Renggangnya Partai NasDem & Presiden Jokowi, Jadi Bandar Narkoba, Irjen Teddy Minahasa Divonis Penjara Seumur Hidup, Gunung Es di Greenland Mencair, Gajah Kehilangan 2/3 Habitatnya di Seluruh Asia

317

Hi there,

Wednesday is here so go ahead, enjoy our bi-weekly podcast here. Now, let’s talk about relationship. Have you ever felt like you’ve been best friend with someone and just like that, things went sour? Feeling bitter about it? Wondering what went wrong? Well, you’re not alone. Everybody, meet:

Surya Paloh. And the beef between him and Pak Jokowi.

Yang lagi ada di titik terendah dalam hubungan mereka.
Ya gitu deh. Kalau hubungan kamu sama pasanganmu lagi gonjang ganjing banyak drama ini-ono kucrut *Puk puk jauh kalian semua*, Partai NasDem juga ngerasain hal yang sama kok, gengs. Cuma bedanya, kalau kamu dramanya sama pacarmu yang nggak bisa ngertiin itu, Partai NasDem dramanya justru sama Presiden Joko Widodo menjelang Pemilu 2024. Ga tanggung-tanggung, dalam wawancara eksklusif bareng CNN Indonesia yang di-upload kemarin, Pak SP sampe confess bahwa hubungan dirinya sama Pak Jokowi lagi ada di titik terendah.

Hah? What happened? 
Well, where do we start ya? Ya udah gini deh, kita mulai dari kejadian paling baru yang pernah kita bahas beberapa hari lalu di mana Presiden Joko Widodo sempat ngumpul sama enam ketua umum partai politik pendukung pemerintah yaitu PDI-Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa aka PKB, Partai Amanat Nasional aka PAN, Partai Persatuan Pembangunan atau PPP, dan Partai Golkar (Read the full story hereNotice something there? Yep, ada satu anggota partai koalisi yang ngga diajak meeting, yakni Partai NasDem.

Di-kick dari grup WA apa gmana?
Nah dikonfirmasi langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, pihaknya emang nggak diundang sama sekali dalam pertemuan kemarin, guys. Hal ini of course jadi pertanyaan dong. Why?? Apakah NasDem udah nggak dibutuhkan lagi sama Pak Jokowi sampai ngumpul aja nggak diajak? Bahkan banyak spekulasi yang bilang NasDem tuh udah ‘diusir’ dari koalisi pendukung pemerintah. Nah menyikapi hal ini, Pak Surya bilangnya yha tergantung orang ngeliatnya gimana. Kalau orang-orang ngeliat sisi positifnya, bisa. Atau kalau mau diliatnya negatif, *Looking at you orang-orang nethink 24/7*, yha juga bisa banget.

Wkwkwkwk I wanna know from both sides. 
You got it. Jadi dalam keterangannya, the fact that Partai NasDem nggak diundang dalam pertemuan kemarin tuh bisa diliat sebagai harapan Presiden untuk memperkuat peran dan posisi pemerintahan DI LUAR pemerintahan. In that sense, kalau ada segala pemikiran yang belum disinergikan dengan baik di bawah kepemimpinan Jokowi-Maruf Amin bareng koalisinya, ya itu bisa banget dijelaskan sama NasDem, gengs. Itu kalau positifnya. Nah kalau kita negative thinking nih, yha itu tadi. Ngira-ngira aja ini mah, mungkin dalam hati Pak Jokowi ngomongnya gini, “Apakah NasDem masih kita perlukan atau nggak sih sebenarnya?” Gitu.

Drama banget jujur….
We know, rite. In his words, Pak Surya Paloh bahkan bilangnya gini, “Saya pikir kalau kita berpikir secara normatif, ndak dibutuhkan.” *Bombastic side eyes :))*. Tapi ya balik lagi, hubungan Presiden Joko Widodo dan Partai NasDem tuh nggak sebatas hubungan normatif aja, gengs. Pak Surya bahkan bilang dari awal mengusung Pak Jokowi since the very beginning di Pilpres 2014 lalu, pendekatan keduanya bukan normatif, tapi emang bener-bener pure dan penuh daya upaya. Eh tapi sekarang hubungan NasDem dan Jokowi justru lagi ada di titik terendah di mana sejak Oktober tahun lalu tuh dinilai emang udah renggang, guys.

Pasti ada trigger-nya nggak sih? 
Yep. Now everybody meet: Anies Baswedan. Iya, kayak orang ketiga gitu tapi bukan selingkuhan *huft* Jadi udah rahasia umum kalo Pak Jokowi tuh emang rada ngga suka sama Pak Anies. Meanwhile, Partai Nasdem dan Koalisi Perubahan, which is Partai Demokrat dan PKS justru malah mengusung beliau jadi presiden. So, koalisi pemerintah be like, “Brooooo ciyus lu?” Dan hal inilah yang dinilai jadi trigger renggangnya hubungan Partai NasDem sama Presiden Joko Widodo. Yha gimana, namanya pilihan politik orang kan beda-beda yah, guys. Pak Surya Paloh juga bilangnya pengen banget ngobrol dan nanya langsung ke Pak Jokowi buat ngomongin masalah ini, termasuk terkait hubungan mereka yang sekarang udah renggang. Cuma belum ada momentumnya aja, kalau kata Pak Surya.

Dipikir-pikir ini sih lebih rumit dari hubungan w.
True. Namanya pilihan, beda pandangan, dan gontok-gontokan *Ehem dalam politik tuh sebenarnya biasa banget, guys. Yep, we’re talking about pihak yang disebut menjegal Anies Baswedan dalam perjalanannya menuju tahta RI 1. Emang ada kata Pak Surya, tapi nggak tahu siapa. “Kayak desiran angin yang menyentuh tangan dan bahu kita, tapi kita nggak bisa tangkap angin itu. Dari kekuatan supranatural mungkin,” kata Pak Surya. Not to mention endorsement Presiden yang dinilai obvious banget mendukung dua bakal capres lainnya, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Tapi definitely not Pak Anies ya kannn…

HEMMMM….
Nah selanjutanya, Pak Surya Paloh sih ngeliatnya Pak Jokowi tuh emang pengen punya legacy dan tekadnya yang pengen memberikan yang terbaik. Terus, PSP juga bilang bahwa Pak Jokowi harusnya nggak boleh lupa sama tiga perannya: Sebagai Presiden, sebagai Kepala Pemerintahan, dan Kepala Negara. That being said, spirit kenegarawanan dalam konteks Kepala Negara itu yang nggak boleh ilang, guys. Tapi sih sepemahaman PSP sekarang, beliau masih ngeliat Pak Jokowi kayak yang dia kenal aja, yang mengabdikan dirinya buat bangsa ini, sebagai bapak bangsa, ceunah.

I see….
Nah balik lagi ke Pak Anies Baswedan dan segala rintangan yang Partai NasDem sekarang hadapi, PSP sendiri menegaskan bahwa pihaknya udah siap dengan segala konsekuensi politik yang muncul. Tapi tetap Anies Baswedan sebagai Capres, bukan cawapres kalau ntar worst case-nya Pak Anies gagal jadi Capres. Secara, pihaknya tuh udah yakin banget Anies Baswedan adalah sosok yang tepat buat mengisi kursi RI 1 itu, dan PSP yakin Anies Baswedan adalah sosok negarawan yang negara ini butuhkan. In his words, Pak Surya menyebut, “Negara ini inflasi politisi, kekurangan negarawan” yang bisa menguji pluralisme, nasional kebangsaan, dan nggak ada polarisasi pakai embel-embel politik identitas. Iya, Partai NasDem bilang sebisa mungkin bakal menghilangkan politik identitas dari Pak Anies nantinya.

Tapi btw emang cawapresnya sokap?
That’s our question too. Dalam keterangannya kemarin, Pak Surya bilangnya pilihan cawapres siapapun itu bakal diserahkan dan diputuskan sepenuhnya ke Pak Anies, guys. Iya, kayak yang kita tahu selama ini kan nama-nama bakal Cawapres tuh udah berseliweran di mana-mana, yah. Bahkan Pak Surya Paloh disebut udah ngobrol sama berbagai tokoh kayak Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto buat mempertimbangkan nama-nama bakal Cawapres pendamping Pak Anies. Adapun beberapa calon yang muncul adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menko Polhukam Mahfud MD, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, dan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.

Namanya itu-itu aja ya…
Yoi. Nah yang perlu kamu tahu, kalo kata Pak Surya sih, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur tuh jadi domain yang kuat untuk memenangkan Pilpres. Makanya menurut pertimbangannya sih, Pak Mahfud MD dan Bu Khofifah Indar Parawansa merupakan calon kuat untuk jadi sosok cawapres pendampingnya Pak Anies. Cuma yha balik lagi, keputusan sepenuhnya ada di Pak Anies, gengs. Surya Paloh nggak mau intervensi, bahkan dia bilangnya siapapun cawapresnya yang keluar dari mulut Pak Anies bakal diterima. Asal bisa berduet dengan baik aja. Toh sosok cawapres juga cuma complementary, bukan penentu utama. Utamanya yha sosok capresnya itu sendiri, Pak Anies Rasyid Baswedan himself. Let’s see akan jadi apa Pilpres 2024 besok yah, guys.

Got it, now wrap it up…
Fyi Partai NasDem tuh emang seambi itu untuk jadiin Anies Baswedan sebagai capres, guys. Meskipun belakangan ini elektabilitasnya lagi turun menurut beberapa survei, tapi Pak Surya bilangnya kayak, “Ya udah.” Toh kalau elektabilitasnya turun meaning tekanan publik juga turun, dan nggak masalah samsek.

Who’s sentenced to be in prison for the rest of his life?

Irjen Teddy Minahasa.
Well well well, kalau kamu pikir Ferdy Sambo tuh udah parah banget sebagai polisi, maka ada yang nggak kalah parah daripada FS, gengs. Yep, ada lagi satu jenderal bintang dua yang kemarin juga menghadapi sidang vonis atas perbuatannya dalam kasus peredaran narkoba. Yep, we’re talking about Irjen Teddy Minahasa yang baru aja divonis penjara seumur hidup.

Hold on, who is he?
Irjen Teddy Minahasa namanya, eks Kapolda Sumatera Barat yang dari Oktober tahun lalu udah ditangkap atas kasus penjualan narkotika jenis sabu seberat 35 kg. Parahnya lagi, dari 35kg itu, diketahui 5 kg-nya udah dia ganti sama tawas, guysOf course Teddy nggak sendiri dalam melakukan aksinya ini. Ada nama polisi lain di sana, mulai dari Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara, terus juga Kompol Kasranto, dan anggota lain berinisial Aipda AD dan Aiptu J. plus seorang warga bernama Linda Pujiastuti aka Anita yang bertindak sebagai perantara di sini.

Go on….
So the story goes like that, sabunya dijualbelikan di mana 1kg-nya aja tuh sampai bisa untung Rp350 juta, yang kemudian dikonversikan ke Singapore dollar dan duitnya masuk ke kantongnya Teddy. The fact that Teddy ini juga punya rumah di Jagakarsa, Jakarta Selatan akhirnya bikin tindakan mereka ini kecium sama Polda Metro Jaya, guys. Makanya, di 14 Oktober tahun lalu, Irjen Teddy Minahasa pun ditangkap dan proses hukum mulai berjalan.

Tell me all the process. 
Teddy Minahasa didakwa Pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto pasal 55 ayat (1) KUHP. Adapun dakwaan subsidernya adalah Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto pasal 55 ayat (1) KUHP. Berjalan tuh kan proses sidangnya, pelik juga itu, gengs sampai Maret kemarin jaksa penuntut umum menuntut Teddy Minahasa dengan hukuman mati. Nggak terima dong dia, maka dilaksanakanlah sidang pembelaan di mana meminta hakim meng-consider semua jasa dan kerja keras yang udah dia lakukan selama bertugas di Polri, termasuk kontribusinya ke masyarakat, dan latar belakang serta rekam jejaknya selama berkehidupan sehari-hari.
Advertisement

Endingnya?
Nah ending-nya, dalam sidang dengan agenda pembacaan vonis yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat kemarin, majelis hakim yang diketuai Hakim Jon Sarman Saragih menilai Irjen Teddy Minahasa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah terlibat dalam peredaran sabu sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum. That being said, majelis hakim pun menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup untuk Teddy Minahasa.

Wow penjara seumur hidup….
Yep. Dalam vonisnya, majelis hakim menilai nggak ada alasan pemaaf yang dapat dijadikan sebagai pembenar atau pemaaf di sini. Malah, terdapat tujuh hal yang memberatkan. Mulai dari Teddy Minahasa yang nggak mengakui perbuatannya, menyangkal dengan keterangan yang berbelit, terus menikmati keuntungan dari hasil penjualan sabu tersebut. Nggak cuma itu, perbuatan Teddy ini juga kontras banget sama tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kapolda dan nggak mencerminkan aparat penegak hukum yang baik dan mengayomi masyarakat. Dia malah manfaatin jabatannya dengan menyeret dia dan anak buahnya ke dalam peredaran gelap narkotika.

11-12 sama yang onoh…
We know, rite. Perbuatan Teddy ini nggak cuma udah ngerusak nama baik institusi kepolisian, tapi lebih dari itu, dia sebagai Kapolda dinilai hakim udah ngerusak kepercayaan Presiden dalam penegakan hukum dan pemberantasan peredaran narkotika di tanah air. Yep, secara doi sebagai polisi harusnya jadi garda terdepan dalam pemberantasan ini, tapi malah dia yang melakukan. Hemmm.. Jadi ya gitu, guys. Vonis hakim ini lebih rendah dari yang dituntut jaksa considering Teddy yang belum pernah dihukum sebelumnya terus udah mengabdi di Polri selama kurang lebih 30 tahun dan udah dapat banyak penghargaan juga dari negara. Sekarang, pihaknya lagi mengajukan banding atas vonis ini. Let’s see kelanjutannya kayak gimana.

I see. Any words? 
Well, terkait vonis ini, banyak pihak mempertanyakan keputusan hakim, salah satunya Indonesian Police Watch aka IPW. Disampaikan oleh Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, putusan ini perlu dipertanyakan karena ngga mencerminkan adanya parameter yang adil. Sugeng bahkan mengaitkan kasus ini dengan tekanan publik di mana kalau jamannya FS tuh kan literally all eyes were on them kan, beda sama yang ini. Makanya dari sini Sugeng minta Kapolri untuk lebih tegas dan lugas menindak anggota kepolisian apalagi yang berpangkat tinggi kayak Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa ini. Biar nggak ada lagi ‘oknum-oknum’ tapi kalau dikumpulin bisa jadi satu RT.
 
Wkwkwk. Anything else I should know?
Jadi ya gitu deh, guys. Meskipun udah menyatakan bakal banding, tapi Irjen Teddy Minahasa bareng kuasa hukumnya Hotman Paris Hutapea bersyukur juga karena vonisnya ‘cuma’ penjara seumur hidup, bukan hukuman mati kayak yang dituntut jaksa penuntut umum. Makanya setelah vonis dibacakan, Nggak ada rasa panik, tegang, atau bahkan marah. Dia  keliatan senyum sumringah aja menghadap ke kamera seolah bilang ke wartawan di sana, “Pls fotoin gue, muka w lagi bagus ini. I’m super fine.” Hemmmm….

When the earth keeps getting warmer…

Because the ice in Greenland is melting.
Lagi-lagi berita mengkhawatirkan datang dari pemanasan global yang kini makin urgent aja kondisinya, guys. Yep, kamu pasti tahu bahwa melelehnya bongkahan es di kutub merupakan salah satu implikasi utama dari pemanasan global. Dan hal ini tuh bahaya banget soalnya es di kutub berfungsi untuk mengstabilkan suhu di permukaan bumi. Jadi biar ngga panas banget gituloh. Tapi ya thanks to suhu bumi in general yang makin panas karena climate crisis, es di kutub makin banyak yang mencair dan hal ini tentu bahaya banget buat makhluk hidup di bumi.
 
Hiks… sad but tell me.
OK. Jadi baru aja minggu ini, para ilmuwan dari the University of California, Irvine dan NASA’s Jet Propulsion Laboratory melaporkan bahwa gletser aka gunung es di barat laut Greenland mengalami pencairan dengan cepat. Iya guys, pernah denger istilah Jakarta mau tenggelam? Penyebabnya apa? Yak… kenaikan permukaan air laut. Walaupun ini bukan di JKT yaa tapi emang efeknya kurang lebih sama kayak gitu gengs. Literally emang mencairnya air es di kutub kan bakal meningkatkan jumlah air laut, and it leads to tenggelamnya daratan-daratan rendah, ga cuma JKT aja.

OK wait tapi emang Greenland itu isinya es? 
Yup. Kalo kalian ngebayangin Greenland tuh isinya pohon-pohon dan hutan gara-gara there’s ‘green’ in Greenland, you’re totally wrong. Dilansir dari National Geographic, gara-gara posisinya yang dekat banget sama Kutub Utara, sebanyak 80% wilayah mereka justru dilapisi sama es. Nah, es yang ada Greenland ini penting banget karena mereka tuh bisa menyimpan sekitar 65 meter kubik air yang membantu menjaga kestabilan permukaan air laut. But nowadays, bongkahan es itu perlahan tapi pasti mulai mencair, gengs.

And it’s all thanks to climate crisis?
Yep. Apa lagi kan? Nah balik lagi pada penemuan para scientists tadi, diketahui bahwa garis landasan gletser tuh makin ke sini makin bergeser secara signifikan ketika air laut mulai pasang setiap harinya. To be more specific, scientists juga menemukan bahwa garis landasan di Gletser Petermann, Greenland bermigrasi antara dua hingga enam kilometer saat air laut pasang masuk dan keluar.

Is it bad news? 
Totally. Soalnya, pencairan ini terjadi di sebagian besar wilayah Greenland, even lebih luas lagi hingga ke lapisan es di Antartika. Nah, khawatirnya, ketika es dunia mencair maka permukaan air laut bisa naik hingga dua kali lipat. Even worse, aktivitas gelombang pasang tersebut berpotensial melipatgandakan proyeksi pencairan es dunia. Soalnya emang pernah kejadian gitu guys, di mana sepanjang tahun 2016-2022, siklus pasang surut laut itu bisa melelehkan bagian bawah gletser di sepanjang garis dasar sampe 670 kaki. Iya, kira-kira cairnya tuh sepanjang dua Patung Liberty kalo ditumpuk, lah.

Okayy.. Can it be worse? 
Obviously. Para peneliti menemukan bahwa fenomena ini tuh bisa makin memburuk di tahun-tahun mendatang ketika suhu lautan terus naik. This is such a bad news, karena suhu permukaan laut di dunia tuh udah mencapai rekor tertingginya di tahun ini guys. Terus yang harus kamu tahu juga, pencairan es di Greenland tuh jadi penyebab utama kenaikan permukaan laut, which is sebenernya emang udah meningkat secara pesat dalam beberapa tahun terakhir. Makanya kalo ngga segera ada antisipasinya, maka ilmuwan memprediksi bahwa kenaikan permukaan laut bisa meningkat hingga 200 persen dalam beberapa waktu mendatang. Serem banget kannn

Who’s losing their homes? 🙁

Asian elephants 🙁
Iya, sedih banget deh guys. Soalnya the newest study just found out kalo gajah kehilangan hampir dua pertiga habitatnya di seluruh Asia. Penyebabnya? Seratus buat kamu yang jawab manusia. Yep, aktivitas manusia kayak penggundulan dan alih fungsi hutan tuh beneran bikin habitat gajah makin mengecil, dan bikin mereka juga makin berkurang populasinya. Jadi dalam penelitian terbaru yang dirilis sama jurnal Scientific Report minggu lalu, disebutkan bahwa penurunan habitat gajah terbesar terjadi di China, di mana 94 persen lahan hilang dalam periode tahun 1700 hingga 2015. Di posisi kedua ada India yang kehilangan 86 persen habitat gajah. Nggak cuma dua negara itu aja, tapi sadly negara Asia lain juga mengalami penurunan habitat yang signifikan, kayak Bangladesh, Thailand, Vietnam, Bhutan, Nepal, Sri Lanka, hingga negara +62.
 
Balik lagi ke ke penelitiannya, emang hilangnya habitat gajah tuh udah mulai terjadi sejak tahun 1700, bertepatan sama perluasan kolonisasi Eropa di wilayah Asia. Adapun penyebab utamanya adalah penebangan, pembangunan jalan, ekstraksi sumber daya, penggundulan hutan yang meningkat sampe kegiatan pertanian yang lebih intens. Sedih :((

“Lu kerjain ini aja deh. Jangan banyak omong.”

IIIIIII atuut 🙁 gitu guys kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan kemarin, pas meminta kepada para calon presiden atau capres 2024 buat meneruskan program hilirisasi dari komoditas yang dimiliki Indonesia. Kata Opung Luhut, kita tuh kaya banget sumber daya alamnya, dan hilirisasi ini penting dilakukan sama siapa pun yang jadi pengganti Pak Jokowi nantinya. Jadi mendingan u kerjain itu aja, karena ngga akan selesai sampe 2040.

When your coworker is asking way toooo many questions…


Announcement


Thanks to Ghaziana for buying us coffee today! 

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

New to a relationship? Try sending them these morning texts. 
Advertisement