Ambisius Mengatasi Krisis Iklim

141

When you’re actually DOING SOMETHING about Climate Crisis….

It’s now or never, everybody.
Well well well, here we go again ya, guys. Seiring dengan climate crisis yang makin parah dampaknya kayak sekarang ini, di saat inilah kita sebagai penghuni bumi kudu melakukan sesuatu. Secara, kalau kata Foreign Policy Community Indonesia (FPCI) weekend kemaren nih, it’s now or never.

WOW BOLD. Tell me. 
Sure. Jadi as we all know dampak climate crisis tuh kan udah kemana-mana banget ya, guys. Kayak cuaca yang panas teriq Subhanallah ini aja contohnya, terjadinya yha sedikit banyak gara-gara efek climate crisis. Dan nggak cuma terjadi di Indonesia aja, tapi juga negara-negara lain di berbagai penjuru dunia. Terus kalau di Indonesia sendiri, terjadinya nggak cuma di daerah-daerah tertentu, tapi udah menyebar ke sejumlah wilayah di negeri ini.

Eh iya ya…
Ya iya. Menurut kamu banjir, tanah longsor, terus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Bali bisa kejadian karena apa kalau bukan efek dari climate crisis? Not to mention masih banyak perusahaan yang running usahanya tuh pakai energi fosil yang end up bikin emisi karbon naik mulu kan. Nah makanya, persoalan ini kudu dibahas dan ditindaklanjuti secara serius, guys. Adapun langkah yang bisa dilakukan yha dengan melakukan berbagai dialog, “Gimana nih caranya biar efek climate crisis ini bisa diminimalisir? Biar nggak parah-parah banget gitu. Syukur-syukur bisa dihentikan deh ni efek dari climate crisis.” Gitu kan…

Ok….
Nah ini yang over the weekend kemarin dilakukan sama Foreign Policy Community Indonesia aka FPCI. Yep, jadi Sabtu kemarin itu, FPCI ini ngadain event gede-gedean namanya Indonesia Net-Zero Summit aka INZS 2024. Banyak hal daging semua yang dibahas di situ, tapi in a nutshell, nggak jauh-jauh dari gimana upaya dan komitmen Indonesia buat menyelamatkan masa depan bangsa dari climate crisis ini sendiri, guys.

Gimme all the details…
Banyak banget yang dibahas sih, jujur. Mulai dari gimana Indonesia bisa bebas emisi, terus juga ngomongin transmisi ke energi terbarukan, terus ada juga ngomongin pemanfaatan teknologi buat meminimalisir dampak climate crisis, sampai gaya hidup, dll. Yang jadi speaker juga banyak banget, salah satunya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Kang Emil ngomong naon? 
Kang Emil bilang bahwa climate crisis tuh bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup, guys. Gini gini, dalam keterangannya, Kang Emil menyampaikan bahwa yang menyebabkan krisis lingkungan tuh ada dua, yaitu pergerakan manusia dan produktivitas manusia yang sampai sekarang masih nggak environmental friendly, alias masih pakai energi fosil. Nah menyikapi hal ini, menurut Kang Emil, masyarakat tuh bisa banget hidup produktif, tapi tetap hemat energi. Contohnya yha kayak penggunaan mobil listrik kayak yang sekarang udah diterapkan sama beliau sendiri dalam tiga tahun terakhir, dan polisi-polisi Bandung di mana semuanya udah bergerak pakai mobil listrik. Jadi nggak buang-buang emisi karbon ceunah.

Is that it?
Nggak dong. Selain Kang Emil. ada juga para menteri, politisi, dan pejabat daerah yang diskusi dan ngomongin berbagai isu soal kebijakan terkait climate crisis 
Advertisement
di Indonesia. Ada Menko Maritim dan Investasi Opung Luhut Binsar Pandjaitan yang juga setuju penanganan climate crisis itu now or never, terus ada juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang diskusi soal climate crisis dari pov kebangsaan, dsb. Banyak deh.

Wait.. Even 
AHY pun ada?
Ya karena isu climate crisis ini nggak bisa kita lepaskan dari politik dan kebangsaan, guys. Makanya, Mas AHY, sebagai salah satu ketua umum partai poltiik, ikutan join deh. Dalam keterangannya kemarin, Mas AHY sih bilangnya emang kudu ada yang jadi agents of change gitu lo. In that sense, yha anak muda inilah yang bisa diharapkan jadi agents of change kalau kata Mas AHY. Beliau juga meminta kita-kita nih supaya jangan malah ignorant, guys. Karena kalau kita ignorant nih soal climate crisis, maka sama aja kita abai sama generasi muda dan anak cucu kita someday.

Yang penting kebijakannya sih….
That’s why we need politicians and people from government on the panel, rite?  Bahkan lebih jauh, diskusi ini juga mengerucut sampai ke level pemerintah daerah di mana ada Wali Kota Bogor, Bima Arya yang ngomongin soal itu. Yep, yang harus kamu tahu adalah, Kang Bima tuh salah satu kepala daerah yang vokal banget terhadap climate crisis, guys. Nggak tanggung-tanggung, Pemerintah Kota Bogor bahkan punya program namanya BOTAK which stands for “Bogor Tanpa Kantong Plastik”.  Makanya limbah sampah plastik yang jadi trigger climate crisis juga jadi berkurang jumlahnya di Bogor. Oh, nggak cuma itu, Kang Bima juga fokus ke isu-isu soal lingkungan hijau, ruang terbuka hijau, transportasi hijau, pokoknya yang ijo-ijo deh. Yha tapi bukan angkotnya ya…

 
OK. Now wrap it up. 
Well, ngomongin climate crisis emang harus kompleks guys, karena pembahasannya tuh nggak bisa cuma dari satu atau dua pov aja, tapi dari berbagai macam pov, dibahas dari A sampai Z, dan emang harus sekarang dibahasnya. Karena ya itu tadi, it’s now or never. Kalau nggak sekarang, kita bakal makin terperangkap sama parahnya dampak climate crisis yang gila-gilaan ini. apalagi kita mau otw ke Indonesia Emas di tahun 2045 ntar kan. Lah masa penduduknya udah bagus gara-gara bonus demografi, lingkungannya nggak bagus. Hayooo….
Advertisement