Korban Tewas Jatuh di Lift Bandara Kualanamu

244

Here’s your A to Z recap on: Korban Tewas Jatuh di Lift Bandara….

Dan baru ditemukan tiga hari kemudian.
Haduuuuh parah banget deh, gengs. Baru-baru ini, netizen +62 rame banget ngebahas soal jenazah yang ditemukan jatuh dari lift di Bandar Udara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara. Diketahui, jenazah ini udah membusuk di sana selama tiga hari.

What
??? Gimana ceritanya??
Well, jadi ceritanya gini, guys. Kejadian naas ini bermula dari seorang perempuan atas nama Asiah Shinta Dewi Hasibuan yang nganterin ponakannya ke bandara 24 April lalu. Udah nganter sampai gate keberangkatan, dan udah siap-siap otw pulang, Asiah dihubungi sama ponakannya itu karena ada masalah sama dokumennya katanya. Ya udah nyusul lah Kak Asiah ini. Masuk lift tuh kan, dan di sinilah petakanya dimulai, gengs.

Petaka???
Iya jadi dari rekaman CCTV, sebenarnya nggak ada masalah sama lift-nya gengs. Tapi the fact that itu lift masuk di pintu satu dan keluar dari pintu yang membelakangi orang nggak disadari sama Kak Asiah dan ended up dia panik sendiri. Iya, panik banget pokoknya, sampai dia telpon itu ponakannya dan buka paksa itu pintu. Eh, kebuka dong. Tapi sayangnya kan bukan di pintu itu tujuan Kak Asiah. Jadi pas dia melangkah, ada space sekitar 40-60cm di situ yang bikin Kak Asiah jatoh ke bawah dan nggak ke-notice sama orang, guys.

Ya ampun kasian….
Saking nggak ke-notice, pihak bandara yang dapat laporan orang hilang dari ponakannya tadi ini terus melakukan pencarian tapi nggak ketemu-ketemu. Dicek di lantai dasar lift juga nggak ada, dan nggak ada tanda-tanda kerusakan lift pada saat itu. Nggak ada petunjuk lah istilahnya, sampai tiga hari kemudian, tepatnya di hari Kamis, 27 April, petugas Avsec Bandara mencium aroma busuk di di sekitar lift dan langsung dilaporkan ke Petugas Teknisi. Dan ketika dicek, petugas teknisi itu akhirnya menemukan jasad Kak Asiah udah membusuk di bawah lantai dasar lift :(((

Oh nooo….
Temuan ini kemudian langsung dilaporkan ke Polres Deli Serdang dan langsung diteruskan ke Polda Sumatera Utara. Polda Sumatera Utara pun masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus ini, termasuk celah yang bikin Kak Asiah akhirnya jatuh. Menurut Kapolda Sumatera Utara Irjen Panca Putra Simanjuntak, pihaknya bakal memeriksa kenapa bisa sampai ada space selebar itu, kenapa pintunya bisa kebuka padahal yang harusnya kebuka yang membelakangi. Makanya kepolisian disebut bakal memeriksa pihak pengelola bandara termasuk pabrik yang masang lift-nya, buat dicari tahu apakah ada kelalaian atau gimana, katanya.

What??
 Lalai??
Wait until you hear about: Pengamat IT namanya Abimanyu Wahjoewidajat bilangnya ada yang janggal sama rekaman CCTV itu. Bahkan, Abimnanyu bilangnya ada indikasi buat menutup-nutupi kejadian yang sebenarnya, guys. Iya, Abimanyu jelasinnya gini, guys. Rekaman CCTV itu cuma sepotong doang, dan nggak memperlihatkan area lift secara keseluruhan. Hal ini dinilai nggak wajar considering CCTV yang ada tuh has been there for yearsss,
Advertisement
 udah bertahun-tahun, dan implementasinya pasti punya standar, katanya.

Terus terus?
Nggak cuma itu, rekaman CCTV yang beredar juga bukan yang asli, tapi direkam lagi pakai hp, terus nggak ada audionya which harusnya ada. Selain itu, di video itu nggak keliatan Kak Asiah mencet tombol yang mana waktu macet pintunya nggak mau kebuka, kayak sengaja dipotong gitu. Terus, yang namanya lift digital kan harusnya rekaman tombol apa aja yang dipencet orang tuh bisa ke-track semuanya biar tahu apakah ada malfunction atau gimana. Nah tapi ini nggak dikeluarin ke media, guys. Makanya ini yang lagi diselidiki sama polisi.

I believe Angkasa Pura II has a say…
Yha pihak Angkasa Pura II sih udah menyatakan permintaan maafnya guys dan committed bakal melakukan langkah-langkah serius in terms of aspek pelayanan di operasional di Bandar Udara Kualanamu. Selain itu, Direktur Utama Angkasa Pura Aviasi, Achmad Rifai juga bilang udah menonaktifkan sebanyak lima pegawai Bandara Kulanamu terkait kasus ini. Iya, penonaktifan personel ini diliat Angkasa Pura sebagai upaya evaluasi dan penyempurnaan prosedur buat memenuhi aspek keselamatan, pelayanan, dan keamanan di Bandara Kualanamu.


Tapi orangnya udah meninggal itu…
Makanya, pihak keluarga siap membawa kasus ini ke jalur hukum, gengs. Pihak keluarga sendiri udah menunjuk Hotman Paris Hutapea selaku kuasa hukum dan udah disetujui sama Bang Hotman. Karena menurut Bang Hotman, ada tiga kejanggalan di sini, guys. Antara lain adanya space tadi, terus Kak Asiah yang dinilai membuka paksa lift, which menurut mereka Kak Asiah-nya nggak bisa buka paksa kalau cuma pakai tangan kosong, sama respons pihak bandara yang nggak nunjukin CCTV lift, yang ditunjukin malah CCTV daerah lain. Makanya, Bang Hotman dan tim udah mengeluarkan somasi ke enam perusahaan terkait di mana nantinya kalau nggak ada tindak lanjut, bakal dilanjutkan lagi ke jalur hukum.

I see. Anything else I should know? 
Fyi terkait dugaan kelalaian pihak bandara sampai Kak Asiah meninggal ini juga ke-notice sama DPRD Sumatera Utara. Anggota DPRD Sumatera Utara, Zeira Salim menilai emang ada kelalaian yang dilakukan pihak bandara. In that sense, Zeira meminta pihak kepolisian buat segera mengusut tuntas kasus ini, plus meminta pimpinan DPRD Sumatera Utara buat memanggil pihak Bandara Kualanamu, biar diminta penjelasan dan pertanggungjawabannya karena ada nyawa yang melayang. Biar nggak keulang dua kali, kata Bu Zeira.
 
Setuju Bu…
Advertisement