Perebutan Ketum Partai Demokrat, Tingkat Kriminal di LA Meningkat, Cuaca Panas di AS & Kanada, UU Anti-Homoseksualitas di Afrika Utara

184

Hello

Welcome to Wednesday. Another day, another drama. Today from Demokrat, Moeldoko, Mas AHY and aaaall the speculation around it. It’s crazy, we promise. We also got our podcast here, and consider this a gentle reminder that we won’t be in your inbox on Thursday. See you!

Now, here’s to a never ending drama…..

In Politics.
Jujur tiap hari ada aja drama perpolitikan tanah air ini yah, guys. Dan tiap hari bukannya makin anteng tapi malah makin juicy and spicy kayak ayam goreng favorit kamu wkwkwk. Bahkan sampai di level perebutan kekuasaan segala. Yep, we’re talking about rebutan, literally rebutan Partai Demokrat antara Mas Agus Harimurti Yudhoyono dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang mau mengambil alih partai berlambang bintang mercy itu. Nah kemarin banget nih, kasus ini pun memasuki babak baruguys.

Hold on. I need some background here. 
OK. Grab your popcorn. Jadi semua drama dan konflik ini bermula di Kongres Luar Biasa aka KLB Partai Demokrat yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara, 5 Maret 2021 lalu. Hasil dari Kongres itu kemudian memutuskan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, sebagai ketua umum yang baru gantiin Agus Harimurti Yudhoyono. Sampai sini everything seems fine, rite? Kayak, “Ya udah Pak Moeldoko ketum baru,” gitu kan. Tapi plot twist-nya adalah, Mas AHY sebagai Ketua Umum tuh nggak tahu sama sekali tentang KLB ini. Iya, menurut Mas AHY, KLB ini diadain diem-diem, dan gajels juga siapa yang hadir. Jadi pas tau soal ini, Mas AHY be lyke, “Apaansi?”

Wow drama….
Makanya. Sejak saat itu ada dua kubu deh tuh di Partai Demokrat. kubunya Mas AHY yang menyatakan, “KLB di Deli Serdang tuh kegiatan ilegal. Sampai saat ini Mas AHY tetap ketum kami,”  VS Kubunya Pak Moeldoko, “Hasil KLB jelas. Pak Moeldoko ketum kami. Titik.” Kubu Pak Moeldoko juga diketahui udah punya struktur organisasi dan AD/ART pun juga udah diubah. Terus, struktur organisasi dan perubahan AD/ART ini diajuin ke Kementerian Hukum dan HAM kan buat disahkan. Hasilnya, Jeng jeng, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menolak pengajuan itu karena dokumennya dinyatakan nggak lengkap, guys.

That’s why AHY still Ketua Umum Demokrat?
Exactly. Kemenkumham menyatakan Agus Harimurti Yudhoyono tetap merupakan Ketua Umum Partai Demokrat yang sah. Tapi Kubu Moeldoko nggak tinggal diam. Berbagai langkah hukum udah mereka lakukan. Mulai dari ngajuin gugatan ke Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, PTUN, sampai Mahkamah Agung. Tapi semuanya ditolak. Bener-bener ditolak. Sampai 16 kali mereka menggugat, dan 16 kali juga ditolaknya. Tapi yha Pak Moeldoko and the gang ini orangnya emang pantang menyerah aja, guys. Secara, setelah berbagai penolakan, Pak Moeldoko tetap mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung dan menggugat Mas AHY dan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly.

Peninjauan Kembali?
Kayak yang tadi dibilang, Kubu Pak Moeldoko tuh udah menggugat ke sana sini kan terkait Hasil KLB Deli Serdang ini, termasuk ngajuin kasasi ke Mahkamah Agung. Terus, September 2022 lalu Mahkamah Agung juga udah menolak kasasi tersebut. Nah karena nggak terima, diajuinlah Peninjauan Kembali supaya bisa diliat lagi gitu sama Hakim MA. Dengan harapan Pak Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang baru juga bisa sah dan legit. Ada empat bukti baru katanya.

Gigih banget… gak kayak gebetan w.
We know, rite? Menanggapi PK ini,  Pak Yasonna sih santai aja, gengs. In his words, Pak Yasonna Laoly bilangnya, “Itu aturan hukum. Hak dia, dan saya tidak mau ikut campur,” katanya gitu. The same also goes on Partai Demokrat (AHY’s version). Mas AHY yang eventually tahu terkait bukti baru itu bilang bahwa bukti itu sebenarnya nggak baru lagi, guys. Iya, Mas AHY menyebut empat bukti ini udah pernah dipakai di PTUN Jakarta November lalu, dan hasilnya apa? Yha ditolak juga to. Jadi ya doi santuy.

Terus gimana dong tuh? Any updates?
Nah sekarang, Mahkamah Agung diketahui udah mulai mengadili PK ini, gengs. Sampai berita ini ditulis, MA belum merilis siapa aja hakim yang bakal bertindak dalam PK ini. Jadi we’re far from mengetahui putusan Hakim MA terkait kasus ini. Biasanya sih, MA butuh waktu sekitar tiga bulan sampai kita tahu results-nya bakal kayak apa. Jubir MA, Suharto, juga minta masyarakat kudu bersabar sampai sidang putusannya digelar, guys. Jangan bikin opini yang macem-macem dah, katanya.

Kira-kira kali ini bakal diterima nggak yah?
Your call. tapi kalau kata Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, yang juga bapaknya Mas AHY, Susilo Bambang Yudhoyono, kemungkinannya kecil banget PK ini diterima. Apalagi udah 16 kali ditolak di mana-mana kan. Lebih jauh, Pak SBY bilangnya Indonesia tuh bukan negara predator di mana yang kuat memangsa yang lemah. Indonesia juga bukan negara yang menganut hukum rimba di mana yang kuat menang melawan yang lemah.

Jadi Mas AHY lemah gitu?
Gatau ya. Mikirin worst case-nya aja ini mah. Secara kalau pun diterima, Pepo bilangnya ini adalah sebuah alert di mana ada ‘Tangan-tangan politik’ yang ganggu Demokrat dengan tujuan supaya Demokrat nggak ikutan Pemilu tahun depan. Namanya menjelang Pemilu, sikut-sikutan dalam politik tuh udah nggak terhindarkan lagi. Makanya, dikhawatirkan Partai Demokrat, dan Capres usungan mereka, Anies Rasyid Baswedan, jadi kena semua deh sama manuver-manuver politik ini.

Politics and the tensions.. Wrap it up pls…
Fyi tindakan Pak Moeldoko ini emang dapat banyak banget kecaman, guys. Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat pimpinan Moeldoko, Saiful Huda bilang bahwa awalnya bahkan banyak banget yang mencaci maki mereka. Tapi menurut dia, as the time goes by, orang pun bisa ngerti. Menurut kubu Partai Demokrat (Moeldoko version) PD ini emang harus dikoreksi secara menyeluruh 360 derajat, guys. Dan koreksian itu yha cuma bakal terjadi kalau Partai Demokrat ‘Steril’ dari Trio Cikeas alias Pak SBY, Mas AHY, dan Edhie Baskoro Yudhoyono aka Mas Ibas.  “Makanya Partai Demokrat harus direbut,” katanya gitu.

When you always think about The American Dream…

Wakey wakey, everyone.
Karena bisa jadi, Amerika Serikat tuh ngga seindah itu. Yep, baru aja nih, perwakilan Indonesia di Los Angeles aka KJRI LA memberikan imbauan keamanan buat para WNI supaya mereka selalu berhati-hati, gegara tingkat kriminal di LA yang makin meningkat.

HA?!? Gimana gimana?
Iya, guys. Salah sih kalo kamu liat LA seindah thriller-nya Barbie atau setting di film LaLa Land. Karena realitanya, angka kejahatan di sana tuh lagi on the rise gila-gilaan dan bikin warga literally takut. To give you some context, di tahun 2023 aja, kasus penembakan massal yang terjadi di LA tuh bisa dibilang cukup sering, kira-kira seminggu sekali lah. Dari jumlah kasus yang tercatat, ada 17 pembunuhan massal yang terjadi dan merenggut 88 nyawa. And most of the time, pelakunya menggunakan senjata api.
 
NJIR.
Makanya kan serem banget. Beberapa contohnya mulai dari kasus petani yang ditembak di California Utara, penembakan di studio dansa saat ngerayain Imlek, atau yang terbaru, ada empat orang yang ditemukan tertembak di kompleks apartemen pusat kota, Westlake pada 20 Mei lalu. FYI guys, emang jumlah kasus penembakan di tahun 2023 ini lebih menonjol kalau dibandingkan dalam penghitungan total selama setahun penuh. To be specific, kasus penembakan di Los Angeles over the last three years emang meningkat 37 persen jika dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya. Itu baru kasus penembakan. Belum kejahatan lainnya kayak pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, sampe yang kecil-kecil kayak nyolong paket Amazon :)).
 
Gotham vibe banget…
Makanya kan. Ngeliat kasus kejahatan dan penembakan yang nggak udah-udah, masyarakat LA be like, “Ni pemerintah kemane aje sih.” Kalau menurut polisi yang bertugas di wilayah setempat, Elaine Morales, penyebab meningkatnya angka kriminalitas di sana tuh merupakan kombinasi dari berbagai masalah sosial, kayak penyakit mental, penggunaan narkotika, dan banyaknya tunawisma yang membawa senjata. Yaaa, that’s why tingkat kejahatan di LA terus meningkat.

Atut…
Yep. On the other side, penduduk di Los Angeles itu juga padat banget. Banyak dari mereka yang merupakan pendatang baru dari berbagai tempat dengan latar belakang yang berbeda-beda. Bahkan menurut itung-itungan negara bagian California, sekitar 14,2 persen penduduk di sana hidup di bawah garis kemiskinan. Terus yang harus kamu tahu guys, populasi orang homeless di LA juga adalah yang paling besar di seluruh negara. Salah satu alasannya karena emang udaranya di sana hangat kan, jadi kalo lagi musim dingin para homeless ini masih bisa pada survive. Beda ceritanya kalo mereka stay di kota-kota yang dingin kayak Boston atau New York, udah pasti ga survive. Karena alasan ini pula lah, makin tahun tuh makin banyak homeless dari seantaro negeri yang relocate ke LA. More homeless means more people with economic and mental struggle, dan kalo udah ke-pressure sama kebutuhan hidup, tingkat kriminalitas pun melonjak deh.

Takut banget, lho..
That’s why pihak KJRI LA akhirnya menerbitkan imbauan pada 24 Mei lalu lewat media sosial mereka terkait situasi keamanan yang makin membahayakan belakangan ini. Dalam keterangannya, KJRI LA mengimbau WNI yang berada di wilayah KJRI which is
Advertisement
Arizona, California Selatan, Colorado, Hawaii, Nevada Selatan, Utah, dan Kepulauan Pasifik di teritori AS buat berhati-hati di manapun mereka berada.

Anything else?
KJRI Los Angeles juga ngasih tau beberapa poin penting yang harus jadi perhatian para WNI. Mulai dari menyimpan barang dan dokumen berharga di tempat yang aman, tetap waspada atas perkembangan situasi keamanan setempat, dan kalau bepergian, para WNI juga diminta buat menjaga barang berharga kaya paspor, dompet, dan handphone as safe as possible. Lebih jauh, bila ada WNI yang mengalami kehilangan paspor atau ada dalam keadaan bahaya dapat menghubungi 911 atau hotline KJRI.

When sunscreen and sunglasses are always in your bag….

Warga AS-Canada can relate.
Iya. Emang bikin istighfar mulu cuaca sekarang tuh ya, guys. Puanasssss banget. Tidur aja kadang keringetan, hiks. Nah tapi yang harus kamu tahu adalah, bukan cuma kita yang sekarang mengalami cuaca panas. Tapi warga AS dan Kanada juga, padahal summer aja belom mulai.

Lah kok bisa? 
Everybody, you’ve met them before: Climate crisis. Emang akar dari berbagai permasalahan di dunia yah si climate crisis tuh. Secara, nggak cuma mengancam kehidupan generasi yang akan datang, kita yang hidup di masa sekarang aja juga udah mulai ngerasain gimana dampak dari climate crisis ini. Banyak banget contohnya, salah satunya adalah suhu bumi yang makin hari makin panas, terbukti dari cuaca yang panasnya makin hari makin teriq, tsay. Gara-gara ini, list barang perintilan di tas jadi nambah deh. Iya, nggak cuma bawa charger, dompet, airpods, gitu-gitu, sunglasses aka kaca mata hitam juga nggak boleh ke-skip tuh. Applying sunscreen sebelum keluar rumah apa lagi.

Huft….
Crazy, rite? Adapun climate crisis sebagai salah satu penyebab dari cuaca panas yang melanda tuh udah dikonfirmasi sama sejumlah peneliti di dunia, di mana menurut mereka, “Kalau aja suhu bumi bisa lebih adem-an dikit, pasti cuaca panas juga bakal jadi hal yang almost impossible.” Tapi kenyataannya, karena suhu panas yang terus terjadi dan terus meningkat, terjadilah efek domino yang berpengaruh ke seluruh aspek masyarakat. Yep, we’re talking about kebakaran hutan aka karhutla di mana nggak cuma terjadi di Indonesia, tapi juga di Kanada dan AS.

Gimme all the details…
Sure. Di wilayah Alberta, perbatasan US-Canada, suhu panas yang terjadi di sana menyebabkan kekeringan hingga jadi salah satu penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Ada sebanyak 90 titik kebakaran hutan dan lahan, dan bikin suhu udara jadi makin panas. Panas banget, sampai temperatur di sana belakangan ini hit the record dengan suhu udara tertinggi selama beberapa tahun terakhir. Makanya warga juga udah kepanasan deh. Padahal summer aja belum mulai. Even worse, diketahui udah ada ratusan orang yang meninggal dan 2.000 warga lainnya mengungsi ke tempat yang at least lebih sejuk lah yha.

Okay…
Di AS juga sama. Sama-sama panas cuaca di sana. Bahkan weekend kemarin, berbagai kota di Washington, Oregon, dan California juga hit the record dengan suhu udara tertinggi tahun ini. Kayak 88-90 derajat Fahrenheit tingginya. Padahal di spring kayak gini, cuacanya harussnya nggak setinggi itu. Makanya otoritas setempat pun langsung ambil tindakan atas fenomena ini di mana 12 juta penduduk langsung ditangani dan diawasi sama heat advisories sana.

Parah banget dong yha….
Indeed. Yang makin bikin was-was di sini kan suhu udara panas ini nggak cuma terjadi di AS-Kanada doang, tapi di negara-negara Asia juga. Termasuk Indonesia. Nah pertanyaannya sekarang, apakah ini berarti gelomang panas ini udah termasuk dalam isu global yang harus kita tackle bersama? And if the answer is yes, apa nih yang bisa dilakukan sama masyarakat supaya bisa berkontribusi dalam meminimalisir dampak climate crisis, termasuk si gelombang panas ini?

Nah gimana tuh?
Well, to answer that question, Foreign Policy Community Indonesia aka FPCI sih ngeliatnya gelombang panas yang sekarang terjadi tuh emang bukti yang nyata banget ada di depan mata bahwa climate crisis emang lagi happening sekarang, Maka dari itu, hal ini kudu jadi perhatian global. Nggak cuma sekadar diperhatiin aja, kita juga harus do something dong. Nah menurut FPCI, hal yang paling mungkin kita lakuin sekarang yha dengan mengurangi emisi gas rumah kaca, to keep the earth cool.
 
Emisi gas rumah kaca ya? 
Iya. FPCI bilangnya semua negara di dunia (termasuk Indonesia) harus mencapai status net-zero (emisi dikeluarkan = emisi diserap) di tahun 2050 paling lambat. But the thing is, target net-zero Indonesia masih di tahun 2060. Telat banget kan? In that sense, Kita butuh dukungan semua lapisan masyarakat untuk mempercepat timeline net-zero ini. Nah, salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan menandatangani petisi calling Indonesia net-zero emissions by 2050 di sini. Yuk, tandatangani ya!

Done. Anything else?
Oh, satu lagi. kalo mau tau lebih jauh soal climate crisis, kamu juga harus banget nih pantengin panel “Climate Crisis in 15 Minutes” bareng Maudy Ayunda di Indonesia Net-Zero Summit 2023 pada 24 Juni mendatang. Daftar di sini ya. Kapan lagi ketemu Ketemu Maudy Ayunda in person yekan hehehehe.

Who’s just signed one of the harshest laws in the world?

Uganda.
Yep, negara di Afrika Utara ini baru aja mencuri perhatian internasional setelah minggu lalu, presidennya yang bernama Yoweri Musevani menandatangani undang-undang anti-homoseksualitas. Aturan ini disebut merupakan aturan terkait anti-LGBTQ paling keras di dunia, karena mereka mengancam hukuman penjara bagi siapapun yang diketahui berorientasi seksual LGBT. Padahal, emang same-sex relationship itu dari dulu juga udah dilarang di sana. Tapi, kini jadi ada hukumannya gitu. Kalo melakukan gay sex hukumannya bisa sampe 14 tahun penjara, dan kalo sampe ada yang coba menjalin hubungan sesama jenis maka ancamannya adalah 10 tahun penjara.
 
Selain dipenjara, aturan baru ini juga mengancam hukuman mati bagi para pelaku “masalah serius terkait homoseksualitas” kayak having sex sama orang yang HIV positif, anak-anak di bawah umur, dan kelompok vulnerable lainnya.
 
Aturan baru ini langsung menuai protes dari negara Barat dan berbagai lembaga HAM, salah satunya UN Human Rights Office. Dalam twitnya, UNHR menyebut bahwa aturan tadi cuma akan menyebabkan pelanggaran HAM yang sistematis terhadap kelompok LGBT dan tentunya berlawanan dengan aturan hukum internasional.

“Saya titip ke Anda yang lebih muda, gunakan nurani untuk bekerja. Jangan berdoa-berdoa saja.”

Gitu tuh guys pesan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Opung Luhut Binsar Panjaitan kemarin, pas ngasih sambutan di Hotel Mulia, Jakpus. Dalam pidatonya itu, Opung Luhut bilang bahwa kalo Indonesia mau bisa ngalahin China, ya kita harus usaha, ga doa aja. Lebih jauh beliau juga menyebut bahwa ritual-ritual kayak doa itu engga penting kalo nggak dibarengi sama perbuatan baik.
 
Now you know it’s not “jalur langit” only…

Announcement


Thanks to Soroakonian and someone for buying us coffee today! 

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Need to be convinced to do yoga? Read this.
Advertisement