Politikus PDIP : Pak Anies Nggak Bakal Lolos Sebagai Capres, Wagner Group Serang Balik Pemerintahan Rusia, Virus Oz Menyebabkan Kematian, Anak Muda di China Lebih Religius Dibanding Generasi Sebelumnya

156

Hello!

Raise and shine, pretty soul. We know, we know, it’s that weird day again when you don’t feel like going to work because… well the holiday is near. It’s ok! Spare yourself a little time by sitting still, enjoy your coffee, and catch up! with our email. We got you everything!

Who’s causing some more drama?

Politisi PDIP, Adian Napitupulu.
Menjelang pemilu 2024, drama-drama politik emang makin ngga terhindarkan. Mulai dari drama si ini pasangan sama si itu, si itu bikin kader partai ini tersangka (eh…), si ini pengen bet jadi cawapres sampe nampang terus di mana-mana… aduh pokoknya banyak deh. Nah yang terbaru, ada satu statement dari politikus PDI Perjuangan atas nama Adian Napitupulu yang kemarin bilang kalau Pak Anies tuh nggak bakal lolos sebagai Capres, guys. Bahkan diperkirakan Pilpres tuh cuma Ganjar dan Prabowo aja yang bakal duel.

Doi cenayang apa gimana?
Ya lebih ke itung-itungannya aja sih. Jadi to give you some context, kayak yang udah sering kita bahas nih, sejauh ini kan kita tahu udah ada tiga nama yang udah dideklarasikan buat jadi capres di pemilu tahun depan. Ada mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diusung Koalisi Perubahan (Partai NasDem, Demokrat, PKS), selanjutnya ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang diusung PDI-Perjuangan, PPP, Perindo dll, serta terakhir ada Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto yang diusung partainya Gerindra dan PKB. Nah the thing is, Pak Anies tuh case-nya agak beda, guys.

Beda gimana?
Secara, sebagai bakal capres pertama yang di-announce sejak Oktober tahun lalu, elektabilitas Pak Anies di berbagai lembaga survei tuh belakangan ini dinilai banyak pihak cenderung merosot, kalah sama Pak Ganjar dan Pak Prabowo. Nah, hal inilah yang di-highlight Politikus PDI Perjuangan, Adian Napitupulu. Menurut Bang Adian, suara pendukung Pak Anies tuh udah cenderung tergerus abis EVEN before the game starts.

Separah itu emang? 
Ya kalau diliat by data sih keliatannya begitu ya. Masih dari keterangan Bang Adian, elektabilitas yang cenderung merosot ini gara-gara suara masyarakat tuh udah balik lagi ke ‘pemilik asal’nya, guys. Iya, kalau sebelumnya elektabilitas Pak Anies sempat tinggi gara-gara belum ketahuan tuh siapa rivalnya. Nah sekarang, setelah ada tandingan, which is Pak Ganjar dan Pak Prabowo, suara masyarakat jadi terpecah. Ada yang udah ke Prabowo, dan ada juga yang ke Ganjar Pranowo di mana merupakan orang-orang yang dukung Pak Jokowi 2019 kemarin.

Hmmm….
Lebih jauh, elektabilitas Pak Anies yang terus merosot juga menurut Bang Adian nggak terlepas dari Presiden Jokowi yang beberapa kali nge-endorse dua bakal capres lainnya, tapi Pak Anies justru engga. Nah dengan adanya endorse-an tersebut, suara masyarakat tuh dinilai jadi berputarnya di dua nama itu aja, guys. Baliknya juga ke situ-situ lagi, nggak ke Pak Anies. That being said, Bang Adian menilai kalau gini terus, Pilpres 2024 mendatang sih bisa jadi cuma bakal diikuti sama Pak Ganjar dan Pak Prabowo aja, without Pak Anies.

I believe Koalisi Perubahan has a say….
Yha mereka kzl dong. Kayak, “Apaansi?” Partai NasDem bahkan balas nge-ulti pernyataan Bang Adian di atas, guys. Yep. Ketua Fraksi NasDem di DPR RI, Ahmad Ali bilangnya hal itu cuma bakal kejadian kalau Pak Anies dijegal. Dan bisa aja Bang Adian terlibat ikut dalam penjegalan ini, katanya gitu. The same also goes with PKS dan Partai Demokrat. Menurut politikus Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, hal-hal kayak gini tuh termasuk operasi besar di mana orang-orangnya Jokowi aka All Jokowi’s men rame-rame secara sistemis menjegal Pak Anies buat jadi capres.

WOW I love drama…..
Apalagi drama politik kayak gini yekan wkwkwk. Lebih jauh, PKS juga menyebut Bang Adian, sebagai politikus dari partai penguasa sekarang, yha nggak sepantasnya ngeluarin statement kayak gitu. Disampaikan oleh Jubir PKS, Mohammad Khalid, in his words, bilangnya kaya gini nih: “Itu pikiran yang tidak bijak dan paranoid. Harusnya sebagai partai penguasa, pesan politiknya menyejukkan dan suportif.” Jadi yha gitu, Koalisi ini yakin dan optimis capres mereka tetap bisa lanjut jadi calon presiden. Pak Kamhar bahkan bilangnya rakyat tuh jelas-jelas butuh perubahan yang dibawa sama Pak Anies dan koalisinya.

Serius nanya. Beneran bisa gagal ga sih Pak Anies tuh? 
Well, pengamat politik dari Trias Politica Strategis, Agung Baskoro sih ngeliatnya yha bisa aja Pak Anies gembos duluan. Hal itu bisa disebabkan karena gangguan internal dan eksternal kalau kata Pak Agung. Gangguan internal yha kayak dari koalisinya yang katanya mau pecah (uhuk), atau bisa juga dari eksternal. Kayak intervensi pihak lain yang mau Pak Anies gagal nyapres. Kalau kata Pak Agung nih, jika intervensi ini terlalu jauh oleh kekuatan ‘invisible hands’, yha yang bahaya demokrasi kita, guys. Kita kan pengennya punya banyak opsi yah, punya banyak menu terkait siapa yang mau kita pilih buat jadi presiden dan wakil presiden ntar.

Tapi sampai sekarang bakal cawapres juga belum ada…
Nah soal itu juga. Sabar, guysAs we all know Pak Anies dan istri Bu Fery Farhati tuh kan sekarang lagi ibadah haji kan. Jadi setelah didesak sana-sini, termasuk dari anggota koalisinya sendiri, which is Partai Demokrat, Pak Anies disebut bakal segera mengumumkan nama bakal cawapres yang mendampingi dia ntar paling lambat 16 Juli, setelah dia pulang dari ibadah haji, guys. Nama itu sendiri udah fix di satu nama, dan beneran tinggal diumumin aja ceunah. Jadi yha tunggu aja.

Got it. Anything else I should know? 
Balik lagi soal penjegalan Pak Anies sebagai calon presiden, di luaran sana emang lagi santer isunya bahwa Pak Anies pokoknya mau dijegal aja. Salah satunya adalah dengan isu beliau yang bakal ditetapkan sebagai tersangka KPK atas kasus dugaan korupsi Formula-E. Nah menyikapi hal ini, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh optimis hal itu nggak bakal kejadian. Yep, since the very beginning, Pak SP tuh udah seyakin itu sama keputusannya mau mencalonkan Pak Anies sebagai capres, dan keputusan itu nggak berubah seiring dengan berbagai berita miring soal Pak Anies. Pak SP bahkan bilangnya, “Kalau kita tidak memiliki optimisme apalagi modal kita, sudah habis, satu-satunya modal terakhir yang kita miliki adalah optimisme.”

Who’s singing, “You betrayed me…..”?

Vladimir Putin.
Gini deh. Kalau dengar kata, “Pengkhianatan”, apa sih yang terlintas di kepala kamu? Lagu-lagunya Olivia Rodrigo di album “SOUR”? Atau film-film kayak Suicide Squad atau Fate of the Furious? Well, emang sakit banget yah dikhianati tuh, guys. Pengkhianatan inilah yang dari kemaren disebut terjadi di Rusia. Bahkan, gara-gara hal ini, salah satu wilayah di Rusia, Rostov namanya, jadi pecah bentrok amburadul. So now, everybody meet the actor of this all: Wagner Group.

WHAT??? Tell me. 
Huft… Jadi sejauh ini emang invasi Rusia ke Ukraina belom kelar juga. Dan sejauh mata memandang sih, emang belum ada hilalnya mau damai nih dua negara. Nah update terbaru, jadi over the weekend kemarin Rusia lagi jadi headlines global gara-gara tentara bayaran yang selama ini udah bantuin mereka perang sama Ukraina, malah balik memberontak dan menyerang pemerintahan Rusia. Tentara bayaran ini sendiri tergabung dalam satu company namanya Wagner Groupguys.

GILA. 
Ya memang. Jadi kamu harus tahu nih Wagner Group sendiri bukan entitas asing buat pemerintahan Rusia. Jadi big boss mereka, taipan super tajir namanya Yevgeny Prighozin udah dari tahun ‘90-an bestie-an sama Presiden Vladimir Putin dengan jadi penyedia catering di kantor kepresidenan. Sampai di tahun 2014 lalu, Prigozhin membentuk satu company isinya tentara bayaran, dan sejauh ini punya anggota sampe mencapai 25.000 tentara. Dalam perkembangannya, Wagner Group ini sering banget bantuin Rusia perang, misalnya waktu Rusia mau merebut Crimea dari Ukraina pada 2014 lalu, dan yang ter-update adalah yang serangan ke Ukraina ini.

Tapi kenapa harus pake tentara bayaran njir….
Ya banyak faktor guys, tapi mostly adalah karena emang pemerintah Rusia juga susah merekrut tentara “real” lewat public recruitment gitu. Makanya Putin pake lah jasa tentara bayaran ini, yang sebenernya diisi oleh orang Rusia juga. Yep, Wagner Group ini diketahui merekrut sejumlah narapidana dari penjara-penjara yang ada di Rusia untuk kemudian jadi tentara bayaran. Publik Rusia sendiri menilai sah-sah aja penggunaan mercenaries ini, bahkan anggotanya diliat sebagai kelompok patriotik.

Go on…
Sampai sini everything seems, “Yaudah, so what?” gitu kan. But wait until you hear about: Jumat kemarin, Wagner Group menuduh tentara militernya Rusia di bawah Kementerian Pertahanan menyerang camp kelompok mereka. Lebih jauh, Prigozhin juga menyebut bahwa Kemenhan Rusia ngga ngasih tentaranya amunisi yang cukup buat perang. Finally, doi menyerukan dicopotnya Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu dari jabatannya. Jadi intinya berantem internal gitu, guys

Ya ampun ternyata itu…
Yoi. Prigozhin kemudian menyerukan tentaranya buat memberontak dan mau menyerang pemerintahan Rusia di Kremlin. Mereka bahkan udah mengambil alih salah satu camp militernya Rusia di Rostov-on-Don, menyebabkan kerusuhan, dan bahkan udah sempet bergerak menuju Kremlin. Hal ini tentunya bikin militer Rusia (Putin’s version) beneran panik, sampe bikin penjagaan di depan Kremlin jadi super ketat. Hal inilah yang diliat masyarakat dunia kayak: OH Putin pecah nehh pemerintahannya…

Beneran diserang?
Jujur engga. Somehow pihaknya Putin dan Wegner Group ini kemudian diskusi untuk cari jalan keluar, dengan ditengahi oleh presiden Belarus, Alexander Lukashenko. Hasil diskusinya adalah: satu, Wegner Group ga jadi nyerang Kremlin. Dua, mereka lanjut perang di Ukraina. Tiga, tentara Wegner Group yang keburu ikut otw
Advertisement
 ke Kremlin ga akan dijatuhi hukuman apa-apa, dan mereka yang ga ikutan bakal ditawarin jadi PNS. Eh, maksudnya jadi tentara Rusia. Finally, si tajir pimpinan Wegner Group yakni Prigozhin bakal in exile di Belarus dan ga akan juga dijatuhi hukuman apa-apa. The end.

JUJUR ter-plot twist.
Ya gimana guys, Putin juga nyeremin kan. Dalam statement-nya Sabtu kemarin, doi bahkan bilang Wagner Group ini jadi kayak backstabber di mana dia dan negara udah ditusuk dari belakang. Putin bahkan nyamain tindakan kelompok ini dengan kejadian Revolusi Rusia 1917 lalu, waktu jaman-jamannya PD I. Secara, disampaikan oleh pihak Kementerian Pertahanan Rusia, tuduhan Wagner Group terkait serangan Rusia tuh nggak bener. Later onPrigozhin bahkan sampe menegaskan bahwa march tentaranya ke Kremlin itu bukan mau kudeta atau apa, tapi cuma mau memperbaiki kondisi tentara Rusia di Ukraina aja, yang menurutnya di-handle secara kurang profesional. Takut banget gatu.

Ok does anyone outside say anything? 
Of course. Secara isu ini kan udah jadi isu yang diomongin masyarakat dunia yah. Terlebih buat negara-negara yang intens berhubungan sama Rusia, both in a good or bad way, pasti ngikutin isu ini dong. Salah satunya yha none other than Ukraine itself. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy kemarin bilangnya dengan adanya kejadian ini, sama aja menunjukkan kelemahan Rusia. Doi juga bilang bahwa kekuatan Rusia bisa pecah gara-gara ini.

Ya makes sense sih…
Yep, hal ini juga kemudian diamini oleh Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken juga bilangnya pengkhianatan dan pembelokan Wagner Group ini jadi kayak nunjukin adanya keretakan di Rusia. Meanwhile, China, yang emang ga pernah openly mengecam serangan Rusia justru menunjukkan “dukungannya” buat Putin dengan bilang bahwa urusan ini tuh urusan internalnya Rusia.

Ok anything else I should know? 
Btw balik lagi ke kericuhan yang terjadi di Rostov-on-Don beberapa hari lalu, pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow udah mengeluarkan peringatan supaya warga Indonesia yang ada di sana untuk stay at home aja, nggak keluar rumah kecuali dalam keadaan mendesak. Terus for those yang tinggalnya di Rostov, juga diminta stay dulu aja di situ jangan kemana-mana dan selalu dengerin dan update soal info dari media yang kredibel dan pemerintah setempat only.

When ‘kutuan’ can have serious consequences…

Because virus Oz.
Yang kita bicarain sekarang literally beneran kutu ya, guys. Bukan kutu buku atau kutu loncat kek temen kamu xixixi. Soalnya di Jepang, seekor kutu disinyalir jadi carrier virus tertentu yang menyebabkan seorang perempuan tewas. Kasus ini jadi perhatian serius pemerintah Jepang karena korban meninggal sebelum genap sebulan dirawat di rumah sakit.

WHAT. Tell me everything.
You got it. Jumat kemarin pemerintah Jepang baru aja ngumumin kasus kematian pertama akibat infeksi virus Oz. Peristiwa naas ini dialami seorang perempuan berusia 70 tahun di Prefektur Ibaraki. Awalnya korban datang ke rumah sakit dan mengeluhkan demam serta kelelahan. Di saat yang sama, dokter menemukan seekor kutu yang lagi menggigit paha atas korban.

Terus respon dokter gimana?
Awalnya sih dokter mendiagnosa pasien mengidap penyakit pneumonia. Kondisi pasien yang nggak kunjung membaik membuatnya perlu dirawat di rumah sakit. Setelah 26 hari dirawat, pasien dinyatakan meninggal karena mengalami miokarditis atau peradangan otot jantung. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut pada tubuh korban, diketahui korban terinfeksi virus Oz dari kutu yang menggigitnya.

Itu virus apalagi…
Sedih ya, beberapa tahun ini kita selalu dipaksa kenal dengan virus-virus baru. Salah satunya virus Oz yang sebenernya udah terdeteksi sejak 2018 lalu. Virus yang masih keluargaan sama Thogotovirus ini ditemukan pertama kali pada spesies kutu Testudinarum Amblyoma di Jepang. Kutu yang memiliki virus Oz secara alami dapat menyerang makhluk hidup lain, terutama manusia.

Waduh, terus gejalanya apa aja?
Sayangnya sampe sekarang belum ada informasi akurat mengenai gejala pasti pasien yang terpapar virus ini, guys. Berbagai gejala ringan hingga kematian dapat dimungkinkan terjadi pada korban. Penelitian lebih lanjut masih terus diupayakan oleh lembaga terkait di Jepang. Beberapa hasil penelitiannya diketahui bahwa ternyata beberapa hewan dan manusia udah punya antibodi terhadap virus Oz, jadi emang ada pihak-pihak yang bisa aja ngga nyadar bahwa mereka pernah terpapar virus ini.

Terus di Indonesia gimana?
Sampe sekarang sih, virus Oz dikonfirmasi cuma di Jepang aja, guys. Belum ada negara lain yang ngumumin temuan virus serupa di negaranya. Hal ini juga udah dikonfirmasi sama Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, dokter Maxi Rein Rondonuwu, Senin kemarin. Dokter Maxi juga mengonfirmasi bahwa belum ada temuan kasus virus Oz di Indonesia. Jadi gausah parno dulu ya.

I believe dokter Maxi said something…
Yep, you’re right. Selain mengkonfirmasi belum ditemukannya virus Oz di Indonesia, dokter Maxi juga mengimbau masyarakat Indonesia untuk mengenakan baju dan celana lengan panjang saat memasuki area rerumputan. Penggunaan lotion anti serangga juga disarankan agar terhindar dari gigitan serangga, khususnya bagi peternak. Soalnya, peternakan jadi salah satu tempat beresiko penularan virus.

OK. Anything else I should know?
Yep, saran dari dokter Maxi tadi juga sama dengan saran yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Jepang. Mereka masih terus melakukan penelitian lebih lanjut atas kasus virus Oz ini. Makanya sampe saat ini belum ada informasi pasti tentang cara penularan, gejala yang terjadi, hingga obat atau vaksin untuk virus Oz.

When God is the answer…

In China.

Cungggg di sini yang makin mendekatkan diri pada Tuhan YME pas lagi banyak masalah? Misalnya kamu baru putus, nyokap-bokap banyak tuntutan, kerjaan pusing, ada ga guysss? Nah kalo ada, kamu ngga sendirian. Karena ternyata, survei terbaru di China menemukan bahwa anak muda di sana jadi jauh lebih religius dibanding generasi sebelumnya karena emang idup mereka yang rungsing banyak masalah. Hal ini ditemukan dari data yang dirilis oleh sebuah platform travel China, namanya Qunar. Dalam temuannya itu, Qunar menyebut bahwa kunjungan ke wihara meningkat sampe 367% dalam quarter pertama tahun ini, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Emang sih, banyak yang menyebut bahwa peningkatan ini karena sudah dihapuskannya berbagai pembatasan Covid-19. Tapi ternyata, rumah ibadah in general emang mengalami peningkatan jumlah pengunjung bahkan kalo dibandingkan sebelum pandemi. Nah, siapakah para pengunjung ini? 100 buat kamu yang jawab Gen Z dan millennials. Menurut Trip.com, lebih dari 50% pengunjung kuil dan wihara di China adalah mereka yang lahir setelah tahun 1990. Hal ini kemudian dihubungkan sama fenomena pengangguran yang sekarang emang lagi tinggi banget di China, yakni mencapai 20,8%. Nah, pusing ga punya kerjaan, ga punya duit, ditambah dengan kebangkitan pasca Covid-19 yang lama di sektor pendidikan, properti hingga teknologi ini kemudian bikin para freshgrad kembali ke Tuhannya.


“Naiknya sudah terlalu tinggi.”

Gitu guys kata Presiden Joko Widodo pas ngomentarin soal kenaikan harga daging ayam belakangan ini. Kata Pak Jokowi, emang harga daging ayam tuh udah jauh melesat dari harga normal, karena biasanya di Rp30 ribu, Rp32 ribu, tapi sekarang udah mencapai Rp50 ribu. Hal ini disampaikan Pak Jokowi ketika beliau berkunjung ke Pasar Palmerah kemaren banget.
 
When you look at your bills after gajian…

Announcement


Thanks to talkingcat, Michaelino, and Puspa for buying us coffee today! 

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Just in case you need some inspiration to write some thank you.

Advertisement