Penyebaran Narkoba di Asia Meningkat

105

What’s thriving but not your career?

Asia’s drugs cartel.
 
Iya guys, ngeri deh. Soalnya menurut penelitian terbaru dari United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), ditemukan bahwa pasca COVID-19 ini penyebaran narkoba di Asia, khususnya Asia Tenggara dan Timur itu meningkat banget, bahkan udah sampe di level yang “ekstrem”. Hal ini diketahui dari rekor tangkapan obat-obatan terlarang yang berhasil dilakukan oleh pihak berwajib across these regions. Dalam temuannya ini, UNODC juga menemukan bahwa harga narkoba tadi kalo dibeli secara grosiran jadi lebih murah, dan supply-nya juga selalu tinggi. Karenanya, ga heran kalo para drug cartels banyak melakukan shipment dalam bentuk grosiran dan dalam jumlah yang besar.
Advertisement
 
FYI guys, masih menurut UNODC, emang wilayah Asia Tenggara dan Timur ini menjadi salah satu area produsen narkoba yang produktif, khususnya di wilayah Golden Triangle which consists of Thailand, Laos, dan Myanmar. Dari sini, narkoba disebarkan hampir ke seluruh dunia, khususnya ke Amerika Tengah dan Latin. Nah, pas ada pandemi COVID-19, aktivitas pengiriman narkoba mereka sempat tersendat karena emang adanya travel restrictions, tapi di tahun ini, aktivitasnya udah lanjut lagi. Huft.
Advertisement