Rekapitulasi Hari Buruh Internasional

105

Here’s your A to Z recap on: May Day….

Bukan Hari Euforia, tapi Hari Perjuangan ✨
Yep. Kalau ngomongin buruh mah dari A sampai Z emang nggak kelar-kelar yah, guys. Mulai dari kesejahteraan, kesempatan kerja, ketentuan hukum, hak-hak buruh perempuan, you name it, we’re still working on it. Makanya, Hari Buruh Internasional alias May Day kemaren banget nih, jadi kesempatan untuk para buruh seluruh Indonesia buat menyuarakan tuntutannya dengan melakukan aksi unjuk rasa di berbagai kota. Let’s catch up on that, shall we?

Yes, Catch Me Up! 
You’re in the right place! As always, we got everything covered here. Jadi as we all know, 1 Mei tuh bukan hari biasa, guys. Yep, 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Internasional di mana kalau di Indonesia, sejak 2013 lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono udah resmi menetapkan 1 Mei sebagai Hari Libur Nasional yang gunanya buat membangun kebersamaan antar pelaku hubungan industrial supaya lebih harmonis secara nasional. Nah, ‘Kebersamaan antar pelaku hubungan industrial yang lebih harmonis’ di sini tuh maksudnya adalah lebih ke mendengar suara kaum buruh, dan turns out jadi tuntutan yang mereka sampaikan dalam unjuk rasa kemarin.

Tuntutan? Unjuk rasa?
Well, kayak yang sering kita bahas, sampai sekarang, jadi buruh tuh banyak banget cobaannya, gengs. *Yet we have no choice. Secara, butuh duit, tsay *Hiks. Dari 130 juta buruh di sektor formal ataupun informal di berbagai bidang, buruh Indonesia tuh masih dihadapkan sama berbagai masalah. Mulai dari upah, yang berujung ke masalah kesejahteraan hidup, terus masalah kesempatan kerja buat laki-laki dan perempuan yang timpang banget, jaminan kesehatan, sampai masalah Pemutusan Hubungan Kerja aka PHK yang kerap nggak jelas itu. Tahun ke tahun itu-itu mulu masalahnya.

:(((((
As if hidup buruh belum berat enough dengan berbagai isu tadi, muncul pula Perppu Cipta Kerja yang beberapa waktu lalu disahkan pemerintah. Yep, Perppu ini dinilai banyak pihak mengandung aturan yang cenderung merugikan buruh, guys. Makanya, di May Day kemarin, jutaan buruh yang tersebar di seluruh Indonesia kayak Jakarta, Medan, Bandung, Yogyakarta, dan kota-kota lainnya melakukan aksi unjuk rasa. Isinya, mereka menuntut pemerintah supaya melakukan berbagai perubahan dari masalah-masalah tadi, supaya hidup mereka juga jadi lebih baik.

Gimme all the details….
You got it. Kita mulai dari Ibu kota Jakarta, yah. Aksi unjuk rasa di Jakarta sendiri diikuti oleh kurang lebih 50 ribuan buruh, di mana pusatnya berada di Istana Kepresidenan, Gedung Mahkamah Konstitusi, dan Istora Senayan. Jadi dari pagi di Istana Kepresidenan sama Gedung MK, terus siang lanjut lagi ke Istora Senayan sampai sore. Disampaikan oleh Presiden Partai Buruh sekaligus Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia aka KSPI Said Iqbal, seenggaknya ada tujuh tuntutan yang disampaikan kaum buruh kemarin.

Apa aja tuh?
Pertama, of course meminta pemerintah supaya mencabut UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja alias Omnibus Law. Selanjutnya, kaum buruh juga mendesak pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, dan menolak RUU Kesehatan. Nggak cuma itu, serikat buruh juga menuntut supaya syarat ambang batas parlemen 20 persen dan ambang batas pencalonan presiden 20 persen juga dicabut, gengs. Karena membahayakan demokrasi kita, katanya. Last but not least, mereka menuntut HOSTUM, which is menghapus sistem outsourcing dan menolak upah murah.

Is that it?
Enggak. Serikat buruh juga nge-mention soal reforma agraria dan kedaulatan pangan dan menolak bank tanah, impor beras, kedelai, daging, dan garam supaya menyejahterakan petani dalam negeri. That being said, kelompok buruh bakal mendukung calon presiden siapapun mereka yang pro buruh dan kelas pekerja. In his words, Bang Said bilang, “Partai Buruh tidak akan berkoalisi dengan partai politik mana pun. Partai Buruh hanya akan berkoalisi dengan calon presiden secara pribadinya. Kami nggak masuk di tim koalisi partai politik partai politik yang mengesahkan UU Cipta Kerja,” katanya gitu.

WOW Bold…
.
Speaking of capres, little did we know Partai Buruh tuh kemaren ngundang berbagai nama dan tokoh yang menurut mereka eligible buat jadi calon presiden dan dinilai pro buruh. Iya, Partai Buruh tuh kemaren sempet nyebarin undangan ke Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, sama Najwa Shihab (???) di mana Pak Ganjar berhalangan hadir karena ada agenda partai, terus Pak Anies yang nggak ada respons sama sekali, sama Mbak Nana disebut sebenarnya mau hadir tapi berhalangan karena bentrok sama acara lain. Found somone missing nggak? Ehehehe. Yep, Prabowo Subianto emang sengaja nggak diundang karena disebut mendukung UU Ciptaker. Jadi ya gitu deh. Mereka orasi all by themselves.


Tapi aman aja kan?
Thanks to bapak-bapak dan abang-abang aparat sebanyak 4.200 personel gabungan yang bertugas, aksi unjuk rasa May Day di Jakarta kemarin berjalan aman dan tertib, gengs. Rekayasa lalu lintas di seputaran Patung Kuda dan Gedung DPR/MPR juga udah diterapkan. Yha macet sih ada, but namanya juga Jekardah. Tapi aman. The same also goes on LampungMedanSurabaya, dan kota-kota lainnya. Buruh di sana juga melakukan aksi unjuk rasa dengan berbagai tuntutan yang most likely sama kayak yang di Jakarta, dan semuanya berjalan aman.
 
Sounds good…
Tapi di Makassar, aksi unjuk rasa katanya disusupin gitu sama kelompok anarko yang melakukan vandalisme alias coret-coretin fasilitas publik, gengs. Ada lima orang pelakunya, dan kalau kata pihak kepolisian, udah diamankan sama polisi, dan bakal dapat sanksi tegas kalau ntar ternyata terbukti bersalah. So far emang masih didalami dulu sih tindakan mereka.

I believe Presiden Jokowi has a say….
Ada dong. Di Hari Buruh kemarin, Presiden Joko Widodo dalam pidatonya menyebut bahwa pihaknya bakal berusaha mengundang investasi dari dalam dan luar negeri supaya kesempatan kerja jadi semakin meningkat, pengangguran berkurang, dan kesejahteraan buruh dan tenaga kerja jadi meningkat. Lebih jauh, menurut Pak Jokowi, momentum Hari Buruh tuh kudu dimanfaatkan buat melindungi hak buruh dan pekerja together with meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional, gengs. Dan sekarang udah on progress. Contoh, dengan pendidikan vokasi, upscaling dan re-skilling buruh, not to mention program prakerja lewat balai latihan kerja yang dilakukan pemerintah, industri, dan masyarakat.

Got it. Anything else I should know?
Fyi kalau kamu wondering kenapa Hari Buruh tuh identik banget sama unjuk rasa, yha itu semua nggak terlepas dari sejarahnya, gengs. Sejarah why May 1st became May 1st kayak sekarang, since dari zaman dulu buruh di AS, Eropa, sampai Australia emang melakukan aksi unjuk rasa secara masif menuntut kesejahteraan mereka. Aksi ini kemudian menyebar ke seluruh dunia dan juga sampe ke Indonesia kayak yang kita saksikan kemarin.