Penurunan Satwa Liar Dunia Semakin Cepat

104

Who‚Äôs losing their home? ūüôĀ

Our wildlife :(.
Iya, sedih banget deh, guys. Soalnya berdasarkan studi terbaru yang dilakukan sama Biological Sciences at Queen’s University Belfast, Irlandia, ditemukan bahwa penurunan populasi satwa liar di dunia ini tuh terjadi cepet banget, dan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

HAA? Kok bisa sih? 
Ya bisa banget. Jadi dalam hasil studi yang di-publish dalam jurnal Biological Reviews Senin kemarin, diketahui bahwa manusia udah menyebabkan punahnya banyak banget spesies liar. Sampe sampe nih ya, para ilmuwan tadi juga menyebut bahwa fenomena ini tuh merupakan kepunahan massal yang alarming banget.

Manusia banget nih penyebabnya?
Ya siapa lagi?¬†Anyway¬†emang banyak¬†banget kegiatan manusia yang akhirnya menyebabkan para satwa liar ini jadi makin punah, terutama pembukaan lahan dan hutan yang sebenernya merupakan¬†habitat aslinya para satwa. Namun dengan adanya alih fungsi hutan jadi lahan pertanian, jalan raya dan pembangunan kota, maka habitat para hewan-hewan itu makin abis deh ūüôĀ Kondisi ini kemudian diperparah dengan suhu bumi yang makin hangat, yang buat certain¬†species¬†itu ngga memungkinkan mereka buat¬†survive¬†:(.

Sedih banget jujur.
Banget. Lebih jauh dalam melakukan penelitiannya tersebut, para researchers menganalisa sekitar 70 ribu spesies liar mulai dari mamalia, reptil, burung, amfibi, ikan sampai serangga buat mengetahui apakah para satwa ini populasinya makin banyak atau justru semakin sedikit. Hasilnya, 48 persen dari spesies tersebut mengalami penurunan populasi dan hanya kurang dari 3 persen yang mengalami peningkatan. Hal ini juga bikin kaget para peneliti karena mereka ngga nyangka penurunannya sedrastis ini.

Ya mereka aja kaget apalagi kita ūüôĀ
True.¬†Terus menurut salah satu penulis studi, namanya Daniel Pincheira-Donoso, hasil temuan ini tuh jauh lebih parah dari yang diperkirakan sebelumnya dan secara langsung juga menunjukkan bahwa bumi emang lagi ngga baik-baik aja. Doi juga menjelaskan bahwa kalo sebelumnya ada status ‚Äúkategori konservasi‚ÄĚ alias ‚Äúhampir punah‚ÄĚ untuk certain spesies, maka temuan terbaru ini menunjukkan lebih detail lagi soal punahnya sejauh mana. Terus diketahui bahwa dari 33 persen spesies yang tadinya belum masuk kategori punah, sekarang udah masuk kategori punah.

Hiks. Hewan aja ni yang punah? 
Kalo dari penelitiannya sih emang mereka fokus di hewan. Jadi ditemukan bahwa berbagai jenis mamalia, burung, serangga, semuanya mengalami penurunan populasi. Tapi, yang paling parah adalah amfibi. Para amfibi ini bahkan mengalami ancaman lingkungan yang lebih serius seperti penyakit dan perubahan iklim. Kalau buat kategori ikan, untungnya kondisinya masih jauh lebih baik, sih. Most likely populasi ikan tuh masih stabil, bukan menurun. Dari studi tersebut juga ditemukan bahwa penurunan populasi terjadi paling parah di daerah tropis. Soalnya kalau kata Daniel, hewan di daerah tropis lebih sensitif terhadap perubahan suhu lingkungan yang cepat.

Haduuu.. 
Saking kepunahan para spesies tuh udah makin parah, sampe ada peringatan Hari Spesies Terancam Punah aka Endangered Species Day, yang setiap tahunnya berlangsung setiap Jumat ketiga bulan Mei. Tujuan utamanya ya jelas buat menyorot soal pentingnya melestarikan spesies yang terancam punah, terutama buat mengingatkan publik terkait peningkatan ancaman kepunahan akibat perubahan iklim. Sejak peringatan ini ditetapkan, berbagai organisasi dan gerakan global pun makin aware dengan bikin campaign yang mempromosikan perlindungan spesies yang terancam punah dan habitatnya.

OK. Anything else I should know? 
Akhirul kalam,¬†kamu harus tahu bahwa emang studi ini tuh bener-bener jadi¬†warning¬†keras alias¬†red alert¬†buat manusia. Soalnya kan gimana pun juga, tanpa adanya spesies, populasi, dan ekosistem yang berjalan dengan baik, ya manusia tuh juga nggak akan bisa bertahan hidup juga.¬†So, yang rugi siapa? Yaaa, kita kita juga. Jadi, ya mbok disayang-sayang lho ini Bumi kita ūüôĀ