Demo Tuntut Pemerintah Batalkan Aturan Pencairan JHT & Menaker Turun Jabatan, Penyebaran Covid-19, 1 Juta Anak Afghanistan Jadi Buruh, Elon Musk Donasi US$5.74 M Untuk Kegiatan Amal

160

Good morning

Welcome, welcome, to Thursday. If you’re already fed up with this week, hang in there. Take a breath, go for a short walk, and remember that you’re only a day away from the weekend. Now, to make your morning easier, let’s catch up! with all the things from JHT to Elon Musk. Let’s go!


What are people disappointed with?

Dana Jaminan Hari Tua (JHT).
 
Masih aja dibahas nih?
Iya dong. Karena peraturan baru terkait Dana Jaminan Hari Tua aka JHT ini menuai kontroversi banget guys, dan banyak orang yang ngga terima. Karenanya sejak aturannya disahkan, banyak orang yang protes, bikin petisi, marah, dan menuntut pemerintah untuk membatalkan aturan tersebut. Nah, kemarin banget nih, masyarakat kemudian demo aka turun ke jalan dan menuntut pemerintah untuk membatalkan aturannya sekaligus menuntut Menaker Ida Fauziyah buat turun dari jabatannya.
 
Tell me more.
OK. Jadi dalam aksi protesnya itu, para buruh yang tergabung dari beberapa kelompok bergerak menuju Kantor Kementerian Tenaga Kerja (Menaker) yang terletak di Kuningan, Jakarta. Ada sekitar ratusan buruh yang turun dan mereka menuntut selain dicabutnya aturan tersebut, juga supaya Bu Ida selaku Menaker tuh dicopot aja dari jabatannya. Saking keselnya, para buruh sampe beneran doain Bu Ida guys. In their words“Semoga Menteri Ida Fauziyah yang masih berbuat jahat dipecat oleh Allah SWT…yang masih berbuat jahat kepada kita mudah-mudahan dipecat Allah. Al Faatihah.
 
OMG… how did we get here, though?
Well, kamu tentu masih inget ya sama bahasan kita beberapa hari lalu soal terbitnya Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 yang intinya mengatur kalau dana jaminan hari tua itu baru bisa cair kalau si pekerja udah masuk usia 56 tahun, atau meninggal, atau cacat? Nah, banyak banget pendapat yang kontra terhadap peraturan baru ini karena dianggap ngga fair. You can catch up! more on the issue here. Dan karena ngga puas dengan aturannya inilah, para buruh kemudian menggelar aksi protes kemaren itu guys.
 
What do they want?
Well, tuntutannya adalah supaya permenaker yang baru itu dicabut aja. Serius, kalau ngikutin skemanya usia 56 baru bisa cair itu dana JHT, ya nasib buruh dan pekerja lainnya terancam banget, guys. Misalnya dari mereka di-PHK di usia yang masih 40-an, mereka jadi harus nunggu belasan tahun lagi sampai duitnya bisa cair, padahal kan hidup terus berjalan yah. Terus yaitu tadi, mereka minta Bu Ida dicopot aja.
 
Ok…
Jadi kalo menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia aka KSPI Said Iqbal sih, selama menjabat jadi Menaker, banyak kebijakannya Bu Ida ini yang menyusahkan buruh. Mulai dari Omnibus Law, Upah Minimum yang naiknya cuma seribu perak, dan yang terbaru adalah soal si JHT ini. Makanya, Bang Said juga bilang bahwa Bu Ida ini harus segera dicopot aja dari jabatannya, karena doi adalah Menteri Tenaga Kerja paling sucks sepanjang sejarah RI.
 
Does she?
Well, we’ll leave it to you guys. Tapi yang pasti, KSPI sendiri udah ngirimin surat ke Presiden Jokowi supaya mencabut Peraturan JHT baru dan balik lagi ke peraturan yang sebelumnya yaitu Permenaker Nomor 19 Tahun 2015, yang isinya para pekerja boleh ngambil dana JHT waktu mereka ngundurin diri dari perusahaannya dalam kurun waktu satu bulan sejak surat pengunduran dirinya diterbitkan. Meaning ya gausah nunggu sampe pensiun lhaa…
 
I see. Terus terus?
Nah, selain buruh yang tergabung dalam KSPI, ada juga buruh lain yang tergabung dalam Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia aka KPBI barengan sama Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi yang juga ikutan menggelar protes di depan gedung Kemenaker. Yang menarik, para pendemo ini ada yang pake atribut topeng mukanya Bu Ida dan ngepelesetin Jaminan Hari Tua jadi JAHAT. Tuntutannya sih sama, supaya Peraturan soal JHT ini dicabut. Nggak cuma itu, di internet, makin banyak orang yang nge-sign petisi supaya peraturan ini ga usah jadi. Per kemarin, udah ada lebih dari empat ratus ribu orang yang ikutan nge-sign petisi yang ada di change.org itu, guys.
 
Got it. Did anyone say anything? 
Ada. Ketua DPR RI Puan Maharani juga ikut mengkritik peraturan ini. Kata Mbak Puan, kebijakannya tuh harus ditinjau ulang dan harus ngelibatin semua pihak dalam proses penyusunannya, termasuk kaum buruh dan anggota parlemen aka orang-orang di DPR. Mbak Puan bilang, dana JHT ini emang udah sesuai sama peruntukannya tapi balik lagi harus diakui kebijakan ini tuh nggak sensitif sama kondisi masyarakat. Kurang sosialiasi juga ceunah.
 
Anything else I should know?
Anywayyyy disampaikan sama Bu Ida, rupanya Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 ini merupakan turunan dari peraturan pemerintah yang udah-udah di masa lampau, guys. Peraturan ini adalah turunan dari Peraturan Pemerintah atau PP Nomor 60 Tahun 2015 tentang perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Hari Tua. Here’s the plot twist, si PP 46 tahun 2015 ini mengacu lagi ke UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional aka UU SJSN yang apparently disahkan langsung sama Megawati waktu masih menjabat sebagai Presiden.

What seems to be moving?

COVID-19
 
Please bilang doi pindah ke Mars…
We hope so, but no. Yang pindah itu adalah episentrumnya atau pusat penyebarannya Covid yang sebelumnya stuck di Jakarta, sekarang pelan-pelan udah mulai geser ke Jawa Barat, dan diprediksi bakalan geser lagi ke wilayah di luar Jawa-Bali.
 
Really?? 
Yep, jadi gini guys. Selama kita ngikutin drama per-Covid-an ini kan yang kita tahu pusat penyebarannya Covid di Indonesia tuh ada di Jakarta kan. Penduduknya yang padat, kantor-kantor pada WFO, prokesnya nggak maksimal, banyak deh faktornya. Kasus hariannya aja ada di angka 12 ribuan, gengs. Nah tapi tahukah kamu kalau baru-baru ini, ternyata ada daerah yang lebih tinggi kasus hariannya dari Jakarta?
 
Waa di mana tuuu?
Jawa Barat. Yep, jadi kemarin banget nih, kasus hariannya Jawa Barat tuh udah ngalahin Jakarta, yaitu di angka 15 ribu. Itu artinya, Jawa Barat jadi provinsi dengan penyumbang kasus harian tertinggi di Indonesia. Terus dari sini, pemerintah kita tuh jadi punya prediksi kalau sekarang aja episentrumnya bisa pindah dari Jakarta ke Jawa Barat, dan bukan nggak mungkin, 2 sampai 3 minggu lagi bakalan pindah lagi ke daerah di luar pulau Jawa dan Bali.
 
Oh no….
Yep, hal ini disampaikan langsung oleh Menko Perekonomian sekaligus Koordinator PPKM Luar Jawa-Bali, Airlangga Hartarto kemarin. Kata Pak Airlangga, pemerintah sebenarnya udah antisipasi kalau hal ini kejadian beneran. Antisipasi di sini tuh maksudnya PPKM di sejumlah daerah levelnya udah dinaikin, terus stock obat-obatan di berbagai fasilitas kesehatan juga udah dipastiin aman. Masih kata Pak Airlangga, orang positif tapi nggak bergejala sampai gejala ringan sebaiknya isolasi mandiri di rumah aja sama manfaatin telemedicine, biar yang ke rumah sakit cukup yang gejalanya sedang sampai berat aja. Tujuannya, biar di rumah sakit nggak overwhelmed juga, guys.
 
I see…
Nah selain dari Pak Airlangga, Kementerian Kesehatan juga punya prediksi yang sama. Dalam keterangannya kemarin, Jubir Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyebut bahwa ada potensi peningkatan kasus yang terjadi di daerah luar Jawa-Bali dalam 2 sampai 3 minggu ke depan. Selain itu, kasus COVID-19 di Jawa juga udah mulai masuk puncak or even udah lewat puncak gelombang kasus, jadi most likely episentrum Covid-nya juga bakalan geser.
 
Huft, scaryyyy
Tenang guys gausah takut. Karena pemerintah udah punya berbagai strategi untuk meng-contain si Omicron. Pertama, dengan maksimalkan testing tracing dan treatment aka 3T. Terus memperketat PPKM, serta mempersiapkan dan meningkatkan fasilitas dan kapasitas rumah sakit, mulai dari tempat tidur, jumlah tenaga kesehatan, dll. Terus, bakal ada 18 ribu oksigen yang dikirim ke 34 provinsi di Indonesia, dan kita sendiri juga lagi membangun 36 generator oksigen dalam negeri. Nantinya, alat ini bakal disalurkan ke berbagai wilayah di Indonesia.
 
Got it. Did anyone say anything?
Nah, terkait kasus harian yang melonjak di Jawa Barat, disampaikan sama Gubernur Ridwan Kamil bahwa sebenernya, kasus tinggi itu 80% adanya di daerah Bogor, Depok, dan Bekasi di mana itu masih Jabodetabek dan dekat banget kan ama Jakarta. Tapi Kang Emil sih bilangnya peningkatan ini bakal segera diselesaikan dalam dua minggu dan setelah dua minggu, Insya Allah udah bisa balik lebih normal lagi.
 
Anything else I should know?
Fyi kasus yang sekarang terjadi gara-gara gelombang Omicron tuh rupanya udah melampaui kasusnya Delta kemarin, guys. Tapi kata Bu Nadia, pemerintah sekarang udah lebih ready karena udah belajar dari yang kemarin kan. Jadi tetap tenang dan waspada aja, walaupun di daerahmu kasus lagi turun, tetap waspada, gengs.
 
Stay safeeee, peopleeeee!

For when things are getting worse for children in Afghanistan…

Kenapa emang?
Karena hasil survei terbaru dari lembaga Save the Children menemukan bahwa sejauh ini ada sekitar satu juta anak di Afghanistan yang jadi buruh anak.
 
Whaat? Noooo 🙁
Iya guys, sedih kan? Jadi emang sejak Afghanistan balik ke tangan Taliban tahun lalu, otomatis pemasukan Afghanistan yang bergantung sama bantuan internasional terhenti. Hal ini karena rezim Taliban yang dinilai negara-negara Barat sama sekali ngga menghargai HAM dan hak-hak perempuan, jadi yhaa berbagai bantuan buat mereka di-stop, bahkan aset Afghanistan yang ada di luar negeri juga dibekukan. Amidst all of this chaos, pemerintahan Taliban juga hasn’t yet found a way to make moneyyy, jadinya negaranya udah mau collapse secara ekonomi. Selain 98% a.k.a hampir semua warganya mengalami kelaparan, ternyata anak-anak di sana juga mayoritas mengalami malnutrisi dan kini jadi harus jadi buruh anak.
 
Hiks. Tell me more.
OK. Jadi dalam research-nya, Save the Children menemukan bahwa setengah dari penduduk Kabul, ibukotanya Afghanistan udah nggak punya income sama sekali. Terus nationally, sepertiga penduduk udah nggak punya pendapatan, dan seperempat dari mereka masih punya pemasukan itupun nggak nyampe setengah dari pendapatan mereka sebelum jatuh krisis. With that being said, penduduk di kota jadi yang paling kena dampak nih dari near-collapse situation di Afghanistan.
 
Kasian banget…
Yep, makanya buat membantu perekonomian keluarga yang porak poranda itu, biar mereka bisa makan dan survive, anak-anak di bawah umur harus mulai kerja. Tentunya kerjaan yang mereka lakukan sangat berbahaya dan ngga safe sama sekali, kayak kerja jadi pembantu di rumah orang-orang kaya di sana, atau kerja kasar di pasar maupun jalanan. Meski udah kerja, harga makanan yang mahal banget bikin mayoritas anak-anak ini cuma bisa makan roti dan air aja selama beberapa bulan terakhir. Which leads to…
 
Acute malnutrition.
Hiks. Sedih deh guys, jadi masih menurut save the children, satu dari dua anak di Afghanistan saat ini tengah mengalami malnutrisi parah karena kurang makan dan makanan bergizi. Bukan ini aja, anak-anak Afghanistan juga terancam dengan penyakit radang paru-paru yang mematikan, di mana penyakit ini menjadi penyebab kematian atas satu dari lima anak di sana.
 
Hiks. Alright. Anything else?
Yep. Jadi kalo kondisinya begini terus, UNICEF memprediksi bahwa setengah dari anak-anak berusia satu sampe lima di Afghanistan bakal mengalami malnutrisi parah. Penyebabnya karena gaada makanan, gaada akses air minum, sampe sanitasi yang minim. Ditambah lagi setiap winter, anak-anak bakal lebih menderita karena udaranya yang dingin bikin mereka lebih vulnerable untuk kena berbagai macam penyakit.

Now let’s talk about: The super duper crazy ultra rich.

Everybody, meet: The richest person in the world, Elon Musk.
 
Yoi guys, bosnya Tesla ini diketahui baru aja menyumbangkan donasi senilai US$5.74 miliar untuk kegiatan amal. Jadi sebenernya, sumbangan ini udah dikasih sejak November tahun lalu, tapi Elon yang bukan lagi mau maju jadi gubernur atau walikota itu ga gembar-gembor di media guys (apalagi sampe ngasih uang kaget kayak di di negara wakanda). Dia justru ga ngumumin sama sekali soal sumbangannya ini, sampe datanya ketauan sendiri dari info pembayaran pajak punya pemerintah Amerika Serikat. Adapun sumbangannya itu disalurkan pada periode 19-29 November, tapi ga ketauan dikasihnya ke siapa, pokoknya disumbangin aja.
 
Nah yang menarik, sumbangan ini disalurkan Elon setelah doi twit-twitan sama Direktur-nya World Food Program (WFP) David Beasley. Jadi dalam wawancaranya sama CNN di Oktober lalu, Beasley bilang bahwa orang-orang kaya kek Musk dan Bezos tu udah harus berbuat lebih, karena kekayaan mereka bisa membantu menghapuskan food insecurity di dunia. Nah terus Musk nge-reply artikel soal omongan ini dengan ngetwit, “Kalo WFP bisa jelasin di Twitter aja nih gimana caranya US$6miliar bisa mengatasi kelaparan, gue bakal jual stok Tesla gue sekarang.” Twit itu kemudian dibales dengan Beasley dengan berbagai program untuk kelaparan, dan abis itu sempet gaada info. Fast forward to now, taunya beneran dong, ternyata Musk menjual sahamnya dan hasil penjualannya yang sebesar US$5,7 miliar itu disumbangin.

“Tidak make sense, tidak rasional, di luar akal sehat.”
 
Jlebbb gitu guys komentarnya Waketum PAN Viva Yoga Mauladi pas tau bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ngajuin anggaran untuk Pilkada serentak 2024 sampe mencapai Rp119 triliun. Menurut Bang Viva, jumlah ini boros banget, padahal konsep pilkada serentak adalah untuk menghemat anggaran. Tapi kalo jumlahnya sebanyak ini sih, ngga ada hemat-hematnya yha…
 
When you check your expanses after hanging out the whole week…

Announcement


Thanks to Raz, Andika, & Clara for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Think that you’re probably on a toxic friendship? Read these first.