Kebakaran Depo Pertamina Plumpang

341

Here’s your A to Z recap on: Kebakaran Plumpang….

Yang Menewaskan Belasan Orang.
Yoi. Sedih banget deh, guys. Over the weekend kemarin, Jakarta gloomy lagi gara-gara hujan. Tapi bukan cuman banjir. Kali ini bahkan lebih parah. Iya, Depo Pertamina yang ada di Tanah Merah Bawah, Koja, Jakarta Utara meledak dan menyebabkan kebakaran. Akibatnya, belasan orang pun dinyatakan tewas. Nggak cuman itu, kejadian ini pun juga menyorot  status warga sekitar yang harusnya nggak boleh bermukim di sana, guys.

Tell me.
Oke jadi gini ceritanya. Kamu tau kan kalau Bahan Bakar Minyak aka BBM dari Pertamina tuh disimpan di ratusan terminal yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Salah satunya, ada di Tanah Merah Bawah, Koja, Jakarta Utara yang dikenal sebagai Depo Pertamina Plumpang. Depo Pertamina Plumpang sendiri diketahui menyuplai sebanyak 20% dari pasokan BBM yang ada di negeri ini, guys. Tapi Jumat kemarin, ada kejadian naas yang terjadi di Depo Plumpang ini :(((

Naas gimana?
Jumat lalu kan Jakarta hujan yah. Hujannya berhenti terus ada petir guntur gitu kan. Nah malem-malem sekitar pukul delapan malam, tiba-tiba ada bau menyengat gitu kecium sama warga sekitar yang berasal dari Depo Pertamina Plumpang itu. Kenceng banget baunya, aroma bensin gitu. Pada keluar dong orang-orang. Nah, pas orang keluar, ada bunyi ledakan “DUARRR!!!” gitu. Panik lah orang-orang. Pada berdesakan menyelamatkan diri. Terus ada lagi bunyi ledakan yang lebih parah, sampai akhirnya ledakan ketiga udah asap penuh banget di Depo Pertamina Plumpang dan sekitarnya.

Ya ampun….
Depo Pertamina Plumpang ini mengalami kebakaran, guys. Akibat kejadian ini, warga pun sibuk berdesakan menyelamatkan diri kan. Heboh dan serem banget deh pokoknya. Sebagian dari mereka bahkan udah mengalami luka bakar yang cukup serius. Rambutnya habis, mukanya hitam, bajunya udah nggak ada. Belum lagi para lansia, ibu hamil, dan anak-anak juga turut jadi korban dalam kejadian ini. Sampai berita ini diturunkan, data dari Posko Tanggap Darurat Koramil Rawasari Selatan mencatat udah ada 19 orang yang dinyatakan meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka bakar berat dan ringan. Warga terdampak pun akhirnya udah mendapat perawatan medis, dan yang lainnya juga udah dievakuasi di posko pengungsian.

Jadi gara-gara hujan kesambar petir ya?
Well, kalau dari pov warga sih begitu kronologinya, guys. Cuma alasan sebenarnya tuh lebih technical dari sekadar hujan kesambar petir. Disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, di hari kejadian tuh Depo Pertamina Plumpang menerima pasokan BBM jenis Pertamax dari Balongan. Ternyata waktu lagi proses pengisian itu ada gangguan teknis. Gangguan teknis itu kemudian menyebabkan tekanan kuat dan akhirnya jadi kebakaran. Sampai saat ini, Jenderal Listyo udah membentuk tim gabungan di mana tim itu yang bakalan melakukan penyidikan buat mendalami sumber apinya dari mana sebenarnya, dll,. Sejumlah saksi dan bukti CCTV juga masih diperiksa sama polisi.

I believe Pertamina has a say….
Iya. Terkait kejadian ini, Pertamina akhirnya speak up, guys. In that sense, Komisaris Pertamina, Pahala Mansury menyebut sampai saat ini pihaknya masih koordinasi dan diskusi sama segenap direksi dan komisaris Pertamina di mana fokus utama mereka adalah gimana caranya mereka kasih bantuan buat masyarakat terdampak. Lebih jauh, Pahala juga bilang Pertamina bakalan make sure warga di sana tetap ke-fulfilled segala kebutuhannya, terutama dalam aspek kesehatan dan konsumsi.


Speaking of the people….
Hal ini juga menyorot Pemukiman Warga yang ada di sekitaran Depo Pertamina Plumpang itu, guys. Bahkan Presiden Joko Widodo juga menyebut daerah itu tuh merupakan zona yang bahaya
Advertisement
 sehingga nggak layak buat ditinggali warga. That being said, ada dua kemungkinan di sini: either Depo Pertamina-nya yang pindah atau warganya yang pindah. Makanya harus ada solusinya segera kalau kata Pak Jokowi. Presiden Jokowi pun udah kasih instruksi ke Menteri BUMN Erick Thohir dan Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Santoso buat mencari solusi dari permasalahan ini. Terus dengan adanya opsi warga yang bakal direlokasi, masyarakat di Tanah Merah Bawah juga most likely pada setuju-setuju aja. Secara takut juga yekan kejadian kayak gini lagi meskipun mereka emang udah lama tinggal di situ, saudara semua di situ, mata pencaharian juga di situ, tapi ya balik lagi mereka tetap setuju.

I see….
Jadi ya gitu deh. Relokasi warga Tanah Merah Bawah, Koja, Jakarta Utara tuh sebenarnya emang bukan obrolan baru, guys. Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Thahja Purnama aka Ahok tuh di zaman kepemimpinannya juga udah menyiapkan rusun buat warga situ cuman pada saat itu warga pada masih nolak dengan berbagai alasan. Sampai akhirnya kepemimpinan berganti ke Anies Baswedan, isu ini akhirnya redup deh. Terus di pemerintahan Anies, Izin Mendirikan Bangunan bahkan terbit untuk bangunan di wilayah ini.

Lah terus gimana dong tuh? 
In that sense, banyak pihak akhirnya minta pertanggungjawaban Pak Anies, guys. Salah satunya, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Gilbert Simanjuntak. Pak Gilbert bilangnya warga sekitar Plumpang tuh emang udah harus direlokasi buat keamanan dan keselamatan. Cuma ya gitu, the fact that Pak Anies kasih izin mendirikan bangunan di situ which actually melanggar aturan, terus sekarang ada kebakaran sampai memakan korban jiwa, ya Anies Baswedan harus dimintai pertanggung jawabannya. Pak Anies tuh seolah bikin things more complicated gitu loh padahal warga emang udah seharusnya direlokasi dari situ.

Okay…
Lebih jauh terkait Izin Mendirikan Bangunan yang dikeluarkan Pak Anies, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Abdul Azis bilangnya tanah itu statusnya udah jelasguys. In his words, Pak Azis bilangnya gini nih: “Seorang gubernur nggak mungkin mengeluarkan IMB tanpa adanya penelusuran dari sisi hukum, dari sisi sejarah tanahnya, dsb. Jadi ya kalau Pak Anies sudah mengeluarkan IMB, berarti status tanahnya sudah jelas. Adapun yang di luar itu ya masalah kebijakan, masalah safety, dll.” Katanya gitu.  Lebih lanjut, Pak Azis bilangnya justru kalau nggak ada IMB, yang ada warga malah bikin bangunan ngasal dan jadi nggak beraturan gitu. Makanya dengan adanya IMB, meaning udah ngikutin aturan yang seharusnya ceunah.


Got it. Anything else I should know?
Btw, meskipun Depo Pertamina Plumpang kebakaran, yang harus kamu tahu adalah stok BBM di Jakarta dan sekitarnya dipastikan aman, guys. Kan masih bisa di-support sama Depo Pertamina yang lain yang ada di Jakarta kayak Depo Tanjung Gerem, Cikampek, Ujung Berung, sampai Balongan. Sampai sekarang kebakaran ini juga masih diusut dan diinvestigasi sama Polri, Pertamina, dan pihak terkait. Makanya jangan panic buying, guys. Santai aja. Sip?
Advertisement