Iran vs Amerika Serikat, Pesawat Boeing, Pajak, Paspor Jepang, Timnas Indonesia

90

Hello, Thursday! The weekend is around the corner and here’s an update on Iran situation. Keywords: retaliation.

Gambar: Los Angeles Times

A.k.a balas dendam.
Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat makin memanas gengs. Kemarin, Iran baru aja meluncurkan 22 serangan roket ke dua lokasi pangkalan militer di Irak yang ada tentara Amerikanya.

Ada hubungannya sama jenderal yang baru meninggal kemarin?
Ada donk. Ga lama abis serangan ini terjadi, satuan tentara Iran, namanya Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) menyatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas serangan tersebut. IRGC ini juga bilang bahwa serangan ini merupakan aksi balas dendam atas tewasnya petinggi militer Iran, Qasem Soleimani yang disebabkan oleh serangan udara Amerika Serikat minggu lalu.

I haven’t been following the case…
No worries, because we’ll Catch You Up! Jadi minggu lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan serangan udara atas iring-iringan mobil yang ditumpangi oleh Qasem Soleimani di deket Bandara Baghdad. Serangan ini kemudian membuat Qasem yang disebut sebagai tokoh militer paling berpengaruh di Timur Tengah itu meninggal. Hal ini kemudian mengguncang dunia internasional dan bikin Iran marah banget dan ngancam bakal balas dendam. Catch Up! more on Soleimani assassination, here. 

Terus hasil balas dendamnya gimana?
So far, versinya Amerika dan Irak sih, nggak ada satupun tentara dari kedua negara yang jadi korban.

Hah emang ada versi lain?
Iya, versinya Iran. Kalo menurut mereka, serangan roket tadi justru menewaskan 80 orang tentara Amerika dan menyebabkan 200 orang lainnya luka-luka.

How did Trump react to this?
All iz well, katanya. Dalam keterangannya semalam, Presiden AS Donald Trump bilang bahwa pihaknya lagi menghitung jumlah kerusakan dan korban yang jatuh karena serangan ini, dan Trump bilang so far so goood…

How about Iran?
Yha Menlu Iran Javad Zarif sih bilang bahwa serangannya kemarin dilakukan sebagai upaya untuk membela diri ajha. Selain itu, Javad juga bilang bahwa pihaknya sih nggak pengen meningkatkan ketegangan, tapi mereka bakal membela diri terhadap segala bentuk serangan yang muncul.

Olrite. Anything else I should know?
Terkait aksi balas dendamnya ini, Iran bilang bahwa kalo Amerika Serikat balas lagi dan balik ngebom Iran, pihaknya bakal balik nyerang Dubai di Uni Emirat Arab dan Haifa di Israel.

Yah jangan dibom dong nanti yang ngupdate Catch Me Up! siapa 🙁 


What has become another headline in Iran?

Gambar: nbc news

Catchers, masih ada satu lagi nih yang lagi rame soal Iran, yaitu terkait jatuhnya pesawat Boeing.

Background please…
Iya jadi kemarin, pesawat Boeing jenis 737-800 yang berangkat dari Taheran, Iran ke Kyiv, Ukraina mengalami kecelakaan nggak lama abis take off. Ada total 176 orang di pesawat tersebut dan nggak ada satupun yang selamat.

Ouch :(. Kecelakan pesawat ini ada hubungannya sama tensi AS-Iran nggak?
Nggak sih, so far. Tapi banyak pihak yang merasa sanksi karena adanya keterangan yang kontradiktif antara apa yang disampaikan sama pihak Iran maupun Ukraina.

Kayak gimana kontradiktifnya?
Jadi ga lama setelah kecelakaan ini, pihak Iran mengeluarkan statement bahwa ada kesalahan teknis yang menyebabkan mesin pesawat kebakar dan pilotnya gabisa ngontrol kendali. Nah, awalnya, Ukraina juga mengeluarkan pernyataan yang bilang bahwa kecelakaannya emang disebabkan oleh engine failure dan bukan karena serangan misil atau terorisme. Tapi ga lama kemudian, keterangan ini di-take down dari website Kedubes Ukraina di Teheran dan diganti dengan pernyataan bahwa waktunya masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan apapun.

Kalo gitu bisa diliat aja dari rekaman black box-nya kan?
Bisa sih, dan black box-nya juga uda ketemu, tapi pihak Iran bilang bahwa mereka nggak akan menyerahkan black box ini ke pihak Boeing maupun Amerika Serikat.

Who’s getting an alert?
Airline companies. Menyusul kondisi di Irak dan Iran yang kian memanas, berbagai maskapai penerbangan uda mulai dilarang untuk terbang di atas kedua negara. Untuk maskapai Amerika, larangan ini berlaku juga untuk area Teluk Persia dan Teluk Oman. Terus maskapai-maskapai lain kayak KLM, Qantas, Malaysia Airlines, Singapore Airlines hingga Air France juga bilang bahwa mereka bakal re-route untuk menghindari jalur-jalur yang ngelewatin kedua negara tadi.


What’s not meeting the target for so long?

Penerimaan pajak.
Jadi kamu tau kan gengs, bahwa di NKRI ini, sumber duit paling utama buat pemerintah biar bisa menjalankan program-programnya adalah dari penerimaan pajak. If you look closely, banyak banget aspek dalam hidup kamu yang ada pajaknya, mulai dari gaji, mobil, rumah, sampe makan di restoran, kamu bakal kena pajak. Pajak ini kemudian dikumpulkan sama pemerintah, dimasak-masak bareng DPR, terus jadi deh hasilnya program-program kayak sekolah gratis, pembangunan infrastruktur, dan banyak lagi.

I know what pajak is. 
Ok santuy jangan galak-galak donks. Wwkwkwk. Tapi nih ternyata, penerimaan pajak Indonesia di tahun 2019 kemarin nggak mencapai target. Adapun jumlah shortfall aka selisih antara target dan realisasinya adalah Rp245,4 triliun.

Emang targetnya gimana?
Jadi di tahun 2019 itu, Kemenkeu menargetkan bahwa negara dapet pemasukan dari pajak sebesar Rp 1.577,6 triliun, tapi dana yang terkumpul cuma Rp 1.332,1 triliun. Dengan begini, target penerimaan pajak di APBN 2019 hanya mencapai 84,4%.

Tahun ini aja, nggak mencapai targetnya?
Nggak gengs, tapi uda terjadi selama 11 tahun terakhir. Jadi terakhir kalinya penerimaan pajak kita mencapai target adalah di era Pak SBY-JK di tahun 2008. Waktu itu, kita bahkan mencapai surplus sebesar Rp 36 triliun. Nah, abis itu, penerimaan pajak kita nggak pernah lagi mencapai target.

Gara-gara apa?
Untuk tahun 2019, Menkeu Bu Sri Mulyani ngejelasin bahwa penerimaan pajak jadi lesu gara-gara penerimaan dari sektor pertambangan turun hingga 19 persen. Selain itu, pajak dari sektor pengolahan juga turun, sedangkan walaupun ada peningkatan penerimaan dari sektor lain, namun peningkatannya nggak signifikan. Adapun sektor-sektor yang setoran pajaknya naik adalah sektor perdagangan, jasa keuangan, konstruksi, real estate, transportasi dan pergudangan.


Who’s singing “I am ‘living’ on a jet plane”?

The Japanese.
Karena dalam rilis terbaru Henley Passport Index, ditemukan bahwa paspor Jepang adalah paspor yang paling powerful di dunia. Jadi ni gengs, kalo kamu pemegang paspor Jepang, maka kamu bakal punya akses bebas visa atau visa on arrival ke total 191 negara yang ada di dunia. Angka ini adalah yang terbanyak dibanding negara-negara lain. Adapun di posisi kedua ada Singapura dengan 190 negara, disusul dengan Korsel dan Jerman dengan 189 negara.
Terus, kamu suka bete gara-gara selalu ribet ngurusin visa kalo mau ke luar negeri? Yha paham aja ya karena Indonesia ada di posisi 72, dengan akses bebas visa maupun visa on arrival ke 71 negara. FYI, beberapa negara yang bisa kamu kunjungi selain negara-negara ASEAN adalah Brasil, Serbia, Maroko, hingga Jordania.

Yha lumayan lah bisa jalan-jalan Kota Kuno Petra ya kaaan…


“Perasaan saya saat ini jujur ada sedikit beban. Ada keinginan untuk memberikan yang terbaik,”

Ujar Pelatih baru Timnas Sepak Bola Indonesia asal Korsel, Shin Tae-yong terkait tanggung jawab barunya sebagai pelatih Timnas Garuda. Tae-yong bilang bahwa ini adalah kali pertamanya ngelatih di luar Korsel, jadi ya dia deg-degan, apalagi setelah dia tau tingginya ekspektasi masyarakat Indonesia.

Ihihihiyy bahasanya kayak kamu pas abis nembak gebetan terus ternyata diterima, yaa…