WHO : Status Darurat Pandemi COVID-19 Berakhir,

183

When saying goodbye makes you happy…

We’re talking about your toxic relationship.
UnderstoodSaying goodbye to a toxic relationship surely makes you happy, but do you know what else makes you happier? Saying goodbye to COVID-19. Yep soalnya baru aja, weekend kemarin WHO ngumumin bahwa status darurat pandemi COVID-19 udah officially berakhir.
 
OMG THANK GOD. 
Rite? Finally we’re here, guys. Setelah berbagai thunder and storms yang kita lalui dari tahun 2020 lalu, dari pertama kali kita tahu ada virus namanya Coronavirus, terus ditetapkan sebagai darurat kesehatan dunia, masuk ke Indonesia, kasusnya terus bertambah, nggak sedikit orang-orang yang harus meninggal karena kasus ini, dan berbagai varian dan subvariannya pun terus  berkembang dan bikin capek banget. Huft, weekend kemarin nih, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan bahwa pandemi COVID-19 sebagai darurat kesehatan global tuh udah berakhir.

Feels just like yesterday…
Time flies, rite? Adapun menyikapi pencabutan status ini, ada beberapa hal yang di-highlight sama WHO Asia Tenggara nih, gengs. Yep, dalam keterangannya, Regional Director untuk WHO di Asia Tenggara, dr. Poonam Singh bilangnya meskipun COVID-19 udah bukan lagi masuk kategori Darurat Kesehatan Global, virusnya masih ada, pasiennya masih ada, dan angka kematian juga masih akan ada. Tapi untungnyaaaa, jumlah pasiennya sekarang udah jauh lebih terkendali. Kedua, ilmu pengetahuan di bidang COVID-19 masih terus berkembang, makanya WHO juga masih terus menyelidiki banyak hal termasuk soal efek long COVID dan sampe kapan vaksin perlu diulang lagi.
 
Go on…
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap hati-hati dalam menghadapi segala penyakit menular, termasuk COVID-19. Makanya, upaya pengendalian penyakit menular dari pemerintah juga harus tetap dijalankan. Keempat, everyone still should be prepared buat segala pandemi di masa datang. Terus yang terakhir, semua orang tetep harus menjaga pola hidup sehat.

Noted. 
Sebenernya, meskipun hampir seluruh dunia udah masuk fase new normal, tapi sebenernya lonjakan kasus COVID-19 masih terjadi di beberapa negara. Apalagi dengan varian virus Arcturus yang muncul baru-baru ini, kasus COVID-19 di banyak negara jadi naik lagi, termasuk Indonesia. Makanya, Pak Tedros juga ngasih warning kalo, “HEY, Jangan seneng dulu zheyeng. COVID-19 tuh masih tetep ada dan berpotensi bermutasi. Makanya lo lo pada jangan jadi sembrono alias jangan lengah.” Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada, divaksin, dan juga menjaga protokol kesehatan.

Terus terus… 
The same thing juga disampaikan sama Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO Dr Mike Ryan dan Pemimpin Teknis COVID-19 WHO Dr Maria Van Kerkhove. Keduanya menyampaikan bahwa COVID-19 tuh masih terus menyebar, terus berevolusi dan masih jadi ancaman kesehatan global. Bahkan, Maria bilang kalo sebenernya COVID-19 tuh nggak akan menghilang dalam waktu dekat.
Advertisement

So, where are we going from here?
Well, Pak Tedros bilang, pihaknya akan terus mengawasi perkembangan yang ada. Beliau juga menegaskan bahwa WHO nggak akan ragu buat mengadakan pertemuan komite darurat dan mengumumkan darurat kesehatan global kalo nantinya ada peningkatan kasus atau kematian COVID-19 yang signifikan di masa mendatang.
 
I believe government has a say.. 
Of course. Kementerian Kesehatan RI sih welcome welcome aja sama keputusan ini. Soalnya, Indonesia juga udah dari lama siap-siap buat bertransisi dari pandemi ke endemi. Belum lagi, WHO juga bilang bahwa persiapan Indonesia itu dinilai baik dalam menghadapi transisi tersebut. Sama kaya WHO, pemerintah Indonesia juga tegas ngingetin ke masyarakat bahwa walaupun status gawat darurat pandemi udah dicabut, masyarakat tetap harus siaga dan waspada.
 
Noted, pak…
Belum selesai. Kalo katanya Pak Menko PMK Muhadjir Effendy sih, pemerintah Indonesia bakal segera menyesuaikan keputusan WHO terkait pencabutan status tersebut. Well, about COVID-19 in Indonesia, hingga 7 Mei kemarin, kematian akibat COVID-19 per satu juta penduduk di Indonesia sebanyak 578 orang. Angka ini bikin Indonesia ada di urutan ke-25 di Asia. Terus, per 6 Mei kemarin, Satgas COVID-19 mencatat ada 3.155.077 orang yang sudah menerima booster kedua di Indonesia. Hingga terakhir berita ini ditulis, total kasus COVID-19 di Tanah Air ada 6.786.059 dengan 161.439 kematian. Meanwhile, total kasus COVID-19 di dunia mencapai 687.726.776 dengan 6.870.900 kematian.


Anything else? 
FYI guys, one of the main reasons why the condition is getting better dan angka kasus COVID-19 di dunia juga bisa menurun adalah karena tingkat vaksinasi yang udah semakin baik di banyak negara. Bahkan, some countries udah melakukan tiga sampai empat kali vaksinasi COVID-19 booster buat warganya.
Advertisement