PPKM Berlanjut Sampai Waktu Yang Belum Ditentukan, 9 Mei Diperingati Hari Kemenangan Rusia, Taliban Mengatur Cara Berpakaian Perempuan Afghanistan, Korea Selatan Resmi Melantik Presiden Yoon Suk-yeol

84

Good morning!

Welcome to Wednesday, as always, we start this day with our podcast. Today, we will get you covered on PPKM, Victory Day in Russia, to the current situation in Afghanistan. Yep, get to know everything just by as easy as opening your inbox…

When you think PPKM is finally done…

Belum guys. Sabar ya, karena faktanya, PPKM bakalan masih berlanjut sampai waktu yang belum bisa ditentukan.
 
Tell me everything.
Sure. Jadi as we all know, dua tahunan ke belakang ini dunia lagi mengalami pandemi Covid-19 yang udah pasti nih, bikin banyak plans kamu ke-cancel. Nah untuk menangani pandemi ini, pemerintah kemudian memberlakukan yang namanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat aka PPKM pake level-levelan dari 1-4. Mulai dari level 4 kalo kondisinya parah banget, sampe level 1 kalo wabahnya udah ter-contained dengan lebih baik. Nah luckily, kondisinya sekarang pelan-pelan udah mulai improving, guys.
 
Improving gimana?
Disampaikan oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, kasus Covid di Indonesia, khususnya wilayah Jawa dan Bali tuh menunjukkan tren yang positif dari 360 derajat view aka semua aspek, guys. Kasus terkonfirmasi, jumlah orang yang dirawat inap di rumah sakit, sampai tingkat kematian di berbagai wilayah semuanya udah menurun. Makanya nggak heran kalau belakangan ini, everything is starting to go back to normal kan. Dari situ, masyarakat pada penasaran dong, “Ini udah kayak gini does this mean that PPKM is over?”
 
It is, kan?
No, guys. Despite the fact that everything is going back to normal: Kamu bisa nongkrong sampai malam nggak ada curfew, kamu bisa WFO ngerjain lemburan sampai tengah malem (EHE), kamu bisa pergi ke sana-sini nggak perlu antigen/PCR (Asal udah booster sih). Faktanya, pemerintah tetap mengantisipasi adanya lonjakan kasus. Makanya, kalo Senin kemarin kamu udah sempet suka cita karena mengira PPKM selesai dan ngga diperpanjang, hate to break the news to you, PPKM-nya tetap diterapkan. Dan kata Opung Luhut, sampai waktu yang belum bisa ditentukan.
 
Ohh gitu 🙁
Meskipun begitu, pemerintah juga tetap bakalan evaluasi kok sama keadaan di lapangan dan bakalan adjust kebijakannya dari situ juga. Adapun salah satu bentuk adjustment yang udah dilakukan meliputi PPKM yang dilonggarkan dan dipermudah. Nah, detail pelonggaran PPKM ini, kata Opung bakalan dijelaskan crystal clear nanti menyusul Instruksi yang dikeluarkan sama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Satgas Covid-19 yang bertugas.
 
Berarti harus tetap pakai masker ya?
Yes. Harus. Wajib hukumnya, guys. Masih dari keterangan Opung Luhut, standar protokol kesehatan harus tetap dijalankan, termasuk penggunaan masker di tempat umum. Cuci tangan secara berkala jangan sampai lupa, terus kalau bisa sih kerumunan-kerumunan yang banyak orangnya tuh dihindari dulu.
 
Terus abis lebaran gini tuh ngaruh ga sih?
On that, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 pasca lebaran, Opung Luhut juga mengimbau mereka yang abis mudik mending WFH dulu aja. Sekalian isoman kan. WFH ini juga sebelumnya udah disaranin sama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingat arus balik kemarin yang gila-gilaan banget, jadi mending WFH dulu aja, demi mengurai kemacetan.
 
Got it. Is anyone else saying anything?
Yep. Konfirmasi PPKM yang masih lanjut ini juga disampaikan oleh Presiden Joko Widodo. Dalam Sidang Paripurna Kabinet hari Senin kemarin, In his words, Pakde bilangnya gini: “Tolong diteruskan kalau PPKM tetap berlanjut sampai betul-betul kita yakin bahwa pandemi Covid-19 ini 100 persen bisa kita kendalikan.” Di situ, Jokowi juga nge-highlight, “Yha emang sih penambahan kasus barunya udah rendah, tapi kalau kasus aktifnya masih di ribuan orang. Artinya belum terkendali 100% dong tuh.” Gitu yekan.
 
Siap Mr. President. Anything else?
For context, per kemarin, kasus Covid-19di Indonesia udah terkonfirmasi sebanyak 6.048.685 kasus, dengan kasus aktif sebanyak 6.078 kasus. Adapun kasus terbanyak ada di DKI Jakarta dengan 1.248.178 kasus, terus diikuti Jawa Barat dengan 1.105.566 kasus, dan Jawa Tengah dengan 627.147 kasus. Nah jadi kalo PPKM udah berakhir kamu jangan seneng dulu ya, guys! Karena mungkin banget, PPKM-nya dilanjut lagi. Iya, kayak sinetron kesukaan kamu. Xixixixi

Now, here’s everything you need to know about: The Victory Day

Yep, we’re talking about Russian Victory Day.
So, hi guys. Did you know kalau 9 Mei itu adalah hari bersejarah yang penting buat orang-orang Rusia? Yep, jadi tiap tanggal itu tuh, Red Square yang terletak di Moskow biasanya dipenuhi oleh parade dan military showcase yang dilakukan oleh tentara militer Rusia. Yep, event ini bisa dibilang sebagai ajang pamer kekuatan militer Rusia gitu guys, and this year, things might be a liiiittle different. 
 
Hold on. I need some background.
OK. Let’s go back to the history in World War II. Jadi pada perang dunia kedua itu, kan emang tentara Nazi Jerman di bawah Adolf Hitler ambi banget pengen mengusai seluruh Eropa dengan menyerang sana-sini (dimulai dengan menginvasi Polandia di tahun 1939, terus lanjut ke negara-negara lain di sekitarnya). Nah, fast forward to 1941, tentara Nazi masih lanjut hingga menginvasi Uni Soviet. Makanya majulah mereka menuju berbagai kota di Uni Soviet. Dengan segala daya dan upaya, Red Army di bawah Joseph Stalin melawan mati-matian untuk membendung invasi Nazi dan berhasil membalik keadaan pada 1943, hingga Nazi German menyerah pada tahun 1945. Nah, 8 Mei 1945 setelah tengah malam atau 9 Mei 1945 waktu Moskwa itu adalah hari di mana tentara Nazi secara resmi menandatangani kapitulasi menyerah dan berakhirnya Perang Dunia II di Eropa. Hence the name.
 
Whoaaa…
Nah tapi namanya perang, Red Army ini ngga dengan mudah guys mengusir tentara Nazi. In fact, Uni Soviet jadi negara dengan jumlah korban meninggal di Perang Dunia II terbanyak, yakni mencapai 27juta jiwa. Nah, makanya momentum ini jadi personal banget buat masyarakat Rusia, karena selain parade militer, banyak dari keluarga korban yang berkumpul di Red Square, Moscow, sambil bawa foto kerabat dan keluarga mereka yang gugur di Perang Dunia II lalu. Makanya 9 Mei juga jadi hari libur nasional di Rusia, guys.
 
I see…
Terus, since namanya aja Victory Day atau Hari Kemenangan, maka yang dilakukan dalam perayaan ini biasanya adalah parade, seneng-seneng, dan upacara militer. Spesifiknya, Victory Day biasanya melibatkan 14 ribu pasukan tentara dan puluhan kendaraan perang, termasuk 90 pesawat tempurnya.  Sekalian flexing-flexing dikit lhaa: ni w punya senjata canggih dan banyak banget niii gitu.
 
Tahun ini juga gitu? 
Nah agak beda ni guys, tahun ini secara Rusia lagi melakukan invasi ke Ukraina, maka banyak banget masyarakat dunia yang khawatir kalo pada momentum ini, Putin bakal mengumumkan full-blown war ke Ukraina. Secara momentumnya pas banget kan soal patriotism-patriotism gitu. Makanya, salah satu momentum yang paling ditunggu-tunggu masyarakat adalah pidato dari Presiden Vladimir Putin himself.
 
Terus apa katanya?
Well, for starter, Putin nggak ngomong kalau dia mau melancarkan perangnya, kok. But still, dalam pidatonya, Putin menyebut bahwa apa yang dia lakukan di Ukraina itu emang untuk melindungi negaranya dari ancaman yang dibawa oleh negara-negara Barat. Putin juga meng-highlight bahwa invasi yang dilakukan oleh tentaranya itu adalah pre-emptive strike, yang terpaksa dilakukan karena emang makin lama, gerakan negara-negara Barat makin mengancam wilayahnya, dan sebagai negara yang berdaulat, ya dia tentu berupaya untuk mempertahankan teritorinya donk.
 
WOW.
Terus guys, Putin juga bilang pasca Uni Soviet kolaps, Amerika Serikat nih usaha banget menunjukkan pengaruhnya ke seluruh dunia, supaya negara-negara itu nurut sama AS. However, Putin bilang bahwa Rusia tuh beda. Mereka ngga akan nurut-nurut aja dan bakal terus memperjuangkan dan mempertahankan values dan kepercayaan yang mereka miliki sejak lama. Putin juga bilang negara-negara Barat nih punya Russophobia, aka ketakutan yang berlebihan terhadap Rusia.
 
OKAnything else I should know?
Btw meskipun nggak secara terang-terangan mau men-declare perang ke Ukraina di Victory Day kemarin, masyarakat Dunia tetap harus waspada nih guys, since kekhawatiran terhadap Rusia yang lagi prepare melancarkan serangan udara dan rudal jarak jauhnya dalam waktu dekat ini. Secara dalam invasinya kemarin, Kyiv, Ibukota Ukraina masih belum bisa mereka taklukan kan. Makanya mereka ambi banget buat balik ke situ dan do the assignment.

When things are getting gloomier…

For women in Afghanistan.
Karena baru aja minggu lalu, para perempuan di sana harus diatur cara pake bajunya oleh pemerintah Taliban yang kini menjabat. Jadi dalam aturan baru itu, para perempuan harus menutup THEIR WHOLE BODY from head to toe kecuali bagian mata.
 
What????
Iya. Aturan ini dirilis langsung oleh pemimpin tertinggi Taliban, Hibatullah Akhundzada hari Sabtu kemarin. Nggak tanggung-tanggung, aturan ini langsung disusun dalam dekrit yang dikasih nama Dekrit Akhundzada dan harus diikuti sama setiap perempuan di sana regardless tua muda pokoknya wajib kudu harus pake burqa.
 
Burqa tuh… Bentuknya gimana ya?
Well, kalau kamu bayanginnya burqa tuh cuma kerudung yang nutupin rambut dan dada doang, you’re wrong. Burqa itu adalah pakaian yang nutupin seluruh tubuh perempuan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Cuman ada space kecil di bagian mata buat ngeliat. Selain itu, yha tertutup. Terus burqa-nya boleh mau warna biru atau item, yang penting ngga memperlihatkan bentuk badan (?????). Menurut Akhundzada, burqa ini adalah pakaian yang paling pas buat dipakai sama perempuan di sana karena itu merupakan pakaian tradisinya Taliban dan penuh hormat, guys.
 
T-tapi…..
Tapi Afghan women juga nggak punya pilihan lain selain ngikutin aturan itu. Karena aturannya juga mengatur bahwa kalau masih ada yang rebel nggak mau pakai Burqa, ayah atau kerabat laki-laki si cewek yang nggak ngikutin aturan tadi bakalan didatangi, terus dipenjara. Terus kalo cowok-cowoknya adalah pegawai pemerintah, mereka juga bakalan auto dipecat. FYI, meski Taliban emang dikenal hobi banget mendiskriminasi perempuan, tapi ini adalah pertama kalinya ada hukuman kriminal yang berlaku kalo dress code tertentu ga dituruti, yaitu dipenjara tadi. Makanya banyak masyarakat Internasional pada kzl. Kayak, “Apaan siii?”
 
Iya. Apaan sii..
Yha PBB juga berpikiran sama, guys. Karena baru aja beberapa waktu lalu, Taliban tuh membatasi umur anak perempuan cuma sampe kelas 6 SD doang, dan abis itu mereka ngga boleh sekolah lagi. Waktu itu Taliban bilang: “Sabar brooo kita bikin aturannya buat kebebasan para perempuan di sini.” Eh tapi kok jadinya malah jadi makin dibatasi. Makanya dari akun Twitter-nya Sekjen PBB Antonio Guiterres bilang, “Taliban, kalo menurut aku mending u penuhin janji u sih yang mau kasih kebebasan buat perempuan di Afghanistan.” Lebih jauh, Pak Guiterres juga bilang kalau pemaksaan pemakaian burqa ini udah melanggar HAM internasional, gengs.
 
Setuju banget.
Iya kan. Hal senada juga disampaikan oleh Jubir Kemenlu AS, Ned Price. Doi bilang bahwa AS udah komunikasi langsung sama Taliban terkait aturan ini, dan  kalau sampai aturan ini nggak segera dicabut, mereka langsung yang bakal maju. Karena menurut AS, pemaksaan pemakaian Burqa tuh udah sangat membatasi hak-hak perempuan di sana.
 
I see. Anything else?
Seiring diterbitkannya Dekrit Akhundzada ini, nggak cuma komunitas internasional yang protes, guys. Protes juga terjadi dari dalam negeri Afghanistannya sendiri. Kemarin banget nih, ribuan perempuan di Kota Kabul rame-rame melakukan aksi unjuk rasa menentang aturan ini sambil yelling “Burqa bukan pakaian kami!” gitu. Terus, para pengunjuk rasa yang pada nggak mau pakai Burqa ini juga meminta supaya plz banget perlakukan kita sebagai manusia, bukan binatang yang dikurung di sudut rumah, hiks. Aksi itu kemudian dibubarkan oleh Taliban yang juga menghalangi para jurnalis meliput aksi itu.

Who’s making a surprise visit?

Presiden Republik Indonesia ke-5, Bu Megawati Soekarnoputri.
 
Ke Korea Selatan guysss…. Yoi, jadi kemarin tuh Korsel kan secara resmi melantik presiden barunya yakni Yoon Suk-yeol, untuk menggantikan presiden sebelumnya Moon jae-in. Nah dalam acara yang sakral dan super vvvvip itu, Bu Mega juga turut hadir. Beliau nampak ikutan upacara inagurasi tersebut dengan pake baju merah dan duduk sederetan dengan para pejabat dari negara lain, kayak Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan, Presiden Singapura Halimah Yacob, Presiden Afrika Tengah Faustin-Archange Touadéra, mantan PM Jepang Yukio Hatoyama, sampe Pak Douglas Emhoff, suami Kamala Harris yang adalah Wakil Presiden Amerika Serikat.
 
Ga cuma hadir, Bu Mega juga dihaturkan ucapan terima kasih sama sang presiden baru karena udah hadir dari luar negeri untuk menghadiri upacara sakral tersebut. Fyi guys, kalo menurut Sekjen PDIP Pak Hasto Kristianto, ini adalah kali pertamanya Bu Mega keluar negeri naik pesawat setelah dua tahun engga ke mana-mana karena pandemi. Terus dalam acara itu beliau juga didampingi oleh Bendahara DPP PDIP Olly Dondokambey dan Duta Besar RI untuk Korsel, Gandi Sulistyanto.

“Dan hanya memakan waktu 2 hingga 5 jam saja, perolehan suara sudah sampai di pusat dan direkapitulasi secara penuh sehingga menjadi hasil resmi, jadi tidak membutuhkan waktu berhari-hari dan tidak memakan korban.”

Wooow gitu guys komentar dari Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) Pak Idham Kholik saat Hari Senin lalu berkesempatan untuk memantau langsung pemilu presiden di Filipina sebagai Tim Penilai Kehormatan Internasional dan Independen Pemilu. Pak Idham cerita, penyelenggaraan pemilu di Filipina dilakukan sangat cepat, terbuka, dan demokratis. Selain itu, proses penghitungan suaranya juga cepet, jadi ga ada tu makan korban sampai meninggal-meninggal.

OK Pak, semoga di pemilu 2024 nanti kita juga begitu yha…


Announcement


Thanks to Titisan Dark Lord, Sobatnya kim taehyung, & Gitta for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Trying to be a morning person? Read this.