Hutang 50 Miliar Ke Sandiaga Uno : Yaudah Ikhlasin Aja, 2024 Ibukota Negara Resmi Pindah, Joe Biden Tidak Ragu Membela Kepentingan AS Terhadap China, 1.300 Karyawan Zoom Dipecat

257

Good morning

It’s Thursday everyone! Cheer up a little because the weekend is almost come. Either you’re already on the commute to work or just woke up, we want to remind you to stay mindful. Focus on today and do not worry about the future for it’s not here yet. Have a great day!

Who’s saying, “Yaudah ikhlasin aja“?

Sandiaga Uno.
Iya, guys. Sama kayak kamu yang ngikhlasin utang temenmu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno juga gitu. Cuman bedanya, yang diikhlasin tuh 50 Miliarguys. Dan yang ngutang, it’s none other than mantan partner-nya di DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Lah????
Well, for starters, let’s go back to 2017 di mana ada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk Provinsi DKI Jakarta. Anies Baswedan kan partneran sama Sandiaga Uno untuk posisi Cagub dan Cawagub yah, di mana lawannya ada Agus Harimurti Yudhoyono aka AHY-Sylviana Murti, dan Basuki Tjahja Purnama aka Ahok-Djarot Saiful Hidayat, yang kemudian dimenangkan Anies-Sandi pada saat itu. Nah, masalah utang ini pertama kali disampaikan oleh tim pemenangan mereka pada saat itu, yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Erwin Aksa.

Utang gimana emang?
Dalam keterangannya, Erwin menyebut pada saat itu ada perjanjian antara Anies dan Sandi yang nge-state ‘Siapa yang punya duit kasihin utang sama yang nggak punya duit’. In that sense, since Pak Sandi punya likuiditas lebih besar, maka dipinjemin lah dana Pak Sandi sebesar Rp50 miliar buat kepentingan pemilihan Gubernur kemarin, guys.

Okay…..
Nah terus, long story short, mereka menangin pilkada, terus 2019 Pak Sandi mundur dari jabatan karena nyalonin jadi RI 2 featuring Pak Prabowo Subianto. Kayak yang kamu tahu, doi kalah, terus nggak lama diangkat jadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Meanwhile Pak Anies juga sibuk jalanin tugasnya di Jakarta sampai akhir masa jabatan tahun lalu, yang berlanjut dengan diusung oleh Partai NasDem buat jadi Calon Presiden 2024 nanti. Nah balik lagi, ternyata itu duit 50 Miliar nggak pernah ada kabarnya lagi, guys. Makanya kemarin banget nih, Pak Sandi akhirnya speak up bahwa dia udah mengikhlaskan utang tersebut.

HAH??
Iya. Disampaikan langsung oleh Sandiaga Uno, beliau bilang udah nggak mau mempermasalahkan lagi uang 50 miliar itu, guys. Alias ya udah, ikhlasin aja gitu. Case closed. Adapun keputusan ini diambil setelah melakukan salat istikharah dan diskusi bareng keluarga. Lebih jauh, Pak Sandi juga bilang beliau mau fokus aja sama apa yang di depan mata, which is tahun politik dan Pemilihan Umum. In his words, Pak  Sandi bilangnya gini: “Dan saya ingin fokus menatap masa depan. Kontestasi demokrasi tinggal sebentar lagi.” Sampai saat ini Pak Sandi juga nggak butthurt sama Pak Anies, gengs. Masih berhubungan baik, dan tetap sahabatan.

Tapi kan itu utang????

Nah itu dia, guys. Dari kubunya Pak Anies tuh menganggap kalau utang itu udah selesai. Disampaikan oleh tim kecil Anies Baswedan, Hendra Satrio, perjanjian soal utang 50 Miliar ini nge-mention kalau utangnya harus dibalikin kalau Anies-Sandi pada saat itu kalah Pilgub. Nah faktanya kan mereka menang tuh pada saat itu, meaning perjanjiannya selesai dong. “Nggak ada lagi perjanjian,” kata Bang Hensat gitu.


I see…
Lebih jauh, Bang Hensat juga bilang kalau ini tuh bukan masalah ikhlas atau lunas, guys. Seolah Pak Sandi ‘Pahlawan banget ngikhlasin 50 miliar’. Maksudnya, it’s 50 miliar we’re talking about kan. Tapi balik lagi, perjanjiannya emang udah selesai once Anies-Sandi menangin Pilgub. Jadi harusnya nggak ada yang harus diikhlasin, gitu. Adapun sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan langsung dari Pak Anies Baswedan.

Got it. Does anyone say anything? 
Well, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny Harman, sih curiganya ini tuh emang ada pihak yang bikin narasi seolah mau jatuhin citra Anies Baswedan di mata publik dan mendiskreditkan Pak Anies, gengs. Kesannya jahat banget Pak Anies nggak mau bayar utang yekan. Lebih jauh, Pak Benny juga bilang ini tuh nggak cuman satu isu doang, tapi masih banyak lagi. Kayak narasi korupsi, gagal di DKI, orang Arab, sampai yang sekarang punya utang. In that sense, Pak Benny bilang politik selanjutnya bakal diwarnai sama politik produksi narasi yang dibangun oleh pesaing atau lawan-lawan politik.

Hmmmm…
Jadi ya gitu deh. Pak Benny menilai emang ada tokoh-tokoh atau pemimpin yang insecure kalau Pak Anies sampai kepilih jadi Presiden di 2024 mendatang. Kenapa insecure? In his words, Pak Benny bilangnya, “Karena semua orang tahu, Anies itu adalah tokoh yang punya integritas bagus, komitmen yang kuat tentang pluralisme, demokrasi, pemberantasan korupsi, penegakan hukum, dan melawan oligarki yang merusak tatanan demokrasi dan negara hukum kita.”  Dan itu sebenarnya hal yang biasa banget di politik, guys. Makanya, Pak Benny bilang masalah utang ini nggak perlu dibesar-besarin, karena emang udah biasa juga.

Okay. Anything else I should know?
Btw, Pak Anies Baswedan tuh udah semakin mulus jalannya menuju Pemilihan Presiden since Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera aka PKS resmi berkoalisi dan tetap mengusung beliau sebagai calon presiden. Cuman ya itu, sampai sekarang, hilal calon wakil presidennya belum keliatan, guys. Adapun beberapa waktu lalu Pak Anies udah sempat mention kriteria cawapresnya, yaitu bisa kasih kontribusi, bisa memperkuat dan nge-maintain stabilitas di koalisi, dan bisa bantu jalanin pemerintahan yang efektif kalau ntar kepilih. Just wait and see siapa yang akan dipilih Pak Anies yah, guys. Pendaftaran Capres-Cawapres sendiri bakal dibuka KPU pada 19 Oktober-25 November 2023 nanti.

What’s getting real but not your relationhip with mas/mbak crush?

Perpindahan Ibu Kota Negara.
Yoi. Prepare yourself everybody. Karena tinggal nunggu Presiden Jokowi tanda tangan, terus udah, Ibu Kota Negara bakalan officially pindah dari Jakarta ke IKN Nusantara, di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Dan itu nggak lama lagi, tepatnya di tahun depan, tahun 2024.

Wow so many things are happening next year ya…
We know, rite? Selain ada democratic party aka pesta demokrasi alias Pemilihan Umum, rencananya, bakalan ada hal besar lainnya yang bakal terjadi di tahun depan, guys, yaitu perpindahan Ibu Kota Negara aka IKN. Yep, you must have heard the news, rite? Sejak 2019 lalu, Presiden Joko Widodo tuh emang udah fix bulat haqqul yaqin bakalan memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke salah satu daerah di Kalimantan. Terus dengan berbagai pertimbangan, dipilihlah satu daerah di Kalimantan Timur, namanya Penajam Paser Utara, untuk jadi titik 0 lokasi Ibu Kota Negara tersebut yang kemudian dikasih nama Nusantara.

Okay….
As we all know banyak banget pro kontra terhadap pemindahan ibu kota negara ini kan. Dinilai unnecessary, insenstive terhadap masyarakat yang baru pulih dari Covid-19, dll. Tapi meskipun begitu, proses pemindahan IKN ini juga berproses di DPR dengan perumusan Undang-Undangnya, guys, yang kemudian diteken Presiden Jokowi per 15 Februari 2022 lalu. UU IKN ini kemudian sah jadi UU Nomor 3 Tahun 2022. Terus direvisi di mana ada berbagai percepatan, supaya cepet pindah nih ibu kota gitu kan.

Terus terus?
Nah long story short, seiringan dengan itu, proses pembangunan infrastruktur di IKN itu juga dipercepatguys. Nggak cuman itu, perpindahan ASN, kantor-kantor kementerian, juga lagi dikerjain secara bertahap. Sambil urusan adminstrasi juga dikerjain. Nah yang harus kamu tahu adalah, proses administrasi itu now coming to an end dengan Ketetapan Presiden, guys.

Udah ada?
Itu yang sekarang lagi kita tunggu-tunggu. Adapun sejauh ini, Keputusan Presiden ini tinggal nunggu Presiden Joko Widodo tanda tangan aja. Terus kalau Pakde udah tanda tangan nih, maka resmilah Ibu Kota Negara pindah dari Jakarta ke Nusantara di Kalimantan Timur, gengs. Dan hal itu bakalan direncanakan bakal kejadian di 2024 mendatang di mana Pakde nargetinnya Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2024 bakal digelar di sana.

So, goodbye Jakarta?
Well, sampai sekarang DKI Jakarta tetap berstatus sebagai ibu kota negara, guys. Until the day Keputusan Presiden aka Keppres itu ditandatangani, official deh pindah. Tapi meskipun begitu, Jakarta diprediksi nggak bakal kehilangan pesonanya. Nggak bakal ngaruh secara fundamental dan substansial. Hal itu disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.
Advertisement

Gimana gimana?
Well, disampaikan oleh Pak Sandi, kayak Amerika Serikat yang ibu kotanya di Washington DC, tapi tingkatan ekonomi di New York tetap tinggi thanks to okupansi hotelnya. Di Australia juga gitu. Despite ibu kotanya di Canberra, ekonomi Sydney dan Melbourne tetap meningkat karena turis mancanegara banyak ke sana dan okupansi hotelnya tinggi. That being said, Pak Sandi optimis ekonomi Jakarta nggak bakalan terguncang just because ibu kota pindah, guysNot to mention warga dari berbagai penjuru juga bakalan tetap berdatangan ke Jakarta.

Kok gitu?
Menurut Pj. Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Santoso, masyarakat tetap datang ke Jakarta tuh karena layanan sosial masyarakat di JKT tuh the best in the country which nggak ditemukan di tempat lain. Kayak kualitas layanan kesehatan misalnya, RS bagus, nakes bagus, terus bantuan sosial juga banyak. In his words, Pak Heru bilangnya gini, “Hal ini karena apa? Karena dokternya bagus, RS-nya bagus, AC, di tempat lain tidak ditemukan itu. Belum lagi jaring pengaman sosial ada 17 mulai dari Kartu Jakarta Pintar hingga bantuan sembako.”

I see….
Masih dari keterangan Pak Heru, banyaknya warga yang pindah ke Jakarta tuh karena pemerintah pusat juga nggak membatasi perpindahan ini. Apalagi mostly mereka asalnya dari kelompok masyarakat ekonomi menengah ke bawah, yang kemudian ada pengaruhnya juga sama APBD DKI Jakarta. Makanya, masalah ini bakalan dibahas lagi sama Pemprov DKI bareng sama TNI-Polri, since it has something to do with Ketertiban dan Keamanan.

Got it. Anything else I should know?
Balik lagi ke pro kontra perpindahan Ibu Kota Negara, pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio bilang perpindahan IKN ini tuh memaksakan banget, guys. Butuh hitung-hitungan yang matang, katanya. Terus, kalaupun jadi pindah di 2024, Agus menyebut butuh waktu at least 10 tahun buat pemerintahan bisa berjalan secara efektif. Jakarta bakalan tetap macet, jadi yha nggak ada bedanya juga ceunah.

Who’s not chill?

US President, Joe Biden.
Yang baru aja bersumpah bakal bertindak serius kalo sampe China mengancam kedaulatan Amerika Serikat.

DUH, kenapa lagi sih? 
Sebenernya, ini masih soal Amerika Serikat yang menembak jatuh balon raksasa China beberapa waktu lalu, guysFor context, belum lama ini AS menembak balon raksasa yang melayang di atas langit AS karena diduga memata-matai sejumlah situs militer kunci di negaranya. Presiden Joe Biden kemudian memberikan perintah pada jajaran militernya buat nembakin balon raksasa itu. Akhirnya, Departemen Pertahanan AS menembak balon tersebut dengan pesawat tempur F-22 Raptor di lepas pantai wilayah South Carolina.

Go on.. 
Nah, going from there, Joe Biden akhirnya bilang kalo dia bersumpah dan nggak ragu-ragu buat membela kepentingan AS terhadap China.
“Make no mistake: as we made clear last week, if China threatens our sovereignty, we will act to protect our country. And we did,” katanya. Bahkan di pidato tahunannya di depan anggota parlemen, Biden terang-terangan bilang bahwa China tuh lagi nyari konflik. Biden juga menegaskan bahwa dengan segala investasi AS dalam aliansi, militer dan teknologi canggihnya, posisi AS tuh lagi kuat-kuatnya buat bersaing sama China.

Whoaaa tegas ya bun.
Yoi. Jadi emang Biden terlihat emosional dalam menyampaikan pidato State of the Union (SOTU)-nya tersebut. Padahal sebelumnya, Biden dinilai lamban dalam hal menindaklanjuti balon raksasa itu. Anggota parlemen AS dari Partai Republik bahkan sempat mengkritiknya karena doi memilih untuk menunggu waktu sampe berhari-hari buat menembak balon yang diduga mata-mata China itu.

Duh, makin panas aja deh.. 
Yep. Terus di pidatonya itu, Biden secara spesifik nge-mention nama Xi Jinping sebagai Presiden China. Beliau menyinggung soal demokrasi, sampe berbagai kontroversi terkait kebijakan Covid-19 yang diberlakukan oleh negeri Tirai Bambu tersebut. While it sounds full of anger, Biden masih bersedia kok buat membuka pintu kerja sama dengan China.
 
OK. Anything else?
Dalam politik domestik Amerika Serikat, emang ngga banyak isu yang bisa menyatukan Partai Demokrat dan Partai Republik. Tapi dalam hal China, keduanya sepakat, guys. Mereka sama-sama memandang China sebagai kompetitor yang udah lama melakukan kampanye intelijen dalam menghadapi AS. China juga disebut-sebut menggunakan satelit, sosial media dan cara-cara lainnya untuk memata-matai AS. Sebaliknya, AS juga punya operasi intelijen yang menargetkan China. Makanya, ketika tuh balon raksasa mata-mata muncul di AS, ini dianggap jadi puncak potensi ancaman terhadap kedaulatan AS dari China, which never happened before. Sebenernya, kebijakan AS tuh awalnya dirancang buat menjadikan China sebagai saingan di dunia global, bukan musuh. Tapi, dengan pertumbuhan ekonomi China yang makin pesat dan meningkatnya persaingan diplomatik, banyak orang Amerika menganggap pendekatan itu gagal.

When you no longer use Zoom…

So does everybody else.
 
Iya guys, seiring dengan peralihan meeting-meeting yang sekarang udah mulai in-person, ditambah ketidakpastian ekonomi global, perusahaan teleconference Zoom kemarin baru aja mengumumkan bahwa mereka me-layoff hingga 1.300 orang karyawannya. Selain itu, gaji CEO Zoom juga dipotong hingga 98 persen. Hal ini diumumkan oleh CEO Zoom, Eric Yuan dalam postingan blognya kemarin. Dalam postingan itu, Eric bilang bahwa seluruh karyawan yang kena layoff bakal diberi kompensasi berupa gaji hingga 16 minggu (4 bulan), asuransi kesehatan, bonus tahunan tahun fiskal 2023 berdasarkan kinerja, pembayaran Unit stok terbatas (RSU), hingga dukungan pasca-PHK kayak pembinaan, workshop, hingga networking. Eric mengakui, keputusan ini harus diambil karena emang doi salah ngeliat peluang yang didapatkan Zoom selama pandemi Covid-19. Eric bilang, dalam 24 bulan, jumlah pegawai Zoom tumbuh sampe 3x lipat demi bisa menjalankan perusahaan. Namun doi salah melihat peluang untuk terus tumbuh tersebut, terutama setelah pandemi Covid-19 mulai membaik.

“Jangan ubah aturan jelang tanding!”

Gitu guys kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan pas ngomentarin soal potensi diberlakukannya sistem proporsional tertutup atau coblos gambar partai politik di pemilu 2024 mendatang. Menurut Bang Daniel, aturan tuh ngga boleh diubah menjelang pertandingan. FYI, kayak yang kamu udah tahu, emang saat ini tengah ada upaya supaya pemilu tahun depan tuh yang dicoblos lambang parpolnya aja, gak include nama calegnya. Namun hal ini udah ditolak oleh delapan partai yang ada di parlemen.
 
When you hate last minute changes.

Announcement


Thanks to Septiya, Someone, Soraya, Irfan, Dhani, and Jay for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

There’s no such thing as “too early”, including preparing for your retirement.
Advertisement