Menko Polhukam Mengundurkan Diri Dari Jabatannya, Penyamaran Militer Israel di RS Ibnu Sina Palestina, Demo Revisi UU Desa Berujung Rusuh, Kapal MV Bahijah Terombang-ambing di Laut Australia

19

Hi

Welcome to February. Now, to start the month of love, let’s take a moment to remember all the lovely people in your life. Anyone who makes your heart warm inside in this cold rainy day, and those who stand by you, no matter what. Thank them. Happy February.

When you’ve been wanting to resign but THR is approaching…

(eks) Menko Polhukam, Prof Mahfud MD can’t relate.
The rumor has turned into reality nih, guys. Yep, dari kemarin diomongin bakal resign, akhirnya kemarin banget nih, Menko Polhukam yang juga Cawapres nomor urut 03, Mahfud MD, mengumumkan dia bakal mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri.

WOW. Bentar lagi lebaran loh, prof. THR loh, prof. Cari kerja susah loh, prof.
We’re sure he already considered that. Karena emang belakangan ini rame kan soal para pejabat negara (including the president himself) yang kampanye padahal masih jadi pejabat. Seiring dengan fenomena itu, bermunculan lah seruan supaya para pejabat itu cuti dulu kek klo mau kampanye, biar ngga conflict of interest kan…
 
Tapi emang harus banget resign?
Ya emang ada aturannya sih, guys, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2018 di Pasal 25, jelas tertulis menteri atau pejabat setingkat menteri diharuskan untuk menyampaikan surat pengunduran diri paling lambat tujuh hari sebelum daftar ke KPU kalau mau nyapres atau nyawapres. Jelas dong di sini. Harus resignBut the thing is, dalam PP terbaru yang disahkan Presiden Jokowi November 2023 lalu, pasal ini dihapus, guys.

Emang negara ini punya beliau…
Iya ugha hahahaha anyway, jadi November tahun lalu Pak Jokowi ada lagi mengubah PP soal harus resign atau nggak-nya seorang pejabat kalau ikutan Pilpres, semuanya tercantum di PP Nomor 53 Tahun 2023. Nah di peraturan yang baru ini, menteri atau pejabat setingkat menteri nggak harus mundur dari jabatannya. Cukup ngajuin cuti aja kalau mau kampanye segala macem. *Termasuk Presiden juga tinggal cuti ke Presiden aja kan buat kampanye, xixixixi. Nah kalau buat Menko Polhukam yang juga Cawapres 03, Mahfud MD, dia memilih untuk resignguys.

Kok baru sekarang?
Well, pertanyaan ini sempet Prof. Mahfud ungkapin pada pekan kemarin di mana pas itu emang beliau nih udah santer mau resign tapi emang lagi nunggu momen yang tepat ajah gitu. Soal kenapa baru sekarang, Prof Mahfud bilang kalo dirinya masih ada tanggungan tugas negara yang perlu diselesaikan. Jadi ya masih dalam rangka transisi gitu, guys. Cuma kalo sekarang sih Prof Mahfud udah menyiapkan surat pengunduran diri yang akan diserahkan langsung ke Presiden Jokowi.

WOW seru.
Yoi dong. Hal ini disampein langsung sama Prof Mahfud lewat siaran langsung di akun Instagram pribadinya pada hari Rabu kemarin. Yes, sambil bawa surat pengunduran diri, Prof. Mahfud berniat menyampaikan langsung pengunduran dirinya sebagai Menko Polhukam ke Presiden Jokowi secara baik-baik. In his words, Pak Mahfud ada ngomong gini, “Saya akan pamit dengan penuh kehormatan. Saya akan melaporkan saya sudah selesai.”
 
Terus kapan nih ketemu Pak Presiden?
Kalo soal ini sih, Deputi Kanal Media TPN Ganjar-Mahfud, Karaniya Dharmasaputra pada Rabu kemarin bilang kalo pertemuan keduanya sekarang ini lagi dijadwalkan sama Menteri Sekretaris Negara, Pratikno. Perlu kamu tau nih kalo beberapa hari ini Presiden Jokowi emang lagi nggak di Jakarta, guys. Presiden lagi ada kunjungan kerja ke beberapa daerah di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Cuma kalo kata Prof Mahfud sih, Presiden Jokowi baru ada di Jakarta hari ini. Ya let see deh beberapa jam ke depan bakal ada breaking news soal surat resign ini nggak ya?

So, who will replace
 Pak Mahfud?
Well, kalo soal itu sih, Presiden Jokowi sendiri masih belum terlalu memikirin itu. Toh Presiden Jokowi sendiri masih belum menerima surat pengunduran diri dari Prof Mahfud secara resmi, gitu. Presiden Jokowi pada Rabu kemarin cuma bisa memastikan kalo kabinetnya bakal tetep solid meskipun ditinggal sama Menko Polhukam. Terus Koordinator Staf Khusus Presiden, Ngurah Ari Dwipayana juga ada bilang nih kalo sampe sekarang belum ada lagi menteri lain yang mau resign selain Pak Mahfud. So yeah, roda pemerintahan sih bakal tetep fine-fine aja, katanya.

Semoga deh ya,
 anything else?
After Pak Mahfud resigned, tinggal ada Pak Prabowo Subianto nih yang masih menjabat sebegai menteri tapi belum resign atau cuti. EHEHEHEHE. Tapi ya itu tadi guys, karena aturannya udah diapus, maka Pak Prabowo masih bisa menjabat sebagai Menteri Pertahanan and capres. Disampaikan staf khusus Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak pada Rabu, beliau bilang bahwa Pak Prabowo nggak akan mundur dari Menhan dan bakal tunaikan tugasnya sampe selesai. “Undang-Undang menyatakan tidak harus mundur dan Pak Prabowo adalah salah satu menteri yang melakukan tugasnya dengan baik,” gitu kata Pak Dahnil, guys.

Now, let’s catch up on Israeli forces disguised as medical staff and civilians…

And killed three people in a hospital.
Guys, udah pada lihat rekaman CCTV penyamaran militer Israel di rumah sakit Ibnu Sina yang ada di kota Jenin, West Bank, Palestina belum? Crazy banget deh pokoknya. Lihat aja, rumah sakit Ibnu Sina yang menampung sebagian korban luka-luka dari berbagai serangan Israel tiba-tiba aja digrebek belasan tentara Israel yang menyamar jadi staf medis dan pasien. Kalo dari video yang rame beredar di sosmed, tentara Israel ini ada yang nyamar jadi warga sipil biasa, ada yang pake pakaian perempuan, pake seragam dokter dan perawat rumah sakit, sampe ada yang nyamar jadi pasien dengan nenteng-nenteng kursi roda sambil juga bawa senjata laras panjang.
 
OMG, tell me everything.
Sure. Jadi penggerebekan tentara Israel di rumah sakit Ibnu Sina ini tuh terjadi Selasa dini hari kemarin ketika rumah sakit ini lagi nggak begitu banyak kegiatan, guys. Jadi pas itu, kebanyakan pasien yang ada di sana lagi pada tidur gitu. Nah nggak tau kapan dan dari mana datengnya, tiba-tiba aja di dalam satu lorong rumah sakit tuh udah banyak orang-orang berpakaian sipil dan nakes yang pada bawa senjata laras panjang gitu. Kalo dilihat dari rekaman CCTV sih, jumlahnya ada belasan orang.

Ok terus-terus…
Nah dari situ, para tentara Israel ini langsung menyergap salah satu orang yang ada di lorong itu, guys. Doi disuruh berlutut menghadap tembok sambil kepalanya ditutup dan kedua tangannya ada di belakang kepala kayak orang mau dieksekusi gitu. Ada satu sampe dua orang tentara Israel aja nih yang ngamanin satu orang tersebut. Sisanya pada kayak bagi tugas gitu, ada yang jaga lokasi, menggeledah, sampe berpencar nyari target lainnya.
 
Mereka mau ngapain anjir….
Ga jelas emang. Sampe saat ini, belum diketahui siapa sebenernya orang yang tentara Israel incar dari operasi militernya di rumah sakit Ibnu Sina kemarin. Cuma dari pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina sih, serangan ini menyebabkan dibunuhnya tiga orang warga West Bank oleh Israel. Meanwhile, Israel lewat IDF bilang yang mereka bunuh tuh para tentara Hamas.
 
Buset, enteng banget yah bunuh orang.
Bukan lagi, guys. Apalagi kalo kamu tau, salah satu orang yang dibunuh tentara Israel dari penyerapannya di rumah sakit Ibnu Sina kemarin tuh merupakan pasien yang udah dirawat selama tiga bulan karena cedera serius yang didapat dari serangan drone tentara Israel. Informasi yang didapat dari wartawan lokal yang ada di sana menemukan bahwa  ketiga orang yang jadi target operasi militer Israel langsung ditembak mati pada saat mereka tidur. Meanwhile, Jubir rumah sakit Ibnu Sina bernama Tawfiq al-Shobaki bilangnya nggak ada baku tembak dan eksekusi pembunuhan di dalam rumah sakit.

So, who are the victims?
Jadi satu dari tiga orang yang dibunuh tentara Israel di rumah sakit Ibnu Sina ini emang udah dikonfirmasi sebagai salah satu anggota Hamas, guys. Dia bernama Mohammad Jalamneh yang diklaim jadi target operasi tentara Israel karena diduga udah mendistribusikan senjata ke anggota Hamas lainnya dan merencanakan serangan dalam waktu dekat. Meanwhile, dua orang lainnya ternyata adalah kakak adik bernama Basil dan Mohammad Ghazawi yang sampe sekarang ini belum terbukti menjadi anggota Jihad Islam di Palestina. Malahan orang bernama Basil ini justru korban yang udah dirawat di rumah sakit Ibnu Sina selama tiga bulan karena luka dari serangan drone Israel tadi.

Anyone said something about it?
Ofc ada, guys. Menanggapi operasi militer tentara Israel yang dilakukan di dalam rumah sakit, International Committee of the Red Cross aka ICRC amat prihatin kejadian ini bisa terjadi. Soalnya kalo kata ICRC, setiap rumah sakit pasien medis tuh perlu buat dilindungi secara hukum humaniter internasional“Under international humanitarian law, hospitals and medical patients should be respected and protected at all times,” gitu respon dari lembaga pengawal Konvensi Jenewa yang menyusun hukum humaniter internasional.

Ah mana didengerin aturan begini sama Israel…
Itu betul. Emang bukan kali ini aja tentara Israel tuh melakukan serangan ke rumah sakit yang ada di Palestina. Serangan tentara Israel ke rumah sakit di Palestina juga terjadi pada Selasa malam kemarin di mana Rumah Sakit Al-Amal yang ada di Khan Younis, Gaza diserbu dengan senapan mesin dan peluru tank. Padahal rumah sakit ini tuh merupakan markasnya Bulan Sabit Palestina sekaligus kamp pengungsian ratusan masyarakat Palestina. Gara-gara serangan ini, ada sekitar sepuluh orang
Advertisement
 yang terluka dengan beberapa diantaranya meninggal dunia setelah mengalami pendarahan hebat.

Huft, anything else I should know?
Jadi sekarang ini, Kementerian Kesehatan Palestina mencatat ada lebih dari 26.700 masyarakat Palestina yang dibunuh militer Israel sejak aksi genosida Israel pada awal Oktober lalu. Dari puluhan ribu korban yang dibunuh tentara Israel, sekitar dua pertiganya merupakan perempuan dan anak-anak di bawah umur, guys. Genosida yang sampe sekarang ini masih berlangsung di Gaza juga udah nyebabin 85 persen penduduk Gaza kehilangan tempat tinggal dan hidup di kamp-kamp pengungsian. Laporan dari PBB juga mencatat kalo seperempat penduduk Gaza sekarang ini tengah mengalami kelaparan.

When you’re stuck for hours in front of DPR yesterday…

Because of demo Apdesi.
Guys, kemarin ada yang kena macet di sekitar gedung DPR nggak? Tau nggak ternyata macet di deket gedung DPR kemarin tuh gara-gara ada demo dari massa Pengurus Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia alias Apdesi soal revisi UU Desa. Iyes, untuk ketiga kalinya nih massa Apdesi melakukan aksi demo di depan gedung DPR untuk mendesak DPR segera melakukan revisi UU Desa sebelum pemilu berlangsung. Demo ini berlangsung rusuh dan sampe menyebabkan kerusakan fasilitas umum loh, guys.

Hold on, I need some background.
You got it. Jadi kalo kamu masih inget, emang udah beberapa kali nih para pengurus pemerintah desa yang tergabung dalam Apdesi dateng ke Gedung DPR buat menuntut adanya revisi UU Desa. Mereka menuntut beberapa klausul dalam revisi ini. Mulai dari perpanjangan masa jabatan kepala desa sembilan tahun dan boleh menjabat selama tiga periode sampe perubahan alokasi dana desa pada APBN. Kalo ditotal, ada 12 tuntutan Apdesi dalam revisi UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang detailnya bisa kamu cek di sini.

Terus….?
Ya belum dikabulkan permintaan itu. Padahal ya demo Apdesi kemarin tuh udah yang ketiga kali lho dilakuin massa Apdesi ke gedung DPR. Sampe sekarang ini, belum ada sinyal dari DPR buat bahas revisi UU Desa. Update terakhir dari revisi UU Desa ini sih baru pembentukan kelompok kerja antara DPR dengan organisasi kepala desa pada awal Desember lalu dan penerimaan Surat Presiden oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani soal penunjukan wakil pemerintah buat bahas revisi UU Desa pada hari Selasa kemarin.

Jadi masih lama?
Ya most likely masih. Apalagi udah deket-deket ke pemilu gini, di mana para anggota DPR RI justru lagi fokus untuk got reelected di dapilnya masing-masing. Makanya, massa demo mendesak supaya undang-undang ini direvisi, pokoknya harus sebelum pemilu titik.

OK tell me about the demo itself.
Well, awalnya sih demo fine-fine aja yah dan berjalan tertib. Sampe akhirnya massa yang meminta berdialog dengan pimpinan DPR ternyata nggak bisa terpenuhi keinginannya. Dari situ, mulai tuh para massa aksi ini ricuh lewat pelemparan batu dan botol plastik ke dalam gedung, pembakaran ban di depan pagar, sampe pemblokadean jalan tol juga lho, guys. Dampaknya ya ke jalan sekitar gedung DPR yang sempet macet parah gara-gara aksi ini.

Separah apa deh macetnya?

Separah massa Apdesi yang memblokade ruas tol dalam kota yang ada di depan gedung DPR. Iyes, jadi jalan tol dalam kota yang mengarah ke Slipi tuh sempet nggak bisa dilewati, guys. Dari beberapa video yang diunggah ke sosmed, ada beberapa kendaraan yang sampe terjebak dalam blokade tersebut. Pihak kepolisian yang mengatur berlangsungnya demo akhirnya mengarahkan beberapa kendaraan yang terjebak untuk putar balik.


So, everything’s fine?
Yep, meskipun demo Apdesi kemarin sempet ricuh sampe memblokade jalan tol dalam kota, at the end massa Apdesi membubarkan diri dengan damai nih setelah ada kesepakatan di mana pimpinan DPR akan bertemu pimpinan organisasi desa pada malam harinya. Yep, informasi ini diungkapin sama Koordinator Nasional Desa Bersatu, Asri Anas dari atas mobil komando dengan bilang, “Sebentar malam pimpinan organisasi desa akan bertemu dengan pimpinan DPR untuk menyelesaikan revisi UU Desa.”

Terus, banyak yang rusak?
Yes. Sejumlah kerusakan didapati pada pagar gedung DPR setelah demo ini selesai. Beberapa di antaranya ada tembok pagar gedung DPR yang sempat dijebol massa pake palu. Nggak cuma itu, pagar besi gedung DPR juga udah nyaris roboh ditarik massa aksi pake beberapa tali tambang. Lemparan batu dan botol air mineral dari peserta aksi juga dibalas semprotan mobil water canon untuk memukul mundur massa.
 
Anything else I should know?
Nah guys, terkait tuntutan para perangkat desa yang meminta perpanjangan masa jabatan sampe penambahan periode, sosiolog Universitas Trunojoyo bernama Iskandar Dzulkarnainbilang kalo poin-poin yang disuarakan Apdesi tuh cenderung nggak substansial dan nggak beririsan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. In his words, Pak Iskandar bilang, “Kesejahteraan desa tidak hanya terkait lamanya kepala desa menjabat atau peningkatan dana desa.”

When there’s a modern day “Noah’s Ark” in Australia…Everybody, meet: MV Bahijah.

Duh, malangnya nasib hewan-hewan ini guys. Jadi sekitar awal Januari lalu, sebuah kapal kargo berbendera Israel, namanya MV Bahijah berangkat dari Australia menuju Timur Tengah. Kapal ini membawa hewan ternak hidup yang terdiri dari domba dan sapi, terus juga jumlahnya ga main-main guys, mencapai hampir 16ribu ekor. Nah baru berlayar beberapa hari, kapal ini langsung disuruh menghentikan perjalanannya karena khawatir kapalnya dibajak sama kelompok pemberontak Houthi di Yaman yang belakangan ini emang kerap menjarah kapal laut komersil yang melewati laut merah. Padahal, laut merah adalah salah satu jalur perdagangan penting yang dilewati oleh kapal-kapal yang mau berlayar ke Timur Tengah.
 
Karena ada peringatan ini, akhirnya kapal ini balik lagi kan ke Australia. Tapi mereka belum bener-bener mendarat nih, karena para otoritas di Aussie masih galau apakah hewan-hewan ini mau re-ekspor ke negara lain atau dibalikin ke Australia. Tapi kalo balik lagi, hewan-hewan ini tentunya harus dikarantina atau bahkan dimusnahkan karena takut ada penyakitnya kan :(. Kondisi gajelas ini kemudian bikin para aktivis kesejahteraan hewan marah, karena kondisi dalam kapal yang dinilai menkhawatirkan. Suzanne Fowler, dari the Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA) mendesak pemerintah negaranya supaya buru-buru menurunkan para hewan karena mereka udah berada di dalam kapal selama 26 hari. Belum lagi udara yang lagi panas di Australia bikin kondisi para hewan di dalam kapal makin mengkhawatirkan. Sampe saat ini, belum ada keputusan nih guys para hewan ini mau diapain, jadi mereka masih terombang-ambing aja di lepas pantai Australia 🙁

“Masih kondusif walau banyak gonjang-gonjang,”

Gitu guys kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Sandiaga Uno pas ditanya kondisi saat ini di kabinet pasca mundurnya prof. Mahfud MD. Kata Pak Sandi, suasana sih makih OK aja, semua masih kerja walaupun yaaa emang banyak yang gonjang-ganjing.
 
Now you know whose office has the most drama…

Announcement


Thanks to Astu38 for buying us coffee today! 

Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!

Catch Me Up! recommendations

If you want to slowdown your body’s aging process, read this.
Advertisement