Gelombang Panas di Amerika Utara Menelan Ratusan Korban

30

What’s getting more concerning?

Gelombang panas di Amerika Utara.
Aduh iya ni guys. Thanks to global warming, bencana gelombang panas yang tengah melanda Amerika Utara (AS dan Kanada) lagi parah banget dan udah menelan ratusan korban.
 
WOW gimana tu kok bisa?
Iya, jadi emang sejak minggu lalu, beberapa wilayah di kedua negara tadi lagi dilanda gelombang panas yang paling panas dalam 1000 tahun terakhir. You can check more on the details here. Nah today, we’re gonna zoom in to British Columbia, Canada, yang sejauh ini udah mengalami 719 kematian akibat gelombang panas, dan kematian atas milyaran hewan.
 
Hewan?
Yep. Jadi kemaren banget guys, pantai di sepanjang BC dipenuhi oleh kerang yang mati gara-gara kepanasan. Selain kerang, remis dan bintang laut juga banyak yang mati, Menurut marine biologist Christopher Harley, hewan-hewan ini mati karena mereka nggak bisa bertahan di temperatur sepanas 100 derajat Fahrenheit (sekitar 37 derajat Celsius), dalam waktu yang lama. Sedangkan dalam beberapa hari terakhir, temperatur di sana ada di angka 98.6-101,5 F (37-38,6 C). Harley juga menyebutkan bahwa kematian dari biota laut ini akan berpengaruh banget terhadap kualitas air laut, karena remis, bintang laut, dan kerang punya peran untuk memastikan ‘kebersihan’ di laut.  Mereka juga mempunyai peran penting dalam rantai makanan.
 
Oh no….
Iya guys, terus bukan biota laut aja yang jadi korban, namun hutan juga. Jadi minggu lalu, wilayah British Columbia harus berupaya keras mematikan kebakaran hutan yang melanda wilayahnya. Adapun titik apinya mencapai 180 kebakaran, di mana 70% di antaranya disebabkan oleh sambaran petir yang menjalar ke pepohonan.
 
Why it sounds worse and worse…
Jujurrr emang ngeri banget. Nah, laut udah, hutan udah, ternyata gelombang panas ini juga berefek ke manusia. Jadi minggu kemaren banget nih, terjadi kebakaran yang menyebabkan satu daerah di provinsi British Columbia, called Lytton, hangus terbakar sampe 90 persennya. FYI, Lytton ini mempunyai sekitar kurang dari 300 penduduk, dan ketika kebakaran itu terjadi, seluruh warga terpaksa lari untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. So far, yang dilaporkan meninggal ada dua orang, dan selebihnya luka-luka. Namun, rumah mereka hangus semua.
 
Semua banget? 
Iya. Kamis kemarin, petugas animal welfare sempat melakukan evakuasi terhadap hewan-hewan yang ada di desa tersebut.  Mereka berhasil menyelamatkan 41 hewan ternak dan peliharaan. Terus, hari Jumatnya, para warga baru dibolehin balik ke desanya, tapi yang mereka lihat hanya sisa-sisa rumah mereka yang hangus terbakar.
 
Hiks…kok bisa separah itu? 
Menurut para peneliti di World Weather Attribution, gelombang panas tersebut dipengaruhi oleh climate change. And, guess siapa penyebab climate change? Humans aka kita semua. Menurut mereka, gelombang panas tersebut nggak mungkin bisa sepanas itu kalau bukan karena pengaruh dari aktivitas manusia, like emisi dari bahan bakar fosil.
 
I see, anything else? 
Menurut kepala British Columbia Coroners Service, Lisa Lapointe, ada 719 kematian yang dilaporkan akibat gelombang panas, di mana rata-rata kematiannya adalah “sudden and unexpected deaths”. FYI guys, jumlah ini angkanya bertambah tiga kali lipat dibanding tahun lalu. Terus, terkait kebakaran di Lytton, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan dana bantuan untuk membantu proses pembangunan kembali wilayah tersebut, dan saat ini udah ada lebih dari 90 crew members yang terbang ke British Columbia untuk memadamkan karhutla.