Tanah Longsor di Natuna, Kepulauan Riau

399

When people have been missing….

In Natuna, Kepulauan Riau.
Iya guys. Kayak nggak ada stop-nya yah bencana di Indonesia tuh. Tiap hari ada aja berita bencana, hiks. Kayak Senin kemarin misalnya. Di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, terjadi lagi bencana berupa tanah longsor. Longsornya lumayan parah, bahkan 15 orang udah dinyatakan meninggal dunia dan 47 lainnya dinyatakan hilang.

WHATT??
As always, we’ll get you through this. Jadi ceritanya tuh gini, guys. As we all know hujan kan terjadi di berbagai wilayah di Indonesia yah. Nggak terkecuali di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Di Natuna tuh juga hujan gede hari Minggu kemaren nggak berhenti sampe besokannya. Nah di hari Senin itu juga, buntut dari hujan gede ini, pagi-pagi sekitar pukul setengah 5 pagi, longsor mulai terjadi di sekitaran Bukit Rumah Lekuk :((

Ya ampun…
.
Adapun tanah longsor ini akhirnya bikin rumah, perkebunan warga, sampai sumber air minum semuanya abisss tertimbun. Nggak sampai di situ, siangan sekitar pukul satu siang, longsor susulan pun terjadi dari Gunung Jemenang yang bahkan lebih besar dari sebelumnya, guys. Makanya pihak kepolisian pun langsung menuju ke TKP buat mastiin keadaan di sana gimana plus langsung beresin semua sisa-sia material tanah longsor. Tim SAR pun juga dikerahkan buat mengevakuasi warga yang terdampak, guys.

Oh iya. Warganya gimana?
Well, sampai tulisan ini ditulis, udah ada 15 orang yang ditemukan meninggal dunia :(. Selain itu, ada empat orang yang mengalami luka serius dan empat orang lainnya dalam keadaan kritis. In that sense, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah aka BPBD Kepulauan Riau, Muhammad Hasbi, menyebut empat orang yang dalam keadaan kritis ini bakalan dievakuasi buat mendapatkan perawatan medis yang lebih baik di Pontianak, Kalimantan Barat. Iya, rencananya tiga orang bakal diberangkatin lewat jalur laut terus yang satunya lagi pake pesawat dan terbang hari ini.

I see….
Nah yang harus kamu tahu adalah, di antara korban yang terdampak dalam tanah longsor di Natuna ini, dari data yang dihimpun Tim Posko Informasi dan Komunikasi Publik Kabupaten Natuna, sampai saat ini terhitung ada 47 orang yang dinyatakan hilang :(. Makanya, sampai sekarang Tim SAR juga terus melakukan pencarian terhadap orang-orang ini.  Tapi ya gitu guys, proses evakuasi kali ini juga nggak terlepas dari berbagai kendala, hiks.

Kendalanya apa aja tuh?
Well, disampaikan oleh Pak Hasbi, kendala yang ada di lapangan tuh ya kayak the fact that nggak ada alat berat di lokasi kejadian. Belum lagi masalah jarak. Iya, since lokasi kejadian ini di kecamatan, Pulau Serasan namanya, jadi nggak ada alat berat yang bisa memudahkan proses evakuasi ngangkutin sisa-sisa material tanah, dll. That being said,
Advertisement
sejumlah personel gabungan dari berbagai instansi pun ikut dikerahkan. Personel gabungan ini juga membawa bantuan logistik buat 1.216 korban terdampak yang sekarang masih mengungsi dan dievakuasi di berbagai titik posko.


Go on 🙁
Terus, terkait kendala alat berat yang jadi concern dalam evakuasi longsor Natuna ini, dalam keterangannya, Polri mengkonfirmasi bahwa pihaknya barengan sama TNI dan stakeholders terkait bakalan bantu penyediaan alat berat plus mengerahkan sebanyak 145 personel buat membantu proses evakuasi warga. Nggak cuma itu, Karo Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan juga menyebut Polri bakal ngirim anjing pelacak atau K-9 buat membantu proses pencarian korban. Terus ada layanan trauma healing juga buat para korban.

Terus warga yang ngungsi gimana nasibnya?
Well, ribuan warga tadi udah ngungsi di empat lokasi posko yang ada di Kabupaten Natuna, guys. Sampai sekarang mereka masih diam di situ dan menerima berbagai bantuan logistik dari berbagai pihak, salah satunya dari Gubernur Kepulauan Riau sendiri, Ansar Ahmad. Pak Ansar sendiri diketahui udah cus ke lokasi kejadian dan menyerahkan langsung bantuan logistik kayak makanan dan keperluan sehari-hari.

Terus terus?
Lebih lanjut, Pemprov Kepulauan Riau juga udah koordinasi sama Bupati terkait penanganan dan pencegahan supaya nggak ada lagi longsor susulan atau bencana kayak gini ke depannya. In that sense, masyarakat yang tinggalnya di lokasi sekitar kejadian tuh ya kudu waspada since curah hujan juga masih tinggi sekarang. Bencana longsor ini sendiri udah ditetapkan dalam status tanggap darurat selama tujuh hari terhitung dari Senin kemarin dan bakal berlaku sampai Senin depan deh.

Got it. Anything else I should know?
Btw dari tadi ngomongin tanah longsor, hujan, dll. yang harus kamu tahu adalah, bulan-bulan kayak sekarang Maret, April, Mei tuh kita emang masuk ke musim pancaroba, guysSo, bencana hidrometeorologi kayak banjir, tanah longsor, dll emang most likely bakalan terjadi di musim ini. Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika juga menyebut ada yang namanya Siklon Tropis 98S yang kebentuk persis di Laut Natuna sebelah barat daya Pontianak. Makanya hujan lebat, angin kencang, sampai gelombang tinggi juga most likely bakalan terjadi deh di daerah-daerah ini.

Stay safe, everyone!
Advertisement