KPK Tangkap 8 Orang Pejabat Basarnas di Jakarta & Bekasi

136

When Basarnas got a spotlight…

But not for a good reason.
Karena spotight-nya kasus korupsi, guys. Yep, Selasa kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru aja melakukan operasi tangkap tangan kepada setidaknya delapan orang, termasuk pejabat Basarnas di wilayah Jakarta dan Bekasi.

HAH lagi?
Yep again, again, and again. Kali ini, dugaan korupsinya dilakukan oleh petinggi di Basarnas. In case you need a refresher, Basarnas itu lembaga negara yang tugasnya melakukan SAR aka search and rescue kalo ada bencana gitu. Jadi mereka tuh biasanya yang paling depan melakukan aksi SAR barengan sama BNPB. Nah tapi kali ini mereka rame bukan karena ada bencana, tapi karena ada korupsi.
 
Agak jauh ya.
Iya, OTT-nya juga jauh guys, karena selain di Jakarta, beberapa dari delapan orang yang ditangkap itu ada yang diamankan di warung soto segala di Planet Bekasi. Terus dalam OTT ini, KPK juga mengamankan barang bukti berupa hepeng aka duit.

OK ini korupsinya soal apa?
Pengadaan. Jadi sehari setelah OTT, Ketua KPK Pak Firli Bahuri memberikan keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di Basarnas. Lebih spesifik, Pak Firli bilang pengadaan barang dan jasanya tuh berupa alat pendeteksi korban reruntuhan, guys.

Gile…
Belum selesai. Masih dari keterangan Pak Firli nih, diketahui bahwa nilai korupsi dari kasus ini besarannya tuh sepuluh persen dari nilai proyek. Nah masing-masing pelaku tuh diduga menerima pembagian fee dari sepuluh persen itu. Tapi ketika Pak Firli lebih lanjut ditanya terkait besaran real nilai korupsinya, mantan Kapolda Sumsel itu menjawab hal tersebut masih dalam penyelidikan. Beliau bilang, penyidik KPK tuh masih bekerja dan mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti lainnya.

Anyway
 kedelapan orang itu siapa aja?
Well, diketahui ada orang-orang dari sektor pemerintah dan swasta yang Selasa kemaren ditangkap KPK. Tapi di antara delapan orang itu, at least ada satu orang yang jadi center of attention nih, guys. And it’s none other than Koordinator Administrasi Kabasarnas, Letkol Afri Budi Cahyanto.
 
I believe kepala Basarnas has something to say.
Uhmmm probably not yet. Soalnya tuh, kepala Basarnas Marsekal Henri Alfiandi ternyata sama kayak kita, baru tau kabar Pak Afri ditangkap dari media, guys
Advertisement
. Makanya waktu awal ditanya tanggapannya soal koordinator administrasi Basarnas yang ditangkap KPK, Marsekal Henri be like, “Lah emang iya?” Tapi terlepas dari itu, Marsekal Henri juga bilang kalo Basarnas akan mengikuti segala proses hukum di KPK, kok.
 
Now, here comes the plot twist….
Semalem banget nih, pas kita lagi nulis berita ini, Marsekal Henri Alfiandi juga ditangkap KPK :))). Iya guys, berdasarkan penelusuran dan pemeriksaan KPK, Marsekal Henri ini diketahui juga bersekongkol kongkalikong sama Letkol Afri dalam suap-menyuap. Dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, Marsekal Henri menerima suap senilai Rp88,3 miliar.
 
Ga mungkin cuma satu kasus dong hampir 100M gitu…
Pinter. Masih dari keterangan Pak Alex, Marsekal Henri tuh udah melancarkan aksinya ini sejak 2021 lalu guys, dari berbagai tender project yang ada di lingkungan Basarnas. Mulai dari peralatan pendeteksi korban reruntuhan, public safety diving equiment, sampai pengadaan ROV. Semuanya M-M-an tuh guys nilainya. Jadi ya gitu deh, Marsekal Henri sendiri udah nyusulin yang lain dengan ditetapkan sebagai tersangka. Tapi emang nggak ditahan since Marsekal Henri dan Letkol Afri adalah anggota TNI kan, jadi pengadilan, polisi dan prosedur penanganannya juga dibalikin ke militer.

 
Got it. Anything else I should know?
FYI Marsekal Henri Alfiandi ini baru aja masuk masa pensiunnya per 17 Juli lalu, guys. Doi udah berkarier di Angkatan Udara sejak 1988, dan punya karier yang mulus dengan menempati berbagai posisi strategis di Lanud Pekanbaru. Puncaknya, pada 2017 beliau dipindahkan ke Jakarta, tepatnya di Mabes TNI AU. Terus lanjut di kesatuan TNI 2021, terus di Basarnas ini. HMMMM meskipun masuk pensiun hukum tetap berjalan dong ya… Ya dong…. *Looking at you, Panglima Dudung*
Advertisement