Pemilu Flash 5 Februari 2024, Karhutla di Chile Meluas ke Pemukiman & Kota, Kritik & Protes Kampus di Indonesia Terhadap Jokowi, Kasus Kanker Akan Meningkat Tiap Waktu

16

Hello

Good morning. At this point you probably already know who to vote for in the upcoming election, don’t you? If you don’t, we got all the latest updates on last night’s debate and duuuude, let us tell you: It’s black and white. You just… know who the bad guy is. Scroll down now!

Your debate recap is here, wrapped in: Pemilu Flash!IT’S A WRAP!!!

Once again, mari kita teriakkan bareng-bareng, guys. “It’s a wrap!!!” Karena semalam, final chapter dari Debat Capres-Cawapres akhirnya digelar. Yep, Debat Capres yang berlangsung semalam di Jakarta Convention Center aka JCC tuh jadi debat terakhir sebelum kita-kita nyoblos di tanggal 14 ntar. Jadi buat kamu yang ke-skip apa aja yang terjadi semalam atau pengen di-rewind lagi apa aja yang Pak Anies, Pak Prabowo, dan Mas Ganjar sampaikan semalam, you know what to do rite? Yep, scroll down!

  • Debatnya bahas apasiii? Well, di debat terakhir semalam, tiga capres ngebahas soal berbagai isu yang paling dekat sama kita, alias yang kita sambatin pagi siang malem, which is: pendidikan, kesejahteraan sosial, teknologi informasi, ketenagakerjaan, kebudayaan, SDM, dan inklusi. Ok ya? Clear ya? Sekarang yuk kita bahas substansi debatnya.
  • Ini sih word of the night-nya… Well, kalau kamu pikir word of the night-nya bakalan ‘hilirisasi’, kamu salah, guys. Karena selain hilirisasi, ada lagi satu program pamungkasnya 02 yang semalam dibahas di Debat Capres. Yep, you guessed it right. Makan gratis!   Ini juga yang disebut beberapa kali sama Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto. Detailnya gini nih….
  • Makan gratis itu solusi. Adapun menurut Pak Prabowo, kebijakan kesehatan yang kurang promotif preventif itu harus dicari langkah solutifnya, guys, yaitu ya dengan kasih makan gratis ke anak-anak, termasuk yang masih di dalam kandungan ibunya. Tujuannya, ya buat mencegah stunting, dan bikin masyarakat kita keluar dari kemiskinan ekstrem. Terus hasil panen juga gerak positif, dan pertumbuhan ekonomi bisa meningkat. Jadi poinnya tuh tentang ningkatin kualitas hidup masyarakat sih. Nggak cuma itu, Prabowo Subianto juga menilai perlindungan dan pemberdayaan perempuan itu bisa dilakukan dengan kasih gizi terbaik lewat program makan gratis ini.
  • Terus dia nanya ke Mas Ganjar…. “Gimana? Setuju nggak sama program saya?” Tau nggak Mas Ganjar jawab apa? “It’s too late, pak.” Iya, soalnya kalau menurut Capres 03, Ganjar Pranowo, buat mencegah stunting tuh mulainya dari awal banget, guys. alias dari ibu mulai hamil juga udah harus diperhatikan. Malah kalau ditarik lebih jauh, dari zaman remaja kinyis-kinyis, terus mau menikah. semuanya harus diperhatikan. Makanya jangan nikah dini! Dan “Jangan kasih makan banyak-banyak, bahaya, ntar obesitas,” kata Mas Ganjar.
  • Selain makan gratis, ada juga soal dokter dan FK…. Yang kata Pak Prabowo jumlahnya kureng banget sekarang. Makanya, kalau ntar kepilih jadi presiden, Prabowo Subianto commit mau meningkatkan jumlah dokter dan meningkatkan jumlah FK up to 300 FK di seluruh Indonesia. Nggak cuma itu, Pak Prabowo juga commit mau kasih beasiswa ke anak-anak Indonesia buat belajar kedokteran dan STEM sampai ke luar negeri. Nah hal ini kemudian dia tanyain lagi ke Capres nomor urut 1, Anies Baswedan. ‘Gimana pak? Setuju nggak? Oke kan program saya?”
  • Terus kata Pak Anies gini…. “Ya kalau prinsipnya meningkatkan kompetensi sih ya sok aja silakan. Tapi urgent nggak? Butuh banget emang?  Mending diomongin dulu sama berbagai pihak, diajak ngomong gitu para stakeholder terkait.” Nggak sampai di situ, Pak Anies juga mentioned, “Kenapa nggak orang dari luar negerinya aja yang didatangin ke Indonesia?” Terus udah, Pak Prabowo ‘sependapat’ ama Pak Anies.
  • Sekarang banyak sependapatnya nih 01 sama 02… Asleeee. Waktu ngomongin pendidikan, Pak  Anies kan bilang ada beberapa hal yang jadi fokusnya ya. Kayak, percepatan sertifikasi guru, terus peningkatan guru honorer diangkat jadi P3K, beasiswa buat anak guru dan dosen, dll. Nah di sini Pak Prabowo banyak sependapatnya tuh, guys. “Pak Anies kan mantan Menteri Pendidikan,” katanya gitu.
  • Still ngomongin 01….. Nah kalau 02 highlight-nya soal makan gratis, kalau 01 rame diomongin gara-gara nge-brought up soal isu perempuan dan juga isu bayar kuliah pake pinjol, guys. Ada satu kalimatnya Pak Anies, in his words, ngomongnya begini: “Perempuan harus dimuliakan, harus dilindungi, dan kasus kekerasan terhadap perempuan tidak boleh disepelekan. Mulai dari catcalling, sampai kekerasan fisik. Itu semua harus ditindak tegas.”
  • Terus soal pinjol…. Pak Anies Baswedan yang mantan Menteri Pendidikan ini ofc concern banget dong sama hal ini. Nah menurut Pak Anies, negara tuh harus ambil alih soal biaya ini, guys. Harus diliat sebagai investasi, katanya. Dan negara nggak boleh pelit-pelit kalau investasi soal pendidikan. Logic-nya tuh gini, kalau sekarang biaya kuliahnya diringkankan, nanti pas mereka lulus, terus kerja, kan mereka bayar pajak juga. Jadi pendapatan juga kan buat negara. Menanggapi hal ini, Mas Ganjar juga seirama sih ngomongnya (seirama gatu??). Paslon 03 sendiri kan punya program satu keluarga satu sarjana tuh ya. Nah, menurut Mas Ganjar juga, biaya kuliah ini harus berpihak ke yang lemah, guys. Jadi yaa gitu deh…
  • Oh, Mas Ganjar x Pak Anies duo…. We know rite. But wait until you hear about: Kalau di debat sebelumnya Pak Anies yang banyakan nge-attack 02, kali ini justru spot itu diambil Mas Ganjar nih, guys. Soalnya semalam, Mas Ganjar tuh ada minta klarifikasi gitu soal statement Pak Prabowo yang ngomong, “Orang yang milih internet gratis itu otaknya lamban.” Jadi Mas Ganjar be like, “Maksudnya apa ya?” Akhirnya dijawab kan sama Pak Prabowo, “Ya itu konteksnya Makan gratis > internet  gratis. Makan tuh fundamental Pak,” gitu kan. Terus dibalas Mas Ganjar soal keuntungan internet, di-counter lagi sama Pak Prabowo yang intinya kayak, “Konteks, pak. Lebih pilih makan gratis daripada internet gratis. Tapi bukan berarti internet gratis nggak jadi perhatian dong.” Yang penting makan pokoknya mah.
  • Semacam udah janjian nge-attack 02 hehehe. Well, hold your thoughts karena kemarin, Mas Ganjar dan Pak Anies juga bahas soal bansos!  Iya, jadi konteksnya Mas Ganjar tuh nanya, “Ngurus bansos tuh yang bener gimana sik? Puh sepuh kasih tau dong,” gitu kan. Terus dijawab Pak Anies gini, “Namanya bantuan tuh ya credit-nya buat penerima, bukan buat pemberi. Contoh kayak di Jakarta. Tiap ada bansos, pasti di labelnya ada tulisan, ‘Bansos Ini Didanai dari APBD DKI Jakarta’, jadi bukan dari gubernur,” katanya gitu.
  • Terus soal mekanismenya… Mekanismenya menurut Pak Anies juga haru dilakukan dengan benar, guys. Lewat jalur birokrasi. Bukan dibagikan di pinggir jalan, tapi ya langsung ke masyarakat. Selain itu, Pak Anies juga menyebut harus mulai digerakkan tuh bantuan pake opsi cash/transfer. Secara kalau pengadaan barang kan rawan di-corrupt. Terus kayak ya udah, Mas Ganjar sih bilangnya, “Pasti setuju dong,” sambil senyum-senyum gitu hehehehe.*Sengaja banget nih pak bahas Bansos? Di pinggir jalan? Dibagiin atas nama pribadi? Nyindir siapa sih?? :))))
  • Closing Statement. Last but not least, mari kita bahas closing statement tiga capres ini ygy. Pak Anies sih selalu firm sama visi misinya untuk menuntaskan ketimpangan dan ketidakadilan ygy. Dia mau membesarkan yang kecil, tanpa mengecilkan yang besar. Menguatkan yang lemah, tanpa melemahkan yang kuat. Terus Mas Ganjar juga firm mau melawan politik dinasti (eh), dan melawan mereka yang ngutamain kepentingan keluarga di atas segalanya (waduh siapa tuch?). Supaya demokrasi bisa back on track lah intinya.
  • Ini permintaan maaf Paslon 02… Meanwhile, semalam, Pak Prabowo ditemenin wakilnya, Gibran Rakabuming Raka menyampaikan permintaan maafnya ke paslon 01 dan 03 kalau selama kampanye ada kata-kata yang kurang berkenan. Terus sama KPU juga minta maaf tuh mereka, kalau selama masa kampanye ada tindakan yang kurang pas. Well, karena ini debat terakhir dan sebentar lagi juga masa tenang kan, sekalian jadi minta maaf deh. Thoughts?

When fire is burning everything…

Including houses, cars, and forest in Chile.
Yep, we got sad news from Chile, Amerika Selatan di mana karhutla yang lagi terjadi di sana akhir-akhir ini meluas ke area pemukiman dan kota. Ribuan rumah dan mobil-mobil yang terparkir di pinggir jalan sampe ikut terbakar nih dari kejadian ini. Parahnya lagi, karhutla ini juga bikin 51 orang ditemukan tewas di pinggir-pinggir jalan di wilayah Chile. Pemerintah setempat akhirnya mengumumkan keadaan darurat dan menerapkan jam malam untuk mempercepat proses pemadaman api.

OMG tell me everything.
Orait, jadi emang beberapa hari kemarin tuh kondisi Chile lagi nggak baik-baik aja, guys. Soalnya emang di provinsi Marga Marga dan Valparaiso, Chile tuh lagi dilanda karhutla yang gede banget dalam beberapa hari ini. Karhutla ini terjadi di tengah gelombang panas Chile yang dalam beberapa hari kemarin cenderung naik terus nih sampe lebih dari 33 derajat Celsius. Kalo kata ilmuwan Chile sih, meningkatnya gelombang panas di sana disebabkan oleh perubahan iklim dan fenomena cuaca El Nino.

Karhutlanya parah banget ya?
Bukan lagi, guys. Bayangin aja, ada 43 ribu hektar lahan di Chile yang terbakar imbas karhutla kemarin. Terus saking masifnya karhutla yang terjadi di sana, api juga sampe merembet ke wilayah pemukiman dan kota. Total ada sekitar 1.100 rumah yang ikut terbakar dari kejadian kemarin. Terus, pemerintah provinsi Valparaiso juga udah confirm kalo pihaknya udah menemukan 51 orang yang tewas dari kebakaran kemarin. Jumlah ini diperkirakan masih bakal terus bertambah setelah Wali Kota Valparaiso mengabarkan bahwa masih ada 372 penduduk lain yang dilaporkan hilang dari kota tersebut.

Astaga banyak banget:((
Iya weh. Makanya Presiden Chile, Gabriel Boric langsung gercep netapin keadaan darurat nasional pada hari Sabtu kemarin. Pemerintah Chile juga udah memberlakukan jam malam dari pukul delapan malam sampe 12 siang waktu setempat, guys. Jam malam ini tuh berfungsi untuk memfasilitasi pengerahan logistik dan bantuan darurat buat para penyintas sekaligus memberikan akses yang lebih maksimal kepada para petugas pemadam buat menjinakkan api.
 
So, how is it now?
Well, jadi sekarang ini kamp-kamp pengungsi dari korban kebakaran lahan dan kota di Chile udah didirikan, guys. Di wilayah Valparaiso, ada ada tiga kamp pengungsi yang didirikan di sana. FYI, area kebakaran ini tuh terjadi di wilayah pegunungan dengan akses yang relatif susah dijangkau, jadi ya perlu penanganan ekstra nih buat memadamkan api di wilayah ini.
Advertisement

Terus pemerintah Chile ada ngelakuin apa lagi?
Pokoknya sih segala upaya supaya apinya cepat padam. Mulai dari Kementerian Pertahanan Chile yang mulai mengirimkan anggota militernya buat ikut memadamkan api sampe pengerahan mahasiswa akhir kedokteran buat membantu men-support layanan kesehatan bagi para korban. Sampe sekarang ini, ada 1.400 petugas kebakaran Chile beserta pihak-pihak terkait yang udah berhasil mengendalikan sekitar 40 titik api dan masih harus berupaya memadamkan 29 titik api lainnya.

Tapi kayak, penyebab karhutlanya apa?
Well, FYI aja bahwa kepolisian Chile udah mengamankan seorang pekerja di kota Talca, Chile yang diduga jadi penyulut api karhutla ini. Jadi kepolisian Chile tuh menduga seorang pekerja ini nggak sengaja memercikan api ke padang rumput yang kering pada saat dirinya melakukan pengelasan. Karena emang Chile lagi diterpa gelombang panas dengan suhu yang tinggi, jadi percikan api ini yang kemudian membesar sampe menyebabkan karhutla.

Got it. Anything else I should know?
Well, ternyata bukan kali ini aja lho Chile dilanda karhutla dahsyat yang berdampak ke banyaknya korban yang berjatuhan. Soalnya tahun kemarin Chile juga ngalamin hal serupa, guys. Pas itu emang gelombang panas di Chile lagi tinggi-tingginya dan mencapai rekor tertinggi negara itu. Nah gelombang panas ini yang jadi salah satu pemicu api yang membakar lebih dari 400 ribu hektar dan menewaskan 27 orang.

When you feel Indonesian democracy is declining…

Professors, lecturers, and civitas academica also agree with it.
Bukan lagi mahasiswa yang demo turun ke jalan atau upload poster ke sosmed buat mengkritik pemerintah. Itu udah ada dari kemarin-kemarin. Sekarang yang lagi kejadian justru kritik dan protes dari para Guru Besar, dosen, dan segenap civitas academica kampus-kampus di Indonesia kepada Presiden Joko Widodo yang dinilai mengalami kemunduran dalam segi demokrasi.

Wew, give me the background pls.
You got it. Jadi kamu pasti inget dong sama drama-drama putusan Mahkamah Konstitusi aka MK yang at the end memuluskan jalan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka buat mendaftarkan diri sebagai cawapres? Yah meskipun kemudian kita semua tahu kalo para hakim yang mengesahkan putusan ini melanggar etika, tapi ya tetep aja guys, putusan ini tuh udah mengikat dan foto Mas Gibran juga udah fix banget bakal ada di surat suara pilpres pada 14 Februari besok.

Ok terus-terus…
Dari masa pendaftaran capres-cawapres sampe sekarang udah tinggal hitungan jari menjelang hari pemilihan, kritik adanya Mas Gibran sebagai cawapres ini masih terus ada dan masif banget, guys. Apalagi Presiden Jokowi alias bapaknya Mas Gibran juga sempet kasih statement nih kalo berdasarkan konstitusi, Presiden dan jajarannya tuh boleh memihak. Statement ini bikin tambah geger dong apalagi hal ini disampaikan Presiden Jokowi disamping Menteri Pertahanan sekaligus capresnya Mas Gibran, Prabowo Subianto.
 
Geger gila sih kemarin.
We know rite. Nah beberapa kejadian ini yang kemudian memicu rentetan kritik dan protes dari civitas academica kampus-kampus di Indonesia. Mereka amat menyayangkan adanya kemunduran demokrasi yang terjadi pada era Presiden Jokowi. Hal ini pertama kali diungkapkan sama para Guru Besar dan akademisi Universitas Gadjah Mada pada hari Rabu kemarin yang menggaungkan Petisi Bulaksumur UGM. Dalam pembacaan petisi ini, Guru Besar Fakultas Psikologi UGM, Koentjoro ada bilang, “Alih-alih mengamalkan dharma bhakti almamaternya dengan menjunjung tinggi Pancasila dan berjuang mewujudkan nilai-nilai di dalamnya, tindakan Presiden Jokowi justru menunjukkan bentuk-bentuk penyimpangan pada prinsip-prinsip dan moral demokrasi, kerakyatan, dan keadilan sosial yang merupakan esensi dari nilai-nilai Pancasila.”
 
Langsung almamaternya sendiri loh yang kritik.
Bukan lagi ini mah. Terus kritik ini nggak cuma happening di UGM doang ternyata. Sehari setelahnya, giliran civitas academica Universitas Islam Indonesia di Yogyakarta yang mengeluarkan pernyataan sikap bertajuk ‘Indonesia Darurat Kenegarawan.’ Di situ para akademisi UII secara garis besar nge-mention perkembangan politik nasional yang dianggap mempertontonkan penyalahgunaan kewenangan tanpa malu-malu. Dalam pernyataan sikap ini juga dibilang kalo demokrasi Indonesia makin tergerus dan mengalami kemunduran dengan diperparah pudarnya sikap kewarganegaraan Presiden Jokowi.

I heard
 UI juga bikin gini juga yah?
You heard it right. Jadi Jumat kemarin, para Guru Besar dan akademisi UI juga bikin pernyataan sikap nih yang bilang Indonesia kayak udah kehilangan kemudi setelah kecurangan dalam perebutan kuasa. Ketua Dewan Guru Besar UI, Harkristuti Harkrisnowo bersama civitas academica UI merasa prihatin banget sama hancurnya tatanan hukum dan demokrasi. In his words, Ibu Harkristuti juga ada bilang, “Negeri kami nampak kehilangan kemudi akibat kecurangan dalam perebutan kuasa, nihil etika, menggerus keluhuran budaya serta kesejatian bangsa.”

Abis UGM, UII, dan UI terus mana lagi?
Well, sebenernya masih ada banyak civitas academica kampus-kampus di Indonesia yang juga bikin aksi serupa begini. You can name it lah, mulai dari Universitas Hasanudin di Makassar, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Padjadjaran di Jawa Barat, dan Universitas Mulawarman di Kalimantan Timur. Semuanya sih pada kompak mengkritik Presiden Jokowi soal kemunduran demokrasi yang terjadi beberapa bulan ini.

Any statement form Presiden Jokowi?
Ofc ada dong. Kemarin banget nih, Presiden Jokowi ada jawab singkat soal banyaknya kampus-kampus yang mengkritik dirinya akhir-akhir ini. Pas itu sih, Presiden Jokowi cuma bilang kalo kritik para Guru Besar dan civitas academica dari kampus-kampus ini tuh termasuk hak demokrasi. Jadi ya kalo kata Presiden Jokowi, kritik-kritik ini perlu dihargai gitu, guys. Terus statement ini juga diamini Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana yang bilang kalo kritik yang dateng dari akademisi kampus diibaratin kayak vitamin yang bisa dipake buat memperbaiki kualitas demokrasi di Indonesia. Jadi ya masih wajar-wajar aja kalo kata Pak Ari mah.

Kalo pihak 02 sendiri ada ngomong apa nih?
Well, Wakil Ketua Tim Kampanye Prabowo-Gibran sekaligus Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia ada merespon nih soal ramenya gelombang kritik dari para Guru Besar kampus-kampus di Indonesia. Jadi Jumat kemarin, Bang Bahlil justru nggak merasa ada pelanggaran demokrasi yang pemerintah lakukan. Malahan Bang Bahlil ada bilang kalo sekarang ini lagi banyak pihak yang merasa posisi elektoralnya nggak terdongkrak terus pake beragam isu kayak pemakzulan, etika, sampe bersatunya dua paslon lainnya.

Hhmmm, anything else I should know?
FYI, gelombang kritik Presiden Jokowi oleh kampus-kampus di Indonesia nggak semuanya tuh mewakili institusi loh. Contohnya kayak Petisi Bulaksumur UGM nih yang kalo kata Sekretaris UGM, Andi Sandi sih negasin kalo petisi itu bukan atas nama institusi UGM. Soalnya kalo atas nama institusi UGM, bakal ada proses institusional yang harus dilewati. Meanwhile, petisi kemarin tercipta dari diskusi para dosen, tendik, dan mahasiswa.

What’s increasing higher, higher, and higher?Cancer cases.

Guys, we need to talk about this. We need to talk about: Cancer.
Karena menurut perkiraannya WHO nih, penyakit mematikan yang satu ini bakal terus meningkat setiap waktunya. Bahkan, di tahun 2050 nanti, jumlah kasus cancer diperkirakan bakal meningkat sampai 77%! Well, ini bukan perkiraan omon-omon doang sih, guysliterally by data ini tuh. Yep, di tahun 2022 kemaren aja, ada 20 juta kasus baru yang ditemukan di mana didominasi oleh kanker paru-paru, terus kanker payudara, kolorektal, prostat, dan juga kanker lambung.
 
Nggak cuma itu, yang bikin perkiraan ini makin kuat adalah karena para peneliti ini, yang eventually berasal dari International Agency for Research on Cancer juga mengungkap penanganan kanker di masing-masing negara tuh beda-beda banget, guys.
 
Negara yang maju, yang tingkat indeks pembangunan manusianya udah cenderung tinggi, beda sama negara yang indeksnya rendah. Yep, mulai dari standar hidupnya aja udah beda, terus kualitas pendidikannya beda, sampai ukuran ‘sehat nggaknya’ tuh juga beda.
 
Perbandingannya gini nih, kalau di negara yang indeks pembangunan manusianya tinngi, 1 dari 12 orang yang didiagnosa kanker, dan 1 dari 71 diantara yang bakal meninggal. Tapi kalau di negara yang indeksnya rendah, 1 dari 27 orang yang dinyatakan kanker, tapi 1 dari 48 orang yang bakal meninggal, see? Ya karena diagnosisnya telat, terus akses perawatannya juga terbatas. Makanya angka harapan hidupnya juga beda.
 
Tapi ya balik lagi sih, guys. Balik lagi di mana penyebab kanker tuh ada obesitas, keseringan ngerokok, keseringan minum alkohol, sampai faktor lingkungan kayak polusi, dsb. Jauh-jauh deh dari itu yah.

“Datanya kita update,”

Gitu guys kata Cawapres 02 Gibran Rakabuming Raka pas ngebahas soal komitmen dirinya buat melanjutkan program kartu kesejahteraan rakyat di era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mas Gibran bilang, pihaknya bakal terus menjalankan dan memperbaiki berbagai program kayak  Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), hingga Kartu Indonesia Pintar (KIP). Supaya layanannya lebih baik, ya itu, datanya nanti di-update.
 
When you’ve been out and about too much during the weekend…

Announcement


Thanks to Hirir, Ory, Happy Birthday Kim Minju, and Someone for buying us coffee today! 

Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!

Catch Me Up! recommendations

Want to sleep better? Read this
Advertisement