Apdesi Kembali Demo di DPR Terkait Revisi UU Desa

27

Apa yang diperpanjang tapi bukan hari libur?

Masa jabatan kepala daerah.
Calling all people yang kemarin kejebak macet di sekitar gedung DPR RI Senayan Jakarta. Soalnya emang kemarin tuh massa Pengurus Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia alias Apdesi balik lagi demo ke DPR buat minta kejelasan soal revisi UU Desa. Iyess setelah hari Rabu pekan kemarin aksi unjuk rasa Apdesi di gedung DPR ricuh sampe memblokade tol dan merusak tembok pagar gedung DPR, kemarin banget nih Apdesi dateng lagi ke DPR buat minta kejelasan yang sama.

Interesting, tell me everything.
Sure. Jadi berkaca dari kericuhan demo massa Apdesi yang mereka lakuin sekitar seminggu sebelumnya, pihak keamanan mulai dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, sampe Pemda DKI udah memperketat keamanan demo yang berlangsung kemarin nih. Total ada 2.730 personel gabungan yang dikerahkan buat menjaga aksi Apdesi kali ini bisa tertib dan nggak ricuh gitu. Berbagai upaya kayak pengalihan arus lalu lintas dan pengetatan keamanan agar massa aksi nggak memblokade jalan tol lagi dilakukan oleh pihak keamanan.

Terus gimana demonya kemarin?
Jadi kan emang massa Apdesi ini sengaja balik lagi demo ke gedung DPR hari Selasa kemarin pas di momen Rapat Paripurna masa persidangan III tahun 2023-2024 gitu. Cuma kali ini, revisi UU Desa yang mereka aspirasikan udah disetujui sama Badan Legislasi DPR dan Kemendagri dari semalam sebelumnya. Jadi pas itu, Ketua Panja RUU Desa sekaligus Wakil Ketua Baleg DPR, Achmad Baidowi berserta Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan jajarannya masing-masing udah acc revisi UU Desa.

Serius langsung di-acc?
Iya lho, guys. Jadi rapat pembahasan persetujuan tingkat satu UU Desa udah menyetujui revisi UU Desa yang mengatur beberapa pembaharuan. Salah satu yang paling krusial ya soal masa jabatan Kepala Desa yang sebelumnya enam tahun sekarang bertambah jadi delapan tahun dengan dua kali masa jabatan. Selain itu ada beberapa revisi lain kayak pemberian tunjangan purna tugas, pemberian dana konservasi dan/atau dana rehabilitasi, sampe syarat jumlah calon kepala desa.

Tapi belum disahkan yah?
Iyesss belum. Jadi emang acc-nya baru di rapat pembahasan persetujuan tingkat satu dulu nih. Habis ini, revisi UU Desa masih harus dibawa ke dalam Rapat Paripurna buat disahkan jadi Undang-Undang. So
Advertisement
, meskipun udah dapet acc sama Ketua Panja RUU Desa dan Menteri Dalam Negeri, aturan ini masih harus nunggu disahkan sama DPR dulu sebelum nantinya bisa beneran diterapin di desa-desa seluruh Indonesia.

Terus kapan disahin nih RUU?
Jadi karena per hari ini DPR udah bakal jalani masa reses alias balik ke daerah pemilihannya buat menampung aspirasi rakyatnya sampe 4 Maret mendatang, Rapat Paripurna yang membahas revisi UU Desa otomatis bakal dilangsungkan setelah masa reses ini berakhir, guys. Jadi ya mau nggak mau, massa Apdesi masih harus bersabar dulu nih sampe at least pemilu selesai buat nunggu RUU Desa disahkan sama DPR.

Mereka pada mau tuh?
Untungnya sih tetep pada mau, guys. Soalnya ya demo kemarin juga lancar-lancar aja dan cenderung jadi momen bersyukur massa Apdesi atas update revisi UU Desa yang mereka inginkan. Jadi pas demo kemarin, massa Apdesi pada sujud syukur gitu setelah denger tuntutan mereka atas revisi UU Desa dikabulkan sama Badan Legislasi DPR dan Kemendagri. Demo yang berlangsung di depan gedung DPR kemarin juga cuma bentar doang. Sekitar jam 11 siang gitu massa Apdesi udah mulai membubarkan diri.

Got it. Anything else I should know?
Well kepastian revisi UU Desa juga udah dipastikan sama Ketua DPR RI, Puan Maharani dalam Rapat Paripurna masa persidangan III yang dilangsungkan Selasa kemarin. Mbak Puan sih bilangnya udah menerima perwakilan dari perangkat desa sebelum rapat paripurna dimulai. Lebih lanjut, Mbak Puan juga bilang gini, “Substansi sudah mulai dibahas, dan mereka juga sudah mulai memahami agar mekanismenya berjalan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan yang ada, karenanya pembahasan selanjutnya akan dilaksanakan pada masa sidang selanjutnya.”
Advertisement