Pemilu Flash 10 Juli 2023, Penyakit Antraks di Gunung Kidul, Perang Dua Perusahan Sosial Media Twitter & Meta, Wali Kota di Kota Meksiko Menikah Dengan Buaya

308

Good morning

New week, new you, and if you feel like it’s just another Monday, we got you. Some days are just ordinary, so it’s ok. Take a deep breath, put on your running shoes, and let’s hit the ground running. Have a good one!

As always. Another Monday, another….

Pemilu Flash!

Yoi, Monday means more news on Pemilihan Umum 2024, Catch Me Up! style. Kamu gausah buka banyak-banyak tabs dan website berita buat cari tahu apa aja yang terjadi sepanjang minggu lalu, karena mimin udah rangkum semuanya di sini. Cause we never go out of style….

  • PDI Perjuangan makin lengket sama Partai Demokrat. Ada yang sekarang temenan lagi tapi bukan kamu sama mantanmu. Yep, we’re talking about Partai Demokrat dan PDI Perjuangan. Udah jadi rahasia umum yah kalau selama 20 tahun terakhir ini, hubungan Partai Demokrat dan PDI Perjuangan tuh emang kurang bagus, guys, seiring dengan beef antara kedua pemimpinnya, Bu Mega dan Pak SBY. Nah, tapiii hubungan kedua partai ini beberapa waktu ke belakang disorot mulu gara-gara keliatan makin akrab
    Advertisement
    Yep, we’re talking about pertemuan nepo babies, Mas AHY dan Mba Puan yang berlangsung beberapa minggu lalu. Makanya banyak yang berspekulasi nih, apakah Demokrat yang udah ada di koalisi bareng Nasdem dan PKS untuk dukung Pak Anies Baswedan, bakal pindah ke koalisinya PDIP dan dukung Mas Ganjar Pranowo?
  • Mungkinkah Demokrat nyebrang ke koalisi PDIP? Everything is possible in politics, beb. Tapi sih kata Sekjen PDI Perjuangan Mas Hasto Kristiyanto, pertemuan partai politik itu diselenggarakan dengan mengedepankan etika politik. Selanjutnya menanggapi kedekatan kedua partai tadi, Ketua DPP Partai NasDem Effendie Choirie bilang, ”Kalau tujuannya buat mengganggu, ya haram,” gitu.
  • Dukungan terhadap Pak Anies tetap nggak berubah. Yep, Partai Demokrat juga menyebut bahwa meskipun ketemuan sama PDI Perjuangan, tapi dukungan mereka terhadap Pak Anies Baswedan tetap nggak bakal goyah. Politisi Demokrat, Kamhar Lakumani bahkan bilang pertemuan intens ini bukan buat Pemilu, tapi sebagai bentuk kedewasaan politik buat meningkatkan kualitas demokrasi negeri.
  • Now everybody’s confused… Sama sikapnya Pak Jokowi. Pasalnya meskipun merupakan kader PDIP, tapi beliau tuh makin terang benderang aja nunjukkin dukungannya terhadap Bakal Capres dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Ya padahal kan PDIP dukung Mas Ganjar ya… Terkait sikapnya Pak Jokowi ini, pengamat politik dari Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno bilang bahwa sampai saat ini sikap politiknya Presiden Jokowi tuh belum sepenuhnya dukung Pak GP, guysInstead, Pak Jokowi bahkan disebut mengarahkan pilihannya ke Pak Prabowo. Nah kalau begini terus keadaannya sampai Februari ntar, yang ada Pak Ganjar dan PDI Perjuangan bisa rugi. Secara, kehilangan suara dari Pak Jokowi dan pendukungnya.
  • Pak Jokowi might not be the only one…  Selain Presiden Joko Widodo, ada satu lagi kader PDI Perjuangan yang menunjukkan dukungannya ke Pak Prabowo. Now everybody meet: Anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon. Adapun dukungan ini disampaikannya pada hari Jumat kemarin, waktu Rakernas Marga Simbolon (Rakernas Marga banget gatu) di Menteng, Jakarta Pusat. In his words, Pak Effendie bilangnya, “Saya pribadi secara jujur berharap Indonesia dinahkodai pemimpin yang punya keandalan, yang bisa berkompetisi di dunia internasional, dan menjalin keharmonisan dari Aceh sampai Papua. Dan, figur itu saya lihat ada di Prabowo Subianto.” Atas statement ini, people belike.. “Gak bahaya tah?”
  • Effendi segera dipanggil PDI Perjuangan. Ya gitu, guys. Atas statement pinggir jurang ini, PDI Perjuangan dalam waktu dekat bakal mengundang Pak Effendie buat melakukan klarifikasi. Adapun menurut Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, semua kader tuh harus tegak lurus sama keputusan partai yang udah mengusung Ganjar Pranowo. Sebagai bagian dari disiplin partai juga ceunah. Hmmm….
  • Tiga nama bakal calon pendamping Ganjar. Nah di tengah rame-rame soal dukungan terhadap Pak Ganjar, sampai saat ini cawapresnya masih belum keliatan hilalnya, guys. Sejauh ini, ada tiga nama yang kenceng banget diisukan akan mendampingi Pak Ganjar. Ada Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif aka our Papa online, Sandiaga Uno. Menyikapi hal ini, Pak Ganjar sih kemarin bilangnya, “Nggak papa, milih yo bebas. Nanti nama-namanya diundi,” wkwkwk.

Now, here’s your A to Z recap on: Penyakit Antraks di Gunung Kidul.

We got you all you need to know.
Iya guys, rasanya baru kemarin ya kita happy-happy ngerayain Idul Adha dengan makan sate, rendang, dan olahan daging lainnya. Eh lah kok pekan kemarin rame banget berita soal tiga orang dari Gunung Kidul yang meninggal dunia setelah mengonsumsi daging sapi yang positif terpapar antraks. So, berita ini otomatis bikin heboh dong karna emang momennya tuh lagi Idul Adha banget.

HAH tell me everything.
You got it. Jadi tuh, awal kejadiannya udah mulai dari pertengahan bulan Mei kemarin di mana ada 12 ekor ternak yang meninggal karena sakit di Dusun Jati. Bukannya langsung dikubur, beberapa dari hewan tersebut justru disembelih dan dagingnya dibagikan pada warga yang lain. Tapi ini nggak semua, ada juga kok yang udah mengubur hewan ternaknya sesuai SOP. Eh entah kepikiran apa, ada satu ternak yang kemudian digali lagi sama warga untuk dikonsumsi.

WHAT!!!
Yep. Salah satu warga yang ikut dalam memotong hewan ternak kemudian merasa sakit dengan keluhan gatal, bengkak, dan luka-luka. Dari hasil uji laboratorium darah, ditemukan bahwa korban suspek antraks sebelum akhirnya meninggal dunia pada 4 Juni lalu. Nggak cuma doi yang jadi korban antraks, ada 87 warga lainnya yang turut diduga terpapar antraks dengan satu korban jiwa.

So sad..
 Antraks tuh apa sih?
Sebenernya ini bukan kali pertama antraks terdeteksi di Indonesia. Antraks udah terdeteksi menyerang manusia sejak 1999. Tapi emang selama ini, baru kali ini nih dijumpai kematian pada korban. Antraks sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis yang membentuk spora di tanah dan rerumputan. Bakteri ini kemudian bisa menyerang hewan ternak melalui rerumputan yang dimakan dan juga manusia melalui konsumsi binatang ternak berspora.

Waduh, emang gejalanya apa aja?
Ada beberapa gejala pada hewan ternak yang terpapar antraks, guys. Menurut dokter hewan dari Kementerian Pertanian, namanya dokter Nuryani, gejala antraks pada hewan dapat berupa demam tinggi, pendarahan pada hidung dan mulut, hingga berujung kematian. Tapi ada juga kasus di mana hewan ternak mati mendadak. Sedangkan pada manusia, keluhan seperti demam, muntah bercampur darah, hingga gatal-gatal setelah mengkonsumsi daging merupakan gejala penyakit antraks.

TBL
.
Jujurrrrr…. Makanya sejak dapet laporan adanya kasus antraks di Gunung Kidul pada awal Juni lalu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat udah memberikan antibiotik dan vaksinasi kepada sejumlah hewan ternak di sana. Terdapat sekitar 2,600 dosis vaksin antraks yang sekarang tersedia di Yogyakarta. Nggak cuma itu, isolasi terhadap hewan ternak di Dusun Jati masih diterapin sampe sekarang.

Coba aja ternak yang mati nggak mereka konsumsi…
Bener banget. Banyak pihak yang menyayangkan keputusan warga setempat untuk menyembelih bahkan menggali hewan ternak yang mati untuk dikonsumsi. Tapi ternyata, hal ini tuh emang udah jadi tradisi di Gunung Kidul. Tradisi ini bernama brandu di mana hewan ternak yang tengah sakit atau sudah mati sengaja disembelih untuk dijual murah pada warga sekitar. Tujuannya sih sebenernya gotong royong membantu pemilik ternak yang sedang tertimpa musibah. Akan tetapi, karena hal ini justru berdampak semakin fatal, edukasi terhadap masyarakat terkait antraks perlu ditingkatkan kembali.

Ok now wrap it up pls.
FYI, meskipun antraks dapat menular dari hewan ke manusia, akan tetapi penyakit ini tidak dapat menular antar manusia. Hal ini udah dikonfirmasi langsung sama Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie Kamis kemarin. Lebih lanjut, beliau juga bilang kalo gejala antraks muncul di kulit, biasanya korban habis bersentuhan dengan hewan yang positif antraks. Sedangkan jika menyerang pernapasan, maka korban tertular dari udara terkontaiminasi antraks yang terhirup masuk.

When cheating is always forbidden…

Even on tech.
Iya guys, namanya cheating, mau selingkuh atau nyontek sama-sama gaboleh ya. Hal ini nih yang mungkin diharapkan bosnya Twitter, Elon Musk bisa diinget sama bosnya Meta, Mark Zuckerberg soal munculnya Thread yang persis banget sama aplikasi miliknya. Terus sejauh ini, Thread udah mencatat lebih dari 70 juta pengguna di seluruh dunia. Ya makanya Bro Elon makin kzl kan.

Sesuai prediksi ‘BMKG’ ngga sih…
Yep. After Threads rilis, banyak banget yang auto ngebanding-bandingin sama Twitter. Ya emang bener karna Threads tuh plek ketiplek mirip banget lho sama Twitter. Dari platformnya yang sama-sama menawarkan layanan percakapan berbasis teks sampe nama aplikasinya sendiri tuh udah sus banget hasil dari ATM (amati, tiru, modifikasi) Twitter. Mulai dari sinilah, perang dua perusahan sosial media antara Twitter dan Meta dimulai.

I’m ready for popcorn.
Well us too. Masih di hari yang sama dengan perilisan Threads, perwakilan tim legalnya Twitter, namanya Alex Spiro mengirim surat kepada CEO Meta, Mark Zuckerberg yang menyatakan keberatannya atas aplikasi Threads. Pada suratnya, Alex terang-terangan menuduh Meta mempekerjakan karyawan Twitter untuk membuat aplikasi peniru dan mencuri hak kekayaan intelektualitasnya. Di surat ini pula, tertera tuntutan hukum yang akan pihak Twitter layangkan apabila Meta masih mengembangkan Threads.

Ancaman yang serius…
Yep. Tapi Meta nggak diam gitu aja. Melalui juru bicara Meta Andy Stone, perusahaan itu menanggapi tuduhan yang dilemparkan Alex Spiro. Dalam keterangannya, Andy sangat clear mengkonfirmasi bahwa nggak ada seorangpun di tim teknis Threads yang merupakan mantan karyawan Twitter. Lebih lanjut, Andy juga mengatakan bahwa cara kotor merekrut mantan karyawan kompetitor untuk mendapatkan ‘secret recipe’ bukanlah budayanya.

Wiw makin drama.
Iya. Terus juga momentumnya couldn’t get any better buat Threads. Soalnya peluncuran platform tersebut pas banget sama Twitter yang lagi bikin berbagai kebijakan aneh, kayak blue badge berbayar, sampe pembatasan penayangan postingan di tiap akun. Nah khusus yang terakhir, kebijakan ini diumumin langsung sama Elon Musk yang bilang bahwa batasan penayangan postingan cuma bisa paling banyak 300 postingan per hari. Ini sengaja dia terapin supaya orang-orang bisa lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Pas banget Twitter lagi kayak gitu kan, eh muncul Threads.

I see…
Makanya begitu Threads kemarin rilis, semua orang kek berbondong-bondong cobain fitur-fitur di Threads. Dengan pembatasan yang lagi gencar dilakuin Twitter, Threads justru hadir dan kasih berbagai fitur yang sebelumnya limited banget di Twitter. Kayak kamu bisa nge-share konten tulisan up to 500 karakter dan durasi video maksimal 5 menit.

So, can Threads replace Twitter?
TBH gatau. Masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi ke depan, considering dua orang owner-nya Thread dan Twitter ini terkenal tajir dan nyentrik kan. Tapi so far sih CEO Twitter, Linda Yacarinno masih positive thinking banget dan bilang bahwa komunitas di Twitter nggak bakal terganti. Linda juga memamerkan setiap informasi real time yang ada di Twitter dan the fact that semua orang tuh bisa jadi dirinya sendiri di platform burung biru tersebut. In her words: “We’re often imitated — but the Twitter community can never be duplicated.”

Got it, anything else?
Anyway ini bukan kali pertama Meta diduga melakukan imitasi ke sosial media saingannya. Beberapa fitur seperti Instagram Stories yang berhasil menghentikan pertumbuhan Snapchat. Ada juga fitur Reels yang berusaha keras menyaingi Tiktok. Dan sekarang, Meta ngerilis Threads sebagai pesaing Twitter.

When you’re soooo tired of Buaya Darat….

Hold your thoughts, because: 
Nikah sama buaya is real!
Yes, kamu nggak salah baca, guys. Wali Kota San Pedro Huamelula, salah satu kota di Meksiko atas nama Victor Hugo Sosa beneran nikah sama buaya akhir bulan kemarin. And when we’re talking about buaya, yang kita omongin di sini tuh literally buaya reptil ya, guys. Bukan Buaya Darat yang janji mau ketemu orang tuamu dari minggu lalu tapi nggak ada kabarnya itu hehehehe.
 
Sekarang pasti kamu bertanya-tanya kan, Kenapa bisa si Wali Kota ini nikah sama buaya? Bukan, bukan karena doi desperate nggak dapat jodoh. Tapi karena hal ini emang merupakan ritual kuno dan udah jadi tradisi secara turun temurun oleh masyarakat sana, guys. Adapun menurut kepercayaan mereka, buaya tuh jadi spesies yang penting karena dianggap sebagai ratu gitu. Yang bawain mereka makan, air, hujan, hasil panen, dll. Jadi dengan nikahin buaya, harapannya Tuhan bakalan kasih lebih banyak makanan, ikan, jagung, hasil panen, dll.
 
Tapi aside from that, Wali Kota Victor Hugo Sosa ini menyebut dia dan si buaya beneran saling mencintai, guys. Buaya yang berusia 7 tahun ini bahkan dipanggil ‘Princess girl’ sama Victor. Terus, proper banget pernikahannya tuh. Si buaya sampai dipakain gaun, dan Victor Hugo juga cium-cium itu buaya. Untung moncongnya diiket tali sih. Jadinya yha nggak gigit.

“Korban menyalakan korek api dengan maksud untuk merokok sambil BAB sehingga untuk sementara dugaan Puslabfor Polda Sulsel itu yang memicu ledakan.”

Hwaduuu bingung mau sedih atau miris ygy, tapi ini beneran kejadian loh.  Telah terjadi ledakan di salah satu kamar kos di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan minggu lalu. Akibat ledakan ini, polisi langsung ke TKP dong, dan setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, polisi menyimpulkan sih ledakannya terjadi gara-gara ada ada penghuni kos yang nyalain korek api buat ngudud sambil BAB. Terus karena gas-gas alam tadi ketemu api dari korek, maka terjadilah ledakan.
 
A gentle reminder….

Announcement


Thanks to talkingcat, Michaelino, and Puspa for buying us coffee today! 

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

If you’ve been looking for some diet options, look no further.
Advertisement