Tik Tok Gandeng Oracle Untuk Bisa Beroperasi Di US

11

Who’s just swiped left on Microsoft?

Who?

TikTok.

I don’t get it. 
Ok, jadi gini gengs, remember when TikTok diancam di-ban di Amerika Serikat karena masalah data pribadi? Nah biar nggak di-ban a.k.a dilarang, pemerintah AS kemudian ngasih syarat ke TikTok, something that sounds like… “Eh, kalo lo nggak mau aplikasi lo dilarang di sini, lo harus jual bisnis lo ke perusahaan asal Amerika….”
 
Wait, they can do that?
Yep, White House bahkan ngasih TikTok deadline sampe tanggal 20 September untuk mengumumkan plan penjualannya, atau kalo enggak, TikTok bakal efektif di-ban per tanggal 29 September nanti. Nggak cuma ngumumin soal pembelinya, tapi TikTok juga harus udah beresin urusan deal-deal-an sama perusahaan AS-nya per November 12, 2020.
Sounds like my aunties who pressure me to get married…
Close. Cuma kali ini, TikTok udah ada pilihan gengs. Awalnya, mereka digosipin abis ketemuan sama Twitter, terus Walmart, terus Microsoft.  Nah sama Microsoft ini, infonya mereka juga udah ‘pdkt’ sejak akhir bulan Juli lalu untuk membahas tentang skema partnership mereka.
 
Aaaand the choice goes to…
Oracle. Yep, kemarin, Microsoft baru aja menyatakan bahwa ByteDance, induk perusahaannya TikTok baru aja nge-swipe left mereka dan nggak jadi menjual bisnis TikTok di Amerika Serikat ke Microsoft. Dalam keterangannya, Microsoft bilang bahwa mereka udah pede banget sama bibit-bebet-bobotnya (read: security, privacy, online safety, and combating disinformation) dan hal ini udah di-clear-in sejak Agustus lalu.
 
So now, TikTok *insert heart emoji* Oracle?
Yep, tapi untuk TikTok US aja ya. Nah FYI gengs, sejak pengumuman ini, saham Oracle langsung naik 4,3% per Senin (14/9) kemarin. Selain itu, bocorannya sih katanya Oracle bakal memegang mayoritas operasi bisnis TikTok di US, salah satunya adalah dengan menyediakan infrastruktur clouds buat aplikasi tersebut.