Denny Indrayana Bocorkan Rahasia Negara

218

When your bestie is so cepu…

Denny Indrayana can relate.
Bete gak guys kalo kamu udah percaya sama orang nih, terus tiba-tiba aja rahasia kamu bocor? Padahal kamu udah kayak: plz jangan kasih tau siapa-siapa HUHU. Nah kali ini, ada orang cepu yang kayaknya sih, literally beneran bocorin rahasia negara, guys. Everybody, meet: Denny Indrayana.

Wait,
 Denny who?
Denny Indrayana namanya. Seorang pakar hukum tata negara yang juga Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM di era Presiden SBY. Denny juga diketahui aktif sebagai aktivis yang vokal ngomongin perkara korupsi. Terus sekarang dia udah berkarier di Melbourne, Australia dan jadi pengacara di sana. Nah tapi, baru aja belakangan ini nih, nama Denny muncul lagi gara-gara tweet doi yang super viral. Dalam twitnya itu, Denny bilang bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) bakal memutuskan sistem proporsional tertutup pada Pemilu 2024 nanti. PADAHAL, saat ini urusan sistem pemilu itu masih dibahas di MK aka belum ada putusannya.
 
Terus, nyaho dari mana dia?
Nah ini yang beneran jadi pertanyaan banyak orang. Secara namanya putusan hakim kan harusnya rahasia ya. Tapi kok bisa bocor? Nah dalam twitnya itu, Denny nggak menjelaskan secara rinci siapa sumber yang nge-spill info tadi ke dia, guys. Tapi dalam keterangannya, Denny menyebut sumbernya ini adalah orang yang dia percaya banget kredibilitasnya, tapi yang pasti bukan hakim MK.

Go on…
Ga cuma tau putusannya, Denny juga bisa tahu bahwa dari total sembilan hakim di MK yang lagi bahas soal sistem pemilu ini, enam di antaranya bakal mengabulkan, terus tiganya lagi menolak. That being said, sistem proporsional tertutup diprediksi bakal berlaku di pemilu 2024 nanti. Tapi kan kita tau masalahnya di sini bukan tentang putusan MK-nya, tapi tentang Denny Indrayana yang membocorkan rahasia negara.
 
Tertutup…terbuka…
Well, we’ll catch you up! Jadi emang belakangan ini masyarakat dan politisi pada rame debat soal sistem pemilu nih mau proporsional terbuka atau tertutup. In a nutshell, kalau terbuka meaning kita milih orangnya (iya, spesifik gitu, jadi kayak Aldi Taher dari Partai Perindo). Tapi kalau tertutup yang kamu pilih ya Perindo-nya aja, ga ada Aldi Taher-nya (Read the full story here). Adapun saat ini, sistem yang berlaku tuh yang terbuka guys, yang ada Aldi Tahernya. Tapi PDIP agak ga happy sama sistem ini dan mereka prefer tertutup ajah. Karena ngga happy, PDIP akhirnya ngajuin judicial review ke Mahkamah Konstitusi buat mengkaji mekanisme ini. Nah, yang perlu kamu tahu, dari 10 partai di DPR, yang pengen sistemnya tertutup tuh ya cuma PDIP AKA INCUMBENT AKA PARTAINYA PAK JOKOWI AKA BELIAU KAKAK IPARNYA KETUA MK SKRG EHEHE.
 
……
Aaaaanyway, in case this is the first time you heard the term “judicial review”, let us explain. Jadi kayak namanya, judicial review itu ya proses nge-review. Jadi MK, dengan kesembilan hakimnya bakal nge-review apakah satu aturan tuh sesuai UUD 1945 atau UU yang berlaku apa engga. Dalam hal ini, yang di-review adalah sistem tadi, mau terbuka atau tertutup. EEEEH masih dibahas di MK, kok Pak Denny udah tau aja hasilnya yekannn. Terus Denny dalam akun Twitter-nya @dennyindrayana99 sampe menegaskan bahwa info yang dia dapet tuh A1 banget nih.

Ini sih yang cepu ada orang MK-nya juga…
Ya most likely ya. Denny sendiri bilangnya dia sengaja speak up dan bocorin tentang informasi ini biar jadi perhatian publik. Selain itu supaya ada transparansi, advokasi, serta pengawalan terhadap putusan MK karena menurut dia ini nggak adil. Denny melihat bahwa kalo bener bikin sistemnya jadi tertutup, maka MK udah melanggar prinsip dasar open legal policy, di mana yang nentuin sistem pemilu tuh Presiden, DPR, dan DPD, bukan MK. In that sense, dengan dia up ini ke media sosial, harapannya sih bisa ada langkah advokasi dan pencegahan gitu. Jangan sampai MK cuma dijadikan ‘alat’ buat pemenangan Pemilu aja.
Advertisement

Understood his points,
 tapi….
Tapi yha tetep aja, terlepas dari putusannya bakal kayak apa, faktanya sekarang kan putusan itu belum dibacakan sama Mahkamah Konstitusi. Belom ada ketok palu. That being said, Denny tetap dianggap membocorkan rahasia negara. Makanya, Menko Polhukam Mahfud MD pun sampai minta aparat kepolisian buat menyelidiki sumber informasi A1 yang dimaksud Denny tadi. “Agar tak jadi spekulasi yang mengandung fitnah,” kata Pak Mahfud gitu.


Tapi katanya bukan dari Hakim MK…
Ya ngga tau ya. Yang jelas baru aja Jubir Mahkamah Konstitusi Fajar Laksono menjelaskan bahwa emang proses pengadilannya masih berjalan. Jadi Rabu besok tanggal 31 tuh MK baru bakal menerima kesimpulan dari berbagai pihak. Abis itu baru kesimpulan, baru dibahas hakim, baru putusan. Meaning putusannya tuh sebenarnya belum ada, guys :)). Terus dari sini, Pak Mahfud bilangnya ini tuh bisa jadi cuma analisis sendiri aja, diliat dari sikap para hakim MK, terus cocoklogi, sampai bikin kesimpulan sendiri.
 
Drama banget. Did anyone say anything?
Yep. Beda sama Prof Mahfud, politisi Partai Demokrat Benny K Harman justru mendukung Bang Denny. Menurutnya, Denny Indrayana tuh ngelakuin hal itu biar MK nggak bikin keputusan yang sesat dan menyesatkan jalannya demokrasi negeri ini. Pandangan serupa juga disampaikan Partai NasDem, di mana politisinya, namanya Taufik Basari juga berharap semoga yang diomongin Denny tuh nggak benar. Secara, menurut Pak Tobas sistem proporsional terbuka selama ini tuh udah paling bener. Hal ini karena kita jadi punya privilege untuk tahu siapa yang kita pilih, tahu gimana track record-nya, dan bisa nagih janji kalau ntar dia bertingkah nggak menepati janji. Beda kalau sistemnya tertutup di mana demokrasi yang selama ini masyarakat rasain tuh bakal direnggut.

Wow solid. I believe PDI-Perjuangan also has a say…
Yha bete juga PDI-Perjuangan, guys. Sekjen mereka, Hasto Kristiyanto bahkan sampai minta Denny buat tanggung jawab. Secara, dengan pernyataan Denny, spekulasi warga tuh jadi kemana-mana banget, sampai ke tuduhan skenario politik yang sama sekali nggak pernah dilakukan orang-orangnya Presiden Jokowi *beneeer?* wink* . Nggak cuma itu, Pak Hasto juga menyebut pernyataan Denny tuh ada sangkut pautnya sama pengalaman dia di pemerintahan sebelumnya, di zaman Presiden SBY. In his words, Pak Hasto bilang, “Jangan-jangan pengalaman Pak Denny di pemerintahan sebelumnya, terus disangkanya terjadi juga di pemerintahan saat ini.”

Apa pun dramanya, Aldi Taher calegnya.
Wkwkwk juara emang. FYI guys selain ngomongin putusan MK terkait Pemilu, ada banyak lagi yang disambatin Denny di Twitter-nya, guys. Mulai dari KPK yang udah semakin dikuasai pemerintah, dan Partai Demokrat yang ‘dicopet’ atas kasus mafia peradilan di MA. Denny bahkan bilang Anies Baswedan terancam gagal nyapres, guys. Tapi yang paling heboh emang putusan MK tentang Pemilu ini sih, sampai banyak yang kegocek, termasuk Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono. Banyak banget poin Pepo menanggapi masalah ini, guys. Mulai dari ancaman chaos politik, sampai KPU dan partai politik yang harus stand by mengelola krisis ini.
Advertisement