Sekretariat Bersama Koalisi Partai Gerindra x PKB, Penembakan Massal di Los Angeles, Aksi Pembakaran Salinan Kitab Suci Al-Quran, Awan Menyerupai UFO

28

Good morning

Welcome to Tuesday. Yep, you finally got back to work and hopefully you’re back with more motivation from the long weekend. Today, we will catch you up! with more updates on 2024 drama, Sweden, California mass shootings and UFO-shaped cloud. Let’s go!

Here’s to another busy day…..

Road to Pemilu 2024.
Iya. Makin sibuk aja bapak ibu politisi dan pemimpin partai ini yah, gengs. Sibuk dempet-dempetan sana sini, sibuk koalisi, sampai bikin sekretariat bersama segala. Nah sekretariat bersama ini yang kemaren baru aja diresmiin sama salah satu koalisi partai politik. So everybody meet: Koalisi Partai Gerindra x PKB.

Wait
, koalisi tuh apa? 
Well, kalau me-refer dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, Koalisi sendiri tuh artinya: “Kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh suara dalam parlemen”. In that sense, dengan partai politik yang kerja sama, most likely peluang mereka buat menang pemilu jadi lebih besar, guys. Kader-kadernya pun bisa masuk deh tuh kerja di DPR/D. Nah since upcoming Pemilu tuh udah tinggal tahun depan, tepatnya di tanggal 14 Februari 2024, maka dari sekarang berbagai partai politik peserta Pemilu pun saling mengakrabkan diri buat berkoalisi deh, guys.

I see…..
Bahkan dari tahun lalu, sejumlah partai politik tuh udah mengumumkan koalisi mereka. Contohnya kayak Koalisi Indonesia Bersatu yang terdiri dari Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Pembangunan. Selain itu, ada juga Partai Gerindra di bawah pimpinan Prabowo Subianto yang sejak Agustus tahun lalu tuh udah mengumumkan bahwa Gerindra berkoalisi sama Partai Kebangkitan Bangsa buat Pemilu 2024 besok. Namanya Koalisi Indonesia Raya. Nggak tanggung-tanggung, koalisi Partai Gerindra dan PKB ini kemaren bahkan meresmikan Sekretariat Bersama di daerah Menteng, Jakarta.

Wow sampe bikin sekre dong….
We know, rite? Peresmian Sekretariat Bersama aka Sekber ini sendiri ditandai dengan pemotongan pita oleh Kedua Ketua Umum partai yaitu Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar. Dihadiri juga sama sejumlah petinggi partai dan pejabat negara pentolan dua partai tersebut. kayak Anggota DPR RI, Fadli Zon, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, dan Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah. Terus, disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Gerindra, Habiburokhman, peresmian ini sekaligus menandakan kalau koalisi yang partainya jalanin sekarang sama PKB tuh emang udah semakin seriusguys.

Gunanya buat apa tuh Sekber?
Pak Habiburokhman sih bilangnya sekretariat bersama ini bakalan jadi pusat aktivitas dua partai, guys. Meaning semua kerja-kerja koalisi dimaksimalkan di situ, ceunah. Terus, dengan adanya sekber gini, komunikasi dan koordinasi antara dua partai jadi lebih mudah karena ketemu juga gampang kan. Nah pertanyaan sejuta umat adalah, “Mau ngomongin apa sih bapak-bapak ibu-ibu Gerindra PKB ini?? Sampe bikin Sekber segala?”

Yhaa yang itu tuhhh ehehehehe…..
You’re thinking what we’re thinking, rite? Ehehehe. Yep, komunikasi soal Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dari koalisi ini, gengs. Terkait Capres-Cawapres, koalisi ini diketahui emang belum secara official mengumumkan siapa yang bakal mereka usung buat jadi RI1 dan RI2 buat 2024 besok, guys. Adapun yang kemaren pernyataan Pak Prabowo yang siap calonin diri lagi (for the third time strike) tuh merupakan sikap partainya sendiri, bukan dari koalisi. That being said, sekarang dua partai lagi diskusi apakah emang bakal mengusung Prabowo lagi, which tinggal cari calon wakil presidennya, atau ada nama baru yang bakal diusung sebagai Capres-Cawapres dari koalisi ini.

Any clues from now on?  
Well, Muhaimin Iskandar selaku Ketua Umum PKB tuh sebelumnya udah ngobrol sama perwakilan ulama nusantara terkait Capres-Cawapres ini, guys. Secara suara ulama ini matters banget buat PKB since massa mereka juga mayoritas dari situ kan. Terus hasil dari pertemuan itu yang kemarin Cak Imin teruskan ke Prabowo empat mata. Tapi yha gitu, sampai saat ini Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani menjelaskan, “Pak Prabowo sangat menghormati dan mempertimbangkan dengan serius. Tapi kan tidak bisa dijawab hari ini juga. Tentu saja beliau perlu waktu untuk pertimbangan-pertimbangan.”

I see….
Lebih jauh, Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid menjelaskan Cak Imin tuh dikasih deadline sama para ulama nusantara buat mengumumkan nama Capres-Cawapres hingga sebelum masuk Ramadan, guys. Harapannya sih, waktu bulan puasa ntar koalisi ini udah bisa konsolidasi. Makanya sebelum itu udah harus ada tuh nama. Ngomonginnya di mana, ya most likely di Sekber Menteng ini, guys. Tapi meskipun begitu, Pak Jazilul sih bilangnya mereka nggak akan maksa pihak Gerindra buat ngikutin kemauan PKB. In his words, Pak Jazilul bilang, “Kalau nanti nggak ditemukan kesepakatan, ya kayak orang pacaran. Nggak jadi nikah lah.”

Waduhh.. 
Tapi on top of that, Koalisi yang terdiri dari Partai Gerindra dan PKB ini tuh kan sekarang berada di koalisi pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin yah. That being said, kalau mereka mau mengusung capres-cawapres, maka bakalan ngomong dulu sama Presiden Joko Widodoguys. Itu yang kemaren diomongin sama politisi Gerindra Fadli Zon. Tapi balik lagi Bang Fadli bilangnya penentuan siapa capres-cawapresnya itu ranah ketua umum partai. Terus kalau kata Menparekraf Sandiaga Uno, Pak Prabowo dan Cak Imin tuh punya chemistry yang bagus, guysSense of humor-nya dapet, relax juga. “Ini sejuk untuk demokrasi kita ke depan, mudah-mudahan diberi kelancaran. Sebagai kader Gerindra ya tentunya wajib mendukung,” kata Bang Sandi gitu.

Got it. Anything else I should know? 
Btw balik lagi ke Peresemian Sekretariat Bersama, para pengamat politik bilangnya peresmian Sekber ini tuh jadi semacam sign kalau komunikasi politik antara Partai Gerindra dan PDI-Perjuangan tuh emang buntu, guysWell, beberapa waktu lalu kan emang sempat dikabarkan bakalan koalisi kan dua partai ini tuh. Tapi ya nggak works aja, karena dua partai itu sama-sama ngincar jabatan capres. That being said, genderang perang psikologis politik sudah ditabuh, perlawanan sudah disiapkan, apalagi bertepatan dengan hari ulang tahun Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

When the shootings happened again..

Now in Los Angeles, California. 
Kali ini, penembakan massal terjadi bertepatan sama Tahun Baru Imlek.

Tell me.

Sedih banget deh, guys. Penembakan massal yang terjadi kali ini terjadi di studio dansa, di wilayah Monterey Park, Los Angeles. Akibatnya 10 orang tewas dan 10 lainnya luka-luka. Turns out, pelakunya merupakan pria keturunan Asia. Menurut keterangan dari Sheriff Los Angeles County Robert G. Luna, pelakunya bernama Huu Can Tran yang usianya 72 tahun. Luna juga ngasih info kalo pria yang ditemukan tewas di dalam sebuah van kargo putih setelah kejar-kejaran sama polisi di wilayah Torrence, ya Tran si pelaku itu. Padahal, Torrence itu jaraknya 48 km dari Monterey Park.

Go on.

Menurut keterangan polisi, Tran adalah pria bersenjata yang sempat dilucuti senjatanya oleh sekelompok orang di sebuah studio dansa di Alhambra, California, nggak lama setelah melakukan penembakan di Monterey Park. Pihak polisi sendiri sejauh ini masih menyelidiki apa yang jadi motif penembakan itu. Pihaknya juga bilang kalo masih terlalu dini banget buat nyimpulin kalo motifnya itu kejahatan rasial.


How did this happen?
Tran sejauh ini diduga jadi pelaku tunggal dalam penembakan ini. Di rekaman CCTV, pelaku merupakan pria Asia berusia 30-50 tahun. Usai penembakan, pelaku masih sempet kabur. Terus, kepolisian akhirnya melakukan operasi pencarian besar-besaran selama 12 jam. Waktu polisi nemuin Tran, dia berada di sebuah van putih di Torrence, California. Polisi pun mengepung mobil van itu, terus polisi dikagetkan sama suara tembakan dari dalem van. Pas dicek, bener aja, Tran udah dalam kondisi tewas dan polisi pun menduga kalo dia menembak dirinya sendiri.

Are there any Indonesians?
Kalo menurut keterangan dari pihak Kemlu RI, menurut keterangan dari KJRI Los Angeles juga, sejauh ini nggak ada WNI yang jadi korban.

Any words?
Yep. President Joe Biden udah tau soal kejadian ini dan dia pun mengutuk keras insiden yang terjadi di Hari Imlek tersebut. Biden juga  mengarahkan penasihat Keamanan Dalam Negeri buat menindaklanjuti dan segera menyelidiki kasus ini.

Anything else?
Kalo menurut keterangan dari Ketua Kamar Dagang Cina Los Angeles Chester Chong, Monterey Park ini tuh emang dalam beberapa dekade terakhir udah jadi tujuan para imigran dari Tiongkok. Dan kalo menurut data Sensus AS, sekitar 65% penduduknya merupakan orang Asia.

When things are heating up in Sweden…

Karena insiden pembakaran Qur’an. 
Yep. Swedia lagi heboh banget sekarang, guys. Gara-garanya,ada aksi pembakaran salinan kitab suci Al-Quran, yang baru aja terjadi pada Sabtu lalu. Parahnya lagi, pembakaran ini dilakukan oleh none other than politikus mereka sendiri. So everybody meet, Rasmus Paludan.

HAH? Kok bisa? 
Yep. Pembakaran salinan Quran ini emang ada asal muasalnya, guys. Adapun ceritanya dimulai dari penolakan politisi sayap kanan Swedia atas nama Rasmus Paludan terhadap Turki di mana doi menolak Swedia buat gabung di organsiasi militer terkuat di dunia called the North Atlantic Treaty Organization aka NATO (Sounds familiar, rite? We met them a lot in Ukraine-Russia case). Nah kenapa marahnya ke Turki, ya karena diketahui Turki tuh merupakan salah satu pihak yang paling gencar mendorong Swedia buat join di keanggotaan NATO. Nggak terima dong doi. Saking nggak terimanya, Pak Rasmus pun menggelar aksi protes di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Swedia. Tebak gimana cara Rasmus dan rombongan melakukan aksinya? Yep, yaitu dengan membakar salinan Kitab Suci Umat Muslim, yaitu Al Quran, guys.

FOR REALLLLL???
Yep. Mirisnya adalah, aksi pembakaran salinan Quran ini ternyata juga diikuti sama isu Islamophobia yang dari dulu udah lekat sama Rasmus Paludan ini. And yes, in that sense, ternyata aksinya kali ini bukan pertama kalinya berani dia lakukan, guys. Dia ternyata sebelumnya juga pernah ngelakuin hal yang sama, dan nggak ada kapok-kapoknya.

Shizzzz…..
Akibatnya, ketegangan antara Swedia sama Turki jadi memuncak dong. Apalagi negara Nordik itu masih aktif membahas soal tawaran keanggotaan NATO. Pemerintah Turki otomatis langsung protes sejadi-jadinya soal insiden pembakaran kitab suci itu. Pihak Kemlunya Turki langsung mengeluarkan pernyataan resmi dan mengutuk keras atas kejadian yang merupakan bentuk tindakan anti-Islam itu. Pihak Kemlu Turki juga ngedesak pemerintah Swedia buat ambil tindakan segera ke para pelaku pembakaran.

Make sense. 
Terus terus?
Terus, dunia Internasional juga heboh banget mengecam insiden pembakaran ini, guys. Termasuk negara-negara Islam kayak Saudi Arabia, Malaysia, dll. Terus pemerintah Swedia sendiri sampai saat ini juga masih cope up sama isu ini sih. Menlu Swedia, Tobias Billstrom sendiri bilang kalo provokasi Islamophobia itu sangat mengerikan.

How about Indonesia? 
Indonesia, yang juga sebagai salah satu negara Islam, mengutuk keras aksi pembakaran kitab suci oleh si Rasmus Paludan ini. Terus, lewat akun resmi Twitternya, pihak Kemlu juga bilang kalo kebebasan berekspresi nggak bisa dieksploitasi dan harus digunakan secara bertanggung jawab.

Anything else? 
Buntut dari insiden ini ratusan demonstran ngebakar bendera Swedia di depan konsulat negara tersebut sebagai bentuk respons atas pembakaran salinan Alquran itu.

When your wildest dream is seeing the UFO……

Di Turki ada,
Awan, tapi bentuknya menyerupai UFO.
 
Iya, hari Kamis pagi waktu setempat, tepatnya di Kota Bursa, Turkiye, terjadi satu fenomena langka di mana ada awan yang melingkar gitu, guys. Terus kalau diliat-liat lagi, awan melingkar itu bentuknya sama kayak UFO.
 
Iya, UFO yang sering kamu liat di kartun jaman dulu itu loh. Dan posisinya stay selama satu jam. Panik dong orang-orang. Netizen pun heboh, “Apaan nih?” gitu kan. “Pertanda apakah ini?” (lol).
 
Nah ternyata, fenomena kayak gini tuh ada penjelasan ilmiahnya, guys. Dan bukan apa-apa. Yep, BMKG Turkiye bilangnya fenomena itu tuh namanya awan lenticular, guys. Di mana Awan Lenticular emang bentukannya melingkar kayak UFO dan ada di ketinggian 2.000-5.000 meter. Lebih jauh, awan lenticular ini kebentuk waktu lapisan atmosfer ada tepat di cusp of saturation aka puncak kejenuhan, meaning ada fluktuasi angin kencang di atas bukit dan gunung waktu udara lagi lembap-lembapnya. paling sering ditemukan waktu winter dan beberapa kali dalam setahun.
 
Jadi jelas ya, guysIt’s nothing.

“Siapa pun pemimpinnya, konsistensi adalah kunci.”
 
Gitu guys kata Menteri BUMN Pak Erick Thohir kemarin, pas menekankan soal pentingnya konsistensi dalam membangun Indonesia. Kata Pak Erick, pemerintahan Pak Jokowi saat ini tuh mau fokus sama pembangunan dan pemerataan ekonomi, terus juga pembukaan lapangan kerja. Karena itulah, konsistensi adalah koentji.
 
When being consistent is key…

Announcement

Thanks to Someone for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Are you into dad jokes? Read this.