Komunitas LGBT Lebih Banyak Terkena Masalah Mental & Narkoba

111

When things are hard…For LGBT community.

Yep, kalo kamu merasa hidup kamu berat, sebenernya ada yang hidupnya lebih berat guys, yakni para komunitas LGB aka lesbian, gay, dan biseksual. Hal ini karena mereka diketahui memiliki lebih banyak masalah kesehatan mental dan konsumsi obat-obatan terlarang yang lebih tinggi dibanding orang-orang yang non-LGBT. Hal ini terungkap dalam laporan US National Survey on Drug Use and Health yang dirilis selasa kemarin. Jadi dalam melakukan risetnya, lembaga tadi melakukan survei yang dihimpun sejak tahun 2021 hingga 2022 dan berfokus kepada mereka yang memiliki orientasi seksual sebagai LGB. Dari hasil surveinya diketahui bahwa meskipun support terhadap komunitas ini terlihat semakin membaik, tapi ya nyatanya orang-orang di komunitas ini justru punya tingkat stres yang nggak alami. Selain lebih stres, komunitas ini juga diketahui lebih banyak punya pikiran untuk bunuh diri dan menggunakan obat-obatan terlarang. Specifically
Advertisement
, perempuan yang biseksual memiliki kecenderungan enam kali lebih banyak untuk mencoba bunuh diri dibanding perempuan yang straight. Mereka juga tiga kali lebih banyak untuk menggunakan obat-obatan keras kayak opioid. Selain itu, cowok biseksual juga diketahui memiliki masalah kesehatan mental tiga kali lebih berat dibanding mereka yang straight. Terus, satu dari tiga orang cowok biseksual dan gay mengaku bahwa mereka punya masalah dengan obat-obatan terlarang.
 
Riset ini ngga menyimpulkan apa alasan di balik tingginya tingkat depresi dan penggunaan obat-obatan terlarang di kalangan LGB ini, tapi most likely sih, karena sebagai kelompok minoritas secara seksual, mereka tentunya banyak mengalami diskriminasi. Finally, selain masalah mental, kelompok LGB juga diketahui lebih banyak memiliki masalah kesehatan mulai dari arthritis, jantung, hingga obesitas.
Advertisement