Kasus Ferdy Sambo Dibawa Ke Rapat DPR, Ukraina & Rusia Saling Tunjuk Bencana Nuklir, Puan Maharani Datangi Tower Nasdem, PM Singapura Cabut Aturan Sesama Jenis

63

Good morning,

Hi there. Rise and shine! We know, we know, it’s still Tuesday, and gajian is still three days away, so let us give you a little tip: Listen to this song. It’s such a good pick-me-up song to start your day with positive vibes. Now, on to catching up! with everything…

Of course, we’re gonna start the day with….

Ferdy Sambo’s case.
Yang kemarin dirapatin di DPR.

Yep. Bear with us
 karena saking complicated-nya ini kasus, kita masih bakal ngebahas perkembangan ceritanya Irjen Ferdy Sambo, tersangka Pembunuhan Berencana Brigadir Yosua Hutabarat aka Brigadir J. Well, kemarin banget nih, kasus ini dibawa ke rapatnya Komisi III DPR barengan sama none other than Prof. Mahfud MD yang merupakan ketua dari Kompolnas.

Kawal terus ygy….
Yoi. Kasus tembak menembak yang turns out terungkap sebagai pembunuhan berencana ini masih jauh banget dari kata beres, guys. Terusssss bergulir, pemeriksaan pun terusssss dilakukan dari berbagai pihak mulai dari Polri itu sendiri, Komnas HAM, sampai LPSK. Nah, kamu ngeh nggak sih kalau selama ini, ada satu lembaga negara yang minim banget muncul ke publik, padahal biasanya mereka vokal banget kalau ada masalah begini, guys. Yep, we’re talking about Dewan Perwakilan Rakyat aka DPR.

Oh iya juga….
Ini juga yang dibahas sama Menko Polhukam, dan juga Ketua Kompolnas, Mahfud MD kemarin, guys. Jadi kemarin kan Pak Mahfud, yang notabene ditugasi Presiden buat mengawasi kasus ini kan akhirnya rapat sama Komisi III DPR RI. Terus di rapat itu, Pak Mahfud mempertanyakan dong kemana nih DPR, kok diem-diem bae. Apalagi seriring kasusnya yang makin memanas, DPR makin nggak ada suara. Padahal niatnya Pak Mahfud tuh Komisi III juga ikut mengawal dan mendorong penyelesaian kasus ini gitu.

Emang kenapa DPR harus ikutan, Pak?
Ya itu tadi. Since kasus ini tuh what everyone is talking about banget, makanya keterlibatan DPR sangat dibutuhkan biar bisa cepetan tuntas tas tas, guys. Lagian juga DPR sebenernya punya fungsi pengawasan kan, untuk ngawasin kinerja mitra mereka, termasuk kepolisian. Lebih jauh, Pak Mahfud juga menjelaskan kalau ini tuh kan masalah hukum yah. Nah hukum tuh adalah salah satu produk politik, guys. Jadi dia nggak bisa jalan sendiri kalau nggak ada suasana politik yang ngedorong suara masyarakat. In that sense, DPR lah yang harus terlibat.

Oh gitu. Terus tanggapan DPR gimana dong?
Mereka nggak terima dong dibilang diem-diem bae sama Pak Mahfud. Sempat heboh lah di situ, banyak anggota Komisi III yang menyampaikan pendapatnya bahwa, “Kita nggak diem aja pls.” Salah satunya adalah anggota DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan. Menurut Bang Teri, DPR tuh nggak diem. Dari awal mereka udah kerja, cuman kerjanya dalam keheningan aja sesuai sama spirit kehormatan antar lembaga. Masih dari keterangan Bang Arteri, DPR tuh kerjanya nggak berdasarkan tekanan publik. In his words, beliau bilang, “Kita tidak genit dan kita tidak berusaha membuat kegaduhan baru.”
 
I see…
Selain itu, dalam kesempatan yang sama, pemimpin rapat Pak Ahmad Sahroni bilang bahwa DPR tuh ga diem aja, tapi emang kemaren-kemaren lagi masa reses alias turun dapil. Iya guys, jadi resesnya kan baru selesai bertepatan dengan 17 Agustus kemarin, artinya baru deh DPR bisa mulai rapat-rapat lagi, dan buktinya once rapat dimulai, langsung deh dipanggil semua tu. Mulai dari Kompolnas, Komnas HAM dan LPSK. Rabu besok, Pak Kapolri bakal dimintai keterangan juga ni sama DPR.

Semoga makin terbuka lebar ini kasus….
Amen. But talking abut that, let’s go back to Bang Arteria Dahlan. Dalam kesempatan itu, Bang Teri sempat nanya ke Pak Mahfud terkait motif kasus ini, termasuk perintilan lain kayak isu LGBT dan autopsi dubur yang bikin kasus ini makin complicated. Apalagi sebelumnya Kabareskrim Komjen Agus Andrianto menyebut motif dari peristiwa ini cuman bakal jadi konsumsi penyidik buat menjaga perasaan banyak pihak. Plus, Pak Mahfud MD himself juga sempat bilang motifnya itu cuman bisa didengar sama orang dewasa. Makanya di-clarify lagi apa maksudnya.

Nah iya. Penasaran juga apatu maksudnya…
Well, Pak Mahfud jelasinnya gini, guys. Misalnya soal isu di awal-awal yaitu pelecehan dan pemerkosaan. Di situ Pak Mahfud menyampaikannya gini, “Pelecehan tuh apa sih? Yang kayak gimana? Apakah memaksa buka baju dalam atau memperlihatkan barang tertentu?” The same case goes to pemerkosaan, yang mana obrolan kayak gini tuh cuman bisa didengar sama orang dewasa kalau kata Pak Mahfud, guys. Oya, di situ Pak Mahfud nggak menjelaskan sih terkait isu LGBT dan autopsi dubur yang sekarang rame diomongin orang.

I see
. Terus, bahas apa lagi mereka?
Ngebahas soal jenderal bintang tiga misterius. Iya, sebelumnya Pak Mahfud tuh pernah kasih statement di salah satu stasiun TV kalau ada jenderal bintang tiga di Polri yang bakal mundur dari kepolisian kalau Ferdy Sambo nggak segera ditetapkan sebagai tersangka. Tapi nggak tahu siapa. Nah mumpung ketemu, salah satu anggota Komisi III Sarifuddin Sudding nanya dong, “Spill dong pak, siapa sih itu jenderal bintang tiga? Ini juga penting lo buat publik,” gitu kan. Karena menurut Pak Sudding, kalau kayak gini ceritanya yang ada jatohnya dalam internal Polri tuh jadi nggak solid dalam penanganan kasus ini, guys.

Terus reaksi Pak Mahfud?
Pak Mahfud nggak mau nge-spill dong. Pak Mahfud menjelaskan emang ada hal-hal yang emang harus dirahasiakan, guys. Sekalipun sama DPR, sekalipun dalam keadaan rapat tertutup. Jadi informasi terkait jenderal bintang tiga itu cuma bakal dia ceritain lengkapnya ke dua pihak: Presiden RI, Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Terus kalau akhirnya ketahuan itu jenderal bintang tiga siapa, Pak Mahfud bilangnya biar Kapolri aja yang langsung menyampaikan, gitu.

I heard there were
 banyak interupsi…
Yep. Di rapat kemarin juga heboh sama banyaknya interupsi antara Wakil Ketua Komisi III, Desmond Mahesa VS Mahfud MD, gengs. Dalam hal ini, Pak Desmond tuh awalnya nanya soal tugas Kompolnas yang diketuai Pak Mahfud. Dijawablah tugas Kompolnas tuh melakukan pengawasan, kasih rekomendasi, dll. Dibalas lagi sama Pak Desmond, “Ngawasin tuh yang gimana? Siapa yang diawasin?” Lalu Pak Mahfud jawab lagi, “Pengawas eksternal Polri, sebagai mitra. Kerja sama gitu.” Dari sini makin ke-trigger tuh Pak Desmond disangkutin sama kasus ini di mana keterangan anggota Kompolnas cuman jadi public relations aja. Makanya timbul pertanyaan perlu nggak nih Kompolnas. Nah, dibalas lagi lah sama Pak Mahfud. Pak Mahfud bilang yha terserah aja, balik lagi ke DPR. Toh yang membentuk Kompolnas ini kan… DPR. Kalau mau bubarin, bubarin aja, katanya.

:))) Okay…..
Selain bahas Kompolnas, di rapat kemarin itu juga membahas berbagai isu yang sekarang juga lagi rame diomongin sama publik, guys. Salah satunya adalah soal ‘Kerajaan‘ Ferdy Sambo yang kemudian refer to jaringan judi online yang dipimpin Sambo called Konsorsium 303 di mana bagannya tuh banyak kesebar di media sosial. Merespons hal itu, Pak Mahfud sendiri ngakunya nggak tahu menahu soal bagan itu, guys. Tapi Pak Mahfud bilangnya yang dimaksud ‘kerajaan’ di sini tuh posisi Ferdy Sambo sebagai Irjen Kadiv Propam yang membawahi tiga jenderal bintang satu which is pangkatnya Brigadir Jenderal. Makanya dengan power yang dia punya, jadilah diibaratkan kayak kerajaan, gitu lo guys. Lebih jauh, Pak Mahfud juga bilang pihaknya udah kasih rekomendasi buat merombak di Divisi Propam Polri, jadi kayak pemerintahan dibagi tiga: Ada eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Jadi nggak ada yang overpower dan end up bikin ‘kerajaan’ baru deh. Jadi bukan soal judi onlineguys. Pak Mahfud menyebut beliau juga nggak tahu menahu soal judi online ini.
 
I see. Anything else I should know?

Well, balik lagi ngomongin motif. Udah sedetail ini kasusnya terungkap dan semakin banyak menetapkan tersangka plus semakin banyak lembaga negara yang terlibat, we have that big question mark left: Motif pembunuhan ini tuh sebenarnya apa? Sebelumnya kan Pak Mahfud bilang motif pembunuhan ini nggak bisa diungkap ke publik dan cuman boleh didengar orang dewasa. Nah kemarin, Mahfud MD bilangnya dari berbagai macam spekulais motif kayak pelecehan seksual, cinta segi-segian, terus pemerkosaan di Magelang, Pak Mahfud tuh nggak pernah dapet bocoran apa pun, guys.


Again, yang cuma boleh didengar orang dewasa tadi MISALNYA doang ya pak ya…

Who keeps pointing fingers at each other?

Ukraine and Russia.
Yep, kalau ngomongin yang mana bener yang mana salah tuh emang nggak ada habisnya ygy. Semuanya pada debat, saling tunjuk, saling nyalahin. Nah baru-baru ini, Ukraina sama Rusia lagi-lagi saling tunjuk karena bencana nuklir yang kejadian di wilayah mereka, guys.

WHAT???
Well, jadi ceritanya tuh gini, guys. Di bagian tenggara Ukraina yang sejak Maret kemarin udah berada di bawah kekuasaan Rusia, ada satu pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, namanya Zaporizhzhia. Terus, seiring dengan invasi dari Rusia ke Ukraina yang makin kenceng di deket situ, khawatir dong pembangkit nuklir itu bakalan kena yekan. Secara kalau si pembangkit nuklir udah kena, boom! Bakalan terjadi bencana nuklir, guys. Dan kalau sampe hal itu terjadi, bisa fatal banget dampaknya.

Fatal gimana?
Api aja sekali di-trigger tuh bisa menjalar cepat banget dan luas banget kan. Nah apalagi nuklir, sekali di-trigger dengan berbagai serangan dan tembakan, yha bisa bocor juga radioaktif di dalamnya, guys. Dan kalau radioaktif udah bocor, it means terjadi bencana yang efeknya bakalan jauhhh dan bikin such a mess yang paah banget. Apalagi yang sekarang lagi kita omongin ini pembangkit nuklir terbesar di Eropa, guys, yang menempati lahan 331 km persegi. Kalau bocor pasti dampaknya bakalan parah banget, 10 kali lebih parah dari Bencana Chernobyl tahun 1986 lalu. Makanya, waspada pembangkit nuklir itu meledak dan bocor, warga sekitar jadi pada ngungsi deh.

Terus, meledak beneran nggak?
Unfortunately, yes. Tenaga Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia beneran meledak karena sebuah drone attack hari Sabtu kemarin. Nah sebelum itu drone jatuh, diketahui drone-nya udah dikendalikan mendekat ke markas besarnya angkatan militer Rusia di Black Sea, guys. Jadi Rusia bilangnya itu drone yang sama yang udah nyerang pembangkit listrik itu, dan dikendalikan sama Ukraina. Meanwhile, Ukraina juga membantah. Mereka mengklaim bahwa ledakan ini emang udah direncanain sama pihak Rusia buat bikin provokasi. Jadi saling tunjuk saling nyalahin gitu lah.

Ya ampun…
Untung warga udah pada ngungsi dari hari Jumat kan guys, jadi masih bisa terselamatkan. Nah cuma sejauh ini ada satu orang high profile yang jadi korban dalam ledakan ini, gengs. Namanya Daria Dugina. Daria ini anak perempuannya Alexander Dugina, penasehat kunci Presiden Vladimir Putin, Alexander Dugina. Waktu Daria lagi nyetir otw balik dari sebuah festival, ledakan terjadi dan membakar mobilnya. Ia pun tewas di tempat.

Terus gimana dong tuh?
Yha semua akses nuklir yang ada di sekitar situ akhirnya harus di-hold dulu dong. Lebih jauh, disampaikan langsung oleh Sekjen PBB, Antonio Guterres, Ukraina sama Rusia tuh beneran harus menghentikan gontok-gontokan dan permusuhan antara mereka. Biar segala damage yang ada dari ledakan nuklir ini nggak melebar kemana-mana lagi. Lebih jauh, Pak Antonio juga udah ketemu sama Zelensky, Presiden Ukraina dan Erdogan, Presiden Turki, dan bilang, “Any potential damage to Zaporizhzhya is suicide,” gitu guys.

All right. wrap it up…
Well, karena mereka sama-sama merasa benar, Putin dan Zelenskyy akhirnya setuju buat pihak PBB datang langsung di TKP dan ngecek buat melakukan investigasi dan pemeriksaan langsung terkait apa yang sebenarnya terjadi. Nah again karena mereka merasa benar, Vladimir Putin juga emoh waktu diminta menarik pasukannya dari TKP. Sementara di pihak Ukraina, melalui presidennya, Volodymyr Zelensky dan dibantu sama US, lagi siap-siap terhadap serangan lanjutan yang dibilang Zelensky sebagai serangan yang jahat. “Inilah musuh kita”, katanya gitu.

Who’s making a surprise but not so surprising visit?

Puan Maharani.
Yep, satu lagi nih tanda-tanda Pemilu dan Pemilihan Presiden 2024 is realllyyyyy getting closer. Kemarin banget, Ketua DPR RI Puan Maharani visit ke tower-nya NasDem dan meeting sama Surya Paloh, guys. Ada banyak bumbu di balik pertemuan ini sampai publik pada questioning, “Lah, Pak Ganjar gimana dong?”

Hold on. I need some background here.
You got it. Kamu masih inget nggak guys, beberapa waktu lalu Partai NasDem tuh kan udah menggelar Rakernas-nya. Nah, puncak dari Rakernas itu kemudian menghasilkan tiga nama bakal calon presiden yang most likely bakal diusung sama NasDem gengs. Ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Panglima TNI Jenderal Andhika Perkasa, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Udah kan. As we all know Pak Ganjar kan kader PDI-P yah, terus kemarin banget nih, another kader PDI-P yang juga merupakan Ketua DPR RI Mbak Puan Maharani ketemuan guys sama Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh dan membahas peluang Pilpres 2024 besok.

Waduh…
Iya. Dengan adanya pertemuan ini, publik pada heran dong. Rakernas kemarin udah mutusin bakal capres-nya Pak Ganjar Pranowo, terus tiba-tiba kedatangan Mba Puan. Mba Puan juga dari partai yang sama kayak Pak Ganjar. So everyone be like: “Ape nih? Ada apaan nih? Jadi capresnya Nasdem siapa?” Secara isunya kan Mba Puan juga pengen nyapres, gitu guys. Nah, disampaikan langsung oleh Pak Paloh, Rakernas nempatin Ganjar dan dua orang tadi ya udah bener begitu. Tapi suasana sekarang tuh berkembang dan situasinya tuh dinamis banget. Sejauh ini Surya Paloh sendiri juga terus memantau Puan Maharani untuk dijadikan Capres.  In his words, Surya Paloh bilang, “Mbak Puan udah jauh-jauh datang ke sini, masa nggak masuk dalam radar,” katanya gitu.

Lah terus Pak Ganjar?
Nah soal itu. Sampai saat ini, Partai NasDem bilangnya mereka tetap bakalan stick ke Hasil Rakernas. Terus Pak Ganjar sendiri juga nggak mempermasalahkan pertemuan mereka, guys. Pertemuan itu dinilai beliau cuma sebatas pertemuan representasi pimpinan partai politik aja gitu. Lebih jauh, Jawa Tengah 1 itu bilangnya yha boleh-boleh aja dong mau ketemu siapa aja. Yang penting semuanya sehat, rukun, makmur, dan bangsa ini bersatu.

Talking about 
bersatu in politik
Which means we are talking about koalisi. Well, selain kunjungan ke Partai NasDem, Puan Maharani rupanya emang dapet mandat dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri buat melakukan safari politik, gengs. Safari politik ini tujuannya nggak lain nggak bukan adalah membuka komunikasi dengan semua partai dan memperlebar peluang PDI-P buat koalisi dengan partai lain. Since NasDem sampai sekarang belum ngumumin koalisi sama partai manapun, Ketua DPP mereka Willy Aditya bilangnya yha nggak menutup kemungkinan NasDem bakal koalisi sama PDI-P, guys.

I heard something to do with 
PKS
….
Masih dari keterangan Bang Willy, Surya Paloh tuh maunya koalisi NasDem jadi paket komplit, gitu. Meanwhile kalau langsung mutusin koalisi sama PKS, itu nggak cukup. NasDem baru cukupnya sama PDI-P, Golkar, atau Gerindra. Itu baru satu paket ceunah. Makanya yang begini tuh harus tenang, nggak bisa buru-buru, biar keputusannya solid, dan koalisinya nanti beneran jadi paket komplit dan nggak bubar di tengah jalan. NasDem sendiri bakal mengumumkan koalisinya di Desember akhir tahun ini.

Okay. Anything else?
Fyi minggu lalu, itu Pak SP baru banget ketemuan sama Presiden Jokowi di Istana Negara, guys. Isunya, Pak Paloh disebut pamit sama Pak Jokowi karena NasDem bakal beda haluan dan pilihan politik di Pilpres 2024 nanti, guys. Isu ini kemudian langsung dibantah Sekjen NasDem sekaligus Menkominfo Johnny G Plate. Menurut Pak Johnny relasi NasDem dengan kepresidenan tuh makin solid, guys. Pak Johnny juga bilang NasDem bakal stick ke pemerintahan Jokowi sampai akhir masa jabatan Presiden nanti, jadi sebenernya pertemuan PSP sama Presiden tuh buat diskusi biasa aja terkait penyelenggaraan negara di tengah situasi global.

Now, let’s talk about Singapore for a while….

Yang mencabut UU hukuman same-sex couple
Well, kamu harus tahu nih, guys. Dalam sistem hukum Singapura, terdapat satu aturan yang khusus membahas mengenai hubungan seksual sejenis, guys. Either itu a man with a man, atau a woman with a woman. Specifically, aturan itu dibahas di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Bagian 377A, di mana barang siapa yang melakukan hubungan seksual sesama jenis, bisa dipidana dengan hukuman maksimal dua tahun penjara.
 
Nah karena menganggap hukum itu udah kuno dan kolonial banget, plus masyarakat Singapura yang semakin open sama komunitas LGBT di negaranya, hari Minggu kemarin, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengumumkan pemerintah bakal mencabut aturan itu, guys. Dalam keterangannya, Pak Hsien Loong bilangnya hal ini emang udah bener dilakukan dan bakal diterima sama sebagian besar rakyat SG. Tapi along with that, definisi pernikahan di hukumnya mereka nggak bakalan berubah. Pernikahan tetap merupakan ikatan antara laki-laki dan perempuan. Dan same sex marriage tetap dilarang.
 
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keputusan pasti kapan fix-nya aturan itu bakal dicabut. Tapi yang pasti, dengan dicabutnya aturan itu, meaning negara-negara Asia udah semakin open sama LGBT community, menyusul Taiwan, India, dan Thailand.

“Saya kira kena prank”

Gitu guys kata Menko Polhukam Mahfud MD pas dikonfirmasi soal statementnya terkait Kapolda Metro Jaya Fadil Imran yang memeluk tersangka pembunuhan Brigadir J Ferdy Sambo beberapa waktu lalu. Kata Prof Mahfud kemarin, beliau menilai bahwa Kapolda Metro kena prank, sama kayak Kompolnas, Komnas HAM dan netijen +62 lainnya yang kena prank sama skenario pembunuhan Brigadir J pas awal-awal.
 
When people say adulting is fun…

Announcement


Thanks to Naju and Someone for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Trying to lose some belly fat? Consider doing these.