Johanis Tanak Terpilih Sebagai Pimpinan KPK, Inggris Menghadapi Krisis Ekonomi, Berkas Perkara Kasus Ferdy Sambo Dinyatakan Lengkap, Pencairan Gunung Salju Terburuk Di Swiss

77

Hi

Rise and shine! Can you believe it’s already Thursday?

Who’s finally got a new leader?

Komisi Pemberantasan Korupsi aka KPK.
Yoi. Belakangan ini Komisi Pemberantasan Korupsi aka KPK emang lagi sibuk-sibuknya ygy. Selain sibuk ngurusin dugaan korupsi yang nggak ada abisnya, orang-orang sana together with DPR juga sibuk cari pimpinan baru setelah ditinggal resign sama Bu Lili Pintauli Siregar beberapa waktu lalu. And the result is here, baby. Johanis Tanak terpilih sebagai pimpinan KPK baru, menggantikan Bu Lili.

Remind me again, what happened to
 Bu Lili?
Ok. Jadi Bu Lili Pintauli Siregar adalah mantan Wakil Ketua KPK yang semasa dia menjabat sering banget mengundang kontroversi. Adapun beliau sering banget dinilai dan terbukti melanggar kode etik KPK, guys. Kayak in contact sama tersangka yang lagi diperkarakan, sampai dugaan gratifikasi yang terkait MotoGP Mandalika. Dari situ, Bu Lili pun harus menjalani sidang kode etik di KPK kan. Tapi sidangnya keburu dihentikan karena beliau udah keburu resign, udah nyampe juga ke Presiden Jokowi, dan udah diterima juga sama beliau, plus udah keluar juga Keppres-nya. That being said, Bu Lili Pintauli Siregar pun udah officially bukan lagi part of KPK dan sidang etik yang memperkarakannya pun gugur di situ.

Terus gimana dong tuh?
Sepeninggal Bu Lili, KPK yha jadi agak timpang gitu, guys. Hal ini disampaikan langsung oleh another Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron. Menurut Pak Ghufron, pimpinan KPK yang biasanya lima sekarang jadi empat tuh agak mengganggu kinerja mereka gitu. Makanya Pak Ghufron berharapnya semoga Presiden buruan ngusulin nama pengganti Bu Lili, biar bisa cepet diproses dan segera keisi tuh kekosongan jabatan di jajaran pimpinan KPK. Siapa aja terserah, yang penting sesegera mungkin, kalau kata Pak Ghufron.

Terus, udah ada respons dari Jokowi?
Sudah dong. For context, sesuai yang tertuang dalam UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi, aturan pemilihan pimpinan KPK tuh kayak gini, guys: Awalnya dari Presiden yang ngirimin surat ke DPR mengusulkan beberapa nama untuk jadi pimpinan KPK. Terus nama itu diumumin di Sidang Paripurna DPR dan langsung ditindak lanjuti sama Komisi III, mulai dari rapat internal, fit and proper test aka uji kelayakan, wawancara, sampai voting tertutup. Baru kemudian pengumumannya dikembalikan lagi ke Presiden dan dilantik, gengs.

Gimme all the details…
Sure. Jadi dalam Sidang Paripurna yang digelar Selasa kemarin, Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad mengumumkan nama yang direkomendasikan Pak Jokowi itu berjumlah dua orang, yaitu atas nama Johanis Tanak dan I Nyoman Wara. Kayak yang dijelasin tadi, Komisi III pun melakukan rapat internal dan kemarin banget nih, mereka menggelar fit and proper test buat mereka berdua di mana DPR make sure kesiapan mereka gimana, kesehatan mereka gimana, visi mereka gimana di KPK, dll.

Skim me their CV….
You got it. Both I Nyoman Wara dan Johanis Tanak sebenarnya bukan nama baru lagi di KPK, guys. Di tahun 2019 kemarin, mereka berdua pernah dicalonkan juga sebagai pimpinan KPK cuma belom rejeki aja. Adapun Pak Wara udah malang melintang berkarier sebagai auditor di berbagai lembaga, kayak Kementerian Keuangan dan Badan Pemeriksa Keuangan. Beliau udah nanganin banyak kasus, mulai dari kasusnya Rumah Sakit Sumber Waras, PLTU Ambon, sampai kasusnya Bank Century.  Sedangkan Pak Johanis adalah seorang jaksa dan pernah jadi Kepala Kejaksaan Tinggi di Sulawesi Tengah dan Jambi. Di track record-nya, Pak Johanis diketahui pernah mengungkap kasus korupsi Gubernur Sulawesi Tengah, HB Paliudju 2014 lalu.

How’s the result?

It’s Johanis Tanak, everybody. Well, dari fit and proper test, wawancara, dan voting itu langsung digeber satu hari kemaren itu, guys. Jadi dalam fit and proper test tersebut, Pak Johanis nge-highlight pentingnya menentukan skala prioritas dalam upaya memberantas korupsi, yaitu pencegahan bukan penindakan. Terus pas voting yang dilakukan Komisi III, dari 53 anggota yang hadir, Pak Johanis berhasil memperoleh suara sebesar 38 suara, dan Pak Wara dapat total suara sebesar 14 suara, dengan ada satu suara yang dinyatakan tidak sah. Selanjutnya DPR bakalan bersurat lagi ke Presiden atas laporan ini, dan Pak Johanis akan segera dilantik asap.


Got it. Anything else?
Btw dari awal tuh KPK emang sepasrah itu mau siapa aja yang menggantikan Bu Lili sebagai pimpinan KPK. Dalam keterangannya, Pak Ghufron bilang pihaknya menghormati otoritas DPR untuk memilih satu yang direkomendasikan DPR. Lebih lanjut, Pak Ghufron menyebut pihaknya juga nggak pernah ngarahin Presiden dan DPR. Justru masyarakat dan media yang harusnya ikut berpartisipasi ngasih masukan ke DPR terkait Pimpinan KPK.

London Bridge is Falling Down…

So, England right now is experiencing a series of unfortunate events. Iya nih guys, setelah baru aja ditinggal ratunya, warga Inggris kini harus bracing untuk menghadapi: krisis ekonomiOne of the worst in their history. 
 
Realllly? Tell me.
Okay. Where do we start? Kita mulai dari penyebabnya dulu aja ya, guys. Jadi krisis biaya hidup di Inggris sendiri udah terjadi sejak akhir 2021, karena banyak alasan, kayak pandemi Covid-19, Inggris yang baru keluar dari EU, gangguan global supply, dll. Akibatnya, harga barang-barang naik karena tingkat inflasi yang tinggi. Nah, selanjutnya, krisis diperburuk dengan kenaikan pajak dan melonjaknya harga energi. Jadi kayak, makin boncos aja yakan udah harga barang-barang pokok naik, pajak naik, harga energi naik.
 
Gaji naik?
Naik sebenernya guys, tapi itu masih belom bisa ngimbangin inflasi dan kenaikan pajak yang cukup besar. To make it more clear, indeks harga konsumen menurut Kantor Statistik Nasional Inggris naik sebesar 8,6 persen dalam 12 bulan terakhir. Kondisi makin parah akibat kenaikan gas yang makin mahal akibat perang Rusia-Ukraina. Fyi, warga British emang ngandelin gas buat jadi sumber listrik mereka.

Go on.. 
Krisis Inggris kali ini bisa dibilang lumayan parah sih, guys soalnya mata uang mereka alias poundsterling ada di titik terendah sepanjang sejarah terhadap dollar AS. Nah, because of the things that have been mentioned before, harga kebutuhan pokok otomatis ikut naik dan jadi makin mahal dong..

No…
Yep, kondisi yang makin memburuk ini kemudian bikin warga Inggris jadi desperate, hingga cara nyari duitnya pun macem-macem. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah PSK. Terus, anak-anak sekolah kelaparan, sehingga menurut laporan kepala sekolah di Inggris, sampe ada anak yang ngunyah karet gara-gara mereka nggak mampu buat beli makan siang. Terus, di sekolah di Lewisham, London Tenggara, ada anak yang pura-pura makan dari kotak makan kosong gara-gara mereka gak bisa menuhin syarat buat dapet makanan gratis dari sekolah.
 
:(((((
And obviously, harga makanan jadi naik. Pendapatan rumah tangga sendiri secara rata-rata turun sebesar 16,5 persen. Gara-gara harga bensin naik, warga jadi jarang bepergian, jarang makan di luar. Terus, pub dan restoran juga naikin harga menu minuman dan makanan sejak tahun 2020. Then, harga rumah di London juga naik sampe 2,1 persen dan rata-ratanya bisa mencapai £682.499 (Rp 11 miliar).

Sounds bad…
Gimana enggak parah? IMF aka International Monetary Fund aja udah ngasih warning alias peringatan keras soal ini. Gara-gara pemerintah Inggris niat buat memangkas pajak dan ngambil hutang, IMF takut kalo masyarakat jadi kena imbasnya. Terus, pas Bank of England rencana buat ngasih kenaikan suku bunga di tengah inflasi dan Menkeu Kwasi Kwarteng niat ngutang sebesar 72 miliar pound atau Rp 117 triliun, IMF bilang kalo rencana itu bisa ningkatin ketidaksetaraan.

Geez… anything else?
Fyi guys, saat ini nilai poundsterling sekarang juga udah makin ambruk. Nilai mata uang pound pada Senin siang kemarin turun 4,37% ke US$ 1.0382/GBP. Ini tuh rekor terlemah dalam sejarah, dan sampe Agustus 2022 kemarin, tingkat inflasi di Inggris ada di level 9,9%.

When one stage is finally completed….

On Ferdy Sambo’s case
Yep. Berkas perkara pembunuhan berencana dan obstruction of justice yang melibatkan mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi sebagai aktor utama dalam kasus ini akhirnya memasuki babak baru nih, gengs di mana berkas perkara mereka dinyatakan P21 aka lengkap.

WOW. Tell me. 
Sure. Jadi as we all know kasus pembunuhan berencana penuh plot twist yang menewaskan Brigadir Yosua Hutabarat di rumah mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo kan sampai sekarang masih bergulir yah. Panjanggg banget, mulai dari mentersangkakan pihak lain yang terlibat kayak Bharada Richard Eliezer aka Bharada E, Bripka Ricky Rizal, Kuat Maruf, dan istrinya Sambo, the one and only Putri Candrawathi. Pemeriksaan pun terus dilakukan, saksi-saksi terus dimintai keterangan, bukti-bukti dikumpulkan, sampai rekonstruksi pun udah dilakukan.

Okay…
Terus, kamu juga tahu kan kalau kasus ini nggak cuma soal pembunuhan berencana aja, guysYep, ada juga dugaan tindakan menghalang-halangi proses hukum yang sedang terjadi atau yang dikenal dengan istilah obstruction of justiceIn that sense, ada dugaan bahwa dalam kasus ini, terdapat upaya menghalangi penyidik dalam mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J, bahkan sampai ditutup-tutupi. Nah seiring berjalannya waktu, tersangkanya pun juga udah ditetapkan. Ada tujuh orang totalnya, yaitu Ferdy Sambo himself, dan orang-orang di keanggotaan Polri. Kayak Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agung Nurpatria, AKBP Arif Rahman Arifin, Kompol Baiquni Wibowo, dan Kompol Chuk Putranto serta AKP Irfan Widyanto. Lima dari mereka sebelumnya bertugas di Divisi Propam Polri, cuman AKP Irfan asalnya dari Bareskrim.

Sekarang udah sampai mana progresnya?
Berkas perkara dari dua kasus ini udah P21 aka complete, gengs, siapp dilimpahkan ke pengadilan. Yep, kemarin banget nih, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana dan Umum Kejaksaan Agung, Fadil Zumhana mengkonfirmasinya begitu, guys. Well, selama proses pemeriksaan dan penyidikan tadi, penyidik dari Bareskrim  kan diwajibkan buat menyusun berkas perkara seluruh tersangka dua kasus ini untuk diserahkan ke Kejaksaan Agung yah. Pas udah selesai, diperiksa kelengkapannya sama jaksa penuntut umum di sana both dari kelengkapan formil dan materi, berkas perkara itu pun dinyatakan lengkap deh.

One step closer….
To where? Ehehehehe. Nggak sampai di situ aja beb. Setelah berkas perkara ini dinyatakan lengkap, kasus ini bakalan dilimpahkan sepenuhnya ke Kejaksaan Agung, guys. Terus, within two weeks, Jaksa Penuntut Umum juga diwajibkan buat menyusun surat dakwaan terhadap masing-masing tersangka. Dalam keterangannya, Fadil bilangnya surat dakwaan itu emang lagi dikebut sama pihaknya minggu-minggu ini. Biar bisa cepet diserahkan ke pengadilan. That being said, Ferdy Sambo dan tersangka lainnya akan segera disidangkan, gengs.

Can’t wait
 asli….
Talking about persidangan, ada hal menarik coming from Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi nih. Yha namanya persidangan, tersangka diperbolehkan banget untuk membela diri dan membawa tim kuasa hukum mereka kan. Mau tau nggak siapa yang jadi kuasa hukum Sambo dan Putri? Everybody, meet: Rasamala Aritonang dan Febri Diansyah. Rasamala bakal mendampingi Ferdy Sambo, sedangkan Febry bakal mendamping Putri. Kalau kamu nggak asing sama dua nama ini, you got it right. Mereka adalah mantan pegawai KPK yang dipecat karena nggak lolos Tes Wawasan Kebangsaan aka TWK beberapa waktu lalu.

Dari pegawai KPK jadi kuasa hukum tersangka….
Makanya publik juga kayak, “Lahhh?” gitu, guys. Disampaikan langsung oleh Febry, dia emang diminta buat jadi tim kuasa hukum Bu Putri udah dari beberapa minggu lalu. Cuma baru diiyain sekarang ini setelah mempelajari perkaranya dan ketemu sama Putri Candrawathi. In his words, Febry bilangnya, “Kalaupun saya jadi kuasa hukum, saya bakal berlaku objektif.” Meanwhile, Rasamala juga bilangnya kenapa dia bersedia jadi kuasa hukum Ferdy Sambo karena Ferdy Sambo udah bersedia mengungkap fakta yang sebenarnya yang ia ketahui dari kasus ini. Lebih jauh. Rasamala juga menyampaikan Sambo berhak diperiksa dalam persidangan yang fair, objektif, dan imparsial.

Hmmm. Anything else?
Fyi sampai sekarang, Ferdy Sambo masih ditahan di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Nah belakangan ini, beredar sebuah video di media sosial di mana di satu ruangan isinya sofa, TV, dua kamar yang tempat tidurnya gede yang dianggap sebagai ruangan tempat Ferdy Sambo ditahan. Video itu kemudian brb diklarifikasi sama Divisi Humas Polri yang menyatakan bahwa video itu adalah hoax. Ruangan itu bukan di rutan Mako Brimob. “Jangan mudah percaya sama pemberitaan atau informasi yang belum jelas kebenarannya,” kata Humas Polri begitu.

What’s melting but not your heart when seeing your crush?

Glacier in Switzerland.
 
Yep, thanks to global warming, negara Swiss yang terkenal dengan pemandangan gunung saljunya kini baru aja mengalami pencairan gunung salju terburuk sepanjang sejarah dalam 100 tahun terakhir. Yep, jadi dalam laporan monitoring yang di-release oleh lembaga namanya Swiss Glacier Monitoring Network (GLAMOS) kemarin, disebutkan bahwa tahun ini, negara Eropa itu kehilangan enam persen dari sisa gunung es yang dimilikinya. Dalam keterangan resmi, disebutkan bahwa tahun 2022 adalah tahun terburuk buat glacier di Swiss, karena pelelehan saljunya yang terjadi begitu cepat dan banyak, yang disebabkan oleh gelombang panas pas summer kemarin. Menurut Matthias Huss sebagai kepala dari lembaga monitoring tersebut, disebutkan bahwa penyebab dari pencairan ini adalah global warming, dan emang kalo ngga segera diantisipasi, maka akan lebih banyak lagi es yang mencair di masa depan.
 
FYI guys, lebih dari setengah pegunungan Alpen yang ada di Swiss itu mengalami kenaikan suhu hingga dua kali lipat jika dibandingkan suhu rata-rata global. Hal ini diperburuk juga dengan semakin sedikitnya salju yang turun, lagi-lagi karena pemanasan global. Hiks.

“7,7 Triliun”
 
Adalah jumlah biaya yang harus dibayarkan negara lewat BPJS Kesehatan buat penanganan penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung di tahun 2021. Hal ini disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan Eva Susanti yang bilang bahwa angka ini gede banget karena emang jumlah penderitanya di Indonesia tinggi. Bu Eva menjelaskan, ada beberapa faktor yang bikin jumlah penyakit jantung tinggi, di antaranya tekanan darah tinggi (hipertensi), obesitas, diabetes, merokok, dan kurangnya aktivitas fisik. Padahal kalo jumlah penderitanya berkurang, beban negara untuk bayar juga berkurang.
 
When the least thing you can do for your country is by living healthily…

Announcement


Thanks to Rougis, Someone, & Melati for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Going on a first date? We got you some guide.