Politikus PDIP : Pak Anies Nggak Bakal Lolos Sebagai Capres

184

Who’s causing some more drama?

Politisi PDIP, Adian Napitupulu.
Menjelang pemilu 2024, drama-drama politik emang makin ngga terhindarkan. Mulai dari drama si ini pasangan sama si itu, si itu bikin kader partai ini tersangka (eh…), si ini pengen bet jadi cawapres sampe nampang terus di mana-mana… aduh pokoknya banyak deh. Nah yang terbaru, ada satu statement dari politikus PDI Perjuangan atas nama Adian Napitupulu yang kemarin bilang kalau Pak Anies tuh nggak bakal lolos sebagai Capres, guys. Bahkan diperkirakan Pilpres tuh cuma Ganjar dan Prabowo aja yang bakal duel.

Doi cenayang apa gimana?
Ya lebih ke itung-itungannya aja sih. Jadi to give you some context, kayak yang udah sering kita bahas nih, sejauh ini kan kita tahu udah ada tiga nama yang udah dideklarasikan buat jadi capres di pemilu tahun depan. Ada mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diusung Koalisi Perubahan (Partai NasDem, Demokrat, PKS), selanjutnya ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang diusung PDI-Perjuangan, PPP, Perindo dll, serta terakhir ada Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto yang diusung partainya Gerindra dan PKB. Nah the thing is, Pak Anies tuh case-nya agak beda, guys.

Beda gimana?
Secara, sebagai bakal capres pertama yang di-announce sejak Oktober tahun lalu, elektabilitas Pak Anies di berbagai lembaga survei tuh belakangan ini dinilai banyak pihak cenderung merosot, kalah sama Pak Ganjar dan Pak Prabowo. Nah, hal inilah yang di-highlight Politikus PDI Perjuangan, Adian Napitupulu. Menurut Bang Adian, suara pendukung Pak Anies tuh udah cenderung tergerus abis EVEN before the game starts.

Separah itu emang? 
Ya kalau diliat by data sih keliatannya begitu ya. Masih dari keterangan Bang Adian, elektabilitas yang cenderung merosot ini gara-gara suara masyarakat tuh udah balik lagi ke ‘pemilik asal’nya, guys. Iya, kalau sebelumnya elektabilitas Pak Anies sempat tinggi gara-gara belum ketahuan tuh siapa rivalnya. Nah sekarang, setelah ada tandingan, which is Pak Ganjar dan Pak Prabowo, suara masyarakat jadi terpecah. Ada yang udah ke Prabowo, dan ada juga yang ke Ganjar Pranowo di mana merupakan orang-orang yang dukung Pak Jokowi 2019 kemarin.

Hmmm….
Lebih jauh, elektabilitas Pak Anies yang terus merosot juga menurut Bang Adian nggak terlepas dari Presiden Jokowi yang beberapa kali nge-endorse dua bakal capres lainnya, tapi Pak Anies justru engga. Nah dengan adanya endorse-an tersebut, suara masyarakat tuh dinilai jadi berputarnya di dua nama itu aja, guys. Baliknya juga ke situ-situ lagi, nggak ke Pak Anies. That being said, Bang Adian menilai kalau gini terus, Pilpres 2024 mendatang sih bisa jadi cuma bakal diikuti sama Pak Ganjar dan Pak Prabowo aja, without Pak Anies.

I believe Koalisi Perubahan has a say….
Yha mereka kzl dong. Kayak, “Apaansi?” Partai NasDem bahkan balas nge-ulti pernyataan Bang Adian di atas, guys. Yep. Ketua Fraksi NasDem di DPR RI, Ahmad Ali bilangnya hal itu cuma bakal kejadian kalau Pak Anies dijegal. Dan bisa aja Bang Adian terlibat ikut dalam penjegalan ini, katanya gitu. The same also goes with PKS dan Partai Demokrat. Menurut politikus Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, hal-hal kayak gini tuh termasuk operasi besar di mana orang-orangnya Jokowi aka All Jokowi’s men rame-rame secara sistemis menjegal Pak Anies buat jadi capres.
Advertisement

WOW I love drama…..
Apalagi drama politik kayak gini yekan wkwkwk. Lebih jauh, PKS juga menyebut Bang Adian, sebagai politikus dari partai penguasa sekarang, yha nggak sepantasnya ngeluarin statement kayak gitu. Disampaikan oleh Jubir PKS, Mohammad Khalid, in his words, bilangnya kaya gini nih: “Itu pikiran yang tidak bijak dan paranoid. Harusnya sebagai partai penguasa, pesan politiknya menyejukkan dan suportif.” Jadi yha gitu, Koalisi ini yakin dan optimis capres mereka tetap bisa lanjut jadi calon presiden. Pak Kamhar bahkan bilangnya rakyat tuh jelas-jelas butuh perubahan yang dibawa sama Pak Anies dan koalisinya.

Serius nanya. Beneran bisa gagal ga sih Pak Anies tuh? 
Well, pengamat politik dari Trias Politica Strategis, Agung Baskoro sih ngeliatnya yha bisa aja Pak Anies gembos duluan. Hal itu bisa disebabkan karena gangguan internal dan eksternal kalau kata Pak Agung. Gangguan internal yha kayak dari koalisinya yang katanya mau pecah (uhuk), atau bisa juga dari eksternal. Kayak intervensi pihak lain yang mau Pak Anies gagal nyapres. Kalau kata Pak Agung nih, jika intervensi ini terlalu jauh oleh kekuatan ‘invisible hands’, yha yang bahaya demokrasi kita, guys. Kita kan pengennya punya banyak opsi yah, punya banyak menu terkait siapa yang mau kita pilih buat jadi presiden dan wakil presiden ntar.

Tapi sampai sekarang bakal cawapres juga belum ada…
Nah soal itu juga. Sabar, guysAs we all know Pak Anies dan istri Bu Fery Farhati tuh kan sekarang lagi ibadah haji kan. Jadi setelah didesak sana-sini, termasuk dari anggota koalisinya sendiri, which is Partai Demokrat, Pak Anies disebut bakal segera mengumumkan nama bakal cawapres yang mendampingi dia ntar paling lambat 16 Juli, setelah dia pulang dari ibadah haji, guys. Nama itu sendiri udah fix di satu nama, dan beneran tinggal diumumin aja ceunah. Jadi yha tunggu aja.


Got it. Anything else I should know? 
Balik lagi soal penjegalan Pak Anies sebagai calon presiden, di luaran sana emang lagi santer isunya bahwa Pak Anies pokoknya mau dijegal aja. Salah satunya adalah dengan isu beliau yang bakal ditetapkan sebagai tersangka KPK atas kasus dugaan korupsi Formula-E. Nah menyikapi hal ini, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh optimis hal itu nggak bakal kejadian. Yep, since the very beginning, Pak SP tuh udah seyakin itu sama keputusannya mau mencalonkan Pak Anies sebagai capres, dan keputusan itu nggak berubah seiring dengan berbagai berita miring soal Pak Anies. Pak SP bahkan bilangnya, “Kalau kita tidak memiliki optimisme apalagi modal kita, sudah habis, satu-satunya modal terakhir yang kita miliki adalah optimisme.”
Advertisement