Panic Buying Air Mineral di Malaysia

122

Who’s been thinking about “water” lately?

Makcik and Pakcik in Malaysia. 
Terutama di wilayah Penang dan Kedah yang belakangan ini jadi headline di mana-mana gara-gara warganya pada panic buying air mineral di supermarket. Penyebabnya, gara-gara aliran air keran di rumah warga yang sempat mengering pada 16 Mei lalu.

Hah kok bisa?
Ya bisa. Jadi guys, masyarakat di sejumlah wilayah Malaysia lagi nggak bisa mandi byar byur byar byur karena terbatasnya pasokan air di beberapa wilayah. Penyebabnya, penurunan curah hujan hingga menyebabkan bendungan yang mengering. Hal ini terjadi di beberapa wilayah di Malaysia, misalnya Penang dan Kedah yang mulai mengalami gangguan air tidak terjadwal sejak 14 Mei lalu. Terus sikon di sana makin buruk ketika salah satu sumber air warga, yakni Sungai Muda mengalami gangguan sistem dan enggak bisa mengaliri beberapa bendungan secara optimal. Misalnya, Bendungan Ayer Itam yang hanya terisi 39,8 persen, Bendungan Teluk Bahang 46,2 persen dan Bendungan Mengkuang yang biasanya terisi lebih dari 90 persen turun jadi 88,2 persen. Alhasil, aliran air warga jadi terganggu dan ga tanggung-tanggung, yang terdampak tuh sampe satu juta orang.

OMG terus gimana dong?
YHAA, of course orang-orang di sana jadi khawatir dong kalau mereka bakal kekurangan air bersih. Akhirnya mereka buru-buru dah tuh ke supermarket dan rebutan buat beli air mineral. Nggak pake ba bi bu, stok air minum di rak-rak toko langsung ludes seketika. Adegan ini lumayan heboh di media sosial, misalnya TikTok, ketika ada salah satu akun yang nge-upload chaos-nya kondisi di sana ketika banyak orang lagi rebutan beli air. Emang sih, walaupun pasokan air pulih dalam waktu kurang dari 24 jam, banyak penjual makanan yang akhirnya memutuskan buat nggak jualan. Soalnya, mereka nggak bisa menyiapkan bahan makanan tanpa air sehari sebelumnya.
Advertisement

Oh wow…..
Terus, Presiden Penang Water Watch, namanya Chan Ngai Weng juga bilang kalo fenomena ini tuh jadi warning buat warga Penang. Soalnya menurut data, penggunaan air harian per kapita di Penang melonjak hingga di atas 300 liter pada tahun lalu, which is the highest in the country. Makanya kata doi, salah satu solusinya adalah dengan menaikkan tarif biar masyarakat tuh nggak pada boros air.

I see…
Nah tapi, selain soal boros air, ternyata masih ada masalah lain, guys. Pak Chan juga menjelaskan bahwa telah terjadi kerusakan pada sensor pintu air di beberapa bendungan, hingga membuat pasokan air nggak optimal. Gara-gara kerusakan sensor ini, gerbang bendungan terbuka sendiri dan nggak ada peringatan otomatis yang muncul. Makanya, pihaknya jadi nggak tahu kalo permukaan air Sungai Muda tiba-tiba udah turun ke level tertentu.

Alright, anything else?
Well, Ketua Menteri Penang Chow Kon Yeow langsung mengimbau warga setempat buat hemat-hemat air. Soalnya, walaupun kondisinya udah membaik, kata Pak Chow persediaan air di Bendungan Ayer Itam cuma cukup bagi penduduk setempat buat bertahan 120 hari lagi. Terus gara-gara insiden ini, banyak orang jadi nyalahin pihak pemerintah dan Penang Water WatchBut then, Pak Chan juga langsung klarifikasi dan bilang kalo, “Nggak mungkin dong kita nggak punya plan soal stok air di Penang.”
Advertisement