Joe Biden Sebut Medsos Sarang Hoax Covid-19

42

When you’re tired of Covid-19 hoaxes on social media…

Aren’t we all?
Yep, udah di level bosen banget belum guys, kalo tiap kamu scrolling media sosial, adaaaa ajatu berita hoaks soal Covid 19? Kalo udah, berarti kamu cocok, sama ama Presiden Amerika Serikat, Joe Biden.

Hah kenapa Biden?
Jadi dalam keterangannya minggu lalu, Biden bilang bahwa platform-platform medsos kayak Facebook itu membunuh orang, karena banyaknya berita hoaks soal Covid-19 di layanan mereka. Terus Biden juga menjelaskan bahwa angka positif covid-19 paling tinggi di AS itu ada pada komunitas-komunitas anti-vaksin, dan mereka dapetin infonya yha dari Facebook.

Kok bisa doi ngomong begitu?
Well, statement-nya ini seiring dengan ditemukannya fakta mengejutkan dari Center for Countering Digital Hate yang menyebut bahwa cuma ada 12 orang di balik penyebaran berita hoaks soal Covid-19 di Facebook, Instagram, dan Twitter. Ga tanggung-tanggung guys, 12 orang itu bikin hoaks sampe 65% dari total seluruh postingan anti-vaksin di social media.

BUSET.
Yep.  Bahkan, sejak Maret, Center for Countering Digital Hate (CCDH) sudah meminta Facebook dan Twitter untuk menutup semua halaman yang dikelola oleh 12 orang tersebut, khususnya oleh Robert F. Kennedy Jr. yang merupakan tokoh gerakan anti-vaksin. Iya, Rob Kennedy ponakannya JFK guys.

Ok…
Nah, untuk Akun Instagramnya sih udah ditutup per awal tahun ini, tapi Kennedy masih dibolehin menyebarkan informasi di Facebook dengan 300 ribu followers. That’s why, Pemerintah AS menganggap bahwa perusahaan-perusahaan media sosial ini ‘lambreta banget dalam menindak para penyebar hoaks.  Menurutnya juga, perusahaan-perusahaan media sosial harus mengambil langkah cepat untuk mengatasi hal tersebut.

Terus…
Terus menurut Jubirnya Biden Jen Psaki, Facebook dan perusahaan sosial media lainnya kan perusahaan swasta, jadi sebenernya bisa banget kalo mereka mau lebih banyak men-share tentang dampak misinformasi terhadap layanan mereka. Terus, perusahaan-perusahaan ini juga bisa mempromosikan informasi yang berkualitas dan mengambil tindakan yang lebih cepat terhadap postingan-postingan yang berbahaya. Jadi intinya yha “You can do more, dude,”

Well, did Facebook say anything?
Yep. Omongan dari White House ga sesuai fakta cui, gitu katanya. Terus dalam keterangan resmi perusahaan, Facebook juga bilang bahwa faktanya, ada lebih dari 2 milyar orang yang udah melihat informasi resmi terkait covid-19 dan vaksinnya di Facebook. Terus, lebih dari 3,3 juta warga Amerika juga udah menggunakan ‘vaccine finder tool’ untuk mengetahui di mana dan bagaimana mereka bisa mendapatkan vaksin. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, Facebook justru menyelamatkan nyawa (saving lives). Facebook juga be like, “Gausah nunjuk-nunjuk orang deh…”

I see, anything else?
Yep. Per Jumat kemarin, Facebook telah menutup beberapa halaman dan grup milik 12 orang yang diidentifikasi oleh CCDH. Meanwhile, Twitter belum memberikan statement. Nah guys, tegangnya hubungan Biden dan Facebook ini emang udah terjadi dalam beberapa bulan terakhir, ketika White House meminta Facebook untuk ngasih data soal misinformasi covid-19, tapi nggak dikasih. Jadi panas deh…