Ribuan Mahasiswa Indonesia Menggelar Aksi Pada Hari Ini, PM Pakistan Imran Khan Dilengserkan, Perizinan Pelaksanaan Ibadah Haji Jemaah Luar Negeri, Will Smith Tidak Boleh Menghadiri Oscar Selama 10 Tahun

46

Good morning,

It’s the new week again, and if you notice, the sky has been so gorgeous lately. So, we got some fun ngabuburit idea: sit outside, read some books, and listen to your favorite tune. Trust us, the Azan will come sooner than you thought.


Who’s raising their voice?

Ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia.
Yesss, kadang kalo emang ngomong ngga kedengeran, kita harus ngegedein dikit nih suaranya. Hal inilah yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia yang bakalan menggelar aksi unjuk rasa aka protes di depan Istana Negara, Jakarta dan beberapa titik lainnya di tanah air hari ini. Aksi ini bakal diisi dengan berbagai tuntutan ke Presiden Joko Widodo, salah satunya of course soal penolakan perpanjangan masa jabatan sampai tiga periode.
 
Background pls.
Sure. Jadi gini ceritanya, dua minggu yang lalu, tepatnya di tanggal 28 Maret kemarin, ribuan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia aka BEM SI udah melakukan aksi protes di Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, sampai ke Istana Merdeka. Nah dalam aksi itu, BEM SI menyampaikan berbagai tuntutan yang udah disampaikan langsung sama pihak BEM SI ke Pak Jokowi melalui Kantor Staf Kepresidenan, dan mereka menuntut supaya tuntutan itu harus dikabulkan dalam waktu 14 hari. Tapi seperti dikonfirmasi oleh Koordinator Media BEM SI, Luthfi Yufrizal, sampai sekarang nggak ada respons samsek dari pihak istana.
 
Tuntutannya apa aja emang?
Totalnya ada enam tuntutan. Yang pertama, mendesak dan menuntut Pak Jokowi untuk menyampaikan penolakan tegas dan terkait isu penundaan pemilu dan rencana tiga periode, karena udah jelas hal itu mengkhianati konstitusi negara. Terus, mereka juga meminta Pak Jokowi buat menunda dan mengkaji ulang UU Ibukota Negara Baru aka IKN, termasuk pasal-pasal bermasalah yang ada di dalamnya. They’re like, “Mending dicek lagi deh itu pak. Dari dampak lingkungan, hukum, sosial, ekologi, politik, ekonomi, sampai kebencanaan.”
 
OK. Terus terus?
Terus, tuntutan lainnya adalah soal minyak goreng dan bahan pangan lainnya yang belakangan ini harganya lagi naik banget. Para mahasiswa ini kemudian menuntut supaya harganya cepetan stabil dan stoknya tersedia di pasaran. Mereka juga meminta supaya mafia-mafia minyak goreng harus buruan ditindak, dan para menteri juga plz banget adain performance review atas kerjaan mereka belakangan ini. Selanjutnya, mahasiswa juga menuntut supaya konflik agraria di Indonesia segera diselesaikan dan terakhir. Pak Jokowi-Maruf, plz banget janji kampanyenya diwujudkan.
 
Amen.
Nah lanjut ya guys. Tapi ternyata disampaikan sama Luthfi, tuntutan-tuntutan tadi nggak direspons sama Istana sampai sekarang. Karena itulah para mahasiswa memutuskan untuk menggelar aksi demonstrasi lagi, untuk menagih jawaban. Tapi mereka juga nggak bermaksud buat Jokowi mundur sebagai presiden, guys. Hal ini udah dikonfirmasi langsung oleh Koordinator BEM SI, Kaharuddin. Kahar bilangnya di sini mahasiswa berdiri tegak sebagai oposisi yang bisa mengontrol dan ngawasin kebijakannya pemerintah karena oposisi jaman sekarang tuh lemah banget, gitu.
 
Go on…
Selanjutnya, Kahar juga memastikan bahwa aksi unjuk rasa kali ini tuh murni dari keresahan masyarakat, yang diserap jadi aspirasi dan disampaikan mahasiswa-mahasiswa itu ke para pejabat dengan tidak ditunggangi sama kubu politik mana pun. Kahar juga menegaskan bahwa independensi BEM SI tuh udah berdasarkan sama kajian-kajian yang udah dilakukan sebelumnya juga. Meaning kalau udah ada kajiannya, udah nggak bisa lagi tuh digerakkan sama pihak lain.
 
Tapi protesnya bakal aman?
Yep, Insya Allah. Kalo kata Polda Metro jaya sih, mereka udah siap banget buat mengerahkan personel pengamanan yang bakal sebanding sama jumlah massa hari ini, gengs. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Zulpan juga menjamin warga Jakarta tetap bisa beraktivitas normal seperti biasa meskipun ada aksi protes. Pak Zulpan menambahkan bahwa yang penting peserta aksinya tertib aja, nggak anarkis, nggak ada yang provokatif, biar aksinya juga bisa damai dan kondusif. Terus buat kamu yang bakal bepergian besok, kamu harus tahu nih soal rekayasa lalu lintas yang udah dibuat oleh kepolisian supaya jalanannya lancar. Ni cek ni.
 
Got it. Did anyone say anything?
Yep. Dengar kabar bakalan ada aksi nasional yang massanya udah nyampe ribuan kayak gitu, pasti dong mengundang respons dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Pengurus Besar Nadhlatul Ulama aka PBNU. Menurut Ketua PBNU, Ahmad Fahrur Rozi, namanya demo atau unjuk rasa tuh yha harusnya nggak jadi alasan buat orang-orang jadi nggak puasa, katanya. Harus tahan hawa nafsu, tahan emosi, tahan amarah, jangan sampai puasanya jadi nggak sempurna gara-gara demo, katanya. Selain itu, Indonesia Police Watch (IPW) juga mendesak Polri untuk engga berlebihan dalam melakukan pengamanan aksi unjuk rasa.
 
Di Jakarta doang ni protesnya?
Engga dong. Unjuk rasa ini ngga cuma dilakukan di Jakarta aja guys, tapi juga di berbagai wilayah lain di Indonesia. Misalnya aja di Jawa Barat, aksi demo bakal terpusat di Istana Bogor dalam rangkaian aksi Bogor Menggugat Istana. Terus, ada juga demo di depan DPRD Garut sama di DPRD Tasikmalaya, di mana tuntutannya juga kurang lebih sama. Selain itu, para mahasiswa di Banten, Jambi, Semarang, Makassar, dll juga pada turun hari ini, dan minta pokoknya Jokowi jangan tiga periode, titik.
 
Should be heard this time… Anything else?
Well, protesnya belum digelar, namun udah ada aja ni gengs dugaan peretasan WhatsApp yang terjadi terhadap Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kaharuddin HSN DM. Kahar bilang, WhatsApp-nya sempet dibajak beberapa hari lalu, namun itu ngga menyurutkan gelaran aksi demonstrasi tolak penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden.

Who’s just lost his job?

Pakistan’s Prime Minister, Imran Khan.
Yes, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan baru aja dilengserkan dari jabatannya melalui mosi tidak percaya aka no confidence vote dari anggota parlemen minggu lalu. Hal ini dinilai banyak pihak dramatis banget guys, secara emang udah dalam beberapa minggu ini, masyarakat Pakistan turun ke jalan buat memprotes pemerintahannya Khan yang dinilai sangat mengecewakan.
 
Hold on. Tell me his track record.
Sure. Jadi di tahun 1996 di Pakistan, hiduplah seorang pemuda dari kelas menengah atas yang well-educated dan punya passion dan mimpi besar buat membasmi korupsi yang merajalela di negaranya, namanya Imran Khan. Passion itu kemudian dia salurkan dengan bikin sebuah partai namanya Pakistan Tehreek e-Insaaf aka PTI, dan PTI pun terus berkembang sampai memenangkan pemilu di tahun 2012, di bawah kepemimpinan Pak Khan tadi.
 
Terus terus?
Nah dengan semakin naiknya nama PTI, nama Imran Khan juga semakin banyak dikenal nih guys, sampai di tahun 2018, dia berhasil meraih his wildest dream dengan menjadi prime minister aka perdana menteri. Dalam janjinya kampanyenya untuk ‘Pakistan baru’, Pak Khan bersumpah bakalan memberantas korupsi dan kemiskinan. Tapi perjalanannya nggak semulus yang diharapkan, gengs.
 
Kenapa emang?
Yha pemerintahannya menghadapi berbagai tantangan yang berat banget, misalnya krisis ekonomi, pandemi, konflik berkepanjangan sama negara tetangga kayak India, hingga kondisi di Afghanistan yang makin ngga menentu setelah tentara Amerika Serikat cabs. Warga yang ga puas dengan sikon ini kemudian turun ke jalan dan meminta Khan mundur aje.
 
I see…
At the same time, di parlemen juga posisi Khan kian lemah karena makin berkurangnya dukungan. Karena itulah, minggu lalu parlemen Pakistan kemudian melakukan voting untuk menentukan sikap terhadap pemerintahan Khan. Hasilnya, 172 suara dari total 342 suara memilih untuk melengserkan doi. Adapun pilihan ini didukung sebenernya ngga hanya oleh pihak oposisi, namun juga oleh para politisi dari partainya Khan yang memilih untuk ngga mendukung pemimpinnya lagi.
 
Ouch…
Yep, menanggapi hasil ini, Khan bilang bahwa mosi tidak percaya ini adalah hasil dari konspirasi luar negeri yang dikontrol oleh Amerika Serikat. Kata Khan, wajar banget nih AS mau nurunin gue, karena gue ngga bisa dibikin kayak wayang buat pemerintahan Barat. Khan juga bilang bahwa dia sebenernya sih ngga anti sama AS, tapi dia juga ngga mau negaranya dijadiin “tissue” aja.
 
So, where do we go from here?
Well, juru bicara parlemen udah meminta Khan supaya mengadakan meeting parlemen buat memilih siapa yang bakal jadi perdana menteri Pakistan yang baru.
 
OK. Anything else I should know?
Selama masa jabatannya, Khan banyak menunjukan ketidaksukaannya terhadap negara Barat, dan lebih memilih untuk deket sama negara-negara kayak China dan Rusia. Karena kebijakannya inilah, sejak Joe Biden menjabat sebagai presiden sampe sekarang, doi ngga pernah teleponan sama Imran Khan. Sebaliknya, Khan terus menjalin hubungan yang bagus sama China di bidang diplomasi, politik, dan ekonomi sampai dianggap sebagai sekutu yang paling dekat sama China di kawasan. Selain itu, sampai saat ini juga Pakistan belum menyatakan protesnya terhadap serangan Rusia ke Ukraina yang dilakukan Putin, dan itu menunjukkan pengaruh kuat Rusia di sana.

When things are slowly getting back to normal…

And now, we can go back to doing Hajj.
Yep, kabar gembira buat kamu, nenek-kakekmu, ortumu, pokoknya semuanya yang udah kangen banget naik haji ke tanah suci Mekkah dan Madinah. Jadi guys, setelah dibatasi banget selama dua tahun kemarin gara-gara pandemi, tahun ini pemerintah Arab Saudi udah resmi mengumumkan kalau jemaah Haji dari luar negeri tahun ini udah boleh ikutan melaksanakan ibadah Haji. Jumlahnya jauh lebih banyak pula.
 
Wow tell me. 
Sure. Jadi selama dua tahunan pandemi, kegiatan masyarakat termasuk ibadah kan juga dibatasi banget yah buat menekan penyebaran virus. Jadi misalnya di tahun 2020, cuma ada 1000 jemaah yang boleh ikutan Haji dan itu semua wajib berasal dari Saudi Arabia. Terus di tahun 2021, yang ikutan haji cuma boleh orang-orang dari dan udah menetap di Saudi Arabia doang, tapi kapasitasnya ditambah maksimal enam ratus ribu jemaah. Nah tapi tahun ini, aturannya udah diubah, di mana jemaah dari luar negeri juga udah boleh naik haji.
 
Sound great!
Yes, seiring tingginya angka vaksinasi dan kasus Covid yang melandai di berbagai belahan dunia, termasuk Saudi Arabia dan Indonesia, pemerintah Arab Saudi akhirnya bikin kebijakan yang membolehkan datangnya jemaah haji dari luar negeri. Nah kalo dari Indonesia, pemerintah sana udah fix nih, ngebolehin 1 juta jemaah buat cus.
 
Ada syaratnya ga?
Ada. Jadi 1 juta jemaah ini harus yang udah vaksin lengkap dan usianya di bawah 65 tahun. Terus kalau jemaahnya dari luar negeri, selain harus vaksin dan usia di bawah 65 tahun, calon jemaah harus tetap harus PCR maksimal 3×24 jam sebelum sampai di Arab Saudi.
 
So I guess, we are all happy?
Iya dong, karena akhirnya jemaah haji Indonesia udah bisa menginjakkan kaki lagi di tanah suci. Dalam keterangan resminya kemarin, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan rasa syukur atas adanya kepastian keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun ini. Pak Menag juga bilang bahwa berapa pun kuota yang diberikan, Indonesia siap memberangkatkan jemaah haji, karena persiapannya udah dilakukan selama ini.
 
Very good to hear…
Rite? Nah kalau buat calon jemaah Indonesia, Dirjen Penyelanggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief bilangnya jemaah yang bakal berangkat tahun ini adalah jemaah yang jadwalnya di 2020 cuman ketunda gara-gara pandemi. Dan mereka yang berangkat juga yang usianya di bawah 65 tahun sesuai ketetapan pemerintah Arab Saudi. Maka dari itu, Pak Hilman bilang pihaknya bakalan menyeleksi lagi siapa-siapa yang bisa berangkat tahun ini, dari Indonesia berapa orang, biayanya gimana kan harus diomongin lagi, dll.
 
I see. Anything else?
Fyi, sejak pandemi Covid-19 menyebar, Pemerintah Arab Saudi kemudian menerapkan berbagai pembatasan ketat dan mulai melonggarkan aturan tersebut seiring dengan perkembangan pandemi yang makin baik. Nah kalo untuk Haji, tahun ini adalah pertama kalinya pemerintah bener-bener melonggarkan berbagai aturan, tapi kalau Umrah, ini bukan kali pertama. Dari 2020 sampai 2021, angka jemaah yang Umrah pertahunnya udah ada di angka 3.47 – 4 juta jemaah, which is 50% kapasitas Masjidil Haram.

Who’s finally got their verdict?

Will Smith.
 
Yang udah fix banget nih, ngga boleh menghadiri event bergengsi Oscar aka Academy Awards selama sepuluh tahun. Yoi guys, insiden penamparan yang dilakukan oleh aktor Will Smith terhadap komedian Chris Rock berbuntut panjang. Jadi setelah kejadian itu viral di sosial media dan menuai beragam pro dan kontra, pihak panitia Academy Awards, yakni Academy of Motion Picture Arts & Sciences akhirnya memutuskan sanksi apa yang bakal dijatuhkan pada Will Smith. Adapun sanksinya adalah suami dari Jada-Pinkett Smith itu ga boleh menghadiri kegiatan apa pun yang diselenggarakan oleh Academy, baik secara langsung maupun virtual, termasuk juga Academy Awards, selama sepuluh tahun terhitung sejak 8 April 2022. Keputusan ini diambil setelah para panitia meeting pada minggu lalu dan semuanya kemudian sepakat untuk menjatuhkan hukuman tadi.
 
Nah guys, menanggapi sanksi ini, Will Smith juga langsung mengeluarkan statement yang bilang bahwa dia “menerima dan menghormati hukuman yang dijatuhkan.” Nah tapi FYI, meski ngga boleh hadir, hukuman ini tetep membolehkan Smith untuk dinominasikan atau memenangkan penghargaan lain dari Academy Awards, cuma ya dia ngga bisa hadir aja untuk menerima penghargaan tersebut.

“Terlalu dini.”

Gitu guys kata Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra pas ditanya soal potensi pencapresan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada pemilu 2024, yang belakangan ini rame dibahas di berbagai survei. Kata Bang Zaky, masih lama banget bro kalo mau bahas siapa pasangan sama siapa buat pilpres nanti, jadi ya gamau buru-buru.

When your best friend always jumps into a new relationship so quickly…


Announcement


Thanks to Sofia, Aisyah, seseorang, & Dija for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Been experiencing massive hair loss? Try eating these foods.