Banyak Pihak Minta Kemendikbud Hapus Sistem Zonasi, Hujan Badai di Korea Selatan, Kecelakaan Truk & Kereta di Semarang, Singapura Dinobatkan Sebagai Paspor Paling Powerful Sedunia

358

Good morning

Welcome back to work. Hope you had a restful midweek day off yesterday. But, if you did not, don’t worry because the weekend is just around the corner. Today we got you some updates on the PPDB drama, flood in South Korea, to powerful passport. Raise your hand if you’re in a dire need of holiday…

When Calo is not only happening in concerts….

But anak masuk sekolah as well.
Pada trauma yah kalau denger kata calo tuh hiks *Hello Chris Martin ::(((. Tapi ya gitu, guys. Jobdesc calo ternyata nggak cukup sampai urusan war tiket konser aja, penerimaan Peserta Didik Baru lewat sistem zonasi juga ternyata dijadiin lahan basah sama calo. Yep, ini juga yang heboh diomongin ayah bunda seluruh Indonesia beberapa waktu terakhir, guys. Sampai-sampai banyak pihak yang mendesak Kemendikbud supaya sistem zonasi ini dihapuskan.

Hold on, I need some background. 
You got it. Jadi in case you’re not following, hari Senin tanggal 17 kemaren tuh kan mostly jadi hari pertama anak masuk sekolah kan. Anak-anak yang baru masuk SD, SMP, dan SMA sederajat juga menjalani hari pertama mereka tuh di sekolah barunya. Nah yang mau kita bahas ini adalah what’s happening sebelum anak-anak ini akhirnya masuk sekolah. Iya, kita mau bahas apa yang terjadi selama proses Penerimaan Peserta Didik Baru aka PPDB di mana banyak pihak menyebut bahwa sistemnya tuh bikin pusing tujuh keliling.

Emang gimana sistemnya? 
Now everybody meetsistem zonasi. Pertama kali diterapkan di tahun 2017 lalu, objective dari sistem zonasi ini adalah untuk pemerataan kualitas pendidikan as a whole. Waktu itu, disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, sistem zonasi ini diterapkan biar nggak ada lagi tuh istilah ‘kasta’ dalam sistem pendidikan. Hence dulu sampai ada label ‘sekolah favorit’ kan? Mindset kayak gini harus dihilangkan ceunah, karena akses ke pendidikan berkualitas yha harus dibangun dan diterapkan secara merata.

I am reading….
As the the the time goes by, sistem zonasi ini kemudian terus mengalami perubahan sampai era Mendikbud Nadiem Makarim sekarang, guys. Yang terbaru, aturan terkait sistem zonasi legit diatur dalam Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Kita bahas satu-satu aturannya di sini yah. Jadi sesuai namanya, sistem zonasi ini memberi kesempatan kepada anak-anak yang tempat tinggalnya ada di wilayah zonasi yang sama dengan satu sekolah supaya bisa sekolahnya di situ aja, guys. Gampangnya ya… Jadi sekolahnya deket rumah gitu.

I’m not following… 
Gini gini. Contoh, kamu orang Jakarta, KK-mu legit alamat Jakarta, anakmu sekolah juga di Jakarta, dan tahun ini mau masuk SMP. Nah nggak jauh dari rumah kamu tinggal tuh ada SMP negeri. Besar kemungkinan anakmu itu bakal diprioritaskan masuk ke sekolah itu lewat sistem zonasi, guys. Karena tempat tinggalmu ada dalam satu wilayah zonasi yang sama dengan sekolah. Yep, hal itu legit diatur dalam Pasal 17-Pasal 20 Permendikbud 1/2021 tadi. Kuotanya banyak pula, kalau SD tuh disebut 70%, terus SMP dan SMA 50% dari daya tampung sekolah.

Yang nentuin wilayah zonasi siapa? 
Good question. Yang nentuin pemerintah daerah, guys. Adapun dalam Pasal 20, disebutkan bahwa penentuan wilayah zonasi tuh harus memperhatikan sebaran sekolah, data sebaran domisili calon peserta didik, serta kapasitas daya tampung sekolah yang disesuaikan sama ketersediaan jumlah anak usia sekolah di setiap jenjang di daerah tersebut. Misal, di wilayah zonasi A anak masuk SMP jumlahnya 100, di zonasi B jumlahnya 200. Nah daya tampung sekolah buat dua zonasi ini bisa beda-beda, gengs.

I see….
Tapi little did they know, sistem zonasi tuh dinilai menimbulkan masalah di kemudian hari. Yep, terjadi banyak indikasi kecurangan PPDB lewat sistem ini. Jadi saking pengennya anaknya masuk ke sekolah tertentu, ada ayah bunda yang malsuin Kartu Keluarga, ngakalin domisili, dll. Dan yang harus kamu tahu adalah, hal ini udah terjadi selama beberapa tahun terakhir, dan terjadi juga tahun ini. Tahun ini bahkan lebih parah. Kayak yang terjadi di Bogor, Jawa Barat misalnya, di mana banyak yang pakai jasa calo buat masuk ke sekolah tertentu.

WHATTT??
Udah kayak konser aja…Yep. Dikonfirmasi oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya, PPDB di Bogor tuh ngacak-ngacak sistem zonasi di mana mereka masukin siswa di luar wilayah zonasi yang udah ditentukan, guys. Nggak cuma itu, Kang Bima juga menyebut tuh calo bantu malsuin KK dan nge-update KK nggak sesuai domisili. Tinggalnya di mana tapi KK-nya alamat deket sekolah gitu. Jadi kayak alamat palsu gitu.

Ayu Ting Ting loeee? 
The thing is, update KK di area deket sekolah tuh nggak sepenuhnya salah juga, guys. Yep, secara hukum kan nggak ada yang melarang yah orang mau pindah, jadi sah-sah aja. Selain itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil juga nggak bisa menolak ngeluarin KK dengan alamat palsu karena hal itu menyangkut layanan administrasi negara rite? Tapi yha tujuannya itu lo, pindah untuk kepentingan anak masuk sekolah tuh tetap masuk kategori curang, gengs. Di Bandar Lampung kejadian tuh, banyak yang KK-nya berubah dan pindah alamat di area deket sekolah favorit biar bisa masuk jalur zonasi.

1001 cara yahh….
Iya kaaaan…  Nah dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Sulpakar, terdapat banyak perubahan data Kartu Keluarga every time menjelang PPDB di sekitaran SMA Negeri 2 Bandar Lampung. Udah rahasia umum, katanya. That being said, pihaknya mendesak Disdukcapil buat spill secara transparan berapa banyak yang udah melakukan perubahan data. Biar bisa jadi peringatan untuk nggak berbuat curang dan kasih kesempatan ke yang beneran tinggal deket situ dari awal.

This is concerning….
Banget. Makanya banyak pihak mendesak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk do something about this, terutama terkait aturan sistem zonasi. Bahkan, kalau dari pov masyarakat nih, masyarakat banyak menuntut Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim supaya menghapus kebijakan ini. Pokoknya kalau kamu stalk tuh IG-nya Mas Menteri, kolom komennya penuh sama curhatan orang-orang yang anak, adik, dan keponakannya yang dirugikan sama sistem zonasi ini, guys.

Hmmmm….
But for now let’s hear it from teacher’s pov deh ya. Menurut pengamat pendidikan dan founder Ikatan Guru Indonesia (IGI) Satria Dharma, sistem zonasi tuh sebenernya bagus, but could be better, toh tujuannya baik juga buat pemerataan akses dan mutu pendidikan. Biar anak-anak yang pinter nggak pada ngumpul di satu sekolah kan. Lebih jauh, kalau ada yang curang yha pemerintah daerah yang kudu bisa cari titik kelemahannya di mana. Yep, jadi kayak dicari tahu di mana nih salahnya, jadi bisa tahu memperbaikinya gimana.

Okay….
Terus soal Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tadi, Perhimpunan Pendidikan dan Guru aka P2G mendesak Kemendikbud Ristek untuk mengevaluasi PPDB yang ada sekarang, termasuk peraturannya, biar tujuan awal sistem zonasi tadi bisa back on track. Karena menurut pihak P2G, sistem zonasi ini at least menimbulkan lima masalah: Mulai dari migrasi domisili, praktik pungli, anak keluarga nggak mampu jadi nggak bisa sekolah negeri, sampai sekolah yang kelebihan atau kekurangan calon peserta didik.

I believe Kemendikbud Ristek has a say….
Of course. Dikonfirmasi oleh Inspektur Jenderal Kemendikbud Ristek, Chatarina Muliana Girsang, PPDB tahun ini tuh emang masih lemah di sosialisasi dan pengawasan tingkat daerah, guysIn that sense, Kemendikbud Ristek minta pemerintah daerah supaya lebih kuatin lagi sosialisasinya, terus juga memperketat pengawasan. Contoh, buat PPDB SMA, yha dari kelas 9 SMP udah dikasih sosialisasi tuh ke orang tua dan murid, jadi bisa tercerahkan, kata Mbak Chatarina gitu.

Udah gitu doang? 
Nah ini yang kemaren dibahas oleh Kemendikbud Ristek dan Komisi X DPR RI, guys. Iya, drama PPDB tahun ini kan juga ke-notice sama DPR RI yah, di mana minggu lalu Sekjen Kemendikbud Ristek, Bu Suharti mengikuti rapat dengar pendapat sama Komisi X. Di situ Komisi X menuntut supaya Permendikbud 1/2021 direvisi dan pemerintah juga diminta untuk memperbanyak kuota siswa buat jalur prestasi. Jadi nggak diberatkan ke jalur zonasi dan end up bikin banyak kecurangan. Sampai berita ini ditulis, Kemendikbud Ristek sih masih terus menampung semua masukan. Let’s see what they’re gonna do, yah.

Got it. Now wrap it up…
Jadi ya gitu deh, guys, drama anak masuk sekolah. Gituuu terus. Mulai dari sistem zonasi, sampai yang nggak pernah ketinggalan, jual beli kursi. Hal ini yang kecium terjadi di Banten. Yep, Ombudsman RI Perwakilan Banten, Fadhil Afriadi menyebut jual beli sekolah tuh masih banyak terjadi, khususnya di level SMA. Pak Fadhil menyebut, dengan orang tua bayar 5-8 juta rupiah, anak-anak mereka bisa masuk ke sekolah yang diinginkan deh. Makanya Pak Fadhil minta supaya pihak sekolah dan Dinas Pendidikan tuh kudu konsisten untuk stick sama integritasnya, guys. Intinya mah jujur ya. Tapi kalau di Negeri Wakanda mah hmmmm….

All you need to know about:

South Korea’s destructive rainstorm.
Guys, negerinya para oppa kecintaan kamu lagi terkena banjir parah nih. Adapun penyebabnya, ga lain ga bukan adalah hujan badai secara terus-menerus yang terjadi sejak Hari Minggu kemarin. Hujan badai ini jadi yang terparah di Korea Selatan di tahun ini, karena sampe merusak segala fasilitas umum dan memakan banyak korban jiwa, guys.

OMG tell me.
Well, jadi sejak 9 Juli kemarin, beberapa daerah di Korea Selatan mengalami intensitas hujan yang sangat tinggi secara terus menerus. Hujan badai yang melanda Korea Selatan ini udah menewaskan sedikitnya 40 orang dan mengakibatkan 34 orang lainnya luka-luka. Lebih dari 10.000 orang juga mengungsi dari rumahnya ke tempat-tempat pengungsian. Adapun kerusakan terparah terjadi di wilayah tengah dan selatan Korsel.
Advertisement

Parahnya tuh gimana?
Kayak yang terjadi di pusat kota Cheongju nih. Underpass di sana tiba-tiba aja dipenuhi banjir bandang saat kendaraan sedang melintas. Pemerintah kemudian langsung mengerahkan volunteers untuk melakukan upaya penyelamatan, dan hasilnya ada sembilan orang yang telah ditemukan dalam keadaan selamat dan 13 orang lainnya ditemukan meninggal. So far, belum diketahui berapa banyak korban di area ini, akan tetapi tim penyelamat terus berupaya mencari korban lewat perahu karet dan pompa air.

Huft, go on.
Tingginya intensitas hujan badai yang turun di Korsel juga berdampak pada tanah longsor di tenggara Kota Yecheon. At least ada sembilan orang tewas dan delapan lainnya yang masih dinyatakan hilang setelah tanah longsor menghancurkan rumah-rumah di sana. Kemendagri Korsel juga merilis bahwa at least ada 200 rumah dan 28.607 orang tanpa listrik di seluruh Korea Selatan karena listriknya putus akibat banjir.

Terus bakal getting better ga?
They will eventually, but not at the moment, guys. Soalnya, Badan meteorologi Korea Selatan masih ngasih peringatan bahwa bakal terjadi hujan lebat di sebagian besar wilayah, khususnya di Korsel bagian tengah dan selatan hingga pertengahan minggu ini. Dalam laporan mereka, disebutkan bahwa hujan deras bakal turun sampe menyebabkan banjir setinggi tiga sentimeter per jam di beberapa wilayah selatan. Pihak badan meteorologi ini juga masih memprediksi bahwa akan ada hujan lebat di wilayah tengah dan selatan hingga pertengahan minggu ini.

I believe the government has a say…
Of course. Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol yang baru aja pulang dari Eropa langsung mengadakan pertemuan darurat sama jajaran pemerintahnya atas bencana ini. Pada hari Senin kemarin, Presiden kemudian menyampaikan bahwa cuaca ekstrim seperti ini akan jadi hal yang biasa. Makanya pemerintah Korea Selatan perlu menerima perubahan iklim yang terjadi dan menghadapinya.

Ok, anything else I should know?
Bukan kali ini aja Korea Selatan dilanda banjir saat musim panas berlangsung, guys. Hampir tiap tahun negara ini dilanda banjir even saat musim panas sekalipun. Bedanya, tahun-tahun sebelumnya Korea Selatan nih biasanya punya persiapan yang bagus dan mempunyai tingkat kematian yang rendah. Meskipun curah hujan terberat di Korea Selatan masih dipegang tahun 2022, tapi jumlah korban tewas tahun ini masih lebih banyak.

Now some updates from Semarang…

On the train crash.
Yep, kamu pastinya udah tahu kan soal video viral, di mana sebuah truk tronton yang berhenti di tengah-tengah rel tiba-tiba ditabrak kereta sampe ngeluarin ledakan api yang gedeee banget? Nah, hal itu baru aja kejadian di Semarang guys, and it’s all reaaaal…

WHAT tell me.
Yep, hal ini terjadi Selasa kemarin sekitar pukul tujuh malam di Jalan Madukoro Raya, Semarang. Awalnya ya lalu lintas berjalan seperti biasa aja selayaknya jalan di area pemukiman dan perkantoran gitu. Sampe sekitar pukul 19.20 WIB, ada truk tronton yang tiba-tiba mogok di perlintasan rel kereta api. Karena mesin truk nggak kunjung bisa dinyalain, supir dan kernet truk akhirnya turun buat minta tolong petugas jaga di palang pintu.

Ok terus?
But sayangnya, nggak selang lama ada Kereta Api Brantas relasi Blitar-Pasar Senen yang melintas di rel itu. Tabrakan antara kereta api dengan truk tronton pun nggak bisa dihindari lagi, guys. Lewat rekaman video yang tersebar, terlihat tuh bahwa truk sempet terseret kereta ke arah jembatan dulu sebelum akhirnya ngeluarin api yang membumbung tinggi banget. Masyarakat yang ada di sekitar sana juga terlihat panik sambil berlari menjauh dari api.

OMG…
Meskipun segitu parahnya efek ledakan pada tabrakan kereta api dan truk tronton ini, syukurnya nggak ada korban jiwa sih. Terus masih di hari yang sama, Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Semarang, Pak Irwan Anwar mengkonfirmasi cuma ada satu penumpang yang terluka lantaran melompat dari gerbong saat kecelakaan berlangsung. Korban kemudian ke rumah sakit setempat setelah mengalami dislokasi pada bagian kaki. Selebihnya, baik penumpang dan masinis nggak ada luka fisik. Thank God…

Kepo deh POV penumpangnya kek apa?
Nah kebetulan salah satu penumpang udah mengisahkan point of view dirinya di dalem kereta. Ini dikisahkan sama Pak Suharyono kepada wartawan di hari yang sama saat kejadian berlangsung. Pas itu, Pak Suharyono duduk di gerbong Ekonomi 1. Awalnya dia dan para penumpang yang lain kaget, kok kereta tiba-tiba mengerem mendadak. Nggak lama setelah itu, Pak Suharyono ngerasain getaran yang kuat banget dan ngeliat beberapa penumpang lain terpental ke kursi depan. Setelah diberi kabar kereta menabrak truk dan timbul kobaran api, seluruh penumpang akhirnya disuruh keluar dari gerbong kereta.

Terus kalo masinisnya gimana?
Secara fisik sih, masinis Kereta Api Brantas dikabarkan baik-baik aja. Hal ini dikonfirmasi sama Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Pak Irfan Hendri yang bilang masinis kereta langsung melakukan pengecekan kesehatan. Hasilnya nggak ada luka secara fisik yang dialami masinis. Tapi, secara psikologis masinis perlu beristirahat terlebih dahulu sebelum keesokan harinya harus memberikan keterangan terkait tabrakan ini secara lengkap.

Kalo sopir truknya apa kabar?
Nah selepas kejadian, sopir dan kernet yang sempet nyariin petugas jaga di palang pintu malah kabur, guys. Mereka sepertinya panik dan takut sehingga memilih meninggalkan lokasi kejadian. Mengetahui hal ini, polisi kemudian melakukan pendekatan melalui keluarga dan perusahaan pemilik truk. Alhasil pendekatan ini berhasil pada hari Rabu kemarin, sopir dan kernet telah menyerahkan diri. Polisi masih mengambil keterangan dari sopir dan kernet truk yang masih berstatus sebagai saksi.

Got it, anything else I should know?
Penumpang Kereta Api Brantas relasi Blitar-Pasar Senen yang sempat mengalami penundaan akibat kecelakaan ini akhirnya bisa diberangkatkan kembali pukul 22.31 WIB. Kecelakaan ini juga berimbas pada sepuluh keterlambatan kereta yang terjadi kemarin. Meskipun gitu, PT KAI terus berusaha normalisasi jadwal keberangkatan kereta pasca insiden kecelakaan Kereta Api Brantas.

When you hate doing paperwork for your visa….

Singaporeans can’t relate.
Iya, siapa sih guys yang ngga bete harus ngurusin visa kalo mau keluar negeri? Dari mulai rekening koran lah, surat sponsorship lah, surat pernyataan lah, pokoknya riweuh kan. Nah tapi hal ini most likely ngga dialami oleh para penduduk Singapura, yang tahun ini paspornya dinobatkan sebagai paspor paling powerful sedunia. Yep, dalam rilis Hanley Passport Index tahun ini, disebutkan bahwa warga Singapur tuh paspornya powerful banget karena jadi negara dengan status bebas visa terbanyak di dunia, dengan jumlah 193 negara Padahal sebelumnya, posisi ini lima tahun berturut-turut diduduki oleh Jepang. Di tahun ini, negara matahari terbit itu turun ke posisi ketiga dengan 189 negara. Nah yang menarik guys, negara-negara Eropa yang tadinya terpuruk berhasil memperbaiki posisinya di tahun ini. Ada Jerman, Italia dan Spanyol yang naik ke posisi dua terkuat dengan kondisi bebas visa ke 190 negara. Meanwhile, negara Eropa lainnya kayak Austria, Finlandia, Perancis, Luxembourg dan Swedia juga berhasil naik bareng-bareng ke posisi tiga sama Jepang dan Korea Selatan. Meanwhile… Indonesia ada di posisi 77 dengan 70 negara yang bebas visa.
 
Jadi makin pengen pindah warga negara ke Singapur ga, guys? Xixixi

“Ikhlaskan. Tidak perlu ditangisi.”

Gitu guys kata bakal calon presiden dari PDIP Ganjar Pranowo pas ngebahas soal kelompok yang mengalihkan dukungan dari dirinya kepada kandidat lain di Pilpres 2024 mendatang. Kata Mas Ganjar, yaudah kalo pindah gpp walaupun awalnya mereka berasal dari barisan yang sama. FYI guys, emang belakangan ini bermunculan dukungan buat calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto dari kader PDIP. Padahal kan, PDIP dukungnya Mas Ganjar kan. Tapi ya gitu, kata Mas Ganjar yaudah gausah ditangisi.
 
When your money is already gone in this time of the month…

Announcement


Thanks to Mona, Sarsa, and Someone for buying us coffee today! 

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

If you want to lose belly fat, avoid these foods.
Advertisement