Penelitian Pasien Covid-19 Di China Masih Alami Gejala Setelah Dinyatakan Negatif

27

For when there are new findings on Covid-19…Something new again? I hope it’s not another new variant…

Nggak kok gengs. Tapi penemuan baru. Jadi berdasarkan studi yang dilakukan di Wuhan, China baru-baru ini, ditemukan bahwa mereka yang pernah menderita Covid-19 masih merasakan gejala-gejala penyakitnya, walaupun mereka udah negatif aka sembuh. Lebih jauh, gejala itu masih bisa dirasakan sampai enam bulan setelah infeksi.

HAH yang bener???
Ciyus. Jadi studi ini melibatkan lebih dari 1700 pasien yang dirawat di Wuhan, dan hasilnya, ditemukan bahwa 76% dari pasien tersebut masih mengalami setidaknya satu gejala setelah beberapa bulan keluar dari RS. FYI, studi ini merupakan studi terbesar yang pernah dilakukan terkait topik tadi, dan baru aja dipublikasi pada Jumat minggu lalu di jurnal medis called The Lancet.  
 
Go on… 
Nah, dari hasil penelitiannya, diketahui bahwa gejala yang paling banyak masih dirasakan post-covid adalah kecapean dan susah tidur. Tercatat bahwa 63% pasien mengalami kecapean, dan 26% mengalami susah tidur. Selain itu, virus ini juga menyebabkan komplikasi psikis kayak anxiety (kecemasan) atau depresi yang dialami oleh 23% pasien.
Terus terus…
Sedangkan untuk pasien yang kondisinya parah, ditemukan bahwa mereka mengalami kerusakan paru-paru setelah di-X-ray. Menurut Dr. Bin Cao dari China-Japan Friendship Hospital and Capital Medical University, studi ini menunjukkan bahwa emang masih banyak banget yang perlu diketahui soal Covid-19, dan diperlukan semacam post-discharge care atau perawatan setelah keluar RS bagi pasien-pasien yang punya gejala berat.
I see, anything else? 
Saat ini, para peneliti di berbagai negara emang lagi pada melakukan studi mengenai kondisi pasien pasca sembuh dari Covid-19, atau biasa disebut “long covid” symptoms. Menurut catatan CDC, gejalanya ini berupa kecapean, sesak nafas, batuk, nyeri otot dan nyeri dada. Selain itu, kalau secara psikis para pasien juga banyak yang mengalami kesulitan berpikir dan konsentrasi aka ‘brain fog’. Another study yang dipublikasi di the British Medical Journal pada Agustus lalu juga menemukan bahwa 10% dari pasien yang kena covid-19 lebih dari 12 minggu mengalami penyakit yang berkepanjangan.