Kasus Positif COVID-19 di Gedung DPR RI

91

Who’s officially passing DPRI RI’s gate?

Demonstrants?
Nope, COVID-19. Yep, jadi kali ini kita mau bahas warga di rumah rakyat aka gedung DPR RI Senayan yang terkonfirmasi Positif COVID-19. Dengan kata lain nih, COVID-19 udah masuk aje di Gedung Kura-Kura DPR RI.
 
Isn’t it like happening everywhere, now?
Yep, but it’s like… there are so many cases now. Jadi awalnya, kasus positif Covid ini ketahuan dari rangkaian tracing rutin yang dilakukan di parlemen. Nah dari hasil lab-nya kemarin banget nih, Sekjen DPR RI, Indra Iskandar mengkonfirmasi bahwa ada sebanyak 98 orang di DPR yang rupanya positif COVID-19 guys. Adapun sembilan di antaranya adalah anggota dewan, lalu juga ada pegawai, dan tenaga ahli dewan lainnya yang juga ikutan terinfeksi. Cuma emang sampai saat ini masih belum ketahuan variannya apakah Omicron atau bukan, dan bakalan ada pemeriksaan lebih lanjut buat mastiinnya, kata Pak Indra.
 
Ok…
Lebih jauh, Pak Indra bilang para karyawan maupun anggota yang positif ini rata-rata terpaparnya pas lagi di luar, aka di dapil. Secara, mereka itu kan pada lagi sibuk kegiatan di daerah pemilihannya masing-masing ya guys, jadi tentunya banyak ketemu orang. Meanwhile kalo di DPR sendiri sih, masih kata Pak Indra, prokesnya udah ketat banget. Mulai dari rapat-rapat kerja maupun sama mitra yang sama pemerintah, DPR udah super hati-hati. Bahas RUU dan rapat kerja bareng pemerintah tuh udah dibatasi banget.
 
Got it. Emang anggotanya yang positif siapa aja si?
Well, dari sembilan orang tadi, salah satunya ada Mbak Meutya Hafid, Ketua Komisi I DPR RI yang ngurusin soal pertahanan, luar negeri, dan telekomunikasi. Dari akun Twitternya Selasa kemarin, Mbak Meutya sendiri bilang kalau dia barengan sama lima anggotanya dan tiga orang di tim kesekretariatan tuh positif COVID-19, setelah sebelumnya Mbak Meutya ngerasa nggak enak badan, demam, hidung berair, terus batuk juga. Nah, karena kasus positif COVID-19 yang ditemukan ini, Komisi I akhirnya mutusin buat batalin segala rapat-rapatan di minggu ini dan semoga sih minggu depan aktivitasnya udah bisa dimulai lagi.
 
Hiks. Terus, gimana?
Yha menyusul banyaknya anggota dan karyawan DPR yang positif, maka per kemarin, DPR langsung mengadakan lockdown aka pembatasan aktivitas di area kerja parlemen, khususnya di area pimpinan. Selain itu, Ketua DPR RI Mbak Puan Maharani sama seluruh jajarannya tuh udah kembali membuat aturan yang membatasi jumlah peserta yang hadir secara fisik aka WFO sebanyak 50% aja, terus baliknya juga dipercepat jadi jam setengah 4 sore buat Senin-Kamis, dan jam 3 sore buat hari Jumat. Detail selengkapnya bakalan dibahas di rapat Badan Musyawarah alias Bamus DPR terdekat, katanya.
 
OK… Terus terus?
Nah terus, emang ada beberapa spot di DPR yang udah secara penuh menetapkan lockdown, gengs. Kayak di Mahkamah Kehormatan Dewan atau MKD, terus di Komisi I, yang diketuai sama Mbak Muthia tadi. Nah, adapun di MKD ini, Ketuanya Pak Habiburrokhman bilang bahwa pihaknya bakal memperpanjang lockdown sampai akhir masa sidang III di 18 Februari nanti. Selain itu, di area kerjanya Wakil Ketua DPR Pak Sufmi Dasco Ahmad, juga di-lockdown gara-gara ada staf di situ yang juga positif. Sekarang, mereka semua lagi karantina mandiri di rumah masing-masing.
 
Got it. Anything else I should know?
Fyi, bukan cuma Anggota DPR doang yang positif COVID-19 gengs, tapi juga 52 atlet pemain bola Liga 1 yang sekarang lagi tanding di Bali. Menanggapi hal ini, Sekretaris Satgas Covid-nya Bali, Made Rentin juga bilangnya mereka sekarang masih evaluasi terus itu pertandingannya. Plus arahan dari Gubernur Bali yang minta buat pertandingannya diperketat dan dikasih penegasan. Lebih lanjut, para pemegang kebijakan juga udah memutuskan bahwa the game’s still on, tapi tanpa penonton.