Lebih Dari 160 Orang Tenggelam Di Lepas Pantai Libya

107

When things are so terrifying in a war-torn country…

*Trigger warning: This content mentions human trafficking, rape, and torture, which could be unsettling for some readers. Proceed with cautions!

Aka Libya.
Iya, sedih banget deh guys. Jadi baru aja Selasa kemarin, PBB merilis keterangan bahwa ada lebih dari 160 orang yang tenggelam karena kapal yang mereka tumpangi rusak di lepas pantai Libya. Yang sedihnya, para korban ini adalah pengungsi yang ingin mencari kehidupan lebih baik di Eropa, namun nasib mereka berakhir di Mediterranean Sea.
 
🙁 What happened?
So, walaupun kita mungkin nggak familiar sama isu pengungsi, namun kamu perlu tahu banget guys bahwa jutaan orang di luar sana banyak yang terombang-ambing tanpa negara dan masa depan yang enggak pasti. Penyebabnya, ga lain ga bukan peperangan berkepanjangan di negaranya yang bikin mereka pokoknya mo kabur aja ke luar negeri. Nah, yang terjadi kemudian mereka bakal melakukan segala cara biar bisa kabur, bahkan dengan naik kapal yang ga aman, atau membayar penyelundup orang supaya bisa masuk ke negara lain.
 
Tell me the numbers.
Well, di tahun ini aja, UNHCR mencatat bahwa totalnya ada 26,4 juta pengungsi di seluruh dunia. Paling banyak pengungsi ini berasal dari Suriah, disusul oleh Venezuela, Afghanistan, Sudan Selatan, dan Myanmar. Nah, mereka kemudian banyak yang jadi pengungsi di kamp-kamp pengungsian dengan fasilitas yang tentunya nggak memadai buat live permanently. Terus, proses resettling di negara baru yang belum pasti dan ga jelas juga biasanya bikin mereka harus nunggu bertahun-tahun tanpa kepastian, dalam kondisi ketergantungan sama international aids aja (karena kebanyakan refugees ga boleh kerja). Kebayang ga guys hidup super limited kayak gini?
 
Can’t imagine 🙁 Terus balik lagi ke Libya?
Rite. Jadi Libya itu sebenernya merupakan negara kaya minyak. Namun kondisinya sekarang jadi nggak stabil banget sejak dibunuhnya pemimpin Libya, Muammar Khadafi oleh NATO pada tahun 2011. Akibatnya, banyak warga Libya yang berusaha untuk kabur dari negaranya lewat laut, pake kapal kayu atau kapal balon seadanya, dan berharap bisa mendarat di Eropa.
 
Is it that easy?
Of course not. Karena itulah, PBB concern banget sama banyaknya pengungsi yang meninggal karena tenggelam di Laut Mediterania tadi. Terus, berdasarkan keterangan dari Safa Msehli, Jubirnya International Organization of Migration, selain 160 orang migran yang tenggelam tadi, sebelumnya juga ada kapal karam yang menyebabkan tenggelamnya 62 orang migran. Di hari yang sama, ada lagi kapal yang tenggelam dan korbannya pun lebih banyak, yaitu 210 orang migran. Jadinya, di tahun ini, ada total 1.500 orang migran yang tenggelam di Laut Mediterania.

OMG 🙁
Yep, alternatif lain kalo nggak nekat lewat laut adalah dengan membayar human traffickers, dan opsi ini tentunya lebih mengerikan lagi. Hal ini karena masih menurut keterangan PBB, mereka bakal nge-charge mahal banget ke warga yang udah desperate pengen pergi dan nyuruh mereka untuk naik kapal lewat laut tadi. Terus kalo ketauan oleh otoritas, maka para pengungsi ini bakal dipaksa balik lagi ke Libya dan mengalami berbagai tindakan pelanggaran HAM kayak disuruh kerja paksa, dipukul, disiksa, diperkosa, dll.
 
🙁 Anything else?
Seiring dengan makin buruknya kondisi di Libya, maka tahun ini jumlah refugees yang berusaha kabur jadi makin banyak kalo dibandingin tahun kemarin. Menurut catatan IOM, di tahun 2021 ini ada sekitar 31.500 warga yang ketangkep dan disuruh balik lagi ke Libya, dibandingin sama jumlah tahun lalu yang sekitar 11.900 ribu orang. Saking buruknya kondisi para migran ini, PBB sampe mengkategorikannya sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.