Black Box Sriwijaya Air SJ 182 Ditemukan

128

New update from the SJ 182 crash: The black box is recoveredTell me.

Sure. Jadi kemarin Black Box aka Kotak hitam pesawat Sriwijaya SJ 182 yang jatuh di Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1) akhirnya ditemukan.
Oh ya? 
Iya, namun yang ditemukan baru Flight Data Recorder (FDR) aka rekaman data penerbangannya.  Meanwhile, Cockpit Voice Recorder (CVR) masih harus dicari. Dalam keterangannya kemarin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bilang bahwa “black box”-nya bakal diserahin ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk diselidiki lebih lanjut.
I see, bedanya apa ya? FDR dan CVR? 
Kalau FDR itu merekam data penerbangan pesawatnya kayak kecepatan, arah, sampai ketinggian pesawat tersebut. Nah, kalau CVR itu merekam suara komunikasi antara pilot dengan petugas ATC (air traffic center), co-pilot, kabin kru, dan suara di dalam kokpit.  Data-data dari black box nya ini bakal dianalisis untuk diketahui penyebab terjadinya kecelakaan pesawat tersebut.
 
Got it.
Nah terkait penemuan ini, Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono bilang kalau mereka perlu waktu sekitar dua sampai lima hari untuk mengunduh data dan memeriksa black box-nya. Menurutnya, kalau udah diunduh, tim investigasi KNKT baru bisa mulai menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan penerbangan pesawat rute Jakarta-Pontianak itu.
Anything else? 
FYI, meskipun namanya ‘black box’, sebenarnya kotak tersebut berwarna oranye atau yang cerah supaya gampang ditemukan ketika sedang dicari. Terus, ‘black box’ juga dilengkapi dengan Underwater Locator Beacon (ULB) yang merupakan perangkat yang membantu kita menemukan lokasi si ‘black box’. Jadi ketika ‘black box’ nyentuh air, ULB bakal ngirim sinyal dari kedalaman 14.000 kaki.