BMKG Mengumumkan Cuaca Ekstrem 22 – 26 Desember

86

When you’ve been planning a perfect year-end holidays…

Beware of bad weather.
Yep, karena kemarin, BMKG baru aja mengumumkan peringatan dini buat sejumlah daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem dari 22 Desember sampai tanggal 26 Desember nanti.
 
Hah? Kok bisa?
Ya bisa. Kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dari temuan mereka diketahui bahwa ada bibit siklon tropis yang bisa berdampak sama cuaca, dan kenaikan gelombang laut secara signifikan di tanah air. Nah, adapun kemungkinannya, kenaikan akan terjadi secara bertahap, di mana kalo pada hari ini, kemungkinan munculnya siklon tropis ada di potensi rendah, terus besok naik lagi jadi potensi sedang, terus dari potensi sedang ke tinggi ada di hari Sabtu, dan puncaknya ada di hari Minggu di mana siklon tropisnya berpotensi tinggi.
 
Hold on. What is siklon tropis anyway?
Jadi, siklon tropis tuh badai yang kekuatannya besar dengan radius dari 150 sampai 200 km. Since jenis sikon ini terbentuknya dari laut, maka angin kencang juga bakalan ada dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam, dan bakalan stay kayak gitu selama at least 6 jam.
 
Noooo….
Makanya ni guys, BMKG memberi peringatan awal pada kita, terutama di beberapa daerah yang bakalan terdampak sama cuaca ekstrem ini. When we say cuaca ekstrem, berarti bakalan ada hujan dari yang ringan sampai lebat, terus angin kencang, dan kenaikan gelombang air laut.
 
Dimana aja tuh daerah yang kena?
Ok, take note. Hujan ringan sampai lebat diperkirakan bakalan ada di Nusa Tenggara dan Maluku, angin kencang juga bakalan menerjang NTT, Sulawesi Tenggara, dan Maluku. Terus juga daerah laut bakalan mengalami kenaikan gelombang kecil dan sedang yang mostly menerjang laut Timur Indonesia. Kayak Perairan Kaimana, Perairan Aru, dan Perairan Arafuru.

Gotta get ready…
Bukan cuma di situ aja guys, namun di Nias, Sumatera Utara juga udah terjadi banjir dan longsor sejak Rabu minggu lalu. Banjir dan longsor ini bisa terjadi gara-gara curah hujan dengan intensitas tinggi dan kenaikan debit air di beberapa sungai. Makanya itu, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu, udah menetapkan status tanggap darurat di sana. Adapun jumlah korban yang terdampak di Nias sejauh ini udah ada 4.654 Kepala Keluarga yang harus dievakuasi dan dipindahkan ke tempat penampungan sementara.

Separah itu ya di sana…..
It is. Adapun dari data yang udah dihimpun sama BNPB dan BPBD setempat, ada dua fasilitas pendidikan yang udah rusak parah, dan rusak ringan. Akses PLN juga mati total terus sinyal komunikasi di sana juga terganggu. Makanya, tim dari BPBD langsung gercep otw ke lokasi buat mempercepat proses evakuasi dan menyalurkan bantuan buat masyarakat terdampak.
 
I see. Did anyone say anything?
Ada. Menanggapi cuaca ekstrem dan bencana yang terjadi akhir-akhir ini, kepala BMKG Bu Rita bilang BMKG bakalan terus memantau perkembangan siklon tropis yang ada, sambil masyarakat juga waspada dan nggak dulu berpergian ke perairan-perairan gitu. Bahaya gengs. Apalagi di waktu weekend ini kayak yang udah diprediksikan sama BMKG di atas.
 
Noted deh, Bu. Anything else?
For those who’s wondering, siklon tropis yang lagi jadi bahan perbincangan sekarang ini emang ada kaitannya sama Topan Rei yang melanda Filipina kemarin. Topan Rei sekarang posisinya terpantau ada di Laut Cina Selatan, tepatnya di timur Vietnam, sekitar 1.220 km dari Laut Natuna bagian utara. But, don’t panic karena per Senin kemarin si angin topannya itu dengan kekuatan 165 km per jam sedang bergerak menjauhi Indonesia. Dan bakalan semakin menjauh like, menjauh. Dan menjauh. Ya…  menjauh.