Operasi Siaga Tempur di Papua, Subvarian Covid Omicron Terbaru : Arcturus, Pelecehan seksual Oleh WNI di AS, Takjil Mengandung Zat Kimia Berbahaya

220

Good morning

Wednesday is here, so is our podcast. Since the mudik season has kicked off, we want to remind you to be careful. Before you leave the house/kosan/apartment, make sure everything is locked, turned off, and taken care of. Now, off to the hometown…

Here’s your full updates on: KKB VS TNI…..

In Papua.
Yoi. Situasi di Papua masih belum terkendali nih, gengs. Makin parah malah. TNI yang bertugas di sana ada yang hilang kontak, diserang, bahkan sampai tewas. Makanya, kemarin banget nih, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono akhirnya meng-escalate operasi di Papua jadi operasi siaga tempurguys.

Hold on. I need some background. 
You got it. Well, as we all know things are starting to heat up setelah pesawat Susi Air PK-BVY dengan nomor penerbangan SI 9368 yang landing di Bandara Paro, Nduga, Papua Pegunungan dibakar sama Kelompok Kriminal Bersenjata aka KKB pimpinan Egianus Kogoya Nggak sampai di situ, pilotnya yang berkebangsaan New Zealand atas nama Philips Max-Mehrtens pun disandera sama mereka sampai detik ini, guys. Makanya sejak saat itu pasukan TNI pun mulai melakukan operasi buat membebaskan Kapten Mehrtens, tapi yha gitu, things didn’t go that smooth.

Maksudnya? 
Iya, seiring dengan efforts para prajurit untuk membebaskan si pilot ini dengan soft approach,  Kelompok Kriminal Bersenjata juga nggak gentar dan justru melakukan perlawanan, guys. Nggak tanggung-tanggung, KKB menghadang prajurit itu, menembak, bahkan ada yang hilang dan sampai sekarang belum tahu gimana nasibnya. Secara spesifik, per kemarin, udah ada 36 prajurit yang dihadang dan ditembak sama mereka, di mana satu orang dinyatakan tewas namanya Pratu Miftahul Arifin, empat mengalami luka-luka dan empat lainnya hilang dan sampai berita ini ditulis, masih belum bisa dipastikan nasibnya kayak gimana dan masih dicari terus keberadaannya.

Ya ampun…
In that sense, ngeliat kejadiannya udah separah ini, akhirnya Panglima TNI Laksamana Yudo Margono akhirnya turun tangan dan langsung terbang ke Papua barengan sama Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Dudung Abdulrachman dan Pangkostrad Letjen Maruli Simanjuntak. Di Papua, Laksamana Yudo kemudian bikin keputusan untuk menaikkan operasinya dari yang tadinya soft approach, jadi siaga tempur. Iya, Laksamana Yudo menilai udah nggak efektif lagi soft approach pakai komunikasi sosial dan operasi teritorial kalau udah separah ini kejadiannya.

I see….
Nah dengan adanya status siaga tempur kayak gini, yha diharapkan naluri tempur prajurit kita tuh juga jadi terbangun kalau kata Laksamana Yudo. Lebih jauh, Pak Yudo juga bilangnya operasi humanis tuh tetap dilakukan, tapi buat masyarakatnya biar keselamatan dan keamanan masyarakat Papua tetap kejaga. In his words, Panglima TNI itu bilangnya gini, “Saya jelaskan operasi humanis itu bukan untuk KKB. Itu untuk semua masyarakat Papua di daerah operasi. Tapi kalau untuk KKB melakukan kontak tembak kita humanis, ya habis kita,” katanya gitu.

Makes sense….
Makanya emang harus tegas sekarang, guys. Itu juga yang diamanatkan Wakil Presiden KH. Maruf Amin yang bilang prajurit TNI tuh harus bersikap tegas menyisir dan mengejar KKB. Work smart, biar KKB-nya ditangkap masyarakat sipil pun jadi aman. Lebih jauh, tindakan KKB ini tuh emang udah another level banget kan yah. Kiai Maruf bahkan sampai mengutuk keras tindakan ini dan menyebut apa yang mereka lakukan tuh brutal dan ngerusak sendi-sendi keharmonisan dan kedamaian rakyat Papua, guys. That being said, disampaikan oleh Jubir Wakil Presiden, Masduki Baidlowi, Kiai Maruf tuh amazed banget sama keberanian, pengabdian, dan pengorbanan Pratu Miftahul Arifin yang tewas dalam operasi ini. Wapres Maruf Amin sih yakin, semangat patriotisme dan cinta tanah air yang diwariskan Pratu Miftahul bisa tetap  melekat dan terus hidup dalam diri kita semua.

Got it. Anything else I should know?
Fyi in case you’re still wondering why KKB did what they did, yha karena biar Kemerdekaan Papua bisa mereka dapatkan guys di mana Kapten Philips Mehrtens ini sengaja disandera sampai sekarang sebagai tahanan politik, sebagai bahan negosiasi gitu supaya pemerintah Indonesia melepaskan Papua Barat dan merdeka sendiri. But the fact that tindakan ini sampai melibatkan warga negara asing tuh kan bikin negara asalnya which in this case, New Zealand pusing juga yah. Nah menyikapi hal ini, Jubir Kementerian Luar Negeri Selandia Baru bilangnya bakal melakukan segala cara yang bisa dilakukan supaya bisa damai dan Kapten Philips pun bebas. Kementerian Luar Negeri Selandia Baru sampai sekarang juga masih terus koordinasi sama pihak berwenang di Indonesia dan mengerahkan staf konsuler mereka. Semoga ada hasil yang baik deh.

When you’re soooo ready welcoming Lebaran….

Covid belike: “Masih inget aku nggak?” 
Yep. Kamu masih inget sama Covid dong? Masih dong? Nah, yang harus kalian ketahui adalah, sekarang ini, tepat di saat kita mau persiapan Lebaran, muncul lagi subvarian Covid Omicron terbaru yang dikasih nama Arcturus. Subvarian ini juga yang disebut jadi alasan angka kasus di Indonesia dan negara lain naik lagi, gengs.

Here we go again….
Yep. Makanya kudu ekstra hati-hati nih, guys. Jangan terlalu terlena meskipun things udah benar-benar go back to normal these days. Iya, karena World Health Organization aka WHO beberapa waktu lalu announced bahwa Covid varian Omicron tuh bermutasi lagi jadi satu subvarian baru, guys. Subvarian baru ini udah menyebar di 20 negara di dunia, kayak India, Inggris, AS, dan negara tetangga Singapura dan Malaysia. And yes, we’re sorry to inform you that subvarian baru ini udah masuk ke Indonesia, guys :(. So, remember its name, nama subvarian baru ini Arcturus.

Kayak nama anak jaman now…. 
Wkwkwkw ya gitu deh, guys. Adapun dari data yang dihimpun Kementerian Kesehatan RI, per Senin kemarin, udah ada tujuh kasus yang ditemukan dan teridentifikasi positif Covid subvarian Arcturus ini. Disampaikan oleh Jubir Kementerian Kesehatan, dr. Mohammad Syahril, kasus pertama teridentifikasi di tanggal 23 Maret kemaren, di mana itu orang baru pulang dari India. Terus beberapa hari setelahnya, ada lagi satu kasus yang merupakan transmisi lokal, gengs. Sekarang sih mereka berdua udah dinyatakan sembuh. But still, transmisi lokal tetap terus terjadi dan menyerang dua orang di Surabaya, Jawa Timur dan tiga orang di Jakarta. Sekarang mereka semua masih dirawat di rumah sakit.

Mau lebaran atuh lah….
Makanya kita semua kudu aware sama subvarian yang satu ini, guys. Apalagi kalau kata Kepala Biro Komunikasi dan Penerangan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi, si Arcturus ini tuh punya potensi menular lebih cepat dibandingkan subvarian Omicron sebelumnya. Tapi kalau mau lebaran yha lebaran aja. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga bilangnya kalau mau mudik ya silakan. Toh kenaikan kasus sekarang tuh bukan karena Lebaran tapi karena si Arcturus ini gitu.

I see…..
Jadi ya gitu deh, guysThe fact that udah ada peningkatan kasus nih, maka yang harus di-take care selain aspek kesehatan adalah aspek pariwisata. Apalagi di momen libur Lebaran kayak gini yekan. Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat bilangnya pemangku kebijakan di sektor pariwisata tuh kudu bersikap bijak dalam menangani kenaikan kasus ini. Contoh, Bu Rerie bilangnya masyarakat kita mending nggak liburan dulu ke negara-negara yang lagi tinggi kasus Covid-nya kaya Singapura dan Malaysia jadi di Indonesia aja. Nggak berhenti di situ, pengelola kawasan wisata di Indonesia juga kudu patuh sama prokes biar peningkatan Covid di Indonesia nggak semakin meluas, katanya gitu.
Advertisement

Fair enough…. 
Kementerian Perhubungan juga bilangnya gitu, guys. Yang penting prokesnya jangan sampai kendor, masker jangan sampai dilepas, dan Kementerian Perhubungan juga terus melakukan pemantauan terhadap 123 ribuan orang yang sekarang lagi persiapan mudik. Nah to get you prepared, yang harus kamu ketahui adalah, gejala dari si subvarian baru ini kayak gimana, gengs.

Yess tell me.  
Well, balik lagi ke Bu Nadia, gejala subvarian Arcturus ini dinilai cenderung nggak spesifik dan nggak tentu, guys. Iya, nggak sekadar batuk, pilek, demam, dan gejala Covid yang common lainnya, si Arcturus ini juga menyerang mata. Disampaikan oleh dokter anak di India, terdapat satu gejala yang  rare banget ditemukan di subvarian ini, which is konjungtivitis. Konjungtivitis ini adalah peradangan yang terjadi di selaput mata, yang bikin mata merah, gatal, dan lengket, dan sering terjadinya di pasien anak-anak. guys. Makanya kalau anak bunda-bundi mengalami gejala di atas, disertai dengan demam, batuk,  pilek, dll, cus deh ke fasilitas kesehatan terdekat.
 
Okay. Wrap it up…
Btw, menyikapi kasus Covid yang sekarang semakin tinggi penularannya, banyak pihak mendesak supaya program vaksinasi, especially dosis ketiga dan keempat aka booster ditingkatkan lagi, guys. Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago juga bilangnya gitu. Nah sekarang tinggal gimana pemerintah untuk make sure booster ini tersedia dan approachable aja buat masyarakat Indonesia. Since kata Bu Irma udah nggak semua daerah vaksin booster-nya available. Jadi ya gitu deh, you know what to do, rite? Get your shot, now.

It’s such a shame that an Indonesian living overseas was arrested …

For sexual assaults. 
Soalnya, ada satu Warga Negeri Indonesia (WNI) yang ditangkap sama polisi gara-gara diduga melakukan kasus pelecehan seksual terhadap sejumlah perempuan di Amerika Serikat. So, everybody meet: Daniel Widyanto Condronimpuno.
 
Tell me. 
Yup. Daniel ini ditangkap sama polisi California, AS hari Selasa kemarin karena diduga melakukan pelecehan seksual seenggaknya sebanyak tiga kali sama beberapa perempuan di Palo Alto dan University of California, Berkeley. Kalo menurut keterangan dari polisi, it all started pada 9 Maret dan terjadi sama seorang perempuan di underpass pejalan kaki California Avenue di Palo Alto. Terus, yang kedua terjadi pada 5 April sekitar pukul setengah dua siang waktu setempat, di Eucalyptus Grove, wilayah kampus University of California. Terus akhirnya yang ketiga pada 9 April sekitar pukul 9.40 pagi waktu setempat, terjadi di dekat Stephens Hall di wilayah kampus yang sama. Nah, dari dua kasus di kampus tersebut, Daniel dilaporkan mencengkeram bagian tubuh korban dan melakukan pemukulan.
 
Okay, then?!? 
Polisi UC Berkeley nih duga kalau si Daniel ini pelaku kasus kekerasan seksual selain di wilayah Palo Alto. Terus, ada juga laporan dari seorang saksi ke petugas 911, yang katanya nemuin seorang perempuan di underpass California Avenue yang jadi korban pelecehan seksual. Tau nggak yang bikin kaget lagi apa?!? Si korban ternyata berusia 50 tahun, dan ngaku bahwa dia mengalami pemukulan di kepala sampe jatuh, dan akhirnya mengalami pelecehan seksual dari pelaku. Ngerinya, nggak sampe situ aja, guys, handphone si korban juga ikut dicuri.
 
Terus ditangkep, nggak? 
Of course. Dari berbagai laporan itu, polisi California kemudian menangkap si Daniel di Memorial Glade, sekitar 12 jam setelah penyerangan ketiga yang terjadi di dekat Foothill Student Housing Complex. Doi akhirnya dibawa ke Santa Clara County Main Jail atas serangkaian tuduhan, which termasuk pemerkosaan secara paksa, penetrasi seksual dengan paksa, kekerasan seksual, penyerangan dengan senjata mematikan dan perampokan.
 
Is he really a WNI? 
Yep. Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha udah konfirmasi kalo si Daniel emang seorang WNI. Pak Judha juga udah konfirmasi Daniel ditangkap sama polisi setempat atas tuduhan melakukan penyerangan seksual. Doi sih diketahui juga udah menjalani sidang perdananya pada 13 April lalu. Konsulat Jenderal RI di San Fransisco sih  bakal terus ngasih pendampingan buat Daniel. Pihak KJRI juga bakal mendampingi Daniel selama proses hukum berlangsung dan terus ngasih update ke pihak keluarga.
 
Anything else? 
Kasus soal Daniel yang ditangkep polisi gara-gara kasus kekerasan seksual ini juga ternyata udah dimuat sama beberapa media lokal AS sih, guys. Duh, ini sih literally bikin malu negara di luar negeri aja deh..

For Takjil hunters, please listen up..

There’s might be “something” in your kolak..
 
Soalnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) nemuin sejumlah jajanan buka puasa alias takjil yang mengandung zat kimia berbahaya, which is formalin, boraks, pewarna berbahaya alias rhodamine B dan methanyl yellow. BPOM found out soal ini waktu lagi melakukan uji sampling terhadap 8.599 sampel makanan. Turns out, ada 101 sampel yang mengandung bahan makanan yang dilarang. Even though it shocked us, ternyata kepala BPOM Penny K. Lukito bilang kalo jumlahnya menurun dibandingkan dengan jumlah tahun lalu, lho. Ternyata nggak cuma kandungan kimia aja, tapi BPOM juga nemuin soal makanan yang berhubungan dengan puasa dan lebaran, tapi nggak ada izin edarnya. Makanya, BPOM nemuin produk pangan olahan yang dikemas kaya parsel illegal, bahkan kadaluwarsa. Dari 2.555 sarana peredaran pangan olahan yang diperiksa, sebanyak 723 di antaranya menjual produk tanpa izin edar, rusak dan kadaluwarsa. Mostly, ini ditemuin di Bandung, Aceh Selatan, Tarakan, Bangga dan Jakarta. Setelah ini, BPOM sih katanya bakal menindaklanjuti dengan melakukan penanganan ke pelaku usaha yang melakukan pelanggaran, termasuk melakukan pengamanan hingga perintah retur atau pengembalian.

“Tidak ada satu pun anggota yang cuti lebaran!”

Gitu guys kata Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto pas ngejelasin soal para personelnya yang udah diminta untuk ngga cuti demi mengamankan mudik Lebaran. Kata Pak Karyoto, para personel polisi ini engga boleh cuti, kecuali ada keperluan sangat mendesak dan urgen. Beliau juga minta polisi untuk melakukan patroli di tempat-tempat rawan, kayak rumah dan kos-kosan.
 
Now you can mudik with peace of mind…

Announcement


No one bought us coffee today 🙁

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

If you want to break your cycle of anxiety, read this.
Advertisement