Tragedi Penembakan Polisi, Kebijakan Lingkungan Lewat Sosmed, Gelombang Panas Makin Banyak Terjadi, Konsumsi Olahan Daging Meningkatkan Resiko Kanker Kolorektal

98

Bonjour!

Hello everyone. If you’ve been having quite busy days this week, we hope you can find a little time to take it easy today. Also, if you’ve been reading about the police shootings story lately and feeling confused, trust us, we’re just as puzzled as you are. That’s why, we have more stories on that. Let’s scroll down…

Here’s your updates on: Tragedi penembakan Polisi

Di rumahnya Irjen Ferdy Sambo.
Masih fresh banget nih, guys. Kemaren kita sempat bahas tragedi baku tembak antara dua anggota Polri, Brigadir Yosua Hutabarat aka Brigadir J dengan Bharada E yang kemudian menewaskan Brigadir J. Penembakan ini terjadi Jumat lalu di rumahnya Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, dan kalo kamu mau tahu info lengkapnya, kamu bisa cek di siniAnyway, sekarang kasus ini baru aja memasuki babak baru.

Babak baru gimana?
Selasa kemarin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi membentuk tim khusus yang tugasnya buat mengusut peristiwa penembakan itu secara detail dan komplit. Adapun tujuan dibentuknya tim khusus ini adalah biar bisa menjawab segala keraguan publik atas penanganan kasus ini, guys. Terus, Pak Sigit juga menyebut bahwa saat ini udah banyak informasi liar terkait peristiwa ini. Makanya harus dilurusin dengan keberadaan tim khusus.

Kenapa bisa gitu ya?
Well, to freshen you up, Brigadir J yang tewas tertembak di rumahnya Irjen Ferdy Sambo ini kan udah dibawa pulang ke kampung halamannya di Jambi untuk dilakukan proses pemakaman yah. Nah, ketika keluarga menerima jenazah dan dan mengecek jasadnya, ternyata nggak cuma luka tembak aja yang ada di bagian tubuhnya, guys. Tapi juga sayatan pisau, pipi bengkak, luka lebam di bagian dada dan wajahnya, sampai rahangnya kegeser. Kayak abis dianiaya. Jadi kalo diliat-liat sih kayak bukan ketembak aja gitu.

Go on…
Meanwhile menurut Polri, dijelaskan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, sejumlah luka sayatan dan luka-luka lain yang ada di tubuhnya jenazah tuh emang pure karena peluru yang ditembakkan oleh Bharada E. Brigjen Ramadhan bilangnya hal itu bisa terjadi karena satu tembakan peluru bisa ngenain lebih dari satu bagian tubuh. Nah, lebihnya itu, menyebabkan sayatan, katanya.

….
Well, ahli Forensik dari RSUD Banten, Budi Suhendar menyebut luka sayatan yang ada di badan jenazah Brigadir J nggak mungkin disebabkan oleh tembakan peluru, gengs. Karena dalam istilah forensik, yang namanya luka akibat tembakan peluru tuh bakalan dangkal. Beda sama luka sayatan di mana lukanya terbuka dan dalam. Lebih jauh, Pak Budi juga bilang dalam ilmu forensik, luka akibat tembakan peluru itu nggak akan disebut sayatan.

HEMMMMMMM….
If you’re feeling puzzled, you’re not the only one. Makanya biar crystal clear dan nggak ada huru-hara di tengah masyarakat, Pak Kapolri kemudian membentuk tim khusus tadi itu. Tim khusus ini akan dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono. Dibantu juga sama Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto, dan Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto. Banyak banget yang dilibatkan di tim ini, guys. Nggak cuma Polri, tapi juga Komnas HAM, dan Kompolnas. Pak Sigit juga memastikan pengusutan kasus ini bakalan dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel.

Good
 deh…
Pengusutan kasus ini juga bakal dikawal langsung sama Kemenko Polhukam. Menkopolhukam, Mahfud MD, menyebut pembentukan tim khusus ini udah tepat banget, dan mewakili sikap dan langkah pemerintah. Lebih jauh, Prof Mahfud juga bilangnya kasus ini nggak bisa dibiarin ngalir gitu aja karena ada banyak kejanggalan. Terus, keterangan Polri juga nggak jelas, kayak nggak ada hubungan sebab-akibatnya gitu. Makanya, harus diusut tuntas. Finally, Prof Mahfud juga menegaskan bahwa penanganan kasus ini bakal mempertaruhkan kredibilitas Polri banget. Jadi beneran harus profesional.

Now tell me about 
proses penyidikannya
Well, so far Kapolres Metro Jakarta Selatan, Budhi Herdi Susianto bilang pihaknya udah selesai melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi, plus dua orang lainnya lagi. Tapi belum di-spill siapa-siapa aja yang diperiksa itu, karena mereka belum tandatanganin berita acara pemeriksaan. Jadi masih on process lah. Selain itu, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto juga memimpin langsung olah tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman Pak Ferdy.

I heard a lot too, about: CCTV.
Nah ini juga rame nih dipertanyakan netijen, secara kata polisi, pas waktu kejadian, CCTVdi rumah Irjen Ferdy Sambo lagi rusak sejak dua minggu lalu. Meaning, nggak ada gambar yang tertangkap saat peristiwa itu terjadi, padahal keberadaan rekaman CCTV itu krusial banget dalam mengungkap kebenaran. Meanwhile, Ketua RT di kediaman Pak Ferdy, namanya Pak Seni Sukarto bilang bahwa doi dapet laporan dari salah satu petugas keamanan Kompleks Polri Duren Tiga bahwa ada polisi yang sempet ngeganti CCTV di sekitar rumah Pak Ferdy pas insiden terjadi.

HWADUUU
Gatau guys takut ada tukang bakso ah. Anyway lanjutannya, kasus ini selain lagi jadi pembahasan ga abis-abis di jagad pemberitaan kita, juga udah sampe infonya ke Pak Jokowi. Dalam keterangannya kemarin di Subang, Pak Jokowi meminta kepolisian mengusut tuntas aksi penembakan ini. Pokoknya proses hukum harus dilakukan.
 
Got it. Anything else I should know?
Btw karena adanya kasus penembakan yang menyebabkan satu polisi tewas ini, kan banyak yang menyerukan supaya Irjen Ferdy Sambo dinonaktifkan aja dari jabatannya sebagai Kadiv Propam di Polri. Merespons hal ini, Jenderal Listyo mengingatkan supaya kita juga gausah buru-buru. Kalo kata Pak Sigit sih, kan tim khusus udah dibentuk, udah mulai kerja, udah mulai melakukan proses penyelidikan. Jadi ya udah, tunggu aja kesimpulan dari tim khusus itu dan kita harus yakin mereka profesional. OK pak.

Who’s got a superpower?

Young people in Jakarta, and all over Indonesia.
Yep. Raise your hand kalau FYP TikTok mu penuh sama konten-konten anak muda yang nongkrong di Kawasan Sudirman, Jakarta? Raise your hand if you have that mixed up feeling waktu nontonin video-video itu: Kzl, seneng, sedih, eh seneng deh. Eh, sedih lagi. Oke w biasa aja ternyata. Now, hands down.

We got you.
Fenomena anak muda  yang kalau weekend rame banget nongkrong di Jalanan Sudirman tuh emang rame banget diomongin netizen +62 yah guys. Dan ngomong-ngomong anak muda, mereka emang ada di mana-mana karena Indonesia emang bakal mengalami yang namanya bonus demografi di tahun 2045 mendatang. That being said, masa depan bangsa kita sebenernya ada di tangan anak muda karena kita bakal mengisi 60 persen potensi suara dalam Pemilu 2024. Artinya, suara kita mayoritas loh gengs! Makanya, peran anak muda ini bakal sentral banget dalam mewujudkan kebijakan atas lingkungan dan demokrasi secara lebih baik di masa depan. Karena pemimpin yang nantinya kamu pilih bakal punya otoritas yang besar untuk bikin kebijakan soal isu lingkungan.
 
Ah iya. Lingkungan.
Nah ini yang masih kurang banget di-highlight sama banyak orang, guys. Dengan berbagai bencana alam yang terjadi sekarang di Tanah Air mulai dari banjir, tanah longsor, sampai kebakaran hutan, semuanya tuh terjadi karena kebijakan publik yang akhirnya nge-lead kepada terjadinya berbagai bencana ini. Kalau udah kayak gini, siapa coba yang dirugiin? Yep, masyarakat. Jumlah kerugiannya pun kalau ditotal either secara materi atau nggak juga nggak sedikit. Makanya biar kita nggak terus-terusan berada di situasi kayak gini, penting banget buat kita paham apa yang calon pemimpin bring to the table, dan gimana si calon pemimpin tadi bisa relevan sama apa yang kita butuhkan, khususnya soal isu lingkungan ini.

Dan harus lingkungan karena…
Well, first of all, namanya anak muda, you’ll likely live for another 30-40 years lagi lah ya at least. Nah di waktu-waktu itu, tentunya alam udah banyak berubah, dan apa yang kita lakukan sekarang, akan sangat berpengaruh banget di masa depan, guys. Misalnya nih kalo dari sekarang kebijakan pemerintahan kita ngga concern sama lingkungan, maka ga heran kalo dalam waktu 10-20 tahun lagi, hutan kita udah abis misalnya. Begitu juga sebaliknya, kalo pemerintah saat ini udah mulai gigih menghasilkan kebijakan yang menjaga lingkungan, misalnya as simple as melarang penggunaan plastik sekali pakai, imagine how clean the earth will probably be in the next five years.

I see…
Nah hal ini juga terkait dengan lokasi kita yang berada di garis khatulistiwa yang sebenarnya juga prone to natural disaster. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 2019, bencana terjadi sebanyak 9.375 kali di Indonesia. Terus, kebakaran hutan merupakan salah satu dari bencana yang sering terjadi yakni mencapai 3.276 kali sepanjang 2019, dengan kerugian mencapai Rp 75 triliun. Also remember, our forests won’t stay forever. Kalo dibakar terus-terusan ya nanti pas jamannya kita tua, hutannya juga bisa jadi udah abis. This is probably not the future you want for your children, rite?
 
OK terus gimana? 

Well, definitely salah satu cara yang bisa dilakukan adalah kita harus punya pemahaman yang lebih baik terhadap kebijakan publik dan lingkungan. Menurut anggota Solidaritas Perempuan Rima M. Bilaut, dari sekian banyak isu yang muncul di tahun politik, isu lingkungan selalu terpinggirkan meski terasa amat dekat dengan masyarakat. Padahal, masalah ini udah urgent banget secara sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki risiko lebih tinggi. Laporan Intergovernmental Panel on Climate Crisis (IPCC) bahkan menyebutkan secara khusus risiko yang akan dihadapi Indonesia.

Got it. Where do I start?
Well, kamu nggak perlu ikut kelas, seminar, atau webinar buat ikutan pendidikan politik kok. Kan kamu anak muda yang 24/7 mantengin sosmed nih, nah jadi kalau ada konten politik, khususnya terkait kebijakan lingkungan lewat di FYP TikTok kamu, atau muncul di TL kamu, jangan di-skip. Atau kamu sendiri pun juga bisa loh ikut menyuarakan pendapat dan aspirasi kamu di social media. Jadi bareng-bareng, kita sama-sama belajar and get to know more about the political institutions (kayak calon anggota DPR, capres, cawapres), dan yang paling penting, kita mantengin kebijakan lingkungan mereka gimana. Kalo masih pro energi fossil, masih B aja pas hutan-hutan dibakar, ga gercep bikin kita beralih ke energi terbarukan, skip aja ga sih EHEHEHEHE.

When you keep yelling “Panas banget ga boong

Majority of people around the world can relate.
Yoi guys. Ngerasa nggak sih cuaca sekarang tuh makin panas aja? Ternyata bukan kita aja yang ngerasa gitu, tapi di Eropa, AS, dan China juga. Bahkan di China, pemerintah udah menetapkan red alert warning.

Tell. Me. Everything. 
Sure. Jadi karena adanya climate crisis yang menyebabkan pemanasan global, maka heatwave aka gelombang panas juga makin banyak terjadi. Nggak cuma di Kawasan Asia Selatan kayak India, Pakistan, dan negara tetangganya, tapi juga ke berbagai kawasan lain di Eropa, Amerika Serikat, dan China. Bahkan di China, orang ke balkon rumah mereka sendiri aja udah nggak kuat. Jadi diem di rumah mulu, ngadem pake AC.
 
Emang sepanas itu ya?
Iya, sepanas itu. Well, sepanjang 1990 sampai 2019 lalu, heatwave di China tuh udah meningkat empat kali lipat. Dan puncaknya yha sekarang-sekarang ini. Badan Meteorologi China bilangnya suhu udara di beberapa kota di sana udah mencapai 40 derajat celcius, dan angka itu udah terlalu panas untuk ukuran bulan Juli di Negeri Tirai Bambu tersebut.
 
OMG…
Yep, karena saking panasnya, otoritas pemerintah di sebanyak 86 kota di China sampai mengeluarkan red warning but warganya, khususnya buat lansia di atas 65 tahun. Hal ini karena di tahun 2019 lalu, kelompok usia lansia memiliki risiko kematian 10,4% lebih tinggi selama heatwave. Terus di Nanjing, yang emang terkenal sebagai salah satu kota paling panas di China, warga sampe harus berlindung di bawah tanah. Jadi pemerintah di daerah Nanjing membuka bunker bawah tanah yang dulu dipake perang, buat diisi sama buku, ada Wi-Fi nya, dispenser, microwave, sampai oven.
 
Jadi climate crisis aja nih penyebabnya?
Well, that, dan juga emang kondisi cuaca, guys. Disampaikan oleh Prof. Faith Chan dari Nottingham University, sebenernya cuaca ekstrem tuh bukan hal yang baru lagi di China, karena tahun lalu aja, mereka dilanda banjir bandang kan. Nah, sekarang malah heatwave. Adapun heatwave ini disebabkan oleh dua antisiklon yang kebentuk di dataran China, Terus, dua antisiklon itu akhirnya menyebabkan panas di berbagai daerah. Hal ini tentu diperburuk dengan fenomena global warming yang bikin cuaca makin ngga menentu.

I see….
Nggak cuma di China, di AS sama Eropa juga sama. Nah kalau di AS, ada dataran tinggi yang kemudian dikenal sebagai “heat dome” aka kubah panas, di mana hawa panasnya terperangkap di situ. Jadinya di berbagai negara bagian kayak Colorado, Texas, Oklahoma, sampai Arkansas dilanda panas, yang mencapai hingga 42,2 derajat Celsius. Terus dari situ, permintaan listrik jadi meningkat kan. Nah biar pasokan energi di sana nggak ambyar, maka pemakaian energi di negeri Paman Sam udah mulai diimbau supaya dihemat oleh masyarakat.

What about Europe?
Well, kalo di Eropa, panasnya tuh juga karena terjadinya kebakaran hutan aka karhutla di Spanyol sehingga menyebabkan Spanyol dan negara tetangganya dilanda gelombang panas dengan suhu mencapai 44 derajat Celsius. Terus menurut otoritas meteorologi di sana, warga Spanyol kemungkinan bakal harus menghadapi cuaca ekstrim tersebut sampai weekend mendatang, hiks.
 
Got it. Anything else I should know?
Meanwhile in India, keadaannya juga masih sama, yaitu heatwave parah sampe mencapai angka 44 derajat Celsius, dengan kelembaban yang super rendah. Makanya banyak warga yang ngeluh tenggorokan kering, kepala pusing, keringat bercucuran in all over the face sampai turun ke mata dan bikin pandangan jadi kabur.
🙁 🙁

When you have decided to eat healthier…

French people are saying “Oui!”
 
Yep, karena baru aja ni guys, pemerintah Perancis memutuskan untuk mengurangi penggunaan zat kimia, namanya nitrit dan nitrat yang lumrah digunakan dalam olahan daging. Iya, jadi keduanya tuh merupakan zat aditif di makanan daging olahan kayak bacon, ham, dan sosis yang berfungsi untuk menstabilkan warna daging supaya tetap pink. Kedua zat ini juga berfungsi sebagai pengawet dan membantu mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang menyebabkan keracunan makanan. However, Selasa lalu, Prancis mengumumkan bahwa mereka bakal mengurangi penggunaan nitrit dan nitrat dalam makanan, setelah otoritas kesehatan Prancis, namanya Anses, mengkonfirmasi bahwa konsumsi keduanya bisa meningkatkan resiko terkena kanker kolorektal. Dalam kesimpulannya, Anses menyebut, “Lebih dari setengah konsumsi nitrat dan nitrit itu berasal dari makanan daging olahan aka charcuterie, karena zatnya emang digunakan dalam proses pengolahannya.” Penemuan ini juga makin mengkonfirmasi penemuan WHO sebelumnya di tahun 2018 yang menyebutkan bahwa ada hubungan antara nitrat dan nitrit yang kita konsumsi melalui daging olahan, dengan kanker kolorektal. Tapi ternyara ga kolorektal aja gengs, namun juga bisa berkontribusi atas munculnya kanker rahim, ginjal, pankreas, hingga kanker payudara. Nah berdasarkan berbagai penemuan ini, makanya Anses merekomendasikan pemerintah untuk bikin kebijakan terkait mengurangi penggunaan nitrit dan nitral sampe ke level minimum. Hal ini kemudian disambut positif sama pemerintahnya yang pada Selasa lalu langsung bilang “Ok, acc.”

“Fotokopian.”

Adalah kode yang diduga digunakan oleh mantan Bupati Bogor Ade Yasin untuk dana suap yang doi kasih ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jabar. Yoi guys, kamu tahu kan bahwa bupatinya para pemuda Citayam, Bojong Gede, Cibinong dan sekitarnya itu beberapa bulan lalu baru aja dibekuk KPK karena diduga melakukan tindakan suap. Nah kode-kode tersebut terungkap dalam keterangan dakwaan jaksa kepada media kemarin. Jadi dana “fotokopian” itu didapat dari berbagai institusi pemerintahan di Kabupaten Bogor, dan diserahkan ke BPK Jawa Barat. Tujuannya, supaya hasil audit keuangan BPK atas institusi-institusi tadi ok-ok aja gitu lo….
 
When you thought “kode-kodean” via IG story is the only thing…

Announcement

Thanks to Ferraly and Andini for buying


us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

New to overnight oats game? Try these simple recipes.