Diduga Ada Bom, Pemerintah Belarus Meminta Pesawat Ryanair (Maskapai Irlandia) Untuk Mendarat Darurat

60

When things are heating up in European Union…

Yep, let’s start today with some flight to Belarus, using Ryan Air.
 
I don’t understand what you’re talking about…
Ok gengs. Jadi gini. Kemaren banget nih, negara-negara Uni Eropa baru aja dibikin kesel sama pemerintahannya Belarus, yang ada di Eropa, tapi bukan anggota Uni Eropa, atas tindakan presidennya yang disebut-sebut telah melakukan “pembajakan oleh negara”.
 
What happened? 
Jadi Hari Minggu lalu itu, Pemerintah Belarus tiba-tiba aja meminta pesawat Ryanair (punya maskapai asal Irlandia) yang lagi terbang dari Yunani untuk mendarat darurat di ibu kota Belarus, Minsk. Padahal, tujuan akhir penerbangan adalah di Lithuania. Dalam perintah pendaratannya yang mendadak dan datang langsung dari Presiden Belarus Alexander Lukashenko itu, pihak Ryanair dibilanginnya ada bom di dalam pesawat. Padahal nggak ada.
 
Terus yang ada apa?
Aktivis oposisi. So everybody, meet: Roman Protasevich, warga Belarus yang merupakan co-founder dari NEXTA, sebuah channel oposisi paling terkenal di negaranya. Sejak mendirikan NEXTA, Protasevich kemudian tinggal di Lithuania dan aktif menyuarakan aksi protesnya terhadap pemerintahan Lukashenko lewat akun Telegramnya tadi. Atas kegiatannya ini, Protasevich udah ditandai sebagai ‘teroris’ oleh pemerintah Belarus sejak tahun lalu, dengan tuduhan yang bisa menyebabkan dia dipenjara selama 12 – 15 tahun.
 
Jadi channel Telegram yang u maksud?
Yoi. Jadi sejak 2020 lalu, pemerintahannya Lukashenko ini aktif memberangus media-media oposisi, dan satu-satunya channel yang gabisa diretas kan yha lewat Telegram. Akhirnya, NEXTA jadi tempat kumpul para aktivis oposisi dalam menyuarakan kritikan terhadap pemerintahan Presiden Lukashenko yang juga disebut-sebut sebagai “Europe’s Last Dictator”. FYI guys, Lukashenko ini udah menjabat selama 26 tahun. Whoaaa…
 
OK now tell me about the hijacking again.
Nah pas tau bahwa pesawatnya bakal mendarat di Belarus, saksi mata bilang bahwa Protasevich keliatan ketakutan dan tegang banget. Dirinya kemudian langsung ditangkap oleh pihak keamanan dan dipaksa turun dari pesawat. Setelah delay selama tujuh jam di Belarus, akhirnya pesawat Ryanair tadi bisa jalan lagi ke tujuan akhirnya di Lithuania, tapi tanpa Portasevich.
 
I see…
Nah kejadian ini kemudian menuai kemarahan dari negara-negara tetangga Belarus, khususnya Uni Eropa. Ketua Komisi UE Ursula von der Leyen bilang bahwa aksi ini nggak bisa diterima, dan Yunani sebagai negara tempat berangkatnya pesawat Ryan Air tadi juga bilang bahwa kejadian ini merupakan “pembajakan oleh negara”. Terus juga ada Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki yang bilang bahwa tindakan Belarus adalah salah satu bentuk terorisme.
 
Terus jadinya gimana? 
Masih belum ada kepastian. FYI, November tahun lalu, Presiden Belarus udah diberi sanksi sama Uni Eropa dan Amerika Serikat karena tindakan pemerintahannya yang represif terhadap kelompok oposisi. Jadi dalam upaya membendung para aktivis oposisi yang memintanya turun pasca Pilpres 2020 lalu, Lukashenko melakukan aksi kekerasan yang berakhir dengan ditangkapnya ribuan aktivis dan at least empat orang meninggal. Dari sini jugalah, akhirnya Nexta muncul, untuk mengkoordinatorin para demonstran.
 
Got it. Anything else? 
Terkait kelakuan Belarus ini, salah satu usulan sanksi yang diberikan oleh pemimpin EU adalah melarang semua penerbangan untuk lewat Belarus. Usulan tersebut ditandatangani oleh delapan negara, termasuk Amerika Serikat pada hari Minggu lalu.  Selain itu, para pemimpin mengutuk tindakan Belarus dan mengusulkan supaya Belarus diskors dulu dari badan-badan internasional.