Peringatan 20 Tahun Peristiwa 9/11

21

What just got leaked?

Oh no, is it my secret?
Maybe that too, but we’re gonna talk about FBI documents on 9/11 now. So, dalam rangka peringatan 20 tahun peristiwa 9/11 tanggal 11 September 2021 kemaren, Presiden Amerika Serikat Joe Biden memerintahkan FBI buat membuka akses beberapa dokumen milik biro investigasi tersebut kepada publik ni gengs, terutama yang terkait soal peristiwa 9/11.
 
What is 9/11?

It’s a terrorist attack that… changed the history. Jadi semuanya bermula pada tanggal 11 September 2001 pagi hari, di mana ada empat pesawat komersial dibajak oleh 19 orang kelompok Al Qaeda yang dikepalai oleh Osama bin Laden, dan merupakan kelompok teroris di Timur Tengah. Abis di-hijack, dua dari empat penerbangan tersebut kemudian ditabrakin ke gedung kembar World Trade Center yang berlokasi di New York. Pesawat ketiga menabrak Pentagon, markas militer AS persis di luar Washington D.C., while pesawat keempat jatoh di sebuah ladang di Pennsylvania. Nah, peristiwa ini kemudian widely known as 9/11 attacks.

 
Whoaaa how many were the casualties?

Korban dari serangan ini diperkirakan sebanyak 3.000 jiwa gengs. Insiden ini kemudian yang mendorong inisiatif Presiden Amerika Serikat saat itu George W. Bush untuk memerangi terorisme global. Invasi militer AS di Afghanistan merupakan bagian dari inisiatif tersebut, karena di Afghanistan banyak banget kelompok terorisme yang aktif.

I see. Now give me the deets about the document.
Jadi, sebelum peringatan 20 tahun kemaren, Biden dikirimin surat sama sekitar 1.600 orang keluarga yang terdampak dari serangan ini gengs. Isi surat tersebut bilang kalo misalkan Biden gak usah dateng ke 9/11 memorial kalo gak ngerilis informasi tambahan yang dimiliki pemerintah terkait serangan tersebut, khususnya tentang keterlibatan Arab Saudi dalam peristiwa 9/11 ini.
 
Kenapa emang?
Yha karena emang para keluarga menuntut pemerintah Arab Saudi karena disebut turut memfasilitasi dan membiayai serangan ini. Karenanya, para keluarga korban kemudian meminta kepada pemerintahannya sendiri supaya dibuka nih, bener apa enggak kalo Arab Saudi terlibat? Yhaa ngasih closure laah…
 
Go on.
Akhirnya Agustus kemaren, Department of Justice (Kementerian Kehakiman) AS bilang kalo mereka bakal meninjau permohonan tersebut, berdasarkan perintah dari Presiden Biden. Hal ini juga karena salah satu janji kampanye Biden di pilpres AS kemaren adalah transparansi dengan ngerilis informasi tambahan soal 9/11 ke publik. Akhirnya, Biden ngasih executive order ke FBI buat rilis dokumen yang diminta publik tersebut. FYI guys, tiga presiden AS sebelum Biden udah menolak permintaan ini karena khawatir merusak hubungan AS dengan Arab Saudi. Jadi baru sekarang nih, dibuka.
 
Terus isi dokumennya apa?
Nah dokumen-dokumen ini sendiri sebenernya udah ada sejak tahun 2016, dan specifically berisi tentang investigasi FBI ke konsuler Arab Saudi soal keterlibatannya di 9/11. Adapun versi dokumen yang dirilis ke publik masih banyak redacted parts-nya alias ditutupin gitu. Di dokumen-dokumen ini disebutin kalo FBI udah suspect kalo konsuler Arab Saudi yang mensponsori logistik dari serangan ini gengs.
 
Terus terus?
Terus juga disebutkan bahwa FBI mencurigai adanya seorang agen intel Arab Saudi di Los Angeles yang menyamar sebagai pelajar, bernama Omar al-Bayoumi. Doi juga dicurigai memberikan berbagai bantuan dalam bentuk travel assistance, keuangan, dan penginapan kepada dua orang teroris yang membajak pesawat di tragedi 9/11. Nah di Konsuler Arab Saudi sendiri, status al-Bayoumi adalah “Very high status”. Tapi yhaa yaudah gitu doang gengs, sehingga para keluarga korban serangan tersebut merasa belom puas sama informasi tambahan ini karena gak secara eksplisit membenarkan soal keterlibatan Arab Saudi di serangan tersebut.
 
Did the Saudi Arabia comment anything about it?
Yep, mereka selalu menentang keterlibatan mereka dalam aksi teroris ini. Baik melalui konsuler atau agen intelnya, pokoknya Arab Saudi bilang kalo mereka sama sekali gak terlibat ataupun initiate serangan 9/11 tersebut. Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal Bin Farhan bilang kalo doi fine-fine aja dokumen tersebut dirilis, toh malah makin memperjelas kalo Arab Saudi had nothing to do with the attack.
 
Hmmm. Anything else?
On the other side of the worldTaliban mengibarkan bendera bertepatan dengan 11 September kemaren gengs. Bendera berlambang Taliban Itu dikibarkan di Istana Kepresidenan Afghanistan di Kabul, dan menandai hari pertama pemerintahan Taliban dimulai di Afghanistan.
 
If you want to travel back to yesterday, 20 years ago, in Lower Manhattan, here’s some gallery. Never forget.