Tingkat Efektifitas Vaksin Covid-19 Buatan China Masih Rendah

41

For when you’re already vaccinated against Covid-19…

You stillllll have to do social distancing.
 
Why? 
Karena otoritas China baru aja mengakui kalau tingkat efektifitas vaksin covid-19 (yang mereka buat) masih rendah.
 
Realllllllly? 
Yep. Hal ini disampaikan sama Direktur Lembaga Pengawas dan Pencegahan Penyakit China (Kayak CDC di Amrik), namanya Gao Fu. Dalam konferensi terkait kesehatan yang dilaksanakan di Chengdu minggu lalu, Fu bilang bahwa, in his words: “We will solve the issue that current vaccines don’t have very high protection rates.” Doi juga bilang bahwa tingkat efektivitas vaksin yang udah ada sekarang harus meningkat.
 
Geeeeez…..
Yep, selain itu, Gao Fu juga menjelaskan bahwa saat ini, pihaknya lagi nimbang-nimbang apakah perlu menggabungkan berbagai jenis vaksin yang ada demi meningkatkan efektivitas vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh negaranya.
 
Terus terus, what else?
Well, seiring dengan pernyataannya, Gao Fu jadi pejabat pemerintah China pertama yang meragukan efektifitas vaksin buatannya sendiri. Padahal, as you know, banyak negara yang bergantung ke China terkait vaksinnya, including us, Zimbabwe, dan Brazil. In fact, ada lebih dari 60 negara yang udah ngasih izin penggunaan vaksin covid-19 China.
 
Emang vaksin yang dimaksud yang mana sih?
Nah itu gatau juga, karena pas ditanya vaksin mana yang dimaksud, doi nggak mau jawab. Selain itu, Gao Fu juga bilang bahwa yang dia maksud adalah vaksin yang ada di dunia sekarang, dan bukan cuma vaksin buatan China.
 
Is that it?
Belum. Dalam kesempatan yang sama, Gao Fu juga memuji vaksin yang berjenis mRNA (Kayak Pfizer-BioNTech, dan Moderna) yang dinilainya paling efektif. A little context here, mRNA ini adalah teknologi rekayasa genetik di mana vaksinnya dibikin semirip mungkin dengan genetik vaksin, jadi ketika disuntikkan ke tubuh, tubuh akan langsung membentuk antibodi. Vaksin jenis ini dinilai OK karena nggak mengandung virus atau bakteri (vaksin lainnya mengandung virus yang dilemahkan terus disuntikkan ke tubuh) dan aman buat orang tua.
 
I see…
Nah FYI guys, saat ini, emang ada beberapa vaksin yang dikembangkan dan udah didistribusikan oleh China. Adapun vaksin ini di antaranya adalah CoronaVac yang dikembangkan oleh perusahaan swasta Sinovac dan Sinopharm. Adapun untuk efikasinya, vaksin Sinovac punya angka yang berbeda-beda, misalnya efikasi Sinovac di Brasil hanya 50,4 persen, tapi di Turki efikasi Sinovac-nya 83,5 persen. Meanwhile, dua vaksin buatan Sinopharm punya efikasi 79,4 persen dan 72,5 persen.  Tingkat efikasi vaksin-vaksin ini emang beda jauh dari vaksin asal Amerika Serikat berbasis mRNA yang dibuat oleh Pfizer-BioNTech (97 persen) dan Moderna (94 persen).
 
I see, terus gimana dong?       
Well, menurutnya, ada dua solusi untuk mengatasi kondisi ini. Pertama, menambah dosis/interval antara suntikan pertama dan kedua. Dan yang kedua adalah mencampur vaksin yang ada dengan teknologi lain. Sejauh ini, meski efikasinya nggak setinggi vaksin-vaksin AS, namun WHO mengumumkan bahwa sebenernya efikasi vaksin di 50 persen aja tetap bermanfaat. Karena itulah, banyak negara-negara yang mau pake vaksin dari China karena negara-negara maju udah pasti nyerbu vaksin dari Pfizer dan Moderna.
 
Got it. Anything else?
Well, menurut Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreysus, satu dari empat orang di negara maju/kaya udah menerima vaksin.  Sementara itu, hanya satu dari 500 orang yang udah divaksin di negara-negara miskin.