buat orang banyak justru diblokir gitu kan. Nggak lama kemudian, diklarifikasi lagi sama Pak Semmy kalau aplikasi game yang disebut judi online itu bukan literally judi, guys. Tapi gaple doang, bukan judi, Mainnya pun nggak pake duit sama sekali. Meskipun begitu, Pak Semmy berterima kasih sama masyarakat yang kritis terhadap platform-platform PSE yang daftar di Kominfo. Masyarakat juga punya concern yang gede terhadap konten negatif, katanya. In his words, Pak Semmy bilang, “Yuk sama-sama kita benahi.”

Who says ‘We’ll survive even without you?”

European countries.
To Russia.
Yep. Here’s your latest updates dari perkembangan drama-drama tingkat tingginya Rusia, Ukraina, and Negara Barat, guys. Kali ini, kita bakal berfokus soal minyak dan gas alam. Secara udah masuk ke Bulan Agustus, meaning bentar lagi winter ye kan, dan buat negara-negara Barat, winter berarti mereka butuh lebih banyak gas buat nyalain heater di rumah-rumah warganya. Nah tapi niiiih, baru aja minggu lalu, negara-negara Eropa sepakat bahwa mereka nggak bakal lagi ketergantungan sama gas alam dari Rusia.

Hold on. How did we get here?
Okay. Jadi awalnya gini, guys. Selama ini, Rusia tuh dikenal sebagai pemasok gas alam terbesar buat Eropa, di mana 41% gas alam yang dipake di Europe itu asalnya dari Rusia. Terus, 25% minyak mentah yang ada di Eropa juga asalnya dari Rusia. Makanya. negara-negara Eropa kayak Perancis, Jerman, Belanda, Poland, sampai Czech Republic dll tuh pada ketergantungan banget sama gas dan minyak dari Rusia, guys. Nah tapi, sekarang kan ada invasi nih, negara-negara ini kzl bgt dong sama Rusia sampai menetapkan berbagai sanksi ekonomi kan. Nah namun dengan posisinya yang super penting sebagai supplier itu, Rusia malah dianggap menggunakan hal tersebut untuk nge-blackmail Eropa…

Blackmail?
Yoi. Kayak: “Lu rese, gue resein lagi lu..,” gitu guys kira-kira. Nah dalam konteks ini, ada beberapa hal yang dilakukan Rusia aka Putin untuk melakukan blackmail tadi. Pertama, kalau negara-negara Eropa mau ngimpor minyak sama gas, mereka harus bayar pake Rubel, mata uang Rusia. Nggak boleh pake mata uang lain, bukan Euro, bukan juga USD. Terus, keadaannya diperparah dengan Rusia yang tiba-tiba aja melakukan perbaikan sama pipa Nord Stream 1, yang dipake buat mengalirkan gas ke negara-negara Eropa. Akibatnya, pasokan gas sebesar 60% pun harus di-cut deh. 60%, guys. Itu banyak lo….

Terus respon Eropa gimana dong tuh?
Yha bete lah. Kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, “Russia is blackmailing us. Russia is using energy as a weapon.” Makanya untuk merespons hal ini, Menteri Energi dari berbagai negara Eropa pun akhirnya weekend kemarin meeting untuk men-tackle kejadian ini. Dan hasilnya, mereka sepakat mau mengurangi penggunaan gas alam sebesar 15% dari jumlah yang mereka biasa abisin, terhitung dari Agustus ini sampai Maret tahun depan. Adapun  penghematan ini juga dilakukan considering bentar lagi tuh winter. Mereka butuh banget gas alam buat survive di musim dingin nanti, guys.

I see….
For context, negara-negara Eropa tuh emang memakai gas alamnya Rusia buat berbagai kebutuhan selama musim dingin nanti, guys. Bahkan, di Jerman dan Polandia, hampir setengah pasokan gas alam yang ada di negara mereka didapat dari Rusia. Karena itulah, meski 15% kedengerannya dikit, tapi sebenernya itu berarti listrik yang terbatas, rumah-rumah yang makin dingin, pabrik yang dibatasi operasinya, hingga inevitably, ekonomi yang melemah.

Terus gimana dong? Mohon-mohon sama Rusia gitu?
Yha nggak dong. Menlu Jerman, Annalena Baerbock bilangnya EU beneran bakal bersatu buat mengakhiri ketergantungan bahan bakar fosil dari Rusia. Toh dengan negara Eropa yang menghemat sebesar 15% itu, udah cukup buat jadi stok negara-negara Eropa ini bertahan di winter mendatang. Dalam jangka yang lebih panjang, orang-orang di EU juga udah pitching sama sejumlah negara kayak Israel mulai 2023 nanti dan Nigeria buat ngimpor minyak dan gas alam ke Eropa sebesar 80% dari kargo yang ntar bakal datang ke Eropa.

Got it. Anything else?
Meanwhile di Iran, yang kemaren baru aja tandatangan kontrak sama perusahaan gasnya Rusia dinilai bisa banget jadi center cadangan gas yang oke. Apalagi dengan letak geografisnya yang strategis abis, Iran bisa banget memainkan peran penting dalam industri gas alam dan minyak mentah di dunia. Berbagai pakar menilai, kalau Iran pinter mainin harga, pendapatan negara mereka bakalan surplus banget. Tapi yha gitu, Iran dan gasnya nggak dilirik sama sekali sama negara-negara Barat karena mereka juga masih menjatuhkan sanksi ke Iran terkait persenjataan nuklir. So instead, Iran justru mulai menjalin kerjasama dengan China dan Rusia.

What’s getting more concerning each and every day?

Monkeypox.
At this point, kamu mungkin mikirnya “Why Monkeypox over and over again? Apanya yang concerning?”. Well, the thing is meskipun emang belum ditemukan di Indonesia, kita beneran harus waspada banget, guys. Karena kasus wabah cacar monyet ini makin hari makin tinggi.

Oh, that changes things. Tell me everything.
Sure. Jadi dalam beberapa bulan terakhir kasus wabah cacar monyet aka monkeypox tuh emang lagi naik banget jumlahnya di berbagai belahan dunia. Karena alasan inilah akhirnya WHO minggu lalu men-declare global emergency status atau darurat kesehatan global supaya negara-negara makin meng-elevate penanganan dan pengobatan di negara mereka masing-masing terkait wabah ini.

Okay….
Tapi kan itu berproses yah, banyak negara harus mempelajari penyakit ini lebih dalam, penanganan wabah ini baiknya gimana, belum lagi persiapan vaksin, dll. Nah selama proses itu berjalan, monkeypox juga nggak berhenti menjangkiti dan menyebar ke masyarakat dunia, guys. Berdasarkan data yang udah dihimpun WHO, saat ini monkeypox udah menjangkiti sebanyak 17.150 orang di 75 negara

Crazy….
Adapun di Eropa, penularannya lagi gila-gilaan banget, gengs. Di Spanyol, tercatat udah ada 4.298 kasus, dan Jumat lalu, satu orang dinyatakan meninggal. That being said, kasus meninggal ini jadi kasus meninggal gara-gara monkeypox pertama di Eropa dan jadi yang kedua di luar Afrika. Iya, sebelum di Spanyol, kasus meninggal gara-gara monkeypox udah ditemukan di Brazil beberapa waktu lalu,

Tell me the condition there…
Brazil adalah negara non-endemi pertama yang terkonfirmasi telah terinfeksi cacar monyet ini. Dibanding Spanyol, kasus di Brazil emang lebih dikit, yaitu di angka 1.066 kasus. Tapi, karena kondisinya yang semakin memburuk, satu orang di sana harus meninggal deh :(. Adapun pasien meninggal ini adalah seorang pria usianya 41 tahun. Dari keterangan Kementerian Kesehatan sana, bapak-bapak ini punya komorbid, gengs. Dia mengidap limfoma (sejenis kanker darah), terus sistem imunnya juga lemah banget, makanya nggak terselamatkan. Kematian bapak-bapak 41 tahun ini jadi kematian pertama gara-gara monkeypox di luar Afrika.
 
Berarti di Afrika udah sering ada kasus yang sampe meninggal?
Nggak sering sih. Tapi yha namanya negara endemi, jumlah kasus kematian monkeypox di negara-negara Afrika emang lebih banyak, guys. Penularannya pun dinilai bisa ke siapa aja, nggak ada batasan kelompok tertentu kayak yang ditemukan di negara lain. Kayak di Eropa misalnya, kasus monkeypox tuh ditemukan di laki-laki dengan usia di atas 37 tahun kan. Nah kalau di Afrika nggak gitu.
 
Di Afrika emang gimana?
Literally siapa pun bisa kena. Sejauh ini, udah tercatat 2.100 kasus yang ditemukan di 11 negara Afrika, dengan total kematian berjumlah 75 kasus. Kasus kematian di Afrika ini juga meng-highlight distribusi vaksin yang nggak merata terjadi sama mereka. Dan negara-negara tajir pun nggak mau bagi-bagi tuh vaksin sama mereka. Jadi yha.. gitu deh. Jadi penyebarannya pun makin tinggi day by day dengan respon penanganan yang minim.
 
Aishh…
Talking about vaccinelet’s hear it from the United States of America. Sejak kasus monkeypox pertama kali ditemukan di AS Mei lalu, pemerintahan Biden langsung nyetok vaksin yang diperuntukkan buat petugas kesehatan, orang yang punya kontak tinggi dengan wabah ini, sama orang yang pernah terinfeksi wabah monkeypox ini. Tapi bukannya membaik, penyebaran kasusnya makin luas dan angka kasusnya pun makin tinggi. Bahkan di New York, diprediksi ada 150.000 warga yang beresiko terinfeksi sama monkeypox ini, gengs. Makanya, Gubernur New York Kathy Hochul udah mengeluarkan executive orders keadaan darurat kesehatan seantero New York. Di mana tingkatan vaksinasi bakal makin digenjot, dan yang bisa divaksin pun bakalan makin diperluas kriterianya.
 
I see. Anything else?
Btw kita nggak bisa santuy-santuy aja nih, gengs. Secara peningkatan kasus juga terjadi di Asia. Bahkan sekarang, Singapura, yang literally tinggal ngesot dari Indonesia udah mengkonfirmasi 10 kasus positif cacar monyet ini. Di Thailand juga gitu. Jauhan dikit ada Jepang dan India. Well, Kementerian kesehatan sih bilangnya mereka tetap waspada dan menjaga ketat pintu masuk negara. Jangan sampe itu wabah masuk ke wilayah Indonesia.

When you want to reach out to your old friends…Well, selama bukan buat minjem duit atau nawarin MLM, do it.

Iya guys, karena hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh the Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa di-reachout atau disapa duluan itu, baik via telepon, text maupun email bikin seneng penerimanya, dan mereka appreciate itu banget. Adapun penelitian ini dilakukan untuk mencari jawaban secara scientific dari: Apakah seseorang suka di-reachout duluan?
 
Yep, jadi menurut penelitinya, namanya Peggy Liu, dia melakukan 13 kali eksperimen dengan lebih dari 5.900 orang peserta untuk melihat apakah seseorang itu merasa senang atau engga ketika disapa duluan oleh kawan lama. Hasilnya, mayoritas merasa lebih senang dan bahagia. Terus penemuan lainnya adalah: orang yang menyapa duluan biasanya meng-underestimate efek dari sapaan yang mereka berikan. Iya guys, menurut para peneliti tadi, mungkin inilah yang bikin banyak orang tuh mikir-mikir kalo mau reach out ke kawan lama, karena kayak: ah takut ganggu, atau: ah takut dia ngga suka. Padahal ternyata penerimanya seneng banget ketika disapa, karena hal itu memberikan mereka “a positive surprise”.
 
FYI, hubungan sosial itu, termasuk juga hubungan pertemanan bisa menjadi salah satu indikator kesehatan loh, guys. Hal ini karena semakin sehat hubungan sosial kita, maka akan semakin sehat juga kondisi fisik kita. Yep, hasil penelitian menemukan bahwa dengan maintaining healthy relationship, kita jadi bisa terhindar dari stres yang bisa memicu serangan jantung. Makanya, penting banget punya hubungan yang sehat tuh.

“Masih tidur di ranjang, dengan selimut tidak pakai make up,”

Gitu guys kata Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu pas ngasih keterangan soal kondisi istrinya Kadiv Propam Non-aktif Irjen Ferdy Sambo yang beberapa waktu lalu baru bertemu langsung dengannya. Kata Bang Edwin, Bu Putri masih dalam keadaan terguncang dan sering menangis, jadi emang belum bisa diwawancarai.
 
Bu Putri is you on a midday weekend…

Announcement


Thanks to Ryan for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Want to start reducing food waste? Read this.