Polusi Udara Jadi Ancaman Kesehatan Warga Jakarta

139

When you’re still wearing your mask….

Because of the pollution, 
Well well well, baru aja kemarin kita bahas kalau aturan penggunaan masker udah dicabut yah, guys. Tapi kamu yang di Jakarta, pasti tetap pada pakai kan. Karena nggak cuma worry sama virus, tapi worry juga sama polusi udara Jakarta yang makin hari makin naudzubillah huft. Nah kemarin banget nih, masalah ini pun akhirnya di-up lagi sama DPRD DKI Jakarta.

Apatu katanya?
Before we get there, mimin mau tanya: Kapan terakhir kali kamu liat langit Jakarta birunya biru cerah kalau siang, terus malemnya ada bintang? Been a while, right? Yep, beberapa bulan terakhir, langit Jakarta tuh keliatannya emang lagi berkabut banget kan. Nah tapi, yang harus kamu ketahui adalah, yang kamu liat tuh bukan kabut biasa, guys. Tapi emang polusi udara.

Suprised (but not) surprised.
Same. Tapi hal lain yang harus kalian ketahui adalah, dari standard-nya iQair, polusi udara di Jakarta sekarang itu udah masuk dalam kategori tidak sehat. Iya, ada di 115 sekarang indeksnya, which emang nggak sehat banget untuk kelompok-kelompok yang rentan, terutama buat masyarakat yang punya riwayat penyakit pernafasan. Anak-anak juga jadi sering batuk, dll.

Terus gimana dong? 
Nah hal ini juga yang di-highlight sama DPRD DKI Jakarta kemarin. Menurut Anggota Komisi D DPRD DKI dari Fraksi PSI, Justin Adrian, kalau kualitas udara di Jakarta bisa seburuk ini, maka yang perlu dipertanyakan adalah gimana kualitas udara itu diawasi dan dikendalikan. So in that sense, everybody’s eyes are on: Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Doi juga menilai pihak Pemprov DKI tuh lemah banget dalam menindak aktivitas industri di Jakarta yang padahal jelas-jelas aktivitas itu end up bikin polusi dan limbah. Padahal, anggaran buat menindak nih ada. Jadi DPRD ke Dinas tuh kayak, “U ngapain? Kerja gasi lo?”

Terus orang dinasnya bilang apa?
Well, pihak Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Bu Rahmawati namanya, menyebut bahwa kualitas udara JKT yang memburuk belakangan ini tuh disebabkan oleh musim kemarau, guys. Iya, di bulan-bulan Mei sampai Agustus nanti, which diketahui sebagai musim kemarau, konsentrasi polutan di Jakarta diprediksi bakal meningkat, dan itu berarti polusi bakal makin sering muncul. Lebih jauh, Bu Rahmawati juga bilangnya kalau ntar after Agustus udah masuk musim penghujan, polusinya juga berkurang kok.
Advertisement

Terus penindakannya gimana? 
See no points di penjelasan di atas ya? Hehehehe. Yep, now let’s talk about penindakan terkait polusi udara Jakarta yah. Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Santoso bilangnya, “Iya, saya tiup saja.” Becanda sih maksudnyaa, referring to polusi udara dari kawasan industri yang nyampe ke Jakarta, bakal ditiup aja sama beliau, katanya gitu.

Krik krik…
Ehehehehe. Ya gitu deh, guys. Banyak pihak juga bilangnya, “Lucu Anda begitu?” gitu guys kira-kira. Salah satunya yha Justin Adrian tadi, dari DPRD DKI Jakarta. Menurut Pak Justin, jokes Pak Heru kayak tadi tuh menyakiti hati rakyat banget, guys. Secara, orang-orang di luar sana beneran banyak yang kena penyakit ISPA, mulai dari anak-anak sampai lansia. Makanya agak offensive aja kalau sampai yang menyangkut kesehatan orang lain dijadiin jokes.

Terus terus?
A similar opinion also comes from Wahana Lingkungan Hidup Indonesia aka WALHI. Menurut aktivis WALHI, dengan Pak Heru nge-jokes kayak gitu, Pak Heru udah jadi keliatannya nggak punya empati. Padahal polusi udara ini emang udah jadi ancaman kesehatan khususnya buat warga Jakarta kan, tapi kenapa pemerintah, yang harusnya jadi pihak yang harusnya nge-provide udara bersih buat warganya tuh malah nge-jokes nggak penting gitu yekan. Lebih jauh, dengan jokes “Nanti saya tiup” itu tuh emang cuma menunjukkan kalau Pemprov emang nggak capable mengatasi persoalan lingkungan. Gitu ceunah kata Walhi.

Ok anything else I should know? 
Btw polusi udara di Jakarta tuh emang udah jadi concern-nya banyak pihak sejak lama kan, tapi sampai sekarang solusinya juga belum ketemu. Even Pak Heru Budi Santoso juga bilangnya yang bisa dilakukan sekarang yha cuma maximize penggunaan kendaraan listrik yang sekarang lagi dipercepat, guys. Nah again, percepatan kendaraan listrik ini juga dinilai ngawur sama Walhi since nggak menyelesaikan masalah, malah nambah masalah baru yaitu masalah tambang nikel. Hmmm….
Advertisement